Card Cultivation System

Card Cultivation System
CCS-280


__ADS_3

SHHHH.......


Asap hasil ledakan tornado mulai memudar hingga menampakkan dua sosok dengan baju yang robek-robek sedang terengah-engah sambil menatap satu sama lain dengan tajam.


"Ada apa brengsek? Sudah kelelahan ya?"


"Kau sebaiknya berkaca."


Xika dan Tian Li masih terus menatap satu sama lain sambil berusaha menstabilkan nafas masing-masing. Bagaimanapun juga, keduanya telah bertarung melawan empat puluh orang kurang lebih, setelah itu dilanjutkan dengan bertarung satu sama lain. Keduanya telah menghabiskan banyak qi dan energi.


Kemudian, suara Jing Wei terdengar di segala arah tanpa terlihat sosoknya.


"Pengumuman kepada semua peserta, dikarenakan jumlah peserta yang terlalu sedikit, maka babak final akan dilaksanakan saat ini juga. Siapapun yang berdiri terakhir di kompetisi ini akan dinyatakan sebagai pemenang!"


Baik Xika dan Tian Li sama-sama terdiam ketika mendengar ucapan Jing Wei itu. Siapa yang menyangka, rencana Zhen Fang rupanya benar-benar berhasil? Tapi itu artinya yang lain juga sudah selesai menghadapi lawan-lawan lain. Kemungkinan besar, peserta yang tersisa saat ini tinggal delapan dan itu adalah kelompok mereka.


Sejauh ini semuanya sesuai rencana. Namun dari sini, semuanya akan berubah menjadi tak pasti. Entah apa yang akan terjadi, mengingat dendam yang sudah ada sejak kelompok tersebut pertama kali dibentuk.


"Heh, brengsek. Kau dengar itu barusan? Sekarang babak kedua dan final sudah tak ada bedanya lagi! Kali ini akan kuhancurkan kau!"


"Heh, tampaknya kau tidak memiliki kemampuan untuk melakukan itu." Xika melesat sambil menusukkan Space Shifter.


Tian Li dengan mudah memiringkan kepalanya dan menghindari tusukan Xika. Ia mengepalkan tangan kanannya yang telah terselimuti tornado kecil dan menghantamkannya ke perut Xika. Xika membuat perisai angin dan mementalkan dirinya ke belakang tepat sebelum tinju Tian Li menghantamnya.


BLAR!


SYUT!


SREK!


Xika menggunakan jeda singkat yang muncul untuk memakan pil buatan Heiliao dan mengisi kembali qinya. Setelah itu, ia kembali bersiap menunggu Tian Li yang tengah mendekat.


Namun tiba-tiba, sebuah duri raksasa berwarna hitam muncul di antara Xika dan Tian Li menyebabkan murid baru dari Sky Devouring Castle itu menghentikan langkahnya. Setelah itu, ratusan duri hitam kecil mengelilingi Tian Li dan menjebaknya di tempat. Terakhir, selubung hitam naik dari bawah dan membungkus Tian Li membuatnya terjebak total.


"Haha, nice timing Saudara-"


Xika sudah tahu siapa yang melakukan hal tersebut. Selain Yun Xingzhao, hanya ada satu orang yang akan tetap membantunya sekalipun saat ini adalah babak final. Tapi ucapannya terhenti ketika melihat kondisi Li Tang.


"-Li. Li Tang! Apa yang terjadi?"


Cepat-cepat Xika mendekati Li Tang. Kondisinya begitu aneh. Tubuhnya hitam seluruhnya, mungkin itu efek samping dari teknik Dark Shade Abyss. Tapi meskipun begitu, berbagai luka bakar dapat terlihat di sana-sini. Selain itu, nafas Li Tang begitu tak teratur. Tampaknya ia mengerahkan seluruh usahanya agar bisa sampai di tempat ini.


"Xika.......lari.......aku akan menahan.....Tian Li............Han Feng.......ia...bukan murid baru......kekuatannya...berada di-"


SWOSH!


Sebelum Li Tang berhasil menyelesaikan ucapannya, sebuah bola api melayang menuju punggungnya. Xika tentu saja tak akan tinggal diam melihat hal itu. Ia menyelimuti Li Tang dengan lapisan angin tebal.


BLES!


BLAR!


Namun Xika tak pernah menyangka bahwa lapisan anginnya yang hampir bisa menahan semua serangan musuh dapat ditembus dengan mudah oleh bola api itu. Rasanya lapisan angin yang ia buat hanyalah serpihan kaca di hadapan tenaga luar biasa.


Dan hasilnya, bola api itu mengenai Li Tang dengan telak dan menyebabkan ledakan yang menghempaskan Li Tang dan Xika ke arah yang berlainan. Namun, meskipun dalam kabut yang tebal, Xika dapat melihat dengan jelas darah yang keluar dari mulut Li Tang dan ekspresinya yang begitu kesakitan. Ia tak pernah melihat Li Tang membuat ekspresi semacam itu.


Bruk!


Xika terlempar beberapa meter jauhnya dari tempat semula. Sementara Li Tang terletak belasan meter jauhnya dari Xika. Selain itu, bola api barusan membuat Li Tang kehilangan tenaganya sehingga perangkap yang ia buat untuk mengurung Tian Li menghilang.


"Heh, brengsek! Apa-apaan ini sebenarnya?!" umpat Tian Li kesal karena terperangkap tanpa tahu apa-apa. Ketika ia menolehkan kepalanya, ia melihat sosok Li Tang yang tak berdaya tergeletak tak jauh darinya. Dan kemudian, tahulah siapa yang membuat perangkap barusan.


"Tian Li! Bajingan brengsek! Kalau kau berani menyentuh sehelai rambutnya-"


BRAK!


"GHAK!"

__ADS_1


Sayangnya, sebelum Xika menyelesaikan ucapannya, Tian Li telah menginjak Li Tang kuat-kuat menyebabkan darah lagi-lagi muncrat keluar dari mulutnya.


"BRENGSEK!" Xika berteriak penuh emosi. Di sekeliling tubuhnya, angin besar yang tajam berputar dengan cepat seiring dengan munculnya aura hijau di sekitar tubuhnya.


"Hahaha........sebelum kau memikirkan temanmu ini," Tian Li memindahkan kakinya dari perut ke wajah Li Tang, "sebaiknya kau pikirkan dirimu sendiri dulu." ucapnya sambil melihat ke arah yang sama dengan datangnya bola api sebelumnya.


Xika merasa begitu marah saat ini, tapi ia memaksa dirinya untuk ikut melihat ke arah yang sama dengan Tian Li dan menemukan seorang pria yang terbakar tengah berjalan santai.


Han Feng.


Tapi aura yang keluar darinya berbeda dari aura yang selama ini Xika tahu. Rasanya seolah melihat dua orang yang berbeda. Dan Xika kembali teringat ucapan Li Tang beberapa saat lalu. Apa Li Tang memintanya lari? Dari siapa? Selain itu, Han Feng bukan murid baru? Jadi ia curang dalam kompetisi ini? Lalu, di tingkat mana kekuatan Han Feng?


"Kau." Xika menatap Han Feng dengan tajam. "Kau bukan murid baru. Seharusnya kau tidak bisa mengikuti kompetisi ini."


"Entahlah. Mungkin ya, mungkin saja tidak. Memangnya kenapa?" tanya Han Feng acuh tak acuh.


Tian Li menatap Han Feng dengan tatapan ragu sekaligus bingung. Selama ini ia mengira dirinya setara atau bahkan yang terkuat diantara mereka berdelapan. Namun ia tak menyangka bahwa Han Feng menyembunyikan kekuatannya.


Han Feng melirik Tian Li sejenak, "Tolong minggir sebentar. Aku ada urusan dengannya."


"Oh ya? Aku juga masih punya urusan dengannya." Tian Li menyeringai lebar. Ia tak akan membiarkan dirinya dipermalukan. "Kenapa aku harus memberikan jalan untukmu?"


Han Feng mendengus meremehkan Tian Li. Ia mengambil langkah maju dan seketika itu juga sebuah aura yang luar biasa kuat muncul di sekitara Han Feng. Kini Tian Li baru mengerti perbedaan antara dirinya dan Han Feng. Mereka seolah berada di dua dunia yang berbeda. Sekalipun dirinya menolak, tapi kakinya mundur secara refleks di hadapan kekuatan absolut.


"Cih." Han Feng mendecakkan bibirnya dan melangkah maju, mengabaikan Tian Li yang gemetaran di sampingnya.


"Beberapa bulan lalu, kudengar ada tiga murid yang masuk ke Akademi dengan cara tidak biasa. Harusnya mereka sudah tidak dapat diterima lagi karena terlambat, tapi atas kemurahan hati seorang elder mereka diperbolehkan bergabung dengan Akademi asalkan bisa mengalahkan tiga murid dengan hasil yang paling baik.


Tanpa diduga ketiganya berhasil mengalahkan murid-murid terbaik itu. Itu kau dan teman-temanmu, kan? Dan salah satu murid yang kau kalahkan berasal dari Burning Abyss Sect. Apakah aku benar?"


"Entahlah. Mungkin ya, mungkin saja tidak. Memangnya kenapa?" ucap Xika mengembalikkan ucapan Han Feng sambil tersenyum.


"Brengsek. Rupanya kau masih belum sadar situasimu, ya? Kuberi satu kesempatan lagi.


Han Mang.


Pernah dengar nama ini? Aku mendengar kabar bahwa keponakanku itu dipukuli beberapa kali oleh orang yang sama dan mencoreng nama baik Burning Abyss Sect. Berlututlah di hadapanku, setelah itu tampar pipi kanan dan kirimu masing-masing sepuluh kali, kemudian cium sepatuku. Aku akan melupakan masalah ini."


Xika meludah. Kemudian ia menatap Han Feng tanpa rasa takut sedikitpun. "Heh, bajingan. Berlutut? Tampar pipi kiri dan kanan? Memangnya kau pikir kau ini siapa, hah?"


Han Feng menghela nafas menahan amarah. "Rupanya kau memang tidak sadar situasi. Tampaknya sia-sia saja aku memberimu kesempatan. Memang seharusnya aku menghajarmu sejak awal."


"Heh. Itu tergantung apakah kau mampu atau tidak." ucap Xika dengan nada mengejek. Bahkan sekalipun ia sudah merasakan aura luar biasa yang keluar dari Han Feng, sekalipun ia sudah melihat Tian Li mundur dengan patuh, ia tetap tidak memiliki ketakutan sedikitpun.


Han Feng menjentikkan jarinya kemudian sebuah bola api melesat menuju Xika.


Dan Xika langsung tahu bahwa ini adalah bola api yang sama yang menghantam Li Tang sebelumnya. Ia tahu bahwa perisai anginnya tak akan berpengaruh pada bola api ini, tapi ia tetap membuat lapisan angin didepannya.


SWESH!


BLAR!


Hasilnya sama seperti sebelumnya. Bola api itu menembus perisai angin Xika dengan mudah dan menghantam tubuhnya dengan telak. Xika terlempar belasan meter sebagai akibatnya hingga berhenti ketika menabrak pohon.


"Ukh......rupanya memang tidak bisa ya......kekuatan ini.....kalau aku tidak salah, Royal Realm - Low Jack ya?"


Plok! plok! plok!


"Tepat. Sayangnya, sudah terlambat untuk berubah pikiran sekarang. Aku akan menghancurkanmu sampai ibumu tidak mengenalimu lagi!" Han Feng menyeringai buas haus darah.


-------------------------


Di tempat Jing Wei dan petinggi dari sekte lain, banyak yang merasa terkejut dengan pengakuan Han Feng, kemudian keterkejutan itu berubah menjadi amarah terhadap Han Li, pemimpin dari Burning Abyss Sect.


"Saudara Jing, bukankah ini termasuk pelanggaran?"


"Benar sekali, Saudara Jing. Menurut peraturan, bukankah seharusnya Han Fengg didiskualifikasi saat ini juga?"

__ADS_1


Tapi sebelum Jing Wei sempat menjawab, Han Li telah bicara duluan. Ia berdiri dan menangkupkan kedua tangannya.


"Permintaan maafku yang sebesar-besarnya saudara sekalian. Kejadian kali ini, murni kesalahanku. Aku kurang teliti sehingga membiarkan putraku melakukan tindakan curang. Aku memohon kebaikan Saudara Jing, selesai kompetisi ini, aku akan memberikan hukuman pada putraku itu."


"Hei, hei. Saudara Han, bukankah itu tidak pantas? Maksudmu kau ingin Saudara Jing melanjutkan pertarungan ini sekalipun sudah tahu bahwa putramu curang?"


"Aku minta maaf. Aku berjanji tidak akan mengambil hadiah apapun yang putraku menangkan. Bahkan, aku bersedia memberikan kompensasi atas kejadian tak mengenakkan ini."


Ucapan Han Li itu menuai cibiran dari petinggi sekte lainnya. Dari cara bicaranya, Han Li ini yakin sekali bahwa putranya akan menang.


Jing Wei menghela nafas menahan amarah. Sejak kapan Akademinya dapat dicurangi dengan mudah seperti ini? Dan lagi, apakah Han Li benar-benar berpikir bahwa ia bodoh? Meskipun begitu, ia harus berhati-hati dalam bertindak. Salah langkah sedikit dan ia akan menjadi sasaran semua sekte yang ada di sini.


Ia kembali menatap layar yang menunjukkan Xika dan Han Feng. Apakah ia benar-benar tidak memiliki pilihan selain menuruti permintaan Han Li?


Mendadak matanya menangkap sesuatu dari tatapan Xika. Ada yang berbeda dari pandangan mata anak itu. Bahkan Tian Li yang berasal dari Sky Devouring Castle-pun hanya bisa mundur dengan gemetar ketika dihadapkan dengan aura dari Low-Jack. Tapi Xika, ia tak memiliki sedikitpun ketakutan di matanya. Rasanya seolah ia masih memiliki kartu lain untuk dimainkan.


"Oh? Saudara Han, kedengarannya kau sangat percaya diri putramu akan memenangkan kompetisi ini?" tanya Jing Wei. Otaknya berputar keras memilih dua pilihan. Pada akhirnya, ia memilih untuk bertaruh pada Xika.


"Pftttt......Maaf, Saudara Jing? Apa aku tidak salah dengar?"


Sekalipun Han Li terdengar sombong dan arogan, tapi hal itu dapat dimaklumi oleh petinggi lainnya karena putranya yang berada di tingkat Low-Jack ada di sana bersama sekumpulan bocah Forming Qi. Namun yang tidak dapat dimengerti oleh petinggi sekte lain adalah, mengapa Jing Wei rasanya seolah masih memiliki kartu lain untuk dimainkan?


"Kau tidak salah dengar, Saudara Han. Begini saja, karena kau sangat yakin bahwa putramu akan menang, bagaimana kalau kita bertaruh?"


"Pft.....Saudara Jing, taruhan apa yang ingin kau buat?" tanya Han Li sambil berusaha keras menahan tawanya.


"Kudengar baru-baru ini Burning Abyss Sect menemukan Artefak Low-Heart. Tampaknya itu artefak yang bagus?"


Seketika itu juga raut muka Han Li berubah. Wajahnya serius, meskipun ia masih menatap Jing Wei seperti orang bodoh.


"Saudara Jing, aku tidak keberatan bertaruh. Tapi apa yang bisa Mu Zhan Academy-mu tawarkan sebagai ganti Artefak Low-Heartku?"


Jing Wei melambaikan tangannya dan sebuah batu dengan warna yang sangat gelap melayang di hadapan para petinggi sekte. Hanya dengan tatapan saja, para petinggi sektepun tahu bahwa batu tersebut bukanlah batu biasa, meskipun mereka tidak tahu batu apa itu.


"Saudara Jing, batu yang kau keluarkan itu memang tidak biasa. Namun untuk ditukarkan dengan artefakku itu, rasanya agak......."


"Kabarnya, sebuah Makam Kegelapan ditemukan baru-baru ini di Dinasti Tang. Namun mereka masih mencari-cari kunci masuk makam tersebut. Katanya, mereka hanya membutuhkan sebuah kepingan kecil yang berbentuk seperti batu."


Han Li menatap Jing Wei dengan mulut lebar. Kalau begitu, bukankah batu yang dimiliki Jing Wei itu......


"Sepakat, kalau begitu, Saudara Jing."


Jing Wei hanya menanggapi dengan senyum di wajahnya, sambil berharap dalam hati bahwa ia tak membuat keputusan yang salah.


----------------------------------------


Kembali ke Xika.


"Sayang sekali, tapi akupun tidak mengenali ibuku sendiri. Selain itu, aku tidak pernah berniat untuk berubah pikiran. Hanya di tahap Low Jack dan kau kira kau yang paling kuat?"


Seketika itu juga Han Feng merasakan bahaya yang berasal dari tatapan Xika. Mungkinkah Xika juga menyembunyikan kekuatannya? Tapi ia segera menepis pikiran itu. Tidak mungkin. Kalaupun Xika menyembunyikan kekuatannya paling hanya di Forming Qi 8 atau 9.


Ia bahkan hampir lupa bahwa Xika hanya berada di Forming Qi 7. Mungkin dari segi tingkat kekuatan, Xikalah yang paling lemah. Tapi ia tak bisa menyangkal bahwa kemampuan Xika tidak kalah dari mereka yang berada di Forming Qi 9. Sayang sekali, kalau dirinya tidak ada mungkin Xika dapat memenangkan kompetisi ini. Tapi situasinya berbeda saat ini.


Dengan bakat yang ditunjukkan Xika, tak akan butuh lama sebelum ia berkembang dan menjadi sosok yang ditakuti banyak orang. Namun Xika telah memilih jalan yang salah. Ia telah menyinggung Burning Abyss Sect. Dalam situasi yang berbeda mungkin mereka bisa menjadi teman, namun sayangnya saat ini mustahil. Kini ia harus menghabisi Xika sebelum ia semakin berkembang menjadi sosok yang dapat membahayakan klannya.


"Aku tak percaya mendengar hal itu dari bocah di Forming Qi 7. Mungkin memang masih ada orang yang lebih kuat dariku. Tapi di tempat ini, di babak ini, akulah yang paling kuat." Han Feng merentangkan kedua tangannya dan mengangkat kepalanya tinggi-tinggi dengan bangga.


"Heh. Forming Qi 7 sudah cukup untuk mengalahkanmu." Xika bangkit berdiri dan mengusap darah yang menetes akibat bola api Han Feng barusan.


Tapi sebelum Han Feng dan Xika bertarung lebih lanjut, suara Jing Wei kembali terdengar.


"Maaf, aku melupakan sesuatu. Karena ini sudah babak final, maka akan kuberikan hadiah yang seharusnya kalian terima di babak kedua."


Ketika suara Jing Wei menghilang, Xika menyadari ada sesuatu yang berbeda. Rasanya tubuhnya dikelilingi qi yang sangat pekat. Mungkinkah......


Xika mengecek kantongnya dan menemukan mutiara yang sudah ia kumpulkan perlahan-lahan terurai menjadi energi qi yang murni dan kental. Rupanya mutiara ini merupakan qi yang telah dipadatkan. Mendadak, Xika merasakan ada sesuatu yang berbeda dari tubuhnya. Rasanya seolah ia telah maju selangkah lagi.

__ADS_1


Ia mengecek dantiannya dan menemukan bahwa ia kini berada di tingkat Forming Qi 8.


"Ralat, Forming Qi 8 sudah cukup untuk menghabisimu." ucap Xika sambil memberikan seringai di wajahnya pada Han Feng.


__ADS_2