
WHUSH!!
SLASH!
Xika melemparkan selembar kartu dan membelah dua beberapa ular yang mendekat. Tapi itu belum cukup. Ketika ia membunuh lima, sepuluh ular datang. Ketika ia membunuh sepuluh, dua puluh ular datang. Dan terus berlanjut seperti itu hingga Xika mulai terkepung.
Tapi ular-ular ini hanya di tahap Red 1 yang sebanding dengan kultivator tahap Forming Qi 3. Meskipun Xika hanya di Forming Qi 2, tapi ia memiliki empat dantian. Selain itu, dua dari empat dantiannya telah mencapai Forming Qi 3 jadi ia bisa dianggap setengah langkah menuju Forming Qi 3.
Lagipula, ular-ular ini lebih lemah dari perkiraan Xika. Tapi ia tidak mengendurkan kewaspadaan.
SYUT!
WHUSH!
Xika bertarung dengan tongkat di tangan kanan dan kartu di tangan kiri. Kadang-kadang kartunya ia lemparkan untuk menyerang ular-ular yang agak jauh. Ia tidak menggunakan qi nya sama sekali karena ia tahu apa yang ia lawan hanyalah ular yang paling lemah.
Bagian yang mengerikan masih belum tiba, atau setidaknya ikut bertarung. Jadi Xika harus menghemat qi nya sebanyak mungkin untuk menghadapi ular-ular yang lebih kuat.
Ia menoleh dan menemukan Heiliao melakukan hal yang sama dengannya. Pada dasarnya Heiliao adalah Spirit Beast jadi tubuhnya lebih kuat dari Xika dan ia mampu membunuh lebih banyak dari Xika hanya berbekal tubuh fisiknya.
Tapi bagaimana dengan Huo Bing? Burung itu tidak memiliki tubuh fisik. Kalau ia menghabiskan qi nya untuk keroco seperti ini yang ada ia tak akan bisa bertarung melawan pemimpin serangan ini.
"Huo Bing! Jangan ikut bertarung. Kau diam saja di samping dan amati keadaan!"
"Heh. Kau memintaku duduk diam sementara kalian bertarung mempertaruhkan nyawa? Tidak, terima kasih."
"Kau tidak memiliki tubuh fisik. Hemat energimu untuk melawan ular yang lebih kuat. Untuk sementara amati saja dulu pertempuran."
Huo Bing berpikir sebentar sebelum mengikuti saran Xika. Ia tak memberikan serangan lagi dan hanya terbang ke sana kemari mengamati keadaan.
Tapi keadaan saat ini tidak bisa disebut pertempuran. Ini bukanlah situasi dimana dua pasukan saling bertarung, melainkan sepasukan besar melawan dua mahkluk.
Benar, dua mahkluk. Hanya Xika dan Heiliao yang bertempur. Para warga yang sebelumnya berkata bisa bertempur kini terduduk lemas di tanah dengan tubuh gemetaran.
Hanya Zheng Wei yang masih berdiri, tapi itupun tak ada bedanya. Tangannya bergetar hebat dan tak lama lagi senjatanya akan terlepas dari pegangannya. Para warga yang lain bahkan sudah melepaskan senjata mereka dan hanya menatap kosong pertempuran yang terjadi di depan mata.
Xika dan Heiliao tidak menyadari hal itu karena sibuk bertarung, tapi Huo Bing yang terbang di angkasa dapat melihat dengan jelas keadaan para warga yang tengah dilanda ketakutan.
Burung itu mengumpat keras. Ia paling tidak mau mengurusi hal-hal seperti ini. Kalau bisa, ia lebih baik bertukar posisi dengan Xika atau Heiliao, tapi sayangnya dia tak memiliki tubuh fisik. Jadi ia yang harus menyadarkan para warga.
Sret!
Sret!
Whush!
Beberapa ular berhasil melewati Xika dan Heiliao lalu menuju para warga. Huo Bing turun dan menyerap jiwa mereka secara hidup-hidup memberikan para ular itu penderitaan yang amat menyakitkan. Tapi ia tak peduli. Ada hal lain yang lebih penting yang harus ia urus.
Huo Bing membuka paruhnya lebar-lebar kemudian mengeluarkan pekikan yang menusuk telinga untuk menyadarkan para warga. Dan ia berhasil menyadarkan para warga.
Tapi tak mampu membuat mereka bertarung. Zheng Wei dan warga yang lainnya memang tersadar dari kenangan kelam mereka, tapi sepertinya itu tidak terlalu berpengaruh.
Ketika membuka mata, para warga tidak melihat Huo Bing, teman Xika, melainkan burung besar yang hendak memakan mereka.
"Hiiii......"
__ADS_1
"La-lari....!"
"Ja-jangan makan aku! A-aku tidak enak...!"
Dan reaksi-reaksi lain yang tak jauh berbeda diterima Huo Bing setelah menyadarkan mereka. Burung itu menaikkan alisnya bingung sekaligus kesal. Kemudian ia mencengkram kerah baju salah seorang warga dengan kakinya, kemudian menampar wajah pria itu dengan kaki satunya lagi.
"Oi."
Plak!
"Sadarlah."
Plak!
"Manusia bodoh."
Plak!
"Cepat bangun sialan!"
Plak!
Tapi bukannya membuat sadar Huo Bing malah membuat para warga semakin takut dengan dirinya. Beberapa berlutut memohon ampun, beberapa sudah melarikan diri.
"Ck, sial!"
Huo Bing terbang dan menangkap beberapa warga yang melarikan diri. Ia melemparkan mereka dan membuat satu lingkaran. Ia hendak bicara baik-baik terhadap mereka namun para warga itu malah berlutu memohon ampun tanpa mendengarkan satu patah katapun.
WHUSH!
"Sadarlah! Kalian harus bertarung! Lihat mereka," Huo Bing menunjuk Xika dan Heiliao, "Kalian harusnya malu disaat anak yang bahkan kurang dari setengah umur kalian bertarung mempertaruhkan nyawa, kalian malah diam tanpa melakukan apa-apa!"
Para warga mengikuti sayap Huo Bing. Mereka melihat Xika menebas lima ular sekaligus kemudian tujuh ular lain datang menyerangnya. Kemudian tatapan mereka beralih pada Heiliao. Serigala hitam itu menebas tujuh ular dengan cakarnya sementara moncongnya menggigit tiga ular.
"H-hiiyyy......."
"Mereka bahkan bertarung satu sama lain.... kita pasti mati....pasti mati...."
"Tak ada harapan.....sudah selesai......kita sudah selesai......"
"Argh! Dasar tolol! Apa kalian buta? Serigala itu bertarung untuk melindungi kalian! Pakai mata kalian, sialan!" Huo Bing mengumpat saking kesalnya.
Xika dan Heiliao mungkin sudah membunuh seribu ular kalau digabungkan, tapi jumlah mereka tak terlihat berkurang. Malahan, keduanya beberapa kali bertemu ular-ular di tahap Red 2 yang setara dengan kultivator Forming Qi 5.
Karena tak menduga adanya ular yang lebih kuat, Xika sempat tergigit beberapa kali di lehernya. Kondisi Heiliao lebih baik karena ia berhasil menghindari serangan kejutan. Tapi munculnya ular yang lebih kuat bukanlah pertanda baik.
Xika memang kebal racun sehingga racun ular tak dapat melukai dirinya, tapi darah mulai menetes dari bekas gigitan ular. Bekas gigitan itu berhasil mengganggu kepalanya sehingga tak bisa menoleh dan menghindar tepat waktu dari serangan yang datang.
Saat ini lima ular di tahap Red 1 melilit kakinya sementara tiga di tahap Red 2 berusaha menancapkan taring mereka di tubuh Xika.
Mendadak ular-ular yang melilit kaki Xika mati terbakar oleh api yang muncul di kaki Xika. Ia menggerakkan kakinya beberapa kali.
"Begini lebih baik."
Tapi ular-ular itu tidak memberinya kesempata untuk berhenti barang sejenak. Lebih banyak ular lagi yang berusaha melilit kaki Xika dan Xika sudah tak memikirkan tingkat kultivasi mereka. Memang, ia tak bisa membunuh ular di tahap Red 2 dengan sekali pukul, tapi kalau begitu yang harus ia lakukan hanyalah memukul lebih banyak.
__ADS_1
Whush!
Buak!
Slash!
Tang!
Suara terakhir disebabkan oleh para ular yang berusaha menggit kaki Xika. Untungnya, Nexus cukup keras untuk melindunginya. Tapi ia tak berdaya dengan para ular yang melilit kakinya hingga mempersulit geraknya.
"Dasar ular sialan!"
Setelah berteriak melampiaskan amarah, kaki Xika kembali terbakar bersama dengan ular-ular yang melilitnya. Sepertinya pada tahap ini tak mungkin lagi untuk tidak menggunakan qi sama sekali. Lagipula, ia masih memiliki pil-pil Heiliao dalam keadaan terdesak.
TAK!
Xika menghentakkan Space Shifter ke tanah kemudian para ular dalam radius seratus meter terperangkap oleh tanah yang naik secara tiba-tiba. Tapi Xika belum selesai. Tanah yang memerangkap ular-ular itu berubah digantikan oleh api yang membara.
Berkat serangan itu, tak ada ular dalam jarak seratus meter dari Xika dan memberinya kesempatan untuk beristirahat sejenak. Ia menoleh dan menemukan Heiliao juga harus menggunakan qinya meskipun lebih sedikit dibanding Xika.
Beberapa serangan yang tak bisa dihindari Heiliao halau dengan elemen ruangnya. Mulut beberapa ular berpindah dan muncul di belakang tubuh mereka sendiri sehingga hasilnya mereka menggigit tubuh mereka sendiri.
Tapi ular-ular yang berada di sekitar Heiliao memiliki aura yang berbeda. Mereka lebih kuat. Tebakan Xika mereka berada di tahap Red 3 yang setara dengan kultivator Forming Qi 7.
Syut!
Tapi seratus meter bukanlah jarak yang panjang, jadi Xika tidak memiliki banyak waktu untuk menonton Heiliao. Ia kembali sibuk dengan ular-ular yang kembali berdatangan. Kali ini ia menemui beberapa yang memiliki aura Red 3.
Xika mendecakkan lidahnya. Ia mengayunkan Space Shifter hendak menyerang ular-ular yang datang, tapi dari kiri samping beberapa bola beracun melayang menuju kepalanya.
Whush!
Xika melompat menghindari bola-bola beracun itu. Ia memang berhasil menghindar, tapi kini posisinya jadi kurang menguntungkan. Ia memutar-mutarkan Space Shifter yang telah membara untuk membuat jarak. Beberapa ular Red 1 mati karena tak bisa menghindari serangan itu, tapi ular-ular ditahap Red 2 atau Red 3 tidak mendapat kerusakan berarti.
Sebelum ular-ular itu mendekat lagi, Xika melemparkan beberapa kartu ke udara hinggga membentuk roda berputar. Roda kartu itu dikelilingi angin tajam yang membuat beberapa ular terhempas. Xika mengarahkan roda kartu itu untuk mengurus ular-ular di tahap Red 1.
Sementara mereka yang berada di tahap Red 2 dan 3 ia hadapi sendiri.
Ular-ular itu mulai menyadari kekuatan Xika sehingga mereka tidak membabi-buta seperti sebelumnya. Ular di tahap Red 3 menyerang dari dekat sementara yang Red 2 menembakkan racun.
Meskipun tidak memiliki masalah dengan racun, tapi serangan ular-ular itu mengandung kekuatan eksplosif yang cukup berbahaya bila terkena dari dari dekat.
Sementara itu Huo Bing sudah tidak lagi memiliki kesabaran untuk menyadarkan para warga. Ia tak tahu lagi apa yang harus dilakukan. Kalau ia menekan mereka dengan auranya, mereka akan semakin takut. Kalau ia bicara baik-baik, mereka mengira itu adalah tipu muslihatnya dan malah semakin takut.
"Ahhh, sialan! Xika, tukar tempat!" Huo Bing mengepakkan sayapnya dan terbang menghampiri Xika.
"Huo Bing, tunggu dulu!"
Ketika Huo Bing sudah berada di dekat Xika, seekor ular maju menuju Fu Shang hendak mencabut nyawa pria itu.
WHUSH!
SYUT!
JLEB!
__ADS_1