
Goncangan yang terus menerus itu membuat seluruh penonton panik, apalagi Jing Wei sebagai Kepala Akademi tidak mengatakan apa-apa untuk membuat kerumunan tenang.
Xika, masih terus mencari keberadaan Han Li, berharap menemukan pria tua itu di suatu tempat tapi tidak peduli kemana ia memandang, pria tua itu hilang.
Srek!
"Brengsek. Bahkan dalam kondisi seperti itu kau masih berani memalingkan muka? Terserahlah. Aku akan membuatmu tak bisa memalingkan muka lagi untuk selamanya."
Bahkan di tengah situasi rusuh dan penuh kepanikan seperti ini, Tian Yin masih tetap berfokus pada pertandingan, atau pada Xika lebih tepatnya. Xika yang melihat bajingan itu menggertakkan giginya kesal. Sekarang bukan waktunya memikirkan Tian Yin.
Rasanya ia ingin mengabaikan Tian Yin dan berlari menembus kerumunan untuk mencari keberadaan Han Li. Sayangnya, jangankan berlari. Berdiripun ia tak bisa. Dan lagi, Tian Yin saat ini sedang mendekat berniat membunuhnya.
"Selamat tinggal, bocah sampah!" Tian Yin tersenyum histeris sambil mengangkat tangannya dan berniat menghantamkannya menuju Xika.
Namun sebelum Tian Yin menyerang Xika, sebuah tendangan luar biasa berhasil mengenai kepala Tian Yin dan membuatnya terlempar dan tenggelam ke dalam kerumunan yang sedang panik.
"Pertandingan ditunda untuk sementara. Silahkan datang lagi lain kali." ucap Huo Bing sambil menatap Tian Yin yang menghilang di balik kerumunan orang banyak.
Tendangan barusan, tentu saja berasal dari Huo Bing. Untunglah mereka tepat waktu. Kalau tidak, mungkin Xika sudah berada di alam lain sekarang.
"Hahaha.......tepat waktu. Tapi sayangnya aku sudah tak mampu berdiri sekarang. Kalian carilah Han Li, tidak perlu memikirkan diriku." ucap Xika lemah. Saat ini fokus orang banyak terletak pada goncangan luar biasa dan berniat untuk keluar dari Akademi secepat mungkin. Harusnya tak akan ada yang menyakitinya sekalipun ia dalam keadaan seperti ini.
"Bocah ini ngomong apa, sih?" ucap Huo Bing tak mempedulikan Xika. Ia mengangkat Xika dengan cepat tanpa mempedulikan erangan kesakitan Xika, kemudian menyerahkannya pada Heiliao.
"Kau bawa dia. Aku jalan di depan sambil menjaga keadaan." Setelah mengucapkan itu, Huo Bing segera berlari ke seluruh penjuru Akademi mencari Han Li diikuti Heiliao yang menggendong Xika di belakangnya. Sambil berjalan, Heiliao memasukkan beberapa pil ke dalam mulut Xika yang sebagian bahkan tidak Xika ketahui apa gunanya.
Formasi yang digunakan Huo Bing dan Heiliao cukup bagus di mana salah satu dari mereka harus melindungi Xika. Heiliao berperan sebagai penjaga sementara Huo Bing berperan sebagai penyerang. Hal itu bukan berarti serangan Huo Bing lebih kuat dibanding Heiliao atau sebaliknya.
Namun elemen Heiliao memang lebih cocok untuk melindungi Xika dibanding Huo Bing. Bila ada serangan mendadak, Heiliao dapat mengalihkan serangan tersebut menggunakan elemen ruang.
Tempat pertama yang dituju ketiganya adalah gunung tempat kompetisi sebelumnya diadakan. Mengingat besarnya goncangan tersebut, besar kemungkinan sumbernya berasal dari gunung itu. Namun ketika mereka melewati pintu masuk dan tiba ke gunung itu, mereka tak menemukan apa-apa. Bahkan, gunung itu sendiri tidak bergoncang sama sekali.
"Ck, sialan! Di mana sebenarnya bajingan Han Li itu?"
"Huo Bing......tidakkah sebaiknya kita berpencar? Kau dapat terbang ke atas dan mencari keberadaan Han Li dengan mudah dan lebih cepat dibanding kita bersama seperti ini."
Huo Bing menatap Xika dengan penuh pertimbangan. Tentu saja Xika tahu apa yang dipikirkan burung itu. Saat ini di Akademi ada banyak sosok berpengaruh yang dapat membunuh Xika dengan mudah. Sekalipun Heiliao kuat, tapi serigala itupun tak akan menang bila ia dikeroyok sosok-sosok itu.
Tapi saat ini mereka tak memiliki waktu. Mereka harus mengejar Han Li sebelum pria itu mendapatkan apapun yang disembunyikan Akademi.
Setelah menghembuskan nafas, Huo Bing mengangguk. "Aku akan berteriak bila terjadi apa-apa. Segeralah berpindah begitu kau mendengar teriakanku."
Heiliao mengangguk. Kemudian, setelah ketiganya bertukar tatap selama setengah detik, mereka berpencar. Huo Bing melompat ke atas dan mencari keberadaan Han Li sambil terbang sementara Heiliao berlari secepat yang ia bisa dengan Xika di punggungnya.
Kalau saja ia dalam wujud serigalanya maka Xika tak akan mempengaruhi kecepatannya, tapi menggunakan wujud serigala di Akademi terlalu beresiko bahkan dalam keadaan seperti ini sekalipun.
Heiliao kembali ke Halaman Utama. Masih ada banyak orang disana karena terlalu bingung dengan apa yang terjadi dan tak tahu harus berbuat apa. Ia tak melihat ada yang aneh dan tak ada tanda-tanda keberadaan Han Li sama sekali.
Anehnya, para pemimpin dari sekte besar yang lainpun tidak kelihatan sama sekali. Padahal saat goncangan baru terjadi, ia masih melihat mereka. Apa yang sebenarnya terjadi saat ini?
__ADS_1
Setelah Halaman Utama, Heiliao bergegas ke Gedung Utama. Di sana juga ada beberapa orang tapi tak ada sosok yang penting. Gedung tersebut terlihat masih kokoh namun tanah yang menopangnya sudah dipenuhi dengan keretakan. Mungkin tak lama lagi gedung tersebut akan rubuh ke samping.
Cukup disayangkan tapi itu bukan urusannya. Ia kembali bergegas. Ia melewati kediaman para murid tapi tak berhenti terlalu lama di sana. Dari sekilas lihat saja bangunan itu sudah banyak yang rubuh dan sudah pasti tak ada tokoh penting disana. Bahkan sekedar beberapa murid yang lewatpun tidak kelihatan.
Heiliao kembali berlari. Ia sampai ke Gedung Kesehatan. Gedung tersebut cukup kokoh dan tanah yang menopangnya kelihatannya masih kuat. Gedung itu dipenuhi banyak orang karena dijadikan sebagai tempat perlindungan.
Setelahnya, ia melewati Taman dan Pusat Misi. Tak ada yang penting. Kini tinggal tersisa Perpustakaan. Kalau disana juga tak ada siapa-siapa, maka ia tak tahu harus mencari kemana lagi.
Ketika ia sampai di depan Perpustakaan, ia melihat seluruh gedung Perpustakaan tampak bersinar seolah dilindungi sesuatu. Tapi yang lebih penting bukan itu sekarang. Tepat di samping Perpustakaan, terdapat sebuah lubang besar dengan tangga spiral di sekelilingnya yang mengarah ke bawah. Dasarnya tak kelihatan.
SYUSH!
TAP!
Huo Bing mendarat di samping mereka. Ia menatap lubang dengan tangga spiral di sampingnya itu dengan curiga.
"Aku sudah mengawasi dari atas, hanya tempat ini yang memancarkan qi yang tidak biasa. Kalau Akademi menyimpan rahasia, pasti di tempat ini."
"Kelihatannya begitu. Pemimpin-pemimpin sekte besar itupun pasti sudah ke sini duluan."
"Kalau begitu ayo turun." Huo Bing segera bergegas, Heiliao juga mengikut di belakangnya, namun Xika menghentikan mereka.
"Heiliao, turunkan aku. Aku sudah merasa lebih baik." ucap Xika meskipun nyeri di perutnya masih terasa luar biasa, namun setidaknya saat ini ia sudah mampu berjalan sendiri. Sepertinya hal itu karena khasiat pil yang diberikan Heiliao tadi.
Tanpa disadari ketiganya, sesosok wajah familiar mengikuti mereka ke bawah.
Xika, Huo Bing, dan Heiliao menuruni tangga dengan hati-hati dan waspada. Mata mereka dilapisi qi karena semakin ke bawah semakin gelap. Hanya Heiliao yang tak melapisi matanya dengan qi karena ia memiliki pandangan yang lebih baik.
Semakin ke bawah, Huo Bing merasakan perasaan yang aneh. "Hei, apakah kalian merasa ada yang aneh semakin dalam kita turun?"
"Entahlah. Aku hanya merasa semakin ke bawah udaranya semakin sejuk, bukankah harusnya semakin pengap?"
"Lebih dari itu," Heiliao menjawab, "bukan hanya udara saja. Tapi qi di tempat ini. Rasanya tidak seperti berada di tengah kota yang penuh dengan manusia. Di tempat ini, aku merasakan qi dan suasana yang sama ketika berada di alam liar."
Huo Bing mengangguk, "aku juga merasakannya."
Kemudian mereka turun semakin dalam ke bawah tanah. Entah berapa lama berlalu namun pada akhirnya mereka sampai ke dasar. Dan yang menyambut mereka adalah pemandangan luar biasa berupa jalan setapak cukup lebar yang dipenuhi pepohonan di kiri dan kanannya. Rasanya tak berbeda jauh dengan berada di hutan.
"Eh? Kok bisa ada pepohonan di bawah tanah seperti ini?"
"Di dunia ini ada banyak hal yang sangat tidak biasa Xika. Pohon di bawah tanah hanyalah permulaan. Entah apa yang akan kita temui di ujung jalan setapak itu." Huo Bing menunjuk jalan setapak yang mengarah entah ke mana sebelum menoleh menatap Xika dan Heiliao.
Kemudian, ketiganya menapaki jalan tersebut dengan hati-hati takut memicu perangkap yang biasa ditemui di tempat seperti ini. Mendadak Heiliao berhenti.
"Tunggu," ucapnya. Serigala itu mengeluarkan qinya dan menyelimuti Xika dan Huo Bing dengan elemen ruang. "Sebaiknya kita berjaga-jaga agar keberadaan kita tak diketahui para pemimpin sekte." Xika dan Huo Bing mengangguk.
Kalau hanya menutupi diri dengan qi, ada kemungkinan keberadaan mereka akan tetap ketahuan karena banyak di antara para pemimpin yang memiliki tingkat kultivasi lebih tinggi dibanding Huo Bing dan Heiliao. Namun dengan elemen ruang, keberadaan mereka dapat dihapus dengan bersih sehingga tak dapat dirasakan para pemimpin kecuali mereka melihat ketiganya langsung dengan mata sendiri.
Setelah berjalan beberapa saat, terlihatlah Han Li beserta pemimpin sekte besar lainnya sedang berdiskusi atau mungkin juga berdebat. Namun Jing Wei tidak kelihatan di antara mereka. Di hadapan para pemimpin tersebut, membentang sebuah celah ruang cukup besar yang dapat dilalui tiga orang sekaligus.
__ADS_1
Di depan celah ruang itu, terdapat sebuat papan batu dengan tulisan dalam bahasa yang tak diketahui apa artinya. Para pemimpin sekte kelihatannya sedang sibuk berusaha menerjemahkan tulisan di papan batu tersebut. Han Li terlihat sangat frustasi menatap celah ruang itu. Pakaian mereka lusuh dan menatap celah ruang itu dengan permusuhan.
"Brengsek! Sebenarnya apa arti di papan batu itu? Kenapa pula kita tak bisa memasuki celah ruang tersebut dan malah diserang balik? Aku yakin pasti terdapat harta karun luar biasa di balik celah ruang tersebut! Hanya saja entah mengapa aku merasakan aura bermusuhan dari celah ruang itu."
"Diamlah kalau kau tak membantu. Kami juga sedang berusaha menerjemahkan tulisan di papan batu itu! Dan bukan hanya kau saja yang merasakan aura tak mengenakan dari celah ruang itu, kami semua juga merasakannya tahu!"
"Benar! Selain itu, kita belum membicarakan masalah kau yang menerobos masuk ke sini duluan tanpa pemberitahuan."
"Kita sudah membicarakan itu sebelumnya. Kalau aku memberitahu kalian aku akan mencari tempat ini maka Jing Wei sialan itu pasti akan tahu entah bagaimana caranya. Lagipula, bukankah kita saat ini berada di kapal yang sama? Aku juga belum mendapat harta karunnya jadi berhenti bicara dan baca saja arti dari papan batu itu!"
Selagi para pemimpin itu berdebat, Xika dan lainnya mengamati situasi sekeliling dengan seksama. Huo Bing mencoba melihat sekitarnya siapa tahu menemukan jebakan atau pintu lain selain celah itu sementara Heiliao menatap papan batu itu dengan seksama dan berusaha membacanya. Xika di sisi lain, memperhatikan interaksi antar pemimpin sekte itu dan berusaha menilai hubungan mereka satu sama lain.
"Bagaimana, Serigala Gosong? Apakah kau bisa membaca tulisan di papan batu itu?" tanya Huo Bing setelah tak menemukan apa-apa di sekitarnya.
Heiliao menggeleng sebagai tanggapan. "Itu bahasa kuno, aku tak bisa mengingatnya. Namun dari yang kulihat, sepertinya mereka salah paham. Mereka mengira papan batu itu berisi petunjuk untuk memasuki celah ruang itu dan alasan mereka diserang balik adalah karena mereka belum memenuhi persyaratan yang ditulis. Tapi sebenarnya apa yang tertulis di papan batu itu bukanlah petunjuk melainkan sebuah peringatan."
"Apa kalian juga merasakan aura bermusuhan yang terpancar dari celah ruang seperti para pemimpin itu?" tanya Xika setelah cukup memperhatikan.
"Hm? Sepertinya tidak. Aku tak merasakan adanya permusuhan sama sekali. Malahan, aku merasa seolah kembali ke hutan tempatku tinggal dulu."
"Aku juga merasa seperti itu." Heiliao mengangguk setuju.
"Ng, karena kalian tidak merasakan aura bermusuhan, bagaimana kalau kita coba memasuki celah ruang itu?"
"Tapi itu akan membuka lokasi kita dan berakibat buruk bila kita gagal."
"Dengan elemen ruang Heiliao, seharusnya hanya untuk melarikan diri saja tidak sulit bukan? Seandainya kita gagal, Heiliao bisa memindahkan kita keluar, lalu masuk lagi perlahan-lahan seperti tadi dengan menghapus jejak keberadaan kita dan setelah itu baru kita pikirkan cara lain." usul Xika.
"Hm, kau nekat. Tapi kurasa kita tak memiliki pilihan lain. Ayo kita coba!"
Heiliao mengangguk. Ketiganya saling bertatapan, kemudian di detik yang bersamaan mereka berlari secepat mungkin menuju celah tersebut.
Sialnya, salah satu dari pemimpin sekte itu melihat keberadaan mereka.
"Cepat kembali sebelum aku membunuh kalian!" ucapnya penuh dominasi.
Heiliao dan Huo Bing sudah siap untuk bertempur, namun untungnya kali ini ucapan Han Li menyelamatkan mereka.
"Biarkan saja. Paling hanya beberapa murid iseng. Biarkan mereka mencoba dan lihat seberapa besar serangan balik yang diberikan celah ruang itu." ucapnya sambil membelakangi Xika dan lainnya. Sisa para pemimpin yang lain juga sedang membelakangi mereka.
Ketiganya kembali berlari setelah mendengar ucapan Han Li.
"Ng? Hei, tunggu dulu! Dia kan yang tadi bertarung dengan Tian Yin!"
"Apa?"
Han Li berbalik dan beradu tatap dengan Xika selama satu detik. Dalam satu detik yang lama itu, ia menatap Xika, Huo Bing, dan Heiliao. Kemudian di detik berikutnya, ketiganya melesat masuk ke dalam celah ruang tersebut dan menghilang.
"APA?!"
__ADS_1