Card Cultivation System

Card Cultivation System
CCS-277


__ADS_3

Hari berlalu, namun matahari masih belum menampakkan sinarnya. Kurang lebih saat itu masih subuh.


Xika, dan kelompoknya telah berkumpul bersama dengan Zhen Fang dan kelompoknya juga. Liang Jihua hanya berdiri di samping, tidak mau ikut terlibat dengan perseteruan keduanya.


"Baiklah. Ini saatnya. Mungkin hanya ini kesempatan kita. Sampai jumpa kalau begitu. Dan semoga beruntung!" ucap Zhen Fang membuka sekaligus menutup pertemuan ini, kemudian ia melesat pergi.


Sisa anggota yang lain menatap satu sama lain sebelum ikut melesat ke arah yang berbeda juga. Yang tersisa di tempat itu hanyalah Yun Xingzhao seorang. Ia menatap langit yang masih gelap dan menarik nafas dalam-dalam.


Sekaranglah saatnya. Ia harus menggunakan teknik yang hampir tak pernah ia gunakan agar rencana ini bisa berjalan. Tapi entah kenapa, rasanya ia memiliki firasat bahwa ia tak akan memenangkan kompetisi ini. Sekalipun  tak tahu mengapa, tapi ia tetap akan melakukan yang terbaik. Kalau bukan ia yang menang, ia berharap setidaknya salah seorang dari temannyalah yang menang.


"Hufttt......" Yun Xingzhao menghembuskan nafasnya, kemudian menutup matanya dalam-dalam sambil berkonsentrasi.  Beberapa saat kemudian, tubuhnya mulai ditutupi lapisan batu yang terbakar. Mirip dengan tekniknya beberapa waktu yang lalu.


KRAK!


KRAK!


Namun kali ini, lapisan batu yang menyelimuti dirinya bukan hanya satu lapis. Selama beberapa saat, lapisan demi lapisan terus menyelimuti dirinya sampai tanah yang menahannya mulai retak tidak kuat menahan beban yang begitu berat. Penampilan Yun Xingzhao kini benar-benar menyerupai sebuah meteor raksasa.


Sama seperti lapisan batu yang berlapis-lapis lebih banyak, api yang menutupi Yun Xingzhao kali ini juga lebih besar dan lebih panas. Yun Xingzhao kemudian memutar tubuhnya yang telah menjadi meteor, lalu melompat tinggi sekali.


BWOSH!


Di Langit, ia berhenti sesaat untuk mencari arah dimana markas musuh, kemudian melesat ke arah tersebut sambil terus memutar tubuhnya.


SYUT!


BOOOOM!!!


Yun Xingzhao jatuh tepat ke tengah markas musuh dan berhasil membakar seluruh tenda mereka serta mengakibatkan hempasan angin yang sangat kuat hingga mampu menerbangkan tiga ratus orang sekaligus ke arah yang berbeda. Sisa lima puluhnya? Pingsan sebagai korban langsung dari serangan meteor Yun Xingzhao.


Di balik pepohonan, Xika serta lainnya dapat melihat dengan jelas bagaimana Yun Xingzhao memecah belah musuh mereka. Tanpa menunggu lagi, mereka juga melesat pergi menyerang para musuh selagi masih kebingungan.


Sementara di tengah, di tempat di mana tenda terbesar seharusnya berdiri, kini hanya tersisa bekas hantaman meteor sebesar tiga sampai empat puluh meter. Meteor itu sendiri sudah tidak kelihatan bentuknya, dan hanya menyisakan seorang pemuda dengan kulitnya yang merah dan sangat lemah. Kelihatannya satu pukulan saja dapat membunuhnya.


"Xika.......Li Tang......sisanya, ku.....serahkan....." Yun Xingzhao tidak sempat menyelesaikan kalimatnya dan kehilangan kesadaran duluan.


SRAK!


SRAK!


Dari berbagai arah, melesat beberapa sosok menuju tempat Yun Xingzhao berbaring tak sadarkan diri. Sepertinya mereka adalah sisa kelompok lawan berada paling dekat. Mungkin mereka memiliki kemampuan yang tinggi atau pengalaman yang banyak, tapi yang pasti gelombang hempasan angin Yun Xingzhao tidak begitu berpengaruh pada mereka.


"Brengsek! Ledakan apa itu tadi?"


"Entahlah. Kita akan tahu begitu kita sampai."


"Kau bercanda? Kita sudah sampai dan kita tidak menemukan apapun selain tenda yang hancur dan rekan-rekan yang pingsan."


Salah seorang dari mereka yang bermata tajam melihat penampilan Yun Xingzhao yang berbeda dengan rekan-rekannya yang lain. "Yah, siapa tahu?" Kemudian ia melesat menuju Yun Xingzhao, tapi mendadak ia menyilangkan tangannya.


DUAK!

__ADS_1


SRAK!


Pria pertama yang bermata tajam itu mundur beberapa meter dari Yun Xingzhao. Ia melihat pemuda lain yang berdiri menghadangnya dari Yun Xingzhao.


Xika menatap Yun Xingzhao yang sedang dalam keadaan lemah. Untunglah ia tidak terlambat dan langsung menuju arah Yun Xingzhao. Ia menatap para musuhnya dan memberikan senyum provokasi. Biasanya, ia akan melayangkan beberapa kalimat provokasi pada lawan. Tapi kali ini ia merasa tidak perlu. Lagipula, ia harus mewaspadai Zhen Fang dan lainnya.


"Wah, wah, wah. Tidak tahan dan akhirnya memutuskan untuk menyerang?" ucap pria kedua yang datang dengan mengenakan jubah kuning. Ia berdiri di sebelah pria pertama yang mengenakan jubah putih. Kemudian tiga orang lagi datang sehingga lengkaplah lima orang mengepung Xika.


"Tidak perlu basa-basi. Hari ini kita akan menentukan siapa yang akan maju ke babak berikutnya." ucap Xika sambil mengambil inisiatif menyerang duluan.


Syush!


Tendangan Xika dengan mudah dihindari pria pertama. Sementara dari kiri dan kanannya, datang lawan mengacungkan tinju mereka pada Xika. Xika membungkukkan tubuhnya sembilan puluh derajat, kemudian memberikan tendangan sapuan.


DUAK!


Dua orang berhasil jatuh. Tapi tiga lainnya kini tengah melayangkan tinju dan kaki mereka. Cepat-cepat Xika mengubah Space Shifter menjadi tongkat kemudian menangkis, menghindar, serta memberikan serangan balik pada lawannya.


BUK!


Xika berhasil memukul dantian lawannya dengan Space Shifter dan membuatnya jatuh berlutut. Harusnya pria itu tak akan bisa bertarung lagi beberapa saat kedepan.


Ia hendak memberikan serangan lainnya ketika kakinya ditarik dan ia dilempar ke atas. Dari bawah, sebuah bola api meluncur menuju perutnya. Dengan sigap, Xika menangkisnya dengan Space Shifter yang dilapisi elemen angin.


BLAR!


Sayangnya, Xika tidak menyadari serangan yang berasal dari belakangnya. Bola api itu berhasil membakar bajunya, tapi tidak memberikan luka berarti selain membuatnya hilang keseimbangan sesaat dan kembali ke tanah. Ck. Harusnya ia tahu bahwa musuh-musuhnya telah berkumpul lagi. Naif sekali kalau ia pikir bisa mengalahkan lima musuh pertama sebelum musuh-musuh lainnya datang.


Xika mengayunkan Space Shifter sambil melayangkan angin untuk mendeteksi di mana saja musuhnya bersembunyi. Sial! Lebih banyak dari perkiraannya. Dua puluh tiga orang. Tapi masih lebih sedikit kalau menghitung jumlah lawan yang dibagi rata.


Karena Yun Xingzhao telah mengalahkan lima puluh orang, maka jumlah musuh yang tersisa adalah tiga ratus, bila dibagi tujuh, kurang lebih seorang harus melawan 43 orang.


Selagi Xika menghitung jumlah musuh, lawannya telah selesai menggabungkan teknik mereka dan menciptakan angin puyuh berapi yang cukup besar. Cukup besar untuk menyapu desa kecil hingga rata.


Dan sekali lagi Xika mengumpat ketika melihat teknik gabungan lawannya. Kalau ia menggunakan keempat elemen, mungkin ia bisa membuat sedikit eksperimen dan menghancurkan angin puyuh itu. Tapi kali ini, ia harus memikirkan cara lain.


Sayangnya, musuh tidak membiarkannya berpikir. Mereka melayangkan berbagai serangan dekat maupun jauh, sambil dicampur dengan elemen. Selain itu, meskipun telah menciptakan angin puyuh berapi raksasa, mereka tidak berhenti. Yang lain ada yang membuat naga lumpur campuran dari air dan tanah, ada juga beberapa orang dengan elemen tanah membentuk landak raksasa.


"Sial. Tampaknya aku benar-benar harus bersusah payah, ya?" ucap Xika sambil tersenyum tak berdaya. Ia menunduk menghindari pukulan yang datang kemudian memberikan tendangan telak di perut lawan.


"Yah, kurasa aku harus mengurusnya satu persatu." Xika ingin sekali mengadu angin puyuh, naga, dan landak itu agar bertarung satu sama lain, tapi tampaknya hal itu tak akan mudah. Menghancurkan mereka satu persatu kelihatannya lebih mudah.


SYUT!


Xika melesat terbang ke angin puyuh berapi karena ia baru memikirkan bagaimana cara menghancurkan angin puyuh itu. Beberapa serangan diarahkan padanya, tapi karena Xika sudah cukup dekat dengan angin puyuh itu, maka serangan-serangan itu hancur.


Kalau dilihat-lihat, angin puyuh itu tak terlalu berbeda dengan gasing mainannya sewaktu kecil. Secepat apapun gasing itu berputar, kalau ia menekan sumbu atasnya, maka gasing tersebut pasti akan berhenti. Dan kini, yang perlu ia lakukan juga tidak berbeda jauh.


Karena ia tidak bisa menyerang angin puyuh itu dari kiri maupun kanan, maka ia akan menyerangnya dari atas.


SWOSHHH!!!!

__ADS_1


Xika mengumpulkan angin di ujung Space Shifter hingga membentuk ujung tombak yang cukup besar. Kemudian dengan sekuat tenaga, ia melemparkan Space Shifter tepat ke tengah angin puyuh itu.


BWOSHH!!!


SRSHHHH!!!


BLEDAR!!!


Bentrokan kedua serangan itu berhasil mengakibatkan ledakan yang cukup hebat hingga menimbulkan asap yang cukup tebal. Kelompok musuh kesulitan melihat menembus kabut, tapi samar-samar mereka mendengar suara pertempuran.


Kemudian mendadak, tujuh orang jatuh berlutut sambil memuntahkan darah secara serempak.


BRUK!


"UHUK!"


"H-hei! Ada apa? Kau baik-baik saja? Apa yang terjadi?" tanya salah seorang rekannya yang kebingungan.


Tapi yang ditanya hanya terdiam dengan wajah horor tak percaya. "Mustahil........ia baru saja menghancurkan angin puyuh itu.........kemudian ia langsung menghancurkan nagaku dalam waktu singkat.......ini mustahil......" Selesai bicara demikian, iapun pingsan bersamaan dengan enam orang lainnya.


Asap memudar dan tampaklah Xika yang sedang bertarung dengan landak raksasa. Sulit dipercaya, Xika yang telah menghancurkan naga dan angin puyuh barusan tidak terlihat kelelahan. Malahan, landak raksasa yang ia lawan tengah di ambang kehancuran.


Tinggal satu serangan lagi dan landak ini akan hancur. Harusnya lawan menghabiskan cukup banyak energi mereka dalam tiga teknik gabungan barusan sehingga ia dapat mengalahkan mereka dengan mudah. Tapi sayangnya, tidak semua berjalan mulus sesuai perkiraan.


"Hei! Hentikan tindakanmu itu atau akan kubunuh dia!"


Xika menoleh dan mendapati Yun Xingzhao tengah dikepung belasan orang dan berbagai senjata ditujukan pada lehernya. Sialan! Ia terlalu berfokus pada lawan sampai melupakan Yun Xingzhao. Terpaksa, ia membatalkan serangan terakhirnya.


SYUT!


BUAK!


Landak itu seketika menghantamkan ekornya yang berduri dan melempar Xika menabrak berbagai pohon.


"Hei, kawan. Sejak kapan landak memiliki ekor seperti itu?"


"Landak kita ini spesial. Sudah diam saja."


SRAK!


Dari balik pepohonan yang jatuh, Xika bangkit dan melesat menuju Yun Xingzhao. Bagaimanapun caranya, ia harus menyelamatkan Yun Xingzhao.


SYUT!


Landak itu kembali mengayunkan ekornya. Xika menghindar dengan mudah, tentu saja. Tubuh sebesar itu tidak memiliki kecepatan yang tinggi. Selama bisa menghidar dari serangannya, maka Xika aman.


"Sialan! Berhenti! Atau kubunuh dia!" Lawan kembali berteriak. Kali ini ia bahkan menusukkan sedikit pedangnya ke leher Yun Xingzhao dan membuat darah mengalir.


SET!


Lagi-lagi, Xika terpaksa berhenti. Ekor landak kembali datang, tapi kalau ia menghindar maka Yun Xingzhao akan mati. Sialan! Apa yang harus ia lakukan?

__ADS_1


__ADS_2