Card Cultivation System

Card Cultivation System
CCS-283


__ADS_3

Satu hal yang belum mereka tahu mengenai Xika, ia masih belum mengeluarkan seluruh kemampuannya. Tiga elemen? Heh, lima elemen itu baru tepat. Selain itu, Xika tidak berencana berhenti. Setelah memenangkan kompetisi ini ia akan belajar pada Jing Wei terkait elemen cahaya. Sisanya, tinggal kegelapan dan waktu. Tapi sebelum itu, ia harus memenangkan kompetisi ini dan menghajar bajingan-bajingan sialan ini.


Xika tersenyum menanggapi keheningan yang terjadi. Ia menatap Han Feng sekilas, kemudian kembali menghilang. Setengah detik kemudian ia muncul di belakang Zhen Fang dan menendang perutnya. Meskipun tidak berhasil menghindar, tapi Zhen Fang berhasil melapisi perutnya dengan elemen tanah sehingga mengurangi dampak serangan Xika.


Setelah itu Xika menghilang lagi dan muncul di antara Han Feng dan Tian Li. Ia melakukan tendangan berputar sambil melompat yang mengenai telak pipi Tian Li dan membuatnya terpental, sementara Han Feng, ia berhasil menghindari serangan Xika.


Tapi Xika belum selesai. Ia menekan pergerakan Han Feng dengan elemen angin kemudian mengepalkan tinjunya yang dilapisi empat simbol lalu menghantamkannya menuju Han Feng. Han Feng membuat perisai kuat dengan qi Royal Realm miliknya.


Tinju Xika berhasil menghancurkan perisai Han Feng, tapi tak dapat menyerangnya lebih jauh lagi. Xika kembali bersiap melayangkan tendangan, namun mendadak Han Feng mengangkat tangannya.


"Tunggu!"


"Kenapa? Kau mau menyerah?"


"Bukan. Lebih tepatnya..............bisakah kita menghapus dendam di antara kita? Han Mang akan kukeluarkan dari Burning Abyss Sect. Aku akan membantumu menyelesaikan kompetisi ini, setelah itu kita anggap saja seri, bagaimana?"


"Ha? Kau bodoh, ya? Sejak awal bertemu kau menganggapku remeh. Bahkan kau berniat membalaskan dendam Han Mang karena menganggapku lemah, bukan? Lalu setelah mengetahui bahwa ternyata aku kuat, kau ingin menghapuskan dendam diantara kita? Memangnya kau kira siapa dirimu? Biar kuberi tahu, bukan aku yang menaruh dendam tapi kalian, Burning Abyss Clan."


Han Feng menggertakkan giginya kesal. Ucapan Xika pedas, tapi itu memang benar. Sejak awal yang mencari masalah dengan Xika adalah Burning Abyss Clan. Burning Abyss Clan tidak membiarkan siapapun menodai kebanggaan mereka. Tapi bagi Han Feng saat ini, ada yang lebih penting dari harga diri.


Ia bisa merasakan Xika bukan orang biasa. Tentu saja. Kau tak bisa menemui orang yang menguasai tiga elemen dengan mudah di jalanan, bahkan dalam sekte besar sekalipun. Ia memiliki firasat bahwa jika ia tidak berhasil menghancurkan Xika saat ini, Xika akan menjadi monster menakutkan yang mungkin akan menyebabkan jatuhnya Burning Abyss Clan. Itu bukanlah resiko yang ingin ia tanggung.


Jadi dengan berat hati, Han Feng mengesampingkan harga dirinya dan bertanya,


"Jadi apa yang harus kulakukan untuk menghapus dendam antara kita?"


"Astaga! Apa aku tidak salah dengar? Seorang tuan muda dari Burning Abyss Clan meminta pengampunan dari diriku, seorang rakyat jelata yang rendahan ini? Dimana harga dirimu sebelumnya?"


Han Feng mengepalkan tangannya kuat-kuat menahan amarah, sekalipun kesal, tapi kalau hanya segini masih bisa ia tahan. Ini lebih baik daripada mengambil resiko.


"Hm, baiklah. Biar kupikir dulu. Apa yang harus kau lakukan ya? Ngg.......Ah! Benar juga! Bagaimana kalau-"


Set!


Xika mengangkat tangannya dan menunjuk Liang Jihua yang tengah menonton pertarungan.


"Bagaimana kalau aku menginginkan dirinya?" tanya Xika sambil menyeringai lebar.


BLAR!


Seluruh tubuh Han Feng terbakar api amarah yang luar biasa. Tapi beberapa saat kemudian apinya mengecil hingga padam seluruhnya. Dengan tubuh bergetar menahan amarah, ia menjawab,


"K-kalau.......kau menginginkannya...........kau bisa............m-me-mengambil.....nya......." Kata terakhir itu Han Feng ucapkan dengan susah payah.


Liang Jihua terbengong, bukan karena ucapan Han Feng, tapi karena ucapan Xika. Ia tidak tahu harus senang atau sedih. Ia tidak tahu apakah Xika mengatakan itu murni karena menginginkan dirinya, atau Xika mengatakan itu hanya untuk menguji batas kesabaran Han Feng.


"Astaga. Kau dengan mudahnya melepaskan pujaan hatimu? Mengecewakan. Tapi bagaimana ya? Aku berubah pikiran. Begini saja, berlutut meminta maaf padaku, lalu cium sepatuku. Setelah itu kita akan menjadi teman, bagaimana? Kali ini aku janji tidak akan mengubah permintaanku lagi."


"................"

__ADS_1


Tidak ada reaksi dari Han Feng. Menggertakkan gigi, mengepalkan tangan, atau membakar dirinya, Han Feng tidak melakukan semuanya. Ia terus diam selama beberapa saat, sebelum akhirnya meledak.


"BRENGSEK!"


Tanpa basa-basi lagi kali ini Han Feng langsung maju menerjang Xika sambil membakar seluruh tubuhnya dan mengayunkan goloknya. Tampaknya permintaan Xika yang kali ini memang sudah melebihi batas kesabaran Han Feng. Yah, memang itu sih tujuan Xika.


"Hohoho......akhirnya tidak tahan juga? Kemarilah." Xika memutar-mutar Space Shifter kemudian melesat maju menyambut serangan Han Feng.


SYUT!


TANG!


WHUK!


TRING!


"Heh, dasar besar kepala. Aku tidak mengerti mengapa Saudara Han repot-repot ingin berdamai dengannya." Zhen Fang tersenyum mengejek.


"Kau tidak membantunya?" tanya Di Lang.


"Kau serius? Kau bertanya mengapa aku tidak membantu Saudara Han yang berada di Low-Jack melawan seorang bocah di Forming Qi 7?"


"Menurutku, sebaiknya kau membantunya. Tidak, sebaiknya kita semua membantunya." Tian Li datang dan menimpali.


Zhen Fang menatap Tian Li bagaikan orang gila.


"Jangan tatap aku begitu, brengsek. Kau mungkin tidak tahu karena baru datang, tapi sebelum kau datang, bocah itu sudah bertarung dengan Han Feng dan mencapai hasil seimbang dengannya. Sekarang kutanya padamu, apa bocah itu terlihat kesulitan? Di mataku ia tampak seperti orang yang sedang menikmati pertarungannya."


"Brengsek! Jadi ini sebabnya Saudara Han repot-repot ingin berdamai dengannya?"


Tian Li mengangguk serius. Kemudian ia menambahkan, "Sebelum terlambat, sebaiknya kita membantu pria api itu."


"Maksudmu, kita semua yang berasal dari sekte besar ini, harus bergabung hanya untuk mengurus seorang bocah di Forming Qi 8?" Di Lang menyahut tak terima harga dirinya tercoreng.


"Kurasa kita tak memiliki pilihan lain. Apa kau memiliki solusi lain?" Tian Li balas bertanya.


Di Lang terdiam tak mampu menjawab. Memang, kalau Xika dapat bertarung setara dengan Han Feng, maka mereka tak akan memiliki peluang mengalahkannya dalam satu lawan satu. Satu-satunya kesempatan mereka adalah bergandengan tangan.


Akhirnya setelah menghela nafas gusar, Di Lang mengangguk menyetujui usul Tian Li. Zhen Fang juga setuju sekalipun raut wajahnya tidak terlalu baik. Kemudian di saat yang bersamaan, ketiganya melesat menuju Xika.


SYUT!


Xika menunduk menghindari sabetan Han Feng kemudian memberikan serangan balasan dengan menusukkan tongkatnya menuju dagu Han Feng.


BUK!


Serangan Xika menghantam dagu Han Feng dengan telak. Xika menarik tongkatnya hendak memberikan serangan ke titik vital sekali lagi, namun sebuah akar muncul dan mengikat kedua kaki serta lengannya. Kemudian duri-duri dari tanah muncul dan mengincar perut Xika. Selain itu, Xika merasakan tubuhnya semakin berat karena tekanan angin dari sekelilingnya.


Terakhir, Han Feng melayangkan tendangannya menuju Xika sebagai pembalasan karena telah mencoreng harga dirinya beberapa saat lalu.

__ADS_1


SLASH!


BRAK!


SYUT!


DUAK!


Beberapa saat sebelumnya, ketika keempatnya bekerja sama menyerang Xika, Liang Jihua menatap Xika dengan khawatir. Sekalipun Xika telah menolak bantuannya dengan dingin, ia tetap tidak ingin hal buruk terjadi pada Xika. Ia sudah bersiap-siap melompat menghalau salah satu serangan, sehingga setidaknya bisa mengurangi serangan  yang Xika terima. Tapi kejadian berikutnya membuat Liang Jihua sadar. Bahwa Xika bukan menolak bantuannya karena sombong, melainkan karena pria itu memang mampu.


SHHHHHHH!!!!


Kombinasi keempatnya menyebabkan asap memenuhi sekeliling mereka. Tapi ketika asap menghilang, sosok Xika masih berdiri tanpa satupun luka di tubuhnya.


"Brengsek!" Han Feng menatap Xika dengan geram. Ia tak percaya ia membutuhkan bantuan orang lain untuk mengalahkan Xika. Tapi yang membuatnya semakin kesal adalah bahkan dengan bantuan tiga elit dari sekte besarpun ia masih belum mampu menorehkan luka di tubuh Xika.


Mungkin beberapa ada yang tidak menyadari bagaimana Xika dapat lolos dari kombinasi keempatnya tanpa luka sekalipun. Tapi Han Feng menyaksikannya dengan jelas. Sesaat sebelum duri tanah dan tendangannya mengenai Xika, Xika memotong akar-akar Di Lang menggunakan angin pencabik, setelah itu meledakkan angin yang menahan pergerakannya.


Terakhir, ia melangkah ke samping sehingga duri tanah dan tendangan Han Feng bertemu dan saling meniadakan. Han Feng tak pernah menyangka Xika akan menghindar dengan sangat cerdik seperti itu.


"Oh, apa ini? Empat murid dari sekte besar bergabung untuk mengalahkanku? BAHAHAHAHAHA!!!! Dimana harga diri kalian? Tidak, apakah kalian bahkan punya harga diri?"


"Ck!" Di Lang berdecak kesal, tapi ia tak memberi Xika kesempatan untuk memprovokasi mereka lagi. Ia mengumpulkan qi di kedua telapak tangannya kemudian menghantamkannya kuat-kuat ke tanah. Beberapa saat kemudian, sulur-sulur tanaman berduri muncul di sekeliling Xika, namun kali ini lebih rapat sehingga tidak menyisakan jalan keluar.


Melihat peluang, Zhen Fang juga menambahkan tekniknya. Ia juga mengumpulkan qi di tangannya kemudian menghantamkannya ke tanah.


Di dalam kurungan, Xika menatap sekelilingnya mencari celah. Kemudian, ia memperhatikan sesuatu. Ada yang bergerak di sulur-sulur tanaman itu. Beberapa saat kemudian, Xika mengetahui apa yang bergerak. Duri. Tanaman-tanaman itu bergerak untuk mengeluarkan duri dalam tubuh mereka dan menembakkannya menuju Xika.


Masih belum cukup, dari tanah juga muncul duri-duri yang menutup jalan keluarnya secara sempurna. Xika mendecakkan lidahnya kesal. Sepertinya ia tak memiliki pilihan lain.


SRAK!


Dua buah sayap biru gelap bagaikan langit yang penuh bintang muncul di belakang Xika. Ia membungkus dirinya dengan sayapnya, lalu melompat berputar untuk mengurangi dampak yang diterima sayapnya. Hebatnya, sayapnya tak tergores sedikitpun sekalipun diserang duri dari tanaman dan tumbuhan. Tampaknya kejadian waktu itu membuat sayapnya semakin kuat.


Xika buru-buru mengecilkan sayapnya lagi. Ia masih harus menyembunyikan sayapnya. Setelah itu ia melompat tinggi dan membakar seluruh sulur-sulur tanaman itu. Ia segera melesat keluar dari tempat yang sebelumnya adalah kurungan untuknya.


SYUT!


SWOSH!


DUAK!


BLAR!


BRUK!!


Sayangnya, baru saja Xika keluar dari kurungan tanaman, ia langsung dihantam tornado mini kombinasi Han Feng dan Tian Li.


Xika bingung sesaat bagaimana tornado kecil itu mampu memberinya luka besar, kemudian beberapa saat kemudian ia sadar bahwa Han Feng tengah menekan qinya. Alih-alih memperbesar apinya, Han Feng memilih untuk mengecilkan apinya namun memperkuat apinya dari dalam.

__ADS_1


"Brengsek....." Xika mengumpat sambil berdiri. Kemudian, ia melakukan sesuatu yang berhasil membuat keempat lawannya kembali melotot hebat, tidak kali ini bahkan bola mata mereka seolah hendak keluar dari lubangnya.


SHHHHHH!!!!!


__ADS_2