
"Salah!"
BLAR!
Terdengar bunyi ledakan dari dalam kamar Xika. Asap hitam keluar dari sela-sela jendela.
Xika memberi Heiliao tatapan tajam. "Aku hampir berhasil kalau kau tidak berteriak."
"Kalau aku tidak berteriak kau akan membuat pil gagal. Daripada dilanjutkan dan membuat pil yang tidak jelas kegunaannya, lebih baik batalkan saja."
"Saran yang sangat berguna. Terima kasih." ucap Xika kesal.
"Kau sudah mencoba tujuh kali. Kenapa kau gagal terus?" Heiliao mendesak Xika. Ia sengaja bicara seperti itu untuk memotivasi Xika. Tak ada yang berhasil membuat Forming Cloud Pill dalam sepuluh percobaan pertama. Heiliao sendiri, baru berhasil setelah percobaannya yang ke tujuh puluh enam.
Tapi untuk mengalihkan pikiran Xika, ia harus memberinya tugas yang mustahil, sehingga Xika tak mampu memikirkan apa-apa lagi selain tugas tersebut.
Ia tahu, bahwa Xika saat ini sedang di masa rapuh. Entah bagaimana kejadian lengkapnya, tapi yang pasti Xika mengalami patah hati. Ia hendak mencegah Xika melakukan tindakan bodoh. Seperti memutuskan untuk hidup tanpa wanita, atau membenci wanita.
Memang, dirinya sendiri menolak kekasihnya. Dan ia mengakui itu adalah tindakan yang bodoh. Ia punya segudang alasan untuk melakukan tindakan itu. Tapi sejujurnya, ia tidak ingin Xika mengambil jalan yang sama dengannya. Ataupun serupa dengan Huo Bing.
Set!
Heiliao kembali melemparkan sebuah pil pada Xika. Pil yang hendak dibuat Xika dari tadi, namun tidak berhasil. Forming Cloud Pill.
"Amati lagi pil ini. Ingat-ingat kesalahanmu sebelumnya, dan perbaiki di percobaan berikutnya."
Xika memutar matanya mendengar kalimat itu. Heiliao sudah mengulangnya berkali-kali. Masalahnya, ia sendiri tidak tahu apa kesalahannya. Ia selalu merasa percobaan sebelumnya akan berhasil, namun Serigala Gosong itu mendadak berteriak dan memecah konsentrasinya sehingga pilnya meledak.
BLAR!
Pil kembali meledak. Tapi rasanya Xika menangkap ada sesuatu yang berbeda. Dan kali ini Heiliao tidak berteriak. Jadi ia kembali mencoba. Meledak lagi, tentu saja. Tapi sesuatu yang ia rasakan sebelumnya seolah semakin dekat seiring dengan percobaan yang ia lakukan.
Akhirnya, setelah percobaannya yang kesebelas, Xika berhasil membuat Forming Cloud Pill. Harus diakui, Heiliao sangat ingin mengganggu Xika di tengah jalan karena tidak terima anak itu berhasil hanya dalam sebelas percobaan. Tapi untungnya ia bisa menahan diri.
Xika menatap pil buatannya dengan mata berkilat-kilat. Ia membuka mulutnya dan hendak menguji khasiat pilnya, namun Heiliao langsung mencegahnya.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Xika kesal.
"Harusnya aku yang bertanya begitu. Kenapa kau memakan Forming Cloud Pil-mu?"
"Karena aku ingin mencoba efek dari pil buatanku tentu saja."
Heiliao diam sesaat sebelum kembali bicara.
"Buat lagi pil itu seratus kali. Kalau gagal di tengah, kau harus mengulang dari awal."
"Apa?!"
"Oh, dan kau harus menyelesaikannya hari ini."
"APA?!"
__ADS_1
Heiliao tak menjawab lagi. Ia hanya menunjuk ke luar jendela menggunakan kepalanya untuk memberi tahu Xika bahwa waktunya terbatas.
Xika ingin sekali protes dari tugas tidak manusiawi seperti itu. Tapi tampaknya Heiliao tidak akan menerima protes. Tentu saja, dia kan serigala. Namun Xika juga tahu bahwa Heiliao sedang berusaha mengalihkan pikirannya. Dan ia memang hendak mengalihkan pikirannya. Jadi ia melakukan tugas mustahil itu. Lagipula ia merasa, meskipun sedikit, pikirannya menjadi lebih jernih.
Selain itu, Xika merasa menangkap makna lain dari tindakan Heiliao. Serigala itu memintanya membuat pil itu seratus pil, tapi menurutnya serigala itu menginginkan dirinya untuk 'meramu' seratus kali. Tiap kali ia meramu pil, ia menghasilkan sekitar empat atau lima pil. Jadi setelah seratus kali meramu, mungkin Xika dapat menghasilkan empat atau lima ratus pil.
Mudah saja untuk menghasilkan seratus pil. Tapi harusnya bukan itu yang Heiliao inginkan. Sepertinya tindakan Heiliao ini berkaitan dengan kompetisi yang tidak lama lagi dilakukan. Meskipun tidak mengerti, tapi Xika berusaha sebaik-baiknya. Selain itu, ia merasa dirinya cukup tertantang. Dan karena ia tidak suka mengulang, jadi ia meramu semua pilnya dengan baik dan hati-hati.
Alhasil, ketika hari hampir berakhir, Xika berhasil meramu seratus kali dan menghasilkan empat ratus tujuh puluh dua Forming Cloud Pill.
Ia menghela lega melihat hasil kerja kerasnya. Ia yakin semua pil ini dapat membantunya naik satu atau dua tingkat. Sayangnya, Heiliao masih belum puas. Setelah Xika menyelesaikan tugas mustahil, serigala itu kembali memberikan tugas mustahil yang lain.
"Ini," ucap Heiliao sambil melemparkan Hyper Swift Pill pada Xika. "Kau belum membuatnya, kan? Cobalah buat pil ini. Waktunya sampai besok malam. Kau harus menghasilkan empat ratus sembilan puluh tujuh Hyper Swift Pill. Oh, kau boleh tidur dulu kalau kau mau."
Bagaimana Xika bisa tidur ketika Heiliao memberinya tugas mustahil lainnya? Jadi ia memperhatikan baik-baik Hyper Swift Pill di tangannya sebelum berusaha membuatnya.
"Kenapa aku harus membuatnya sebanyak itu?" keluh Xika sambil berusaha menyatukan bahan-bahan Hyper Swift Pill.
"Menurutmu sayapmu akan sembuh hanya dengan satu dua pil? Selain itu, apa kau tidak akan melukai sayapmu lagi di masa depan? Siapa yang akan tahu kau memiliki waktu untuk membuat pil atau tidak?"
Dan Xika kembali diam. Ia tenggelam dalam pikirannya, mencoba memikirkan bagaimana cara membuat Hyper Swift Pill. Percobaan demi percobaan Xika lakukan. Ia tak lagi peduli berapa banyak kegagalan yang ia lakukan. Yang ia tahu adalah ia semakin dekat dengan keberhasilan.
Tapi diam-diam Heiliao menghitung berapa banyak kegagalan yang Xika lakukan sampai ia berhasil membentuk Hyper Swift Pill. Hasillnya? Mengejutkan, seperti biasa. Tujuh belas percobaan dan Xika sudah berhasil membentuk Hyper Swift Pill. Ingin rasanya Heiliao membuka kepala Xika dan melihat apa yang ada di dalamnya.
Xika tersenyum senang melihat ia berhasil membuat Hyper Swift Pill. Tapi senyumnya luntur ketika ia ingat ia harus membuat empat ratus sembilan puluh dua lagi. Tugas sebelumnya lebih mudah. Yang penting ia harus melakukan percobaan dan menghasilkan pil dalam tiap percobaan itu, tidak peduli berapa banyak pil yang ia hasilkan.
Tugas kali ini, ia harus menghasilkan jumlah pil yang sesuai dengan yang diminta Heiliao. Ia bahkan tidak tahu akan menghasilkan berapa pil tiap kali meramu. Bagaimana ia bisa menghasilkan pil sesuai dengan permintaan Heiliao?
Perlahan-lahan, Xika mulai menyadari sesuatu. Meskipun semua tanaman ini ia ambil di tempat yang sama, waktu yang sama, dan dengan cara yang sama, tapi mereka memiliki kualitas yang berbeda. Bila tanaman dengan kualitas yang bagus sama-sama disatukan, ia akan menghasilkan pil lebih banyak dari rata-rata.
Heiliao terkejut Xika memahami hal ini lebih cepat dari perkiraannya. Ia menduga Xika akan memahaminya di akhir hari, sayangnya saat ini matahari masih bersinar terang dan Xika sudah memahaminya. Ia merasa tak ada lagi yang pantas disebut jenius selain Xika.
Masih ada lagi yang lebih mengejutkan. Ketika matahari mulai terbenam, Xika berhenti meramu pil. Ia memutuskan untuk istirahat sejenak dan tidur. Heiliao mengira Xika tidak akan berani tidur sampai ia selesai meramu seluruh pil. Tapi tindakannya saat ini di luar dugaannya.
Sebenarnya, Xika memang berpikir seperti itu pada awalnya. Tapi seiring dengan tiap pil yang ia buat, Xika merasa lebih yakin. Ia sudah menguasai metode meramu Hyper Swift Pill, jadi tidur sebentar tidak masalah. Lagipula, ia belum tidur sejak Heiliao memberinya tugas mustahil.
Pukul tujuh malam, Xika bangun. Setelah meregangkan tubuhnya sebentar, ia kembali meramu Hyper Swift Pill. Pukul sebelas malam, Xika selesai meramu. Empat ratus sembilan puluh tujuh Hyper Swift Cloud. Tidak lebih, tidak kurang.
Heiliao berusaha keras untuk tidak menunjukkan betapa terkejutnya dirinya. Entah ia berhasil atau tidak. Xika tidak berkomentar apapun. Malahan, anak itu tersenyum sambil menatapnya. Senyum percaya diri yang sempat hilang beberapa saat lalu.
"Apa lagi?"
Dan tahulah Heiliao bahwa Xika tengah menunggu tugas mustahil darinya. Senyum percaya dirinya menunjukkan keyakinannya. Dan mulutnya tak akan mengeluarkan protes.
Tanpa sadar, Heiliao jadi ikut tersenyum. Ia meminta Xika mengeluarkan setengah dari dua macam pil yang ia buat tadi.
"Makan semuanya secara bersamaan. Dan cobalah untuk tidak meledak sampai mati."
Xika terdiam sebentar. Ia mengerutkan keningnya sebentar. Tiap pil yang berada di tangannya saat ini mengandung banyak qi. Besar kemungkinannya bahwa ia akan meledak begitu memakan semua pil di tangannya. Tapi ia menduga ini dapat membantunya menerobos ke forming qi tujuh, kalau ia berhasil. Dan sayapnya pun akan sembuh.
Jadi setelah mempertimbangkan resiko dan manfaat yang akan ia terima, Xika membuka mulutnya dan memakan semua pil itu sesuai permintaan Heiliao.
__ADS_1
SRRR!!!
Xika dapat merasakan lonjakan qi yang masuk ke dalam tubuhnya. Dan lagi qi yang masuk ke dalam tubuhnya itu memiliki tujuan yang berbeda. Pertama, ia harus mengalirkan sebagian qi mengikuti empat pola aliran dantiannya. Ia sudah pernah melakukannya sebelumnya, jadi ini tidak begitu sulit.
Tapi kesulitan yang sesungguhnya baru dimulai. Di saat Xika mengalirkan sebagian qi nya mengikuti pola aliran dantiannya, sebagian qi nya yang lainnya mulai merusak saraf-saraf tubuhnya. Ia menggertakkan giginya menahan rasa sakit yang muncul.
Sambil berusaha agar sebagian qi nya masih mengalir dengan teratur, Xika mencoba mengarahkan sebagian qi nya yang lain untuk menuju ke sayapnya. Masalahnya, ia tidak tahu saluran mana yang terhubung ke sayapnya. Dan ia akan meledak kalau tidak menemukannya secepat mungkin.
-----------------------------
Seekor Ice Bear keluar dari tanah di dekat taman es dan meraung marah. Ia menatap seekor hyena, hewan pertama yang membuat gerakan, dan mencabiknya hingga tak lagi memiliki kepala. Setelah itu ia menatap hewan-hewan lainnya, nampaknya sadar bahwa mereka mengingini hartanya.
Jadi Ice Bear itu meraung keras seolah menantang para hewan spiritual yang tersisa untuk mencuri hartanya.
Kalau hanya Ice Bear itu saja yang bangun, Huo Bing masih dapat mengatasinya. Sayangnya, di sebelah Taman Neraka, seekor kadal berapi muncul entah dari mana dan mengeluarkan pekikan yang membuat beberapa Hewan Spiritual menjauh.
Huo Bing mulai menghitung. Dua ekor, oke. Ia masih bisa mengalahkan mereka dengan bantuan Hewan Spiritual lainnya. Namun tepat di saat ia berpikir seperti itu, seekor buaya es kembali muncul dan menantang sang Ice Bear. Di Taman Neraka, rombongan Hellhound muncul dan membuat suasana semakin berat. Masih belum cukup, sekelompok Alfbee muncul dan terbagi ke dua arah. Satu ke Taman es sementara satunya lagi ke Taman Neraka.
Hellhound dan Alfbee itu mungkin tidak sekuat Ice Bear atau kadal berapi itu, tapi masing-masing dari mereka memiliki keunggulan jumlah sehingga dapat menutupi perbedaan kekuatan.
Akhirnya tidak tahan lagi, Huo Bing berteriak dan menjadi yang pertama maju. Tindakan konyol, memang. Tapi ia tak memiliki pilihan lain. Lagipula, toh mereka akan bertarung juga pada akhirnya. Apa bedanya sekarang atau nanti?
"HEAH!"
Api dan es muncul masing-masing di tangan kiri dan tangan kanan Huo Bing. Burung itu menembakkan api dan es untuk mengaburkan pandangan hewan lainnya. Sayangnya, Spirit Beast yang lebih kuat seperti Ice Bear dan kadal berapi tidak peduli dan langsung bergegas menyerang Huo Bing.
Ice Bear meraung dan membentuk lusinan jarum es yang mengarah pada Huo Bing. Di sisi yang berlawanan, kadal berapi memuntahkan semburan lava. Selain itu, masih ada ratusan Alfbee yang mengacungkan sengat mereka dan para Hellhound yang mengarahkan taring mereka.
Untungnya, Huo Bing punya sayap. Ia terbang menghindar. Jarum es masih mengikutinya beserta ratusan Alfbee. Huo Bing berputar ketika jarum es mendekat sehingga jarum-jarum itu terpental dan menghalau sebagian lebah-lebah sialan itu.
Sisanya? Ia terbang ke tengah-tengah para Spirit Beast yang lebih lemah berkumpul dan menggunakan mereka untuk menjadi perisai dagingnya.
Seekor babi hutan keluar dari api Huo Bing dan melihat ratusan Alfbee yang mendekat. Ia menganggap itu sebagai tantangan, jadi tanpa disadari, babi hutan itu menahan Alfbee untuk Huo Bing. Beberapa Spirit Beast lain juga melakukan hal yang sama.
Huo Bing tersenyum senang. Ia berputar pelan menuju Flaming Dragonfruit karena si kadal berapi tengah disibukkan dengan banyak Spirit Beast yang lain. Sayangnya, ketika ia hendak menyambar buah itu, tanah bergetar dan menyemburkan lava.
Ia beruntung bisa menghindari semburan lava itu, namun ia tidak berhasil mengambil Flaming Dragonfruit itu. Ia melirik ke bawah dan mendapati tanah berputar. Kemudian pola aneh muncul dari tanah. Pola-pola itu terus naik dan akhirnya menampakkan wujud aslinya.
Burning Tortoise.
Si kura-kura dengan cangkangnya yang meledak-ledak. Semburan tanah yang mencegah Huo Bing mendapatkan Flaming Dragonfruit itu berasal dari salah satu cangkangnya. Kura-kura itu mendesis marah pada Huo Bing sebelum menatap Spirit Beast yang lainnya.
Ia menghentakkan kakinya dan air mancur lava keluar dari tanah mengelilingi Taman Neraka. Meskipun kadal berapi dan Hellhound memiliki ketahanan tertentu terhadap api, tapi air mancur lava yang dibentuk Burning Tortoise ini melebihi daya tahan mereka. Kalau mereka mendekat, mereka pasti akan terbakar.
Tanpa bisa di hentikan, Huo Bing menyaksikan Flaming Dragonfruit yang ia inginkan dilahap begitu saja oleh Burning Tortoise. Ia tahu ia tak bisa menghentikan kura-kura itu. Kalau ia terbang dan masuk ke Taman Neraka, kura-kura itu pasti akan menembakkan rentetan bola api. Selain itu, masih ada serangan dari hewan-hewan lainnya.
Bagaimanapun juga, dialah yang pertama memulai gerakan, jadi banyak yang menjadikannya target utama. Sambil menahan amarah di dadanya, Huo Bing terbang ke arah Taman Es.
Ice Bear kini tengah bertarung dengan buaya es yang muncul beberapa waktu lalu. Tentu saja, banyak Spirit Beast yang bergabung dengan mereka. Huo Bing juga ikut. Ia terbang sambil menembakkan semburan api yang menjadi musuh utama para binatang es itu.
Karena refleks alami mereka, para Spirit Beast itu langsung menyingkir dari api Huo Bing. Tentu saja kesempatan itu tak akan Huo Bing sia-siakan. Ia langsung terbang dan menyambar Blizzard Peach. Untungnya, kali ini ia berhasil.
__ADS_1
Atau mungkin tidak.
Huo Bing langsung menjadi sorotan utama para Spirit Beast karena dirinya kini tengah memegang salah satu tanaman spiritual yang paling berharga di area ini.