Card Cultivation System

Card Cultivation System
CCS-140


__ADS_3

Xika membantu membakar beberapa daging sebelum pergi membawa segunung daging bakar untuk bermain dengan lainnya. Huo Bing juga ikut membantu. Burung itu memanggil beberapa serigala seperti Lang Yi, Lang Hu, dan lainnya untuk bermain sambil mengobrol.


Tidak lama kemudian mereka berkumpul. Xika mengeluarkan kartu dan mereka mulai bermain sambil makan dan ngobrol. Lang Hu mengajak Hongbao. Mereka saling pamer kemesraan yang disambut sorakan 'Huuuuuuuuu' oleh serigala lain. Setelah kalah beberapa kali, Lang Hu berhenti bermain dan memilih untuk bercerita pengalamannya ketika berlatih dengan Heiliao.


"Pemimpin Hei membuat banyak sekali celah. Saat pertama kali memasukinya, aku merasakan sensasi aneh di perutku. Sulit kujelaskan, seperti berbagai macam rasa dicampur menjadi satu. Setelah itu aku merasakan pusing sedikit sebelum berpindah tempat."


Shu Mang juga ikut bergabung. Ternyata ia tidak buruk juga dalam bermain kartu, meskipun tidak sampai mengalahkan Xika. Tapi kadang-kadang ia berhasil mengalahkan Huo Bing dan membuat burung itu mengumpati kartunya.


Beberapa serigala juga ikut bergabung. Mereka saling berbagi cerita. Bahkan ada yang meminta nasihat pada Xika dan Lang Hu. Lang Hu dianggap sebagai contoh terbaik atas berhasilnya saran Xika, jadi ada juga yang meminta sarannya. Tentu saja Lang Hu menjawabnya dengan kepala besar, membuat Hongbao yang disebelahnya bepura-pura tidak kenal.


Suasana sangat ramai malam ini. Begitu banyak serigala dan daging dan kebahagiaan. Mendadak Xika teringat dengan Paman Kong Yan. Sosok itu kelihatan begitu kesepian. Jadi ia membawa beberapa daging kemudian pergi menuju Simulocus.


WHUSH!


TAP!


"Paman Kong Yan? Aku membawa beberapa daging!"


"Xika? Apa yang kau lakukan? Bukankah kau harusnya sedang menikmati pesta bersama para serigala?"


"Ya, tapi mendadak aku teringat denganmu. Lagipula dagingnya kebanyakan, tolong bantu aku menghabiskannya."


Sebenarnya Huo Bing saja cukup untuk membantu Xika menghabiskan makanan, tapi burung itu tahu Xika bicara seperti itu hanya untuk mengajak Kong Yan bergabung dengan mereka, jadi ia diam saja. Setelah berpikir beberapa saat, Kong Yan membentuk tubuhnya dan bergabung dengan mereka.  Ia juga menyapa Huo Bing.


Xika menceritakan suasana pesta di luar tempat ini. Ada begitu banyak serigala dan daging. Ia membantu membakar beberapa daging meskipun daging yang ia bawah lebih banyak dibanding daging yang ia ambil. Ia menceritakan teman-teman serigalanya pada Kong Yan.


"Ah, ada seekor serigala yang bernama Lang Hu. Ia teman pertamaku di antara kaum serigala. Kali pertama aku bertemu dengannya, ia sedang galau tentang masalah cinta. Aku memberinya beberapa kata agar ia percaya diri, dan cintanya diterima. Setelah itu banyak serigala yang mulai meminta saran tentang cinta padaku."


Kong Yan tidak bisa menahan tawanya. Sudah lama sekali ia tidak mendengar kisah cinta, terutama cinta anak muda. Kadang-kadang itu menimbulkan kehebohan yang sebenarnya tidak perlu. Tapi ia suka menyimaknya untuk menghilangkan rasa bosan.


Mereka berbicara selama beberapa jam. Kong Yan sangat menikmati momen itu. Begitu juga dengan Xika dan Huo Bing, meskipun rasanya ada yang kurang kalau tidak ada Heiliao. Dan seketika itu juga Xika baru sadar akan keberadaan serigala hitam itu. Ia tidak melihatnya sama sekali di pesta.


"Ada yang mendekat. Keluarlah. Lebih sedikit orang yang tahu akan keberadaanku lebih baik. Pergilah!"


Xika mengangguk. Ia meninggalkan daging yang ia bawa kemudian pergi bersama dengan Huo Bing yang mulutnya masih mengunyah daging. Kali ini Kong Yan membuat waktu berjalan lebih cepat dari sebelumnya, jadi saat Xika keluar, hanya berlalu beberapa menit.


Xika mengeluarkan kepalanya dulu untuk melihat sekitar dan memastikan tak ada yang melihat, kemudian melangkah keluar. Ia bersikap seolah sedang jalan-jalan mencari angin segar. Beberapa saat kemudian ia melihat sosok putih yang keluar dari balik pepohonan.


"Xika? Aku mencarimu sejak tadi. Ikut aku."


Xuehao berbalik pergi dan Xika mengkutinya. Ia bersyukur Xuehao tidak menyakan apa-apa mengenai kenapa ia disini. Tapi sepertinya rasa syukur itu harus ia tarik kembali.


"Ah, kenapa kau disana? Kenapa tidak bermain dan menggosipkan serigala lain seperti pesta sebelumnya?"


"Ekhem, kau bisa bercanda juga. Aku tidak yakin alasanku berada disini baik untuk dibicarakan."


Sambil berlari, Xuehao menatap Xika dengan pandangan curiga. "Bicara," katanya.


Xika menggaruk pipinya beberapa kali sebelum membuka mulutnya,


"Yah, perutku agak tidak enak. Mungkin karena kebanyakan makan daging. Jadi, yah........."


Xuehao langsung memalingkan wajahnya. Ia tidak lagi tertarik dengan alasan Xika disini bukannya bersama dengan yang lain. Sementara Huo Bing mengagumi betapa lihainya lidah Xika.

__ADS_1


"Ehh......kita mau kemana? Kenapa kau mengajakku?"


"Tunggu saja. Kau akan tahu."


Jadi Xika mengekor dalam diam. Mereka berlari selama beberapa saat sebelum mencapai tebing pribadi milik Xuehao. Aura pesta yang penuh kebahagiaan sebelumnya mulai hilang dan digantikan aura mencekam. Dan asalnya dari bawah tebing. Xika memandang Xuehao dengan penuh tanya, tapi serigala itu melangkah maju tak mempedulikan tatapan Xika.


"Senior....?"


"Shhh......"


Xika masih tidak mengerti alasan Xuehao membawanya kesini. Serigala putih itu memberi tanda menggunakan kepalanya. Xika mengikuti arah kepalanya dan melihat apa yang menyebabkan aura mencekam itu muncul. Dua ekor serigala sedang berdiri dan saling menatap.


Serigala yang di kanan adalah Heiliao, berdiri di samping laut dan ombaknya yang sesekali menyapa, tapi ia tak bisa melihat serigala lainnya karena cahaya bulan terhalang oleh tebing tempatnya berada. Heiliao memberikan tatapan yang sangat buas. Ia hampir tidak pernah melihat Heiliao memberikan tatapan itu.


Beberapa saat berlalu dan baik Heiliao maupun serigala satunya tidak bergerak. Mereka saling memandang. Xika hampir berpikir bahwa mereka akan saling menatap sampai malam berlalu. Tapi akhirnya mereka bergerak. Heiliao duluan. Serigala hitam itu berkata,


"Sudah lama sekali bukan?"


Tapi nadanya tidak terdengar seperti seseorang yang merindukan kawan lamanya. Apalagi dengan tatapan matanya yang buas itu.


"Berisik! Sialan!"


Serigala satunya menjawab dengan kesal. Xika merasa suara itu terdengar familiar. Heiliao melangkah maju, begitu juga dengan serigala itu. Dan akhirnya Xika bisa melihat sosok serigala yang terdengar kesal itu.


Lang Yan.


Tapi kali ini tak ada sorot mata jenaka seperti saat ia berdebat dengan Xika. Atau sorot serius ketika ia mempimpin pidato. Yang ada di matanya hanyalah sorot kebuasan sepertinya yang ada di mata Heiliao. Dan ada sedikit kemarahan dalam matanya.


Xuehao melihat pandangan Xika dan akhirnya ia membuka mulutnya setelah sekian lama bungkam.


"Apa kau tidak penasaran kenapa mereka terlihat begitu bermusuhan saat berada di lapangan, tapi terlihat sebagai seorang rekan ketika mengadakan rapat? Tahukah kau kemana semua ketidakcocokan itu pergi?"


Xika mengangguk. Sejujurnya, ia juga penasaran mengapa Heiliao dan Lang Yan dapat bersikap begitu berbeda. Xuehao menunjuk dua serigala di bawah menggunakan kepalanya.


"Inilah jawabannya. Di tempat inilah semua ketidakcocokan mereka pergi. Dan di tempat ini jugalah mereka saling bercerita. Ini salah satu alasan terbesar aku mengamankan tempat ini." ucap Xuehao dengan senyum di kalimat terakhir.


Meskipun sudah mendapat jawaban, Xika masih bingung. Mengapa keduanya tidak terlihat seperti akan bercerita? Mereka lebih terlihat seperti akan bertarung.


Dan mereka memang bertarung.


Lang Yan melangkah maju dan mengayunkan cakar depannya. Gelombang qi muncul dan menyerang Heiliao.


WHUSHH!!


Heiliao melompat menghindar. Ia juga memberikan serangan balasan yang dengan mudahnya dihindari Lang Yan. Serigala tua itu kembali memberikan serangan. Kali ini sambil berteriak.


"SIALAN!"


WHUSHHH!!!


Lang Yan tidak menunggu Heiliao bereaksi, ia langsung berlari maju dengan taring-taring buasnya yang terbuka lebar. Heiliao menghindari serangan itu dengan mudah seperti sebelumnya, kemudian berlari menuju Lang Yan.


"Kenapa kau masih belum berubah, SIALAN?!"

__ADS_1


CRAT!


Cakar Lang Yan berhasil melukai Heiliao. Serigala hitam itu tidak menjawab, tapi juga memberikan serangan balik.


"Kau sudah pergi begitu lama, kenapa masih belum berubah, HAH?"


CRAT!


Lang Yan kembali menorehkan luka di tubuh Heiliao.


"Tidak bisakah kau memperlakukan serigala lain seperti anak itu? Atau setidaknya pada dia?"


Lang Yan melayangkan cakarnya, tapi kali ini Heiliao berhasil menghindar. Ia memberikan cakaran balik di dagu Lang Yan.


"Tidak!"


"Kenapa kau masih bersikap begitu?!"


Heiliao berpindah ruang dan muncul di samping Lang Yan. Ia berhasil menggigit leher Lang Yan.


"Kau tahu kenapa aku bersikap begitu."


Lang Yan memutar tubuhnya hingga ekornya menghantam Heiliao kemudian membebaskan dirinya dari gigitan Heiliao yang mengendur.


"SIALAN! APA BAGUSNYA DIA HAH? APA YANG IA LAKUKAN SAMPAI-"


Belum selesai Lang Yan bicara, Heiliao sudah kembali menyerangnya. Kali ini Xika melihat kemarahan di mata Heiliao.


"DIAM! KAU TAK TAHU APA-APA!!"


"TENTU SAJA AKU TAK TAHU! APA KAU PERNAH MEMBERITAHUKU?! APA KAU TAHU BERAPA BANYAK BEBAN YANG KUTANGGUNG SAAT KAU PERGI? APA KAU TAHU BAGAIMANA TUBUHNYA GEMETAR HEBAT SAAT KAU PERGI? DAN YANG BISA KULAKUKAN HANYALAH DIAM?!  APA KAU TAHU SEMUA ITU? HAH?!!!!"


Kali ini Lang Yan yang menggigit Heiliao. Ia menancapkan taringnya cukup dalam ke tubuh Heiliao. Kedua serigala itu menatap satu sama lain dengan amarah di matanya. Kemudian Heiliao membuat celah yang membawa mereka ke angkasa di atas.


Mereka keluar dari celah dengan Lang Yan berada di posisi bawah. Ia tidak sempat bereaksi, tubuhnya menghantam tanah dan gigitannya melonggar. Heilao menendang serigala tua itu dan melompat mundur menjaga jarak.


Mereka saling menatap satu sama lain.


"BERISIK! Kau tidak tahu apa yang kualami selama ini! Kau tidak tahu anak itu, kau tidak bisa memintaku bersikap seperti itu pada yang lain!"


"Setidaknya kau bisa bersikap lebih baik padanya! Kau tidak tahu apa yang ia lakukan saat kau pergi begitu saja tanpa meninggalkan surat atau pesan sedikitpun? Kau tidak tahu bagaimana kaum kita diambang kehancuran saat kau pergi tanpa kabar? Apa kau tahu bagaimana perasaan kami menunggumu kembali tanpa kabar yang pasti? Bagaimana kami semua membuat keputusan dengan penuh keraguan tanpa adanya seorang pemimpin?"


"DIAM! Apa aku pernah menginginkan menjadi pemimpin? TIDAK! Sejak awal para serigala tua itu hanya mengambil serigala yang berbakat tanpa setuju mereka mau atau tidak menjadi pemimpin! Aku telah melakukan banyak hal pada kaum serigala! Aku berhak pergi!"


"Setidaknya kau bisa memberikan kabar!"


"Apa gunanya? Kau akan tetap menyalahkanku!"


Mereka saling bertukar serangan seiring mereka bicara. Xika sudah tidak tahu siapa yang memiliki lebih banyak luka. Keduanya tidak lagi peduli dengan pertahanan dan fokus untuk menyerang. Ia tidak pernah melihat Heiliao sebuas ini.


Gaya bertarungnya sungguh berbeda ketika berlatih dengan dirinya dan Huo Bing. Xika merasakan kekalahan ketika melihat pertarungan Heiliao itu. Tapi juga kebingungan dan turut merasakan kesedihan Heiliao saat ia mendengar perbincangan mereka.


Xika memandang dua serigala di bawah dengan sangat fokus sampai tak memperhatikan serigala di sampingnya. Xuehao menatap pertarungan keduanya dengan senyum kecil di wajahnya. Senyum yang dialiri air mata kesedihan bercampur kepahitan.

__ADS_1


__ADS_2