
Zheng Wei tak bisa meminta lebih banyak lagi. Hanya itu. Setelah menandatangani kontrak dengan serigala yang terlihat sama menyeramkannya dengan serigala yang disamping Xika, ia segera kembali ke desanya dan melaporkan berita yang mungkin bisa dikatakan gembira.
Selepas kepergian Zheng Wei, Xika menatap Lang Yan dengan bingung.
"Kenapa kau setuju?"
"Kami kekurangan tenaga. Tak banyak serigala yang dapat menambang. Lagipula mereka cukup lemah. Kalau ada apa-apa akan mudah ditangani." ucap Lang Yan tak peduli.
"Kalau begitu kami pergi sekarang." Heiliao berbalik.
"Kau yakin?"
"Apa?"
"Kau yakin bisa pergi sekarang?"
Heiliao mengerutkan kening tak mengerti apa yang dikatakan Lang Yan.
"Aku tak yakin kau bisa pergi sekarang mengingat adanya-"
"XIKA!"
Segerombolan serigala datang dan mengepung Xika dan lainnya.
"-mereka."
"Lang Hu benar. Xika kembali."
"Kali ini kau berencana menetap berapa lama? Setahun? Dua tahun?"
"Ehh.....sejujurnya aku berniat langsung pergi sekarang juga....."
"Apa? Tidak bisa!"
"Benar! Kami sudah membuat pesta untukmu. Tidak lucu kalau kau yang menjadi alasan pesta itu dibuat malah tidak datang."
"Sebenarnya kalian tidak perlu repot-repot......"
"Terserah kami. Pesta sudah dibuat, pokoknya kau harus datang."
"Benar!"
"Eh? Tapi aku...."
"Tidak ada tapi-tapi. Angkat dia!"
Dan dengan itu, para serigala membawa Xika pergi. Mereka melemparnya bergantian sampai pemuda itu tak bisa kabur.
Di belakang para serigala, Huo Bing dan Heiliao berdiri dalam diam.
"Memangnya kita mau pergi ke mana?"
"Mana kutahu. Yang menentukan tujuan kan bukan aku."
"Mm. Benar juga. Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?"
"Kita ganggu Lang Yan saja."
"Ide bagus."
"Sialan! Kenapa jadi aku?"
Karena didesak oleh para serigala, akhirnya Xika dan lainnya menetap sehari bersama para serigala. Banyak yang menyayangkan keputusannya untuk langsung pergi tapi ia benar-benar teguh tak tergoyahkan. Setelah berjanji tak akan kabur sekitar seratus kali lebih, barulah para serigala mengizinkan Xika berjalan-jalan sendiri.
Ia hendak mengamati indahnya alam para serigala di senja ini. Kakinya melangkah ke tempat ia dan Shu Mang bertemu. Rumput-rumput di sana sudah tumbuh kembali, membuat pemandangan yang sudah indah menjadi lebih indah.
Kemudian ia berjalan menuju tebing dimana ia menyaksikan Heiliao dan Lang Yan saling bunuh. Ia tak bertemu sang pemilik tebing, sebaliknya ia bertemu dengan serigala yang sudah bertarung beberapa kali dengannya.
Lang Jin.
Dari atas tebing Xika dapat melihat serigala itu sedang duduk menatap ombak laut yang berdebur. Ia memutuskan untuk menyapanya.
__ADS_1
Tap!
Dengan satu lompatan, Xika tiba di samping Lang Jin.
"Kudengar kau kembali."
"Ya. Dan disinilah aku. Apa yang kau lakukan?"
"Hanya menatap pemandangan."
"Benarkah? Lang Jin yang biasanya akan memilih berlatih alih-alih menatap pemandangan."
"Heh. Saat ini aku mungkin sudah bisa mengalahkanmu."
"Oh? Itu harus dibuktikan dulu."
"Aku tak keberatan."
Xika segera mundur menjaga jarak. Ia menatap Lang Jin yang juga sudah bersiap.
"Satu serangan?"
Lang Jin mengangguk. Mereka memutuskan untuk menentukan siapa yang lebih kuat hanya dari satu serangan.
Serigala itu membuka mulutnya lebar-lebar mengumpulkan qi, sementara Xika terlihat seperti sedang mencengkram udara.
Xika tak menggunakan Space Shifter ataupun kartunya. Selama setahun di desa tak bernama itu, Xika sering mengajak anak-anak bermain menggunakan elemennya. Tanpa sadar, hal itu memperkuat penguasaan dan pemahamannya terhadap elemen.
Saat ini ia ingin mencoba memberikan serangan elemen tanpa menggunakan alat bantu. Kebetulan, ia juga ingin menghadapi Lang Jin yang sekarang dengan kekuatannya sendiri.
Bola kuning muncul di mulut Lang Jin, sementara bola lima warna muncul di tangan Xika. Keduanya saling tatap selama sedetik, kemudian detik berikutnya mereka melepas serangan.
WHOSH!
BLAST!
DARRRRRRR!!!!
Dan seperti yang Lang Jin katakan, sepertinya Xika lebih lemah dari serigala itu saat ini. Meskipun begitu, Lang Jin cukup terkejut dengan kekuatan Xika. Ia yakin, kalau serangan Xika tadi mendarat pada dirinya yang lama, yang belum membangunkan Bloodlinenya besar kemungkinan dirinya yang kalah.
"Aku kalah." Xika tersenyum tipis.
"Aku menggunakan Bloodlineku. Kau tidak bisa dianggap kalah." Lang Jin menggeleng.
"Itu juga termasuk kekuatanmu. Tidak perlu menghiburku. Tapi ini tidak akan berlangsung lama. Kali berikutnya aku kembali ke sini, aku pasti akan mengalahkanmu." Xika tersenyum percaya diri.
"Kita lihat saja." Lang Jin memberi senyum tipis.
Kemudian keduanya berjalan bersama menuju lapangan tempat Lang Hu dan lainnya mengadakan pesta. Di sana sudah penuh, tapi acaranya masih belum dimulai. Yah, tidak bisa dibilang acara juga karena yang ada hanya daging dan daging.
Xika memutuskan mencari Huo Bing dan Heiliao. Keduanya sedang berdiri di samping menyaksikan para serigala mengumpulkan daging.
"Akhirnya melarikan diri?"
"Begitulah."
"Jadi? Kemana kita akan pergi berikutnya?"
"Ke akademi mungkin? Ada saran lain?"
"Yah, karena tujuanmu hendak bertambah kuat, tidak ada salahnya kau kesana. Tapi tempat untuk bertambah kuat tidak hanya satu di dunia ini."
"Tapi akademi sepertinya tidak buruk juga. Kau sudah terlalu lama bersama dengan binatang. Bisa-bisa nanti kau melupakan cara bertarung dengan manusia." ucap Huo Bing bercanda.
Xika tersenyum menanggapi Huo Bing sebelum kembali bicara. Kali ini dengan sorot mata tidak yakin.
"Apa menurut kalian aku akan menemukan mereka? Orangtuaku...."
"Sejujurnya? Aku tak yakin. Tapi jangan bersedih. Aku sudah memiliki tubuh. Kita selangkah lebih dekat dengan orangtuamu."
"Benar. Ketemu atau tidak, kita pastikan saja sendiri. Kalau tidak ada, kita hanya tinggal mencarinya di tempat lain. Lagipula akademi tidak seburuk itu. Setidaknya kau akan belajar satu atau dua hal disana."
__ADS_1
"Akademi itu.....di Ibukota kan? Kalau mereka tak ada juga disana.......haruskan kita pergi ke luar Dinasti Lin?"
"Sepertinya begitu. Harusnya akademi bisa membantu kita keluar Dinasti Lin. Tapi kalaupun tidak, kita akan mencari jalan sendiri."
Xika mengangguk. Pandangannya menjadi semakin yakin. Huo Bing sudah memiliki tubuh, ia juga sudah berkembang. Ia sudah selangkah lebih dekat dalam menemukan orangtuanya. Ia harus lebih kuat untuk menemukan orangtuanya. Dan Mu Zhan Academy adalah tempat yang tepat.
-------------------------
Lang Jin membantu membakar daging untuk para serigala yang suka daging bakar. Tapi pikirannya tidak di tempat ini. Ia kembali memikirkan kejadian beberapa saat lalu, ketika ia bertukar serangan dengan Xika.
Ia menang. Akhirnya ia menang. Satu tahun berlalu dan akhirnya ia menepati janjinya sendiri. Tapi, kenapa ia masih merasa kurang? Mereka memang hanya bertukar satu serangan, tapi itu sudah cukup untuk menentukan siapa yang lebih kuat.
Tapi.......tetap saja ia merasa kurang. Belum, ia masih belum menang. Ia hanya sedikit lebih kuat dari Xika. Hanya selangkah di depannya, bukan melampauinya. Yang ia inginkan adalah melampaui Xika. Benar, itu yang ia inginkan. Dan untuk mencapainya ia harus berlatih lebih keras lagi.
Pada saat itu, di mata Lang Jin juga terpancar tatapan penuh tekad yang tidak kalah dengan Xika. Di pertarungan mereka berikutnya, mereka akan benar-benar menentukan siapa yang lebih kuat.
-----------------------
"Hoi Xika! Ini dagingmu! Dibakar bukan? Kemarilah!"
Xika segera melangkah menuju Lang Yi. Ia mengambil daging bakar yang tersedia kemudian mengobrol dengan beberapa serigala lain. Setelah itu, Lang Hu, Lang Hongbao, dan lainnya juga datang. Mereka bermain kartu sambil bercerita.
Beberapa kali Xika menggoda Lang Hu dan kekasihnya itu yang hanya dibalas senyuman malu-malu. Xika mendengarkan cerita apa saja yang telah ia lewati setahun ini. Lang Hu dengan senang hati memberinya kabar terbaru.
"Dengar ya, saat ini tersebar sebuah rumor diantara para serigala muda."
"Rumor apa?"
Lang Hu menoleh ke kiri kanan takut seolah takut ada tamu tak diduga yang mendengar ucapannya.
"Kabarnya, kakakku itu-"
"Lang Hu."
DEG!
Tubuh Lang Hu langsung menegang. Perlahan ia berbalik dan menatap kakaknya itu.
"Jangan bicara yang tidak-tidak."
Setelah mengatakan itu, Lang Jin langsung pergi meninggalkan Lang Hu yang kini lemas seluruh tubuhnya.
"Ada apa? Kakakmu kenapa? Aku jadi makin penasaran nih." tanya Xika begitu Lang Jin pergi.
"Tidak jadi deh. Menceritakan hal itu padamu tidak baik untuk kesehatan jantungku. Nanti saja setelah kakakku benar-benar pergi." ucap Lang Hu takut kakaknya muncul secara tiba-tiba lagi.
"Yah, artinya aku tidak akan tahu untuk waktu yang lama, dong."
"Apa boleh buat, demi kesehatan jantungku."
Setelah itu, baik Lang Hu maupun serigala lainnya menolak untuk memberitahu Xika rumor yang beredar tidak peduli sekeras apa Xika mendesak. Akhirnya ia menyerah.
Malam berlalu dan pagipun tiba. Pesta selesai, para serigala tak bisa menahan Xika lagi. Sama seperti sebelumnya, mereka mengantar kepergian Xika.
"Jadi kau akan pergi ke akademi yang sama dengan Shu Mang?"
"Ya. Aku bertanya-tanya apa kabarnya. Kalau tak ada masalah, harusnya ia sudah diterima bukan? Ah, ngomong-ngomong sekarang tanggal berapa?"
"Kalau tidak salah tanggal sebelas."
"Tanggal sebelas ya......bulan?"
"Sepuluh."
"Apa?! Sekarang sudah bulan sepuluh? Tanggal sebelas? Sial, Aku terlambat!"
Dan dengan itu, Xika serta Huo Bing dan Heiliao menghilang ke dalam celah ruang yang mengarah menuju akademi.
---------------------------------------------------
Saat ini Card Cultivation System sedang mengikuti lomba You Are A Writer season 6. Mohon dukungannya.
__ADS_1