Card Cultivation System

Card Cultivation System
CCS-174


__ADS_3

Di hadapan seluruh warga, Xika dan yang lainnya menghilang di balik lubang hitam. Selain anak-anak, Zheng Wei yang berdiri paling dekat dengan lubang itu. Pandangan matanya dipenuhi dengan keraguan.


"Anu....."


Mulutnya mengeluarkan suara, tapi tak ada balasan yang terdengar. Keraguan semakin memenuhi matanya. Ia berbalik dan menatap Kepala Desa mengangguk dengan mantap sekalipun matanya juga mengandung keraguan.


------------------------------


Xika tiba tidak jauh dari tempat ia pertama kali datang ketika Heiliao membawanya. Ketika menghirup udara segar yang begitu kental dengan alam, Xika benar-benar merindukan tempat ini.


Seekor serigala lewat ketika ia sedang menikmati pemandangan.


"Xika?"


"Lang Hu?"


"XIKA!"


"AAAAAAA!!!!"


Lang Hu berlari mendekati Xika sementara yang didekati malah berlari menjauh.


"Kenapa kau menjauh?!"


"Karena kau terlihat seperti ingin memakanku!"


Setelah kejar-kejaran beberapa saat, akhirnya Xika berhenti dan ia bertukar sapa dengan Lang Hu. Mereka mengobrol sedikit tentang apa saja yang sudah terjadi selama setahun belakangan ini. Kemudian pandangan Lang Hu mendarat pada pemuda asing di sebelah Heiliao.


"Xika.....siapa pemuda itu? Apa dia temanmu?"


Sayangnya Huo Bing mendengar perkataan Lang Hu itu. Ia langsung melompat terbang dan melebarkan sayap dua warnanya.


"Bocah, kau tak ingat aku?!"


"Eh.....suara itu......sepertinya aku pernah mendengarnya, tapi aku lupa dimana....."


"Kau masih tak ingat sekalipun sudah melihat sayapku?"


"Sayap? Sayap.....sayap.....AH! Huo Bing! Kau Huo Bing kan? Bukannya kau hanya roh sebelumnya? Bagaimana kau bisa mendapatkan tubuh itu? Apa kau......"


Kalimat awal Lang Hu dibalas dengan anggukan penuh kebanggaan, tapi belakangnya Huo Bing terlihat seperti ingin menguliti Lang Hu hidup-hidup.


"Aku ini-"


"Ayo." potong Heiliao.


Serigala itu melangkah menuju arah Lang Yan berada setelah mengangguk singkat pada Lang Hu. Huo Bing memberikan pelototan sekali lagi yang mengatakan 'Jangan berpikir macam-macam!' kemudian mengikuti Heiliao pergi. Xika melambaikan tangannya dan pergi juga.


Lang Hu menatap kepergian ketiganya sesaat sebelum melesat pergi juga memberitahu serigala lainnya bahwa Xika telah kembali.


Tak butuh waktu lama bagi Heiliao untuk tiba di depan Lang Yan. Sorot mukanya serius, sama seperti muka Heiliao. Di sebelah Lang Yan, serigala yang Xika lihat sebelumnya, Lang Shan, juga ada di sana sambil memberikan penjelasan pada Lang Yan apa saja yang terjadi.


"Ehh.....karena kalian terlihat seperti ingin bicara serius sebaiknya aku pergi saja agar tak mengganggu." ucap Xika yang sebenarnya malas mengikuti pembicaraan keduanya.


"Tidak. Kali ini kau tetap di sini, Xika. Kau perlu mendengar hal ini juga."


Sayangnya, Heiliao tidak memperbolehkannya kabur. Namun melihat tatapan Heiliao yang lain dari biasanya itu Xika mengurungkan niatnya untuk pergi. Ia juga jadi penasaran hal apa yang akan dibicarakan Heiliao dan Lang Yan.


"Lang Shan, ceritakan sekali lagi apa saja yang kau ketahui dari mahkluk itu." kata Heiliao yang dibalas anggukan hormat dari Lang Shan.


Samar-samar Xika menduga bahwa yang dimaksud mahkluk itu adalah pemimpin ular yang tertangkap.


"Kami mengetahui bahwa ada pihak selain kaum ular yang berada di balik penyerangan ini, tapi mengenai identitasnya, kami masih belum tahu. Tapi hal yang ingin dicapai oleh kaum ular dan pihak lain dalam penyerangan ini cukup berbeda.

__ADS_1


Pihak tersebut hanya ingin memporak-porandakan desa itu tanpa tahu atau mengingini apa yang ada di desa itu. dan hanya berdasarkan keinginan pribadi. Sebaliknya, para ular memiliki motif lain dalam penyerangan mereka. Ada sesuatu yang mereka ingini di desa tak bernama itu. Mengenai hal apa itu, kami masih mencari tahu.


Selanjutnya, pihak ular hanya membawa sedikit pasukan mereka karena yakin tak ada bahaya di desa itu dan keberadaan Tuan beserta saudaranya sama sekali tak diduganya. Bahkan, mereka membawa cukup banyak ular yang masih muda kali ini untuk memberikan pengalaman.


Ular-ular tingkat lanjut yang menjadi jenderalnya dalam penyerangan kali ini ikut serta hanya demi benda itu. Dari formasi penyegelan ruang yang diciptakan mereka sebelumnya, saya menduga bahwa hal yang mereka incar adalah mahkluk hidup."


Lang Shan berhenti ketika semua informasi telah disampaikan. Ia menunggu dalam diam sambil memperhatikan wajah kedua pemimpin kaum serigala yang sama-sama sulit ditebak.


"Kerja bagus. Kau bisa keluar sekarang. Aku akan membahas masalah ini lebih lanjut dengan Heiliao."


Lang Shan menunduk sekali pada Lang Yan, dan sekali lagi pada Heiliao sebelum pergi. Tapi tatapan yang dimilikinya berbeda. Ketika menatap Lang Yan, tatapan yang dimilikinya hanyalah penghormatan sebatas bawahan kepada pemimpin. Sedangkan ketika menatap Heiliao, tatapannya berupa adorasi dan kekaguman yang sangat dalam.


Ruangan hening setelah Lang Shan pergi. Hanya terdengar suara angin yang menyapu dedaunan sesekali. Baik Heiliao maupun Lang Yan tak ada yang bicara.


"Menurutmu.......mahluk apa yang dicari mereka?" ucap Lang Yan yang pertama memecah keheningan.


"Aku tak yakin. Aku memiliki beberapa dugaan tapi......"


Lang Yan mengangguk-ngangguk. Kemudian tatapannya terkunci pada Huo Bing.


"Siapa dia? Apakah dia yang dicari kaum ular? Kau berhasil mendapatkannya?"


"Dia-"


"Ya, aku yang dicari kaum ular. Kenapa?"


Lang Yan mengerutkan kening mendengar tanggapan Huo Bing yang terkesan tidak sopan.


"Aku tak tahu kau mahkluk apa dan dari mana asalmu, tapi yang kutahu adalah kau harus bersikap sopan padaku."


"Bah. Aku bahkan bersikap tidak sopan padanya," Huo Bing menunjuk Heiliao dengan kepalanya, "kenapa aku harus bersikap sopan padamu?"


SRRRR!!!!


"Huo Bing, sudahlah. Kau ada-ada saja. Lao Yan, jangan tertipu dengannya. Lalu mengenai mahkluk apa yang dicari kaum ular kurasa aku tahu."


Xika yakin sekali ia melihat bola mata Lang Yan hampir keluar dari tempatnya ketika mendengar kalimat pertama yang diucapkannya. Namun, serigala itu berusaha mengarahkan fokusnya pada kalimat terakhir Xika.


"Kau tahu apa yang diincar kaum ular?"


"Ya. Bahkan bisa dibilang.....aku mendapatkannya? Atau Huo Bing....?"


Sekali lagi, mata Lang Yan terlihat seperti ingin meloncat keluar. Tapi serigala itu tidak bicara apa-apa. Ia menunggu Xika menjelaskan.


Dan Xika mulai menjelaskan secara singkat pertempuran mereka, bagaimana ia terbang sampai tiba di depan tugu batu yang mendadak bersinar, perbincangannya dengan bola cahaya yang mengaku sebagai kesadaran spiritual, dan bagaimana Huo Bing mendapatkan tubuhnya.


"Jadi begitu....." pandangan Lang Yan menyiratkan bahwa banyak pertanyaan di kepalanya terjawab semua oleh cerita Xika.


"Kalau mereka memang sudah tahu bahwa ada kesadaran spiritual di desa itu, maka wajar saja mereka membawa beberapa ular untuk membuat formasi penyegel ruang. Tapi sepertinya mereka terlalu lengah sampai bisa diserobot olehmu. Hahahahaha......." Lang Yan tertawa dengan puas. Ia terdengar sangat senang ketika Xika berhasil mengungguli para ular.


"Kalau begini, untuk sementara masalah ini selesai. Terus cari tahu identitas pihak lain yang bekerja bersama para ular dan apa tujuannya menghancurkan desa itu. Aku akan pergi lagi. Harusnya perjalanan kami kali ini aman karena tidak ada yang tahu dimana kami."


"Belum tentu." ucap Huo Bing.


"Kenapa?"


"Dimana ular itu ditahan? Apa ia sempat melihat kita? Para ular telah mengubah struktur dantian mereka entah bagaimana sehingga apa yang disaksikan para ular akan terlihat oleh petinggi mereka. Aku tak tahu apakah yang telrihat hanya sebatas detik-detik menjelang kematian atau lebih banyak, tapi kita tak boleh lengah.


Sebelumnya, pemimpin ular itu telah melihat kita. Dengan demikian, mereka tahu keberadaan kita dan kekuatan kita secara kasar. Itulah yang harus kita waspadai. Aku yakin mereka tak akan berhenti meminta para ular mencari tahu keberadaan kita."


Sebelum berhasil mendapat tanggapan, terdengar geraman tidak jauh dari mereka. Dari alis Lang Yan yang terangkat satu dan seolah mengatakan 'Kenapa?' Xika menduga geraman itu berarti sejenis dengan 'Lapor!' dan lainnya.


"Kenapa?"

__ADS_1


Persis seperti yang Xika duga. Ia menoleh dan pandangannya menemukan sosok manusia yang tak asing.


"Zheng Wei?"


"Xika! Syukurlah! Mereka tak percaya ketika aku bilang aku mengenalmu."


"Ada apa? Kenapa kau kesini?"


"Anu.....aku....."


Xika dapat melihat dengan jelas keraguan dan kegugupan di matanya. Ia masih melirik para serigala sesekali yang menunjukkan dirinya masih takut dengan para serigala.


"Bicara." Nada Lang Yan terdengar sangat tidak senang ketika manusia lemah mengganggu percakapannya.


"A-anu.....bisakah......lubang yang menuju desa kami ke tempat ini tidak di.....ditutup?" tanyanya takut-takut.


Xika mengerutkan alisnya bingung sementara Lang Yan menaikkan sebelah alisnya. Xika tentu bertanya-tanya kenapa dia dan desanya yang begitu takut dengan hewan spiritual meminta lubang yang menghubungkan desanya dengan tanah para serigala yang adalah hewan spiritual tak ditutup.


"Aku.....kami ingin mencoba mengatasi trauma kami....."


Melihat wajah Lang Yan yang semakin kesal Xika buru-buru mendekat dan membisikkan penjelasan di telinganya. Mendengar penjelasan Xika membuat Lang Yan lebih baik tapi ia masih menaikkan alisnya.


"Jadi, biar kuluruskan, kau meminta portal yang menghubungkan tanahku dengan desamu tidak ditutup jadi para pendudukmu bisa datang dan kemari sesukanya untuk mengatasi trauma mereka?"


Zheng Wei kelihatan agak ragu dan ingin membetulkan beberapa kata yang diucapkan Lang Yan tapi ketika matanya bertemu mata Lang Yan, Zheng Wei langsung menundukkan kepalanya dan mengangguk perlahan.


"Tidak. Aku menolak." ucap Lang Yan secara langsung tanpa mempertimbangkan. Baik Xika, Heiliao, maupun Huo Bing tak ada yang terlihat terkejut atau berusaha membujuk Lang Yan.


Heiliao sama seperti Lang Yan, seorang pemimpin serigala. Jadi kedudukan mereka sama. Kalau Heiliao setuju mungkin masih ada harapan tapi Heiliao tak berniat membantuk desa yang berniat membunuhnya. Sekali saja sudah cukup. Itupun sudah mendapat banyak tatapan tak mengenakkan.


Huo Bing, meskipun ia adalah bagian dari serigala, tapi ia tak mau dan tak punya kedudukan apapun. Kalaupun ia punya ia juga tak akan membantu. Jadi yang tersisa hanyalah Xika.


Xika dapat melihat tatapan memohon di mata Zheng Wei, tapi Xika juga menggeleng. Ia telah menyelamatkan mereka. Ia tak berutang apa-apa pada mereka. Sebaliknya, merekalah yang berutang padanya. Ia tak wajib membantunya.


Akhirnya, yang dapat diandalkan Zheng Wei hanyalah dirinya sendiri.


"To-tolonglah! Kami bersedia memberikan apapun-"


"Memangnya apa yang kau punya? Apa yang bisa berikan pada kami?"


"Ka-kami bisa membersihkan taman, merawat pohon dan menjaga alam. Kami bisa memancing-"


"Aku tanya apa yang bisa kau berikan pada kami, bukan apa yang bisa kau lakukan."


"Kami bersedia melakukan apapun sebagai gantinya. Kami bisa bekerja, memasak, menambang, menggali tanah, menanam pohon, tolonglah! Apa saja!"


Pandangan Lang Yan berubah ketika mendengar apa saja yang bisa dilakukan Zheng Wei.


"Berapa banyak penduduk desamu?"


"E-eh? Sekitar.....beberapa puluh, mungkin....?"


"Lebih detail. Berapa banyak?"


"Sekitar.....empat sampai lima puluh....."


"Bagus. Setiap hari, kirimkan dua belas orang yang bisa menambang ke tempat ini. Mereka akan membantu kami menambang dan semua hasil tambang harus diserahkan pada kami. Kalau ada yang ketahuan mencuri maka perjanjian ini akan batal dan orang yang ketahuan mencuri akan dibunuh seketika. Sebagai gantinya, kami akan mengirimkan para serigala untuk berpatroli menjaga desamu. Mengenai traumamu, kau urus sendiri."


Terdengar jeda yang cukup lama sebelum Lang Yan kembali bicara.


"Apa kau setuju?"


"......Ya."

__ADS_1


__ADS_2