Card Cultivation System

Card Cultivation System
CCS-36


__ADS_3

Gadis itu makan dengan lahap. Tidak peduli dengan tatapan heran Xika yang melihatnya sudah memakan daging Black Scorchpion lebih banyak dari yang ia kira, meskipun Xika makan lebih banyak dari gadis itu.


"Jadi....Yin Xingli, benar? Apa yang kau lakukan sebelumnya, sebelum terhisap ke tempat ini sebelumnya? Tunggu, apa kau juga terhisap oleh lubang hitam di udara?"


"........"


Gadis itu kembali seperti sebelumnya. Tidak menjawab, bahkan melirik Xika sedikitpun tidak. Ia hanya berfokus pada daging di depannya.


Melihat hal itu, Xika menghela nafas. Kemudian ia berbicara,


"Hahhh........Sesudah makan daging yang diberikan oleh orang asing, kemudian mendiamkan orang tersebut. Hahhh...... Dunia ini benar-benar sudah hancur. Apakah masih ada etika di dunia in?"


Kemudian gadis itu terdiam sebentar. Akhirnya ia mengangguk karena tidak enak dengan perkataan Xika dan sudah memakan daging Xika secara gratis. Sebelumnya ia ingin berterima kasih, tapi ia malah membuat dirinya semakin berhutang.


Sementara Xika menatap gadis itu dengan pandangan aneh.


"Huo Bing, Huo Bing!"


"Apa?"


"Sepertinya gadis itu memiliki masalah dengan kepalanya. Apa aku membawanya terlalu cepat tadi? Atau dia terluka selama pertarungan hanya saja aku tidak menyadarinya?"


"Apa yang membuatmu berpikir gadis itu memiliki masalah dengan kepalanya?"


"Aku bertanya 'apa yang kau lakukan sebelumnya?' dan ia menjawab dengan anggukan. Kau mengerti?


Itu seperti kau bertanya apa yang kau makan siang tadi? dan kau menjawabnya dengan mengangguk."


"........"


Huo Bing tidak memiliki tanggapan tentang apa yang Xika pikirkan, tapi baginya itu masuk akal.


Xika kembali berbicara,


"Apakah menurutmu semua keberuntungannya sudah dihabiskannnya di wajahnya? Jadi bagian lain tidak memiliki hal baik lagi."


"Sepertinya begitu. Bertemu denganmu sudah membuktikan ia memiliki keberuntungan yang buruk. Apalagi terjebak di tempat aneh ini bersamamu."


"Sialan! Bisakah kau tidak mengejekku dan berfokus pada apa yang kukatakan?"


"Sepertinya tidak."


"Jadi, nona Yin."


Xika melihat gadis itu dan ia tetap tidak bergerak sedikitpun meskipun dirinya dipanggil.


Jadi Xika berusaha membuatnya kesal.


"Baiklah kalau begitu Xingli."


Gadis itu diam sebentar kemudian menatapnya dengan tajam, tanda bahwa dirinya keberatan dipanggil Xika seperti itu, seolah mereka sudah memiliki hubungan yang dekat.


Namun Xika tidak memedulikan tatapan tajam gadis itu. Ia hanya akan berhenti bila gadis itu bicara.


Tapi apapun yang Xika lakukan gadis itu tidak bicara lagi. Sepertinya Xika harus puas dengan mendengar namanya sebanyak 3 kali.


'Tahu begitu aku harusnya berpura-pura tidak mendengarnya lebih banyak tadi' pikir XIka.


"Xingli. Apa rencanamu selanjutnya? Setelah menghabiskan daging dari orang asing dan tidak menjawab semua pertanyaannya tentu saja." kata Xika sengaja agar membuat gadis itu menjawabnya.


Gadis itu diam dan mengedipkan matanya beberapa kali, kemudian mengangguk.


Dan Xika semakin bingung dengan gadis di depannya ini. Sempat terlintas di pikirannya untuk bertanya apakah ia adalah manusia atau bukan tapi ia urungkan karena takut gadis itu tersinggung.


"Apa kau tidak keberatan bila kita bepergian bersama? Mungkin lebih aman daripada sendiri-sendiri di tempat aneh macam ini."


Gadis itu diam selama setengah menit. Ia bingung haruskah ia menjawab pertanyaan Xika atau tidak, karena baginya itu pertanyaan yang tidak penting. Kemudian ia menggelengkan kepalanya.


Dan muka Xika berubah menjadi sedikit kecewa, hanya sedikit, dan itu hanya sebentar saja ia perlihatkan dan gadis itu tidak menyadarinya.

__ADS_1


Namun Xika salah paham.


Yang dimaksud gelengan Xingli adalah 'tidak, aku tidak keberatan bepergian bersamamu', namun yang Xika pikirkan adalah 'tidak, aku tidak mau bepergian bersamamu'.


Kemudian Xika bangkit berdiri.


"Yah, kalau kau keberatan.......maka aku akan pergi dulu."


Kemudian Xika berjalan menjauh.


Tapi gadis itu berdiri dan mengikuti Xika dengan daging di tangan dan mulutnya dan pedang di tangan yang lainnya.


Xika berjalan selama beberapa saat kemudian ia baru menyadari bahwa gadis itu berjalan di belakangnya.


Sepertinya kami menuju arah yang sama.


Jadi Xika berbelok agar menuju arah yang berbeda dengan gadis itu. Karena pikirnya, kalau gadis itu tidak ingin bersamanya, ia tidak akan mengganggunya dan memberinya privasi.


Tapi sekali lagi gadis itu mengikutinya lagi.


Xika diam sebentar. Kemudian ia berjalan lagi.


Dan gadis itu mengikutinya.


Xika berbalik dan bertanya,


"Apakah kau.........mengikutiku?"


"......"


Seperti biasa, Xingli tidak menjawab Xika.


Xika berjalan lagi dan Xingli mengikutinya.


Akhirnya  Xika yakin bahwa gadis itu, Xingli memang mengikutinya. Jadi ia duduk dan menunggu gadis itu menghabiskan makanannya.


Xingli duduk mengikuti Xika dan menghabiskan makanannya.


"........"


Xika mengeluarkan kantung minuman dan melemparnya ke Xingli yang ditangkap dengan sempurna oleh gadis itu, kemudian diminumnya sampai tak tersisa setetespun.


"........"


Kini giliran Xika yang diam. Ia terdiam melihat gadis itu menghabiskan persediaan airnya begitu saja.


Setelah melihat wajah gadis itu yang kini cukup segar setelah menghabiskan persediaan air Xika, Xika bangkit berdiri dan hendak menjelajahi tempat ini lebih dalam lagi.


Xingli mengikutinya dan berjalan di belakang.


Xika memelankan langkahnya dan berusaha membuat dirinya sejajar dengan Xingli.


Ia kembali berusaha memulai percakapan. Ia masih penasaran tentang apa yang ia lakukan sebelumnya di hutan.


"Apa yang kau lakukan sebelumnya di hutan, Xingli?"


"........"


"Astaga! Tidak bisakah kau menjawab pertanyaanku? Apa kau hanya bicara bila ada bayaran? Sepertinya bagimu bicara itu tidak gratis ya."


"......"


Lagi-lagi Xingli hanya diam, bahkan tidak melirik Xika sedikitpun.


"Hahh......Sungguh menyedihkan diriku. Setelah semua persediaan makanan dan minumanku habis karena kuberikan pada orang asing yang kelaparan, ia bahkan tidak menjawab atau melirikku sedikitpun. Hahh......aku benar-benar sial."


Dan Xingli hanya mengangguk sebagai jawaban karena merasa tidak enak dengan perkataan Xika. Lagi.


"AHHHHHH!!!!" Xika berteriak karena sakit kepala dengan mahkluk di sebelahnya ini.

__ADS_1


"Tidak bisakah kau menjawabku, setidaknya dengan anggukan atau gelengan atau gerakan tangan?"


Xingli diam kemudian mengangguk.


"........"


Xika sudah pasrah dengan gadis di sebelahnya. Ia mencoba hal yang terlintas di kepalanya.


"Yin Xingli adalah wanita Xing Xika."


Selesai bicara sebuah pedang langsung menuju kepala Xika, dengan ekspresi datar pemiliknya tentu saja.


Xika menunduk kemudian kembali berjalan setelah melihat Xingli tidak menyerangnya lagi.


'Ternyata ia masih punya perasaan. Kenapa ia tidak menunjukkannya di wajahnya?'


Xika terus berjalan dengan gadis yang menurut Xika mengalami kelumpuhan saraf diwajahnya-mungkin akibat terlalu cantik-sehingga tidak dapat memiliki ekspresi.


Perjalan itu begitu membosankan karena mereka seolah tidak berjalan sama sekali. Pemandangan yang masuk di mata mereka hanyalah tanah hitam yang bahkan sekarang sudah tidak ada pohon kering lagi.


Jadi, sesekali Xika akan mengucapkan kata-kata yang membuat sebuah pedang melayang seperti 'Xingli mencintaiku' atau 'Xingli tidak dapat hidup tanpa Xika' atau 'Xingli dan Xika ditakdirkan bersama'.


Tapi akhirnya Xika tidak tahan dengan 'si gadis lumpuh'-Xika menyebutnya begitu karena tidak memiliki ekspresi di wajahnya-jadi ia melakukan sesuatu yang jarang dilakukannya.


"AHHH!!! Kau membuatku gila.


Bagaimana bila kita melanjutkan pertarungan kita sebelumnya? Tapi kali ini bila aku menang kau harus menanggapi perkataanku dan menatapku ketika aku bicara."


Kini Xingli menatap Xika. Dan Xika mengerti tatapan Xingli, hal yang membuat Huo Bing semakin bingung bagaimana Xika dapat mengerti arti sebuah tatapan.


Xingli bertanya apa yang akan ia dapatkan bila ia menang.


"Yah......aku tidak tahu. Apapun yang kau inginkan dariku, atau apapun yang kau ingin aku lakukan, selama dalam batas wajar."


Xingli berpikir sebentar ( Xika mengetahuinya dari matanya yang menatap ke atas ) kemudian ia setuju ( Xika mengetahuinya dari tatapan mata Xingli yang melihat ke Space Shifter kemudian menatap mata Xika).


Xika dan Xingli berpandang-pandangan selama sedetik kemudian keduanya sama-sama melompat mundur menjaga jarak.


Xika melepas Space Shifter yang sebelumnya menjadi gelang dan mengubahnya menjadi tongkat. Setelah itu ia melemparkan setengah kartunya ke atas dan melapisinya dengan berbagai elemen (dengan keempat simbol elemen yang menyala di mata kanannya tentu saja).


Di saat yang sama, Xingli memegang pedang putihnya dan melemparkan jarum-jarum ke atas dan melapisinya dengan qi.


Xika melompat menuju Xingli, dan mengarahkan kartu elemennya menuju Xingli, dan Xingli juga mendekati Xika dan mengarahkan jarumnya bertemu dengan kartu Xika.


Tapi Xika tidak bertujuan mengadu kartunya dengan jarum Xingli.


Ketika kartunya hendak bertemu dengan jarum Xingli, Xika menggesernya sedikit sehingga tidak berbenturan, kemudian ia mengarahkan kartunya menuju Xingli.


Xingli cukup terkejut dengan serangan Xika karena memang sejujurnya ia ingin mengukur kekuatannya dengan kartu Xika yang kini sudah dilapisi elemen.


Jarum-jarum Xingli jatuh karena terkejut. Memang, kontrol Xingli terhadap pengendalian benda lebih lemah dibanding Xika, apalagi ia mengontrolnya menggunakan qi yang membuat qi nya terus-menerus terkuras di mana Xika hanya membutuhkan konsentrasi untuk mengendalikan kartunya.


Xingli menangkis kartu-kartu Xika dengan pedangnya, tapi ia cukup terdesak karena banyaknya kartu yang menyerangnya.


Kali ini Xika tidak bertarung secara adil atau seperti pria, ia menggunakan seluruh kekuatannya.


Ia benar-benar ingin menang dan mendengar Xingli bicara lagi, itulah sebabnya ia menggunakan seluruh kemampuannya sejak awal.


Xika maju dan mendekati Xingli yang sudah kerepotan menghadapi kartu-kartunya.


Ia yakin akan menang ketika melihat Xingli yang sangat kerepotan.


Tapi tiba-tiba sebuah pisau dengan lubang putih di belakangnya datang dari arah kirinya.


Xika menangkisnya dengan Space Shifter, namun kini beberapa lubang putih muncul di sekelilingnya dan mengeluarkan berbagai senjata.


Pedang, tombak, pisau, anak panah, dan kapak muncul di sekeliling Xika dan mengincar dirinya.


Simbol angin muncul di mata kanan Xika dan seketika pusaran angin muncul di sekitarnya dan menerbangkan senjata-senjata itu.

__ADS_1


Ketika Xika dikepung oleh lubang putih yang mengeluarkan berbagai senjata, konsentrasinya pecah sehingga kartu-kartu yang menyerang Xingli jatuh.


Jadi kini Xingli berada di depannya dengan pedang yang mengarah menuju perutnya.


__ADS_2