
"Sayang sekali, kurasa kalian tidak akan pergi kemanapun untuk sementara? hiss....." ucap pria tua itu sambil menjulurkan lidahnya di setiap akhir kalimat.
"Heh, itu tergantung dengan kemampuanmu sebagai pemimpin para cacing." Huo Bing menyeringai lebar sambil mengacungkan jari tengahnya. Ia bersikap sangat santai seolah bukan dirinya yang terpojok melainkan para ular.
Pria tua itu hanya tersenyum sebagai tanggapan, namun beberapa ular di belakangnya kembali meludahkan serangan bersifat korosif. Huo Bing berdiri dengan tegak kemudian meludah tanpa rasa takut dan mengadu ludahnya dengan serangan ular-ular itu.
Heiliao menatap rekannya itu dengan tatapan pasrah. Ia tak habis pikir bagaimana burung setengah matang itu bisa bersikap santai disaat nyawa mereka mungkin tak akan berada dalam tubuh mereka tak lama lagi. Bahkan saat inipun burung itu masih bisa melakukan tindakan tidak berguna seperti mengadu ludah mereka.
Untuk sesaat tak ada yang bergerak sama sekali baik para ular, sepuluh sosok pengejar mereka, maupun Xika bertiga. Pria tua pemimpin para ular menatap tajam kesepuluh sosok yang berdiri berseberangan dengannya, yang dibalas dengan tatapan yang sama tajamnya.
Kesepuluh sosok tersebut, yang terdiri dari empat orang kultivator Immortal Pearl Pavillion, tiga orang kultivator Burning Abyss Clan, dan tiga orang kultivator Northern Light Palace, berusaha menebak langkah yang akan diambil oleh para ular.
Di satu sisi, mereka bersyukur bahwa para ular itu tampaknya bukan teman Xika, tapi ia tidak tahu apakah para ular itu memang murni bermusuhan dengan Xika atau memiliki tujuan yang sama dengan mereka. Kemudian salah seorang dari Immortal Pavillion Pearl, Jin Fu namanya, melangkah maju dan mengajukan diri sebagai pemimpin dari kelompok mereka yang disetujui tanpa suara oleh dua sekte besar lainnya.
"Salam," ucap Jin Fu menangkupkan kedua tangannya pada pria berjubah kuning tersebut, "boleh saya tahu urusan apa yang anda miliki dengan mereka bertiga?"
Pria tua tersebut mengabaikan salam Jin Fu, yang membuat beberapa orang di pihak Jin Fu tidak suka namun diabaikan oleh Jin Fu, "Kami tak memiliki urusan apapun dengan harta benda yang mereka miliki. Yang kami inginkan hanyalah nyawa ketiganya."
Jin Fu terdiam sejenak. Sebenarnya ia ingin mengajukan kesepakatan agar mereka mendapatkan seluruh cincin spasial kelompok Xika, sementara para ular mendapatkan nyawa ketiganya. Tapi ia ragu buah kehidupan itu berada dalam cincin spasial mengingat cerita Xian Cheng bahwa buah tersebut dimasukkan kedalam lubang hitam yang aneh. Dan tampaknya ia membutuhkan mereka hidup-hidup untuk mendapatkan buah tersebut kembali.
"Untuk saat ini kami membutuhkan mereka hidup-hidup. Kami akan segera pergi setelah urusan kami selesai." Melihat pria tua itu tidak membalas salamnya, maka Jin Fu memutuskan bahwa tidak ada gunanya lagi menjaga sopan santun. Dunia ini tidak memandang senioritas berdasarkan umur, melainkan kekuatan.
"Tampaknya aku tidak bisa membiarkan kau melakukan itu." ucap pria tua itu dengan tenang, tidak terganggu dengan sikap Jin Fu yang tak lagi mementingkan kesopanan.
"Kalau begitu......."
Jin Fu menatap pria tua itu sebentar, kemudian melirik cepat kesembilan orang lainnya, dan pertarungan antar tiga pihakpun terjadi. Tapi sebelum itu, mari kita mundur beberapa saat, ketika Jin Fu dan pria tua itu mulai berbincang.
Xika dan kedua rekannya tidak hanya diam menunggu bagaimana nasib mereka diputuskan. Mereka berusaha mencari jalan keluar dengan berdiskusi dalam pikiran mereka.
"Huo Bing, kau menyimpan buah kehidupan yang tadi bukan? Berikan padaku," ucap Xika memulai diskusi.
"Untuk apa?" tanya Huo Bing sambil mengeluarkan satu buah kehidupan.
"Kurang. Sebelumnya aku memakan dua buah kehidupan dan berhasil naik ke Forming Qi 9. Kurasa bila aku memakan beberapa aku bisa naik ke Low-Jack. Pada saat itu seharusnya pertarungan tidak akan terlalu berat sebelah." Xika mulai memakan buah yang diberikan Huo Bing tanpa menyadari ekspresi burung itu maupun Heiliao mendengarnya bicara.
__ADS_1
"Bodoh! Kau mau mati? Atau cacat? Kau bisa menerobos dengan mudah selama itu masih dalam satu alam yang sama, tapi ketika kau ingin melompat ke alam berikutnya, kau tidak bisa tergesa-gesa. Lagipula kau baru saja naik ke Forming Qi 8 di kompetisi bukan? Kemudian di ruang bawah tanah kau nekat memakan dua buah kehidupan yang membuatmu naik ke Forming Qi 9.
Kau harus menstabilkan kultivasimu dulu. Tidak peduli berapa banyakpun buah kehidupan yang kau makan, kau tidak akan naik ke Royal Realm. Yang ada malah kau meledak." Heiliao segera membantah Xika sebelum Huo Bing memberikan buah kehidupan yang lain.
"Apa?" Xika hanya bisa terdiam menatap buah kehidupan yang baru setengah ia makan.
"Makan saja yang itu untuk memulihkan tangan dan tenagamu. Sudah terlanjur." ucap Huo Bing berusaha menahan tawa melihat wajah konyol Xika yang kebingungan.
"Oh, dan bawa ini juga."
Burung itu melemparkan buah kehidupan satu untuk Xika dan satu untuk Heiliao.
"Yah, benda itu tidak dinamai buah kehidupan tanpa alasan bukan? Bawalah untuk berjaga-jaga karena tampaknya kita tidak bisa menghindari pertarungan yang satu ini."
Usai Huo Bing bicara, ketiganya langsung melompat ke arah yang berbeda menghindari hantaman yang terjadi akibat bertemunya serangan pria tua itu dengan bola api kultivator dari Burning Abyss Clan.
Pada saat itu, Huo Bing dan Heiliao melompat ke samping kiri dan kanan sehingga mereka harus bertarung dengan para ular sekaligus kelompok pengejar dari ibukota. Sedangkan Xika entah beruntung atau tidak melompat ke arah para ular sehingga ia terpaksa menghadapi ratusan ular di tahap Black yang setara dengan Middle-Jack kalau diibaratkan kultivator manusia.
Sesaat sebelum para ular menggigit tubuhnya, Xika melapisi dirinya dengan Nexus, kotak kartu yang berfungsi sebagai baju pelindung, sehingga taring para ular tak berhasil menembus tubuhnya. Kemudian Xika membakar seluruh tubuhnya dan membuat ular-ular yang tadinya hinggap di tubuhnya menjauh.
Tidak menyia-nyiakan kesempatan, Xika segera mengarahkan beberapa kartunya dan menebas ular-ular terdekat. Ia tidak berhasil menebas mereka menjadi dua tentunya, bagaimanapun juga mereka setara dengan Low-Jack, tapi setidaknya ia berhasil memberikan luka parah yang akan menjadi kelemahan fatal dalam pertarungan satu lawan satu.
SYUT!
Baru saja mengangkat kepalanya, Xika sebuah tebasan ekor kembali mengincarnya yang hanya bisa ia tahan kali ini. Ia menyilangkan kedua tangannya di depan dada sesaat sebelum ekor biru itu menghantamnya dan membuatnya terlempar menabrak sebuah pohon besar tidak jauh dari tempatnya berada sebelumnya.
Ia bisa merasakan dadanya berdenyut kesakitan di tempat lecutan ekor tersebut mengenainya. Meskipun Nexus mencegahnya mendapatkan luka berdarah, tapi benda itu tidak mencegahnya mendapatkan memar dan lebam serta membuat seluruh tubuhnya kesakitan.
Bahkan sekarang, tiga ekor ular yang membelit kakinya melilitkan diri semakin kencang hingga membuatnya kesakitan. Mengubah Space Shifter menjadi tongkat dan melapisinya dengan empat elemen, Xika menusuk ketiganya dengan Space Shifter dan sukses membuat sate ular raksasa.
Ketiga ular itu lepas dari Space Shifter setelah ia mengibaskannya beberapa kali, namun lebih banyak ular datang ke pohon baru yang Xika tempati.
Pada saat ini Xika mendapatkan sedikit gambaran mengenai kekuatannya dan kekuatan para ular. Kini, disaat ia sudah berada di Forming Qi 9, ia dapat menghadapi para ular di tingkat Low-Jack dengan tangan kosong. Ia bisa memberikan mereka luka yang cukup fatal, tapi kalau ia ingin membunuh mereka secara instan, ia masih harus bergantung pada kombinasi empat elemen.
Kalau saja ia bisa naik ke Low-Jack, maka harusnya ia bisa membantu dalam pertarungan Heiliao dan Huo Bing. Ia melirik mereka dan menemukan keduanya tengah menghadapi pertarungan kacau balau yang luar biasa. Berbeda dengan Xika yang hanya bertarung dengan para ular, Huo Bing dan Heiliao harus bertarung dengan para ular sekaligus kelompok pengejar yang melibatkan mereka dalam pertarungan tiga pihak.
__ADS_1
Di sebelah kiri, kondisi Heiliao bisa dibilang sebagai yang paling baik dari antara ketiga pihak. Setelah kembali bisa menggunakan elemen ruangnya, Heiliao membuktikan kemampuannya sebagai Penguasa Ruang. Entah sejak kapan, Heiliao menjadi semakin mahir menggunakan kemampuan ruangnya.
Serigala itu melapisi seluruh tubuhnya dengan elemen ruang. Ketika kultivator dari Northern Light Palace menusukkan pedangnya ke perut Heiliao, sebuah lubang muncul dan melahap pedang itu kemudian mengeluarkannya ke samping salah satu ular tahap Autumn Black yang setara dengan kultivator tingkat Middle-Jack dan sukses menembus perutnya.
"Hisssss!"
Kultivator dari Northern Light Palace itu sama terkejutnya dengan ular yang ia tusuk. Ia menarik kembali pedangnya dan menemukan darah yang masih menetes bukti bahwa ia benar-benar menusuk ular yang jaraknya lima meter lebih dari posisinya.
SPLAT!
Sebuah serangan berkonsentrasi qi tinggi melesat mengincar punggung Heiliao. Sebuah lubang hitam kembali muncul dan menyerap serangan itu lalu memuntahkannya kembali ke kumpulan ular yang tadinya mengepung Xika hingga membuat mereka terpencar.
Kemudian serigala itu melesat maju dan mengangkat kakinya hendak menendang kultivator dari Burning Abyss Sect yang langsung melangkah mundur. Sayangnya, baru setengah Heiliao mengayunkan kakinya sebuah lubang hitam muncul dan memindahkan kakinya ke belakang kultivator Burning Abyss Sect itu hingga membuatnya terdorong maju ke arah Heiliao.
Ketika ia melihat Heiliao mengangkat kakinya ia mengira Heiliao akan melakukan serangan tipuan lagi jadi ia tidak bertahan, sayangnya untuk kali ini Heiliao benar-benar memberinya tendangan normal tanpa ada elemen ruang yang mendarat tepat di pipinya dan membuatnya terjatuh dari atas pohon.
Di sebelah kanan, kondisi Huo Bing bisa dibilang sama buruknya dengan kondisi lawannya. Burung itu memang tak memiliki elemen ruang yang praktis untuk menyerang dan bertahan seperti Heiliao, tapi ia memiliki elemen angin yang memudahkan pergerakannya ditambah elemen api dan es yang bisa membuat musuhnya panas dingin.
Huo Bing bertarung dengan tangan kosong di awal pertarungan tanpa elemen apapun sehingga pakaian maupun ekspresinya tampak sangat berantakan. Tapi di tengah pertarungan, ketika seekor ular berniat menyerang Huo Bing yang sedang lengah, sebuah bunga es mendadak muncul dari badannya dan sukses membekukannya untuk selamanya.
SYUT!
PRANG!
Tendangan Huo Bing sukses menghancurkan ular yang barusan membeku itu dan mengirim serpihannya pada kedua belah pihak yang segera diledakannya dan membuat masing-masing musuhnya terlempar menjauh ke arah yang berbeda.
Ia memutuskan untuk menghabisi kultivator dari Ibukota dulu.
WHUSH!
Dalam satu kedipan, Huo Bing sudah berada di depan kultivator Immortal Pearl Pavillion dan sudah melayangkan kakinya hendak menendang pria itu, namun sesuatu membelit kakinya. Huo Bing hendak menoleh tapi kultivator dari Paviliun telah meninjunya lebih dulu dan membuatnya kehilangan keseimbangan, kemudian sebelum ia sempat menstabilkan tubuhnya, kakinya sudah ditarik dan dilemparkan belasan meter ke belakang dan menabrak batang pohon, kemudian jatuh ke dahan-dahan di bawahnya hingga sampai di tanah.
Dari bawah, Huo Bing melihat ular dan kultivator lainnya sedang bertarung di atas dahan pohon yang cukup lebar. Ia menyeringai lebar, kemudian membakar pohon tempat keduanya bertarung sehingga memaksa mereka untuk melompat ke dahan lain.
Baru saja keduanya mendarat, dahan tempat keduanya berpijak meledak dan membuat mereka jatuh menemani Huo Bing di bawah.
__ADS_1
Huo Bing tersenyum puas berhasil memaksa keduanya turun ke bawah.
"Hehehe........"