
"Xika? Apa itu kau?"
Lang Hu melangkah mendekat untuk memastikan sosok yang dilihatnya. Dan sosok itu memang Xika. Manusia yang dicarinya selama beberapa hari belakangan ini.
"Kemana saja kau? Aku sudah mencarimu berhari-hari."
"Tidak kemana-mana. Aku hanya diam disini saja. Kenapa kau mencariku?"
"Ah, para pemimpin memintaku memanggilmu. Ada yang mau mereka bicarakan."
Xika ingin bertanya apa yang mau dibicarakan, tapi sepertinya Lang Hu juga tidak tahu. Jadi ia mengikuti Lang Hu menuju para pemimpin.
"Lalu temanmu itu juga katanya boleh ikut. Mereka juga ingin menanyakan beberapa hal padanya."
Shu Mang juga bangkit berdiri dan mengikuti Xika. Akhirnya ia bisa terbebas dari siksaan mengerikan Lang Yao. Ia rela melakukan apapun untuk bisa lepas dari serigala itu, dan sekarang kesempatan itu ada di depannya.
Lang Jin berjalan beriringan dengan Xika sementara Shu Mang berjalan di belakang Xika. Meskipun senang, tapi ia masih tidak terbiasa dan gugup dengan para serigala. Jadi ia hanya memperhatikan Lang Hu tanpa bicara.
"Apa mereka sudah mengatur pasukan untuk masuk ke tambang itu?"
"Ya, lumayan. Tapi katanya mereka masih membutuhkan latihan sedikit lagi. Kurasa itu ada hubungannya denganmu."
"Berapa banyak yang ikut? Apa semua suku berpartisipasi?"
"Kira-kira sekitar tiga ratus. Hampir semuanya berpartisipasi. Ayahku yang melarang mereka berpartisipasi, bukan mereka yang takut. Ia melarang mereka karena hanya ada beberapa serigala kuat dalam kaum mereka. Ia takut kalau serigala utama yang menjadi pilar kaum itu jatuh, maka kaum tersebut akan musnah. Jadi ia melarang mereka."
Xika mengangguk-ngangguk. Kemudian ia melihat kakinya. Memang ada sedikit perasaan kaku, tapi jauh lebih baik daripada sebelumnya. Saat ia berada di Qi Gathering, pasti tubuhnya akan sakit atau kaku setelah diam sekian lama. Tapi kini setelah dirinya menembus Forming Qi, perasaan itu berkurang banyak.
"Ah, bagaimana hubunganmu denganmu Hongbao?"
"Kami baik-baik saja. Daripada itu, aku lebih penasaran tentangmu. Apa kau tidak tertarik memiliki pasangan? Atau semua manusia memang seperti itu? Tapi seingatku aku pernah melihat manusia yang berpasangan."
Ketika mendengar pertanyaan Lang Jin, sebuah sosok muncul dalam kepala Xika. Sosok yang sangat cantik, tapi juga dingin dan tidak memiliki ekspresi. Xika kembali memikirkan gadis itu. Kira-kira apa yang sedang dilakukannya sekarang ya?
Lang Jin melihat Xika dan mengerti ekspresinya.
"Ahhh......ya, ya. Aku mengerti."
"Apa? Apa yang kau mengerti?"
"Kau sudah memiliki gadis yang kau sukai bukan? Hanya saja kau ragu menyatakannya? Seperti saat kita pertama kali bertemu."
"Hah? Ti-tidak.....kau salah paham."
"Shhh......tenang, tenang. Aku juga mengatakan itu ketika Lang Yi dan lainnya menggodaku. Mereka selalu bilang 'tidak perlu kau sembunyikan. Kami mengerti'. Dulu aku tidak mengerti apa maksud mereka. Tapi sekarang aku sudah mengerti."
Xika menghela nafas.
"Sudah kubilang kau salah paham. Bukan itu maksudku. Aku-aku masih tidak tahu......."
Lang Hu menoleh pada Shu Mang.
"Hei, kau. Apa kau tahu siapa gadis yang disukai Xika?"
Shu Mang menjawab dengan agak kaku.
"Eh? A-ah, tidak....aku tidak tahu ia menyukai seorang gadis.........."
Lang Jin berhenti berjalan dan melebarkan matanya. Xika juga ikut berhenti berjalan karena bingung dengan serigala itu.
"Ada apa denganmu?"
"Jadi.........kau menyukai......."
Kemudian Xika mengerti bahwa Lang Hu semain salah paham karena jawaban Shu Mang.
"Tidak, tidak, tidak. Kau salah paham. Aku seratus persen normal. Oke?"
"Tapi, tadi ia bilang......."
"Aku menyukai gadis oke? Aku masih normal."
"Aha! Sudah kuduga! Jadi siapa gadis itu?" tanya Lang Hu sambil membenturkan bahunya pada Shu Mang yang dirasanya telah membantu menjebak Xika.
__ADS_1
"Aku masih tidak yakin."
"Ahhh.........kau tidak yakin kapan saat yang tepat? Tenang saja, aku bisa memberimu beberapa saran.Tapi sebelumnya, aku harus melihat gadis itu untuk tahu dimana dan kapan saat yang tepat."
"Lang Hu. Aku yang membantumu mengungkapkan perasaan pada Hongbao."
"Benarkah? Kenapa aku tidak ingat?"
"Kalau begitu akan kupukul kau sampai ingat!"
Tapi sebelum Xika menyelesaikan perkataannya, Lang Hu sudah berlari pergi. Xika berlari mengejarnya. Tapi setelah itu ia sadar bahwa kakinya tidak akan bisa menyaingi kaki Lang Hu. Jadi ia melompat dan melebarkan sayapnya.
"Ahhhhhh!!! Curang! Kau punya sayap!"
"Kau sendiri punya kaki."
"Kau juga punya kaki!"
"Kakiku berbeda denganmu!"
"Tapi aku tidak punya sayap!"
"Setidaknya kau punya bulu."
Shu Mang hanya melihat manusia dan serigala itu kejar-kejaran sambil berteriak. Ia tidak biasa melihat hal seperti ini, bahkan bisa dibilang tidak pernah. Tapi kelihatannya itu cukup menyenangkan. Jadi ia juga berlari mengejar Xika.
"Tunggu aku!"
Kemudian mereka bertiga kejar-kejaran dan baru berhenti ketika sudah dekat dengan tempat serigala berlatih.
-------------------------------------
Heaven Deity Sect, Kediaman Utama.
PLAK!
"DASAR ANAK BODOH! Kau bertemu dengan bocah itu? Dan kau membiarkannya hidup?"
Tian Yin tidak menjawab. Ia memberikan senyum sinis sekalipun pipinya terasa panas.
PLAK!
Tian Yin memandang ayahnya dengan penuh kebencian.
"Apa? Lihat apa kau? Hah?"
"Aku melihat seorang pria tua yang tidak berguna yang akan mati sebentar lagi."
DUAK!
"ANAK KURANG AJAR! Kau mendoakanku mati? Hah? HAH?"
Tian Yin jatuh tersungkur karena tendangan ayahnya. Ia mengusap darah yang menetes dari bibirnya. Kemudian ia berdiri dan berlari.
"BENAR! AKU BERHARAP KAU MATI SAJA, ORANGTUA SIALAN!"
Dan iapun melayangkan tangannya menuju wajah ayahnya. Tapi sayangnya pukulan itu tidak mendarat. Tangannya melayang di udara, terhenti karena tendangan ayahnya di perut.
"KAU BERHARAP AKU MATI? DIMANA BALAS BUDIMU SELAMA INI? KAU PIKIR KARENA SIAPA KAU BISA HIDUP SAMPAI HARI INI?"
DUAK!
Kali ini ayahnya memberikan tinju pada Tian Yin sampai anak tunggalnya itu kembali tersungkur. Tapi Tian Yin tidak meminta maaf atau merasa bersalah.
"Heh. Tentu saja semua ini karenamu. Aku begini juga karena kau, tua bangka sialan!"
DUAK!
Tian Yue menendang anaknya sampai terlempar beberapa meter. Tapi pandangan Tian Yin tidak berubah. Malahan, kebenciannya semakin dalam terhadap ayahnya.
-----------------------------
Xika menatap ratusan serigala yang sedang berlatih di lapangan dengan mata lebar. Ia tidak pernah melihat mereka berlatih sebelumnya, setidaknya tidak sebanyak ini. Beberapa serigala sudah pernah ia lihat dan kenal sementara lainnya tidak pernah Xika lihat sama sekali.
__ADS_1
Kemudian ia menoleh dan menemukan Lang Yi menerjang serigala lain dan mereka berdua berguling-guling. Entah bertarung atau apa. Beberapa serigala lain juga melakukan hal yang sama. Sepertinya memang begitu cara mereka berlatih.
Lalu ia melihat sisi lain. Beberapa serigala berbaris dengan posisi siap berlari. Kemudian terdengar aba-aba dan asap mulai muncul. Serigala-serigala itu melakukan hal yang berbeda. Ada yang lari menjauh, ada yang melapisi seluruh tubuhnya menggunakan qi, dan ada juga yang memberikan serangan pada arah kabut itu berasal.
Dan Xika mengerti bahwa para serigala itu sedang berlatih menghadapi kabut racun. Ia cukup kagum dengan mereka. Sepertinya kaum serigala tidak menganggap masalah ini dengan remeh. Kemudian beberapa serigala mendekat.
"Kemana saja kau bocah? Aku sudah mencarimu berhari-hari!"
Begitu datang, Lang Yan langsung mengomel.
"Bukannya Lang Hu yang mencariku? Jangan bilang kau bohong?"
"...............lupakan itu. Kemana saja kau?"
Xika tidak mempedulikan serigala tua itu. Ia berlari menuju serigala lain dengan tubuh yang lebih besar dan bulu berwarna hitam legam, kemudian memeluknya.
"Heiliao."
Heiliao mengeluskan kepala besarnya pada Xika. Kemudian Xika melepas pelukannya. Heiliao menatap dirinya dari atas sampai bawah memeriksa apakah anak itu baik-baik saja.
Whush!
Huo Bing muncul dan bertengger di atas kepala Heiliao.
"Apa kabar serigala gosong?"
"Burung setengah matang."
"Serigala gosong."
"Burung setengah matang!"
"Serigala gosong!"
"Baiklah, itu cukup. Ada apa kau memanggilku kesini?"
Lang Yan melangkah maju.
"Begini, kami ingin-"
"-meminta bantuanmu. Kami sudah berlatih menghadapi racun selama beberapa minggu ini. Kurasa kami sudah cukup siap. Tapi serigala tua itu masih tidak yakin. Juga, ia ingin memintamu membuat celah ruang dan membiarkan para serigala ini mencobanya. Setidaknya mereka sudah terbiasa ketika sampai di tambang sana."
"Kenapa kau memotongku?"
Heiliao mengabaikan Lang Yan, begitu juga dengan Xika. Dan membuat Lang Yan menatap keduanya bergantian dengan kesal.
"Kalau ruang, kan ada kau. Kenapa harus meminta diriku?"
"Agar kau bisa berlatih juga. Kau belum berlatih menggunakan elemen ruang lagi kan?"
"Tapi tidakkah terlalu banyak?"
"Tenang saja. Aku akan disini untuk mengawasi."
Xika mengangguk. Kemudian ia menoleh dan entah sejak kapan para serigala kembali berkerumun.
"Hei, Xika! Apa kabar?"
"Apa kau bawa kartu lagi? Aku akan membalas kekalahanku kali ini."
"Apa manusia yang lain baik-baik saja?"
"Bisa ceritakan aib Alpha kita?"
Dan seketika itu juga para serigala itu menutup mulut mereka karena tatapan tajam yang diberikan Heiliao. Dalam hati, mereka semua mengutuk serigala yang penasaran dengan aib Alpha mereka.
"Baiklah, baiklah. Cukup menyapanya. Sekarang kalian akan berpindah ruang. Cobalah untuk membiasakan diri."
Xika mendekat pada Heiliao.
"Seberapa jauh aku harus memindahkan mereka?"
"Sekitar beberapa kilo. Kau bisa?"
__ADS_1
"Akan kuusahakan."
Heiliao mengangguk. Kemudian Xika mengangkat kedua tangannya didepan dada dan menutup matanya. Yang lainnya menatap ia dengan penasaran, termasuk Lang Yan dan Shu Mang.