
Kini seluruh pola di lantai telah menyala.
Awalnya tidak ada yang terjadi.
Bahkan beberapa orang berpikir tiga ular tua itu gila.
Tapi kemudian, mereka merasakan seluruh qi dalam tubuh mereka tersedot.
"AAAHHHHH!!!!"
"URGHHHH........."
Berbagai macam teriakan memenuhi ruangan, dan kali ini penyebabnya adalah tiga ular tua itu.
Xika juga merasakan qi nya tersedot oleh pola aneh di lantai, tapi entah kenapa, pola itu sepertinya kesulitan menyerapnya.
Tidak seperti orang lain yang qi nya terus tersedot, kemudian darah, belanjut ke daging dan hanya menyisakan tulang, qi dalam tubuh Xika tersedot dengan kecepatan yang tiga kali lebih lambat dibanding kultivator lain.
Beberapa orang yang ditemui Xika di kolam lava sebelumnya menoleh untuk menatap Xika. Mereka ingin tahu apakah formasi ini bekerja pada Xika juga atau tidak.
"Sebarkan lubang hitam keseluruh tubuhmu. Jangan sampai terlihat orang lain."
Di saat genting, Heiliao memberikan saran bagi Xika.
Xika mengikuti saran Heiliao.
Cukup sulit, karena biasanya lubang itu hanya muncul begitu saja di tangannya tanpa ia pikirkan bentuk maupun ukurannya. Sekarang ia harus mengubah bentuk lubang hitam agar dapat menyelimuti seluruh tubuhnya.
Entah karena Xika memang berbakat, atau karena ia berada di situasi yang sulit, yang pasti Xika berhasil melakukannya dengan cukup cepat dan melebih perkiraan, baik Huo Bing maupun Heiliao.
Sekarang Xika sudah dapat bergerak dan bernafas dengan normal tanpa kesulitan, tapi untuk keamanan, ia harus berpura-pura berlutut kesakitan dan berteriak.
Tadinya, ia ingin bertarung melawan tiga ular tua itu dengan bantuan seluruh kultivator yang ada diruangan ini. Tapi siapa yang menyangka, bahwa ular itu bergerak lebih cepat dari yang ia bayangkan.
Xika menduga bahwa ia bisa menghancurkan formasi ini bila intinya dihancurkan. Dan lingkaran di tengah lantai itu adalah inti dari formasi ini. Ular-ular itu juga menembakkan serangan mereka ke lingkaran itu.
Dengan susah payah, Xika bergerak ke arah tengah.
Tapi ular-ular itu menyadarinya.
Salah satu dari mereka bergerak mendekatinya sambil membuka mulutnya lebar-lebar.
"Cih."
Terpaksa Xika harus mengungkapkan kekuatannya sekarang.
Ia langsung berdiri dan tidak lagi merangkak.
Ular itu datang.
Dari lidahnya, sepertinya ia orang tua yang berdiri di sebelah kanan. Ia yang hendak menyerang Xika berkali-kali tapi dihentikan oleh pria tengah.
Ular ini memiliki motif garis-garis dengan warna merah dan kuning.
Kini setelah identitasnya terbongkar, Xika menggunakan Space Shifter dan kartu pemberian ayahnya secara bersamaan.
Meskipun terdesak, tapi ia tidak menggunakan semua elemen.
Ia yakin masih ada harapan untuk hidup. Lagipula, Huo Bing dan Heiliao belum menunjukkan kekuatan mereka. Jadi Xika tidak mau mengungkapkan seluruh rahasianya, karena bila kultivator yang ada di tempat ini berhasil bertahan hidup, mereka dapat berbalik dan menyerangnya. Bisa juga keluar dan menyebarkan rahasianya, kemudian kembali dengan membawa pasukan.
Xika melempar lima kartu dan membuat mereka melayang di udara. Sedangkan tangannya menarik Space Shifter yang sebelumnya ia simpan di punggungnya.
Sebelumnya, saat di kolam lava, setelah melihat begitu banyak orang yang memiliki pikiran buruk padanya, ia tidak lagi menyimpan Space Shifter. Ia membiarkannya tetap berbentuk tongkat dan menaruhnya di punggungnya agar mudah dijangkau.
Ular bergaris itu mengarahkan taringnya pada Xika.
Xika melompat mundur.
Ketika ular itu mendekat, Xika mengarahkan kartunya untuk mengganggu penglihatan mahkluk itu.
Ukuran kartunya yang cukup kecil bila dibandingkan ular itu membuatnya menjadi serangan yang cukup efektif.
Ular itu menghentikan gerakannya karena terganggu dengan kartu Xika.
Xika tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Ia mengumpulkan qi di ujung Space Shifter kemudian menghantamkannya kuat-kuat ke arah perut ular itu.
Tubuh ular itu sedikit goyah dan kehilangan kesempatan, tapi selain itu ia tidak menderita luka berarti.
Xika melihat kartu-kartunya yang masing mengganggu ular itu.
Di sekitar mata ular itu, terlihat luka-luka berupa goresan kecil yang disebabkan kartu Xika.
Dalam hal ketajaman, sepertinya kartu Xika lebih tajam dibandingkan Space Shifter. Jadi Xika menaruh Space Shifter di punggungnya, kemudian menggunakan kartu untuk menyerangnya.
Saat ini Xika menyerang ular itu dengan banyak kartu, jadi pikirannya benar-benar terfokus sampai-sampai ia tidak menyadari orang di sekitarnya dan tersandung tubuh mereka.
"Sial!"
Xika berbalik dan melihat jarak antara dirinya dan mulut ular itu kurang dari satu meter.
Ia mengalihkan pandangannya, berharap keajaiban terjadi meskipun tidak mungkin.
Tapi keajaiban benar-benar terjadi.
Xika tidak merasakan dinginnya taring ular itu di tubuhnya juga tidak terdengar tubuhnya di tembus.
Sebaliknya yang ia dengar malah suara besi beradu.
Ia berbalik dan melihat pria besar dengan perisai yang hampir seukuran tubuhnya berdiri di depannya melindungi dirinya dari ular itu.
"Aku tidak bermaksud menyelamatkanmu, tapi kalau kau mati sepertinya harapan kami akan musnah. Jadi aku melakukan ini untuk diriku sendiri dan kau tidak perlu berterimakasih padaku." katanya menoleh pada Xika dengan tubuh yang bergetar karena menahan seragan ular itu dan tekanan dari formasi.
Xika tidak terlalu memikirkan perkataan pria itu. Yang penting sekarang ada bantuan tambahan. Sebaliknya, ia malah berpikir bagaimana pria itu dapat melindungi dirinya dan berbicara dengannya.
Kultivator lainnya bahkan tidak mampu berbicara ketika ular-ular itu menjalankan formasi ini.
Kemudian ia menoleh dan melihat beberapa kultivator lain sudah berdiri.
Xika terdiam sebentar kemudian baru menyadari alasan para kultivator itu dapat bergerak.
Sebelumnya, ketiga ular itu bekerja sama untuk menjalankan formasi. Dan hasilnya mereka menghisap qi dari seluruh kultivator dan membuat mereka kesulitan menggerakan tubuh.
Kini setelah salah satu ular itu berhenti menjalankan formasi untuk menyerang Xika, kekuatan formasi itupun berkurang. Jadi beberapa kultivator yang cukup kuat sudah bisa menggerakkan tubuhnya meskipun masih gemetar karena menahan tekanan.
Ketika Xika baru mengerti alasan para kultivator itu dapat bergerak, pria berperisai besar itu telah terhempas dan menabrak dinding.
Ular berwarna merah kuning itu yang melakukannya. Karena taringnya tidak berhasil menembus perisai pria itu, jadi ia menyerang menggunakan ekornya.
"Capsah Technique : First Way,"
Xika mengambil sebuah kartu dari balik jubahnya.
Kemudian ia menebas menggunakan kartu itu.
"Single."
Gelombang besar muncul dan menyerang ular itu dengan telak.
__ADS_1
Single cukup melukai ular itu. Serangan itu berhasil memberikan luka yang cukup dalam bagi ular bergaris merah kuning itu.
Ular itu berteriak kesakitan.
Sementara itu, Xika berteriak pada seluruh kultivator.
"Cobalah untuk menghancurkan pola lingkaran di tengah lantai. Seharusnya itu akan menghancurkan formasi ini."
Hampir seluruh kultivator langsung bergerak ke tengah. Tapi hal itu tidaklah mudah.
Meskipun tekanan telah berkurang karena hanya dua ular yang mengendalikan formasi, tapi untuk kultivator Forming Qi 3 ke bawah tekanan itu masih cukup berat untuk mencegah mereka bergerak.
Jadi yang bergerak ke tengah hanya kultivator yang berada di tingkat Forming Qi 3 ke atas.
Ular itu berhenti menggeliat kesakitan setelah mendengar teriakan Xika. Ia menatap Xika dengan pandangan penuh amarah, kemudian ia meludahkan racun pada Xika.
Xika lansung melompat mundur.
Tapi ular itu tidak lagi mengincar Xika.
Ia sadar bahwa ia tidak bisa membiarkan lingkaran di tengah hancur. Jadi ia bergegas menuju kultivator di area tengah dan menghempaskan mereka semua.
"Sialan!"
Xika berusaha mendekat beberapa kali untuk memancing ular itu agar mengejarnya, tapi itu tidak berhasil.
Tampaknya, semarah apapun ular itu pada Xika, ia masih mampu menggunakan akal sehatnya.
Tapi tidak semua kultivator di area tengah telah dihempaskan oleh ular itu.
Ular itu hanya menghempaskan mereka yang mampu berdiri saja, karena menurutnya hanya mereka yang bisa menjadi ancaman.
Tapi ia salah.
Salah seorang kultivator di tingkat Qi Gathering 9 berusaha bergerak sejak Xika berteriak.
Ia memang tidak bisa berdiri seperti kultivator yang sudah mencapai tahap Forming Qi 3, tapi ia berhasil merangkak.
Memang pelan, tapi akhirnya ia berhasil mendekati lingkaran di tengah lantai itu.
Ia mengeluarkan pisau dari cincin spasialnya.
Kemudian dengan seluruh tenaga yang ia miliki, ia mengangkat pisau itu dan mengarahkannya menuju lingkaran itu.
JLEB!
Pisau pria itu berhasil menembus lingkaran di tengah lantai. Namun pria itu tidak mampu bergerak lagi karena kehabisan tenaga.
Ular itu yang kesal karena merasa dibodohi mengangkat ekornya dan menghempaskan pria malang yang telah berjasa besar itu.
Xika tidak tahu bagaimana nasib pria itu.
Meskipun ia telah melakukan jasa besar, tapi seolah tidak ada yang peduli padanya.
Semua orang fokus melihat bagian tengah lantai.
Lingkaran itu yang tadinya bersinar paling terang, perlahan meredup setelah ditusuk pisau. Kemudian bagian sekitarnya juga mulai meredup.
Dan akhirnya semua pola di lantai meredup.
Semua kultivator memiliki ekspresi bahagia di wajah mereka. Xika juga begitu.
Tapi bahaya belum berakhir.
Dari lantai yang kini telah meredup tanpa ada satupun cahaya mulai muncul garis retakan.
Kemudian kedipan berikutnya, tanah terpecah dan seluruh mahkluk jatuh ke lubang yang cukup dalam.
------------------------
Xika tidak tahu berapa lama ia terjatuh. Tapi begitu mendarat, ia merasakan pusing yang luar biasa di kepalanya. Mungkin karena kepalanya terbentur batu beberapa kali ketika jatuh.
Ia diam sebentar untuk menghilangkan pusingnya. Ketika pusing di kepalanya hilang, ia berusaha melihat sekitar.
Tapi tak ada yang bisa terlihat karena tidak ada penerangan di tempat itu. Saat jatuh tadi, tidak ada yang sempat mengambil obor.
Xika memicingkan matanya berusaha melihat keadaan.
Yang paling menjadi masalah adalah keberadaan tiga ular itu.
Meskipun lubang ini cukup dalam, Xika yakin mereka tidak akan mati semudah itu.
Tapi Xika tidak perlu melihat untuk bisa mengetahui dimana ular-ular itu.
Tidak jauh dari Xika, terdengar suara tawa yang keras dan penuh dengan kepuasan, tapi juga kejahatan.
Xika berusaha berjalan mendekat. Cukup sulit karena tidak ada penerangan ditambah tanah yang tidak rata, ia tersandung beberapa kali, sebelum akhirnya dapat melihat bentuk samar dari ular-ular itu.
Sementara itu, Heiliao dan Huo Bing sama sekali tidak berbicara.
Biasanya, mereka akan terus berdebat dalam batin Xika dan hal itu sangat mengganggunya. Jadi Xika belajar hal baru untuk mematikan salah satu indranya. Tapi kali ini tidak.
Xika tidak terlalu memusingkan hal itu.
Ular-ular itu juga sepertinya menyadari kehadiran Xika, terlihat dari mereka yang mengarahkan pandangannya kepada Xika.
Xika mengambil kartu dari balik jubahnya dan menjempitnya di antara jarinya. Ia langsung mengambil posisi siaga.
"Hahahaha.................aku harus mengucapkan terimakasih padamu, nak!"
Xika mengerutkan keningnya karena bingung mendengar perkataan ular itu.
"Kalau bukan kau yang memiliki ide menghancurkan lingkaran tengah dan membawa kita jatuh, kami tidak akan menemukan tubuh Tetua Agung."
Raut wajah Xika memburuk.
"Hehehe........lihatlah itu."
Ular itu mengarahkan kepalanya memberi tahu Xika untuk melihat.
Xika melihat arah yang ditunjukkan ular itu.
Samar-samar, ia dapat melihat mayat ular yang cukup besar tergeletak di tanah. Ukuran itu memiliki ukuran sekitar dua puluh lima meter. Itu hanyalah diameter besar tubuhnya, bukan panjangnya. Xika tidak tahu berapa panjangnya karena cukup gelap.
Tapi ia yakin hal buruk akan terjadi bila mereka berhasil membangkitkan ular itu.
"Dan sekarang, kau tidak bisa menghentikan kami." ucap ular yang sepertinya paling bijak sambil memperlihatkan pola lingkaran di lantai tadi yang kini telah terpisah dari pola lainnya.
Tanpa bicarapun Xika tahu bahwa lingkaran itu masih menjadi inti dari formasi.
Ia segera berlari hendak merebut lingkaran itu.
Namun tindakannya itu sudah terbaca oleh para ular.
Salah satu dari mereka mengayunkan ekornya dan menghantam tubuh Xika.
Xika tidak dapat melihat dengan baik di tempat tanpa penerangan seperti ini. Berbeda dengan ular yang melihat dengan suhu tubuh musuhnya, ini adalah tempat berburu yang baik bagi ular.
__ADS_1
Xika terhempas cukup jauh. Ia terlempar entah berapa meter sebelum akhirnya berhenti karena menabrak dinding.
Ia merasakan sakit di seluruh tubuhnya.
Di tempat para ular, salah satu dari mereka melantunkan bahasa aneh yang tidak dimengerti Xika dan membuat lingkaran yang digigitnya bersinar.
Kemudian dinding disekitar mulai bersinar.
Ternyata tempat mereka jatuh memiliki ukuran yang lebih luas daripada ruangan sebelumnya.
Dinding-dinding tempat itu juga terukir pola dan pola-pola itu mulai bersinar.
"Xika, berjalanlah hingga kau mencapai simbol yang mirip dengan kerang setelah itu-"
"-Huo Bing."
Xika memotong perkataan Huo Bing.
"Sepertinya aku tidak dapat bergerak untuk sementara............"
Tubuh Xika cukup terbebani akibat hantaman ekor ular itu. Selain itu, pikirannya juga cukup lelah karena harus mengendalikan kartunya dan terus berpikir tentang bagaimana cara mengalahkan ular itu.
Huo Bing diam sebentar kemudian bicara pada Heiliao.
".........................aku harus menyerahkan ini padamu, serigala gosong."
Heiliao hanya mendengus menanggapi Huo Bing, tapi ia melompat dari balik jubah Xika tempat ia bersembunyi selama ini dan berjalan ke arah simbol kerang.
Ia menempelkan cakarnya di simbol itu kemudian simbol itu meredup sebentar kemudian menyala lagi.
Setelah itu Heiliao berjalan menuju simbol-simbol lain dan melakukan hal yang sama dengan simbol sebelumnya.
Para ular itu tidak menyadari apa yang dilakukan Heiliao.
Heiliao yang merupakan keturunan dari penguasa ruang, memiliki struktur tubuh yang berbeda dengan mahkluk lainnya.
Para ular yang melihat berdasarkan suhu tubuh tidak dapat merasakan kehadiran Heiliao. Jadi Heiliao berjalan ke sana kemari dengan santai dan cukup lancar.
Xika tidak tahu bagaimana keadaan kultivator lain, tapi sepertinya mereka mengalami luka berat. Tekanan dari formasi sebelumnya ditambah jatuh dengan jarak entah berapa meter, cukup untuk membuat mereka tidak bisa bergerak.
Xika menebak begitu karena dari tadi tidak ada suara dari manusia. Yang terdengar hanyalah suara tiga ular itu yang penuh dengan kegembiraan.
Mereka masih melakukan beberapa persiapan lagi, jadi Heiliao dapat menyentuh semua dinding dan menjalankan rencana Huo Bing sebelum ular itu menjalankan formasinya.
Saat ini, Xika yang masih tidak bisa bergerak mendengarkan rencana Huo Bing.
Sama seperti rencana Xika, rencana Huo Bing juga cukup berbahaya. Tapi Xika setuju untuk melakukan hal itu. Huo Bing sudah memberitahukan resiko rencana ini dan Xika tetap setuju.
Setelah persiapan selelesai, ular-ular itu melakukan hal yang sama dengan sebelumnya, membuka mulut dan mengumpulkan qi, hanya saja kali ini lebih banyak dan lama dibanding sebelumnya.
Xika hanya bisa menyaksikan tanpa daya dari samping. Begitu juga dengan kultivator lain.
"HAHAHAHA!!!!!!!!!!!"
Ular-ular itu tertawa gila.
"Kalian beruntung dapat menyaksikan kebangkitan Tetua Agung!"
"Setelah Tetua Agung bangkit, kalian akan mendapat kehormatan menjadi bagian dari dirinya."
Semua orang mengerti apa maksud ular itu. 'Tetua Agung' yang ular-ular itu bicarakan akan menjadikan mereka sebagai makanan.
Xika tertawa kecil dari samping.
"Benarkah?"
Ketiga ular itu memasang wajah bingung.
"Apa?"
"Benarkah Tetua Agungmu akan bangkit?"
Ular-ular itu bingung, kemudian mereka menyadari ada yang salah.
Pola-pola di sekitar tubuh ular besar itu tidak menyala, malah pola di dinding yang menyala, dan semakin lama semakin terang.
"SIALAN!"
"APA YANG KAU LAKUKAN?!!"
Ular-ular itu berteriak dengan marah.
Mereka hendak menghentikan formasi itu, tapi tidak bisa. Meskipun mereka sudah berhenti menembakkan qi ke lingkaran itu, tapi qi yang tersalurkan sudah cukup banyak untuk menjalankan formasi lain yang ada di ruangan ini.
"Aku? Aku hanya mengubah beberapa pola formasi di tempat ini.
Kemudian qi yang harusnya kau salurkan menuju mayat itu, kuubah alirannya menuju formasi lain.
Formasi teleportasi yang akan membawa semua yang tidak berkepentingan keluar dari tempat ini."
"TIDAKKK!!!!"
Ular itu berteriak dengan marah, kecewa, sekaligus ketakutan.
Sementara kultivator lain memasang wajah gembira mendengar ucapan Xika.
Tapi tidak dengan Lian Minjie, Qin Mo, dan Lin Zhu.
Kurang lebih mereka mengerti apa yang dikatakan Xika. Ia telah mengaktifkan formasi teleportasi untuk memindahkan orang lain agar terhindar dari bahaya, termasuk mereka.
Tapi tidak dengan Xika.
Mereka yakin sekali bahwa Xika memiliki kepentingan di tempat ini, terutama dengan ular itu.
Mereka bertiga, yang kebetulan jatuh di tempat yang berdekatan, memandang satu sama lain.
Meskipun tidak ada penerangan, tapi mereka melihat tatapan yang sama di mata masing-masing. Tatapan tidak percaya, tidak rela, kecewa, dan sedih.
Kebetulan, Xika juga mengarahkan pandangannya pada mereka bertiga. Kemudian ia tersenyum dengan tulus.
Simbol di dinding semakin bersinar.
Tiga sekawan itu berdiri dan berusaha mendekati Xika, setidaknya untuk mengucapkan kata terakhir atau sekedar 'selamat tinggal'.
Simbol di dinding bersinar lebih terang dari sebelumnya sampai mereka harus menutup mata.
Kemudian terdengarlah suara Xika.
"STELLAR JOKER!
Stellar adalah bintang
Joker adalah kartu
Bersinar terang
Karena kita adalah satu."
__ADS_1
WHOOOSH!