
Setelah selesai makan Xika langsung tertidur.
Karena Huo Bing makan lebih banyak dari Xika, jadi Xika telah tertidur saat Huo Bing masih makan.
Selesai makan, Huo Bing menghabiskan waktu dengan memperkuat tongkat buatannya. Ia mengambil kantung di pinggang Xika yang berisi taring beserta cakar macan-macan tersebut.
Sama seperti sebelumnya, Ia mengeluarkan api lagi dari mulutnya kemudian melemparkan bagian tubuh macan dulu baru tongkat. Sebenarnya kalau hanya memperkuat tidak perlu sampai dilebur lagi. Hanya saja kali ini Huo Bing menambahkan elemen baru, jadi harus dilebur agar efeknya lebih kuat. Kalau hanya diserap seperti biasa saja Huo Bing takut tongkat tersebut tidak akan memiliki elemen ruang.
Karena macan itu memiliki elemen ruang maka seharusnya taring dan cakarnya juga mengandung elemen ruang. Dengan begitu, bila Xika menghadapi mahkluk berelemen ruang lagi, setidaknya ia bisa menahannya dengan tongkat buatannya.
Huo Bing agak sakit hati ketika melihat Xika langsung menaruh tongkat buatannya ketika gagal melindunginya dan langsung menggunakan kartu ayahnya. Karena itu, ia berusaha memperkuat tongkat buatannya agar bisa dipakai oleh Xika.
Kalau ia tidak menambahkan elemen ruang dan terus memperkuatnya, bisa-bisa Xika tidak akan menggunakan tongkat buatannya lagi. Dan harga diri Huo Bing akan hancur bila itu terjadi. Jadi ia berusaha sebisa mungkin untuk mencegah hal tersebut.
Ketika tongkat hampir menyatu dengan bagian tubuh macan, mendadak Huo Bing merasa dirinya diawasi.
Ia menoleh ke sekitarnya kemudian menyebarkan auranya, namun ia tidak menemukan apapun yang mencurigakan.
Kemudian perasaan itu hilang seperti tidak pernah ada sebelumnya.
Tapi Huo Bing yakin itu nyata dan bukan hanya perasaanya saja.
Huo Bing segera menyelesaikan proses peleburan dan membangunkan Xika.
Ia menggoyang-goyangkan tubuh Xika.
"Hei Xika. Bangun. Bangun Xika."
Meskipun sudah digoyangkan cukup keras, Xika masih tertidur.
Mendadak sebuah ide muncul di kepala Huo Bing.
"XIKA ANAK MONYET!"
"SIALAN!"
Xika langsung bangun dan terduduk.
Kemudian ia menoleh dan melihat sekitarnya.
"Hah...hah....hah....."
Lalu ia melihat Huo Bing dan menemukan burung itu sedang menatapnya dengan tatapan yang cukup menyebalkan.
"Burung sialan! Kenapa kau mengganggu tidurku? Aku baru tidur 7 jam sialan!"
"7 jam sudah lebih dari cukup untuk kultivator. Memang kau saja yang seperti kerbau tidur terus sepanjang hari."
"Tidur itu penting untuk kesehatan tubuh tahu!"
"Tubuh manusia, bukan tubuh kultivator. Sudah kubilang tidurmu sudah lebih dari cukup untuk kultivator.
Daripada itu ada hal lain yang lebih penting untuk dibicarakan."
Xika masih ingin protes karena tidurnya terganggu, tapi ia melihat ekspresi serius di wajah Huo Bing dan segera, seluruh kantuknya menguap.
"Ada apa?"
"Saat aku menunggumu tidur, aku menghabiskan waktu dengan memperkuat tongkatmu. Aku menggabungkannya dengan taring dan cakar macan yang kau kumpulkan sebelumnya. Karena hewan itu memiliki elemen ruang, jadi harusnya bagian tubuhnya juga mengandung elemen tersebut meskipun hanya sedikit.
Ketika aku sedang meleburkan keduanya, aku merasakan sesuatu mengawasiku."
"Apa?"
"Aku menoleh dan menyebarkan auraku, namun aku tidak menemukan apapun. Setelah itu perasaan tersebut menghilang seolah tidak pernah ada sebelumnya."
"........."
"Aku merasa ada yang aneh dengan tempat ini. Sebaiknya kita cepat pergi dari sini."
Xika juga sependapat dengan Huo Bing karena itu mereka segera bergegas dan pergi.
Sambil berjalan Huo Bing memberi tahu Xika bahwa tongkatnya sudah diperkuat dan harusnya bisa menahan serangan berlemen ruang, setidaknya kalau masih setingkat dengan serangan macan sebelumnya.
"Ngomong-ngomong, apa kau tidak berencana memberi tongkat tersebut sebuah nama?"
"Nama ya...... Boleh juga.......
Ngg.....Karena dia bisa mengubah bentuk dan memiliki elemen ruang, bagaimana bila Space Shifter?"
"Nama yang jelek."
__ADS_1
"Terserah. Keputusanku sudah bulat."
Kemudian mereka melanjutkan perjalanan mereka dan kini tongkat Xika resmi bernama Space Shifter.
Tiba-tiba, dari tanah muncul sebuah ekor yang cukup tajam menargetkan kaki Xika.
Xika melompat menghindar. Ia menunggu mahkluk yang menyerang muncul.
Kemudian mahkluk itu keluar dan menunjukkan dirinya.
Mahkluk itu adalah Black Scorchpion. Hanya saja agak berbeda dengan Black Scorchpion biasa. Tubuhnya sebesar lengan orang dewasa, lebih besar dari Black Scorchpion yang biasanya hanya berukuran dua telapak kaki orang dewasa. Tubuhnya juga berwarna hitam keabu-abuan, Black Scorchpion yang biasa berwarna hitam pekat tanpa ada abu sedikitpun.
Xika mengawasi Black Scorchpion di depannya, namun sebuah ekor menyerang kakinya lagi.
Ia kembali melompat dan melihat pelakunya adalah Black Scorchpion yang lain. Kemudian sekitar seratus Black Scorchpion lain muncul dari tanah dan mengepun Xika.
"Sialan!"
Xika mengubah Space Shifter menjadi tombak kemudian mengayunkannya untuk menyerang Black Scorchpion mendekat.
"Sepertinya karena diatas tanah sangatlah kering dan tidak ada kehidupan, maka mereka pindah ke bawah tanah. Mungkin di bawah tanah masih lebih baik kondisinya dibanding diatas tanah."
"Apa? Kalau begitu jumlah mereka lebih banyak dari yang dihadapanku?"
"Bisa saja. "
"Sialan!"
Xika memutar Space Shifter dengan tangan kanannya dan tangan kirinya melempar kartu.
Beberapa Black Scorchpion ia ambil jasadnya menggunakan kartunya, untuk dimakan dan dijadikan senjata, sekaligus Xika periksa juga.
"Ternyata Black Scorchpion ini tidak memiliki elemen ruang. Untung saja. Kalau tidak, melarikan diri dari kepungan saja sudah sulit bagimu."
Xika sedikit lega mendengar ucapan Huo Bing yang memeriksa Black Scorchpion di kartunya.
Jumlah Black Scorchpion semakin lama semakin banyak seperti dugaan Xika. Meskipun ia bisa menghabisi lima atau enam sekaligus tapi akan datang sepuluh lagi dari arah yang sama.
Ia tidak bisa seperti ini terus. Lama kelamaan ia akan kelelahan dan tidak memiliki tenaga untuk melawan. Ketika itu terjadi Xika bisa melupakan bertemu paman dan ayah ibunya lagi.
Simbol Angin menyala di mata Xika.
Ia melapisi Space Shifter dengan angin yang cukup besar kemudian memutarnya beberapa kali. Black Scorchpion yang mengepungnya terlempar ke sekitarnya dan menciptakan jalan keluar bagi Xika.
Xika berlari cukup lama. Ia baru berhenti setelah dirinya merasa yakin bahwa Black Scorchpion itu tidak bisa mengejarnya lagi.
"Hah....hah....hah......"
Xika terduduk di tanah kelelahan. Ia menggunakan qi nya cukup banyak tadi untuk melarikan diri dari kepungan Black Scorchpion.
Sekitar 5 menit kemudian Huo Bing kembali mengajak Xika bergegas. Mereka tidak boleh diam di satu tempat yang sama cukup lama. Apalagi di tempat aneh yang tidak mereka ketahui ini.
Kemudian Xika berjalan maju lagi. Kali ini cukup santai. Ia tidak perlu menggunakan elemen angin di kakinya atau berlari. Meskipun jalannya juga cukup cepat.
Tiba-tiba Xika berhenti.
Tidak jauh dari tempatnya berdiri ada sebuah pohon kering yang cukup besar untuk menyembunyikan dirinya.
Xika segera bersembunyi di pohon tersebut.
"Hei Xika, apa yang kau lakukan?"
"Shhttt..... diam dulu."
Xika menoleh ke satu arah beberapa kali dan memastikan dirinya tidak terlihat dari arah tersebut.
Huo Bing mengikuti arah pandangan Xika dan menemukan gadis secantik dewi yang mereka temui sebelumnya.
"Kenapa kau bersembunyi darinya?"
"Kau gila? Pertama kali kami bertemu saja ia sudah menyerangku tanpa alasan. Aku yakin ia akan menyerangku lagi bila ia melihatku."
"Bagiku ia tidak menyerangmu tanpa alasan. Justru ia menyerangmu dengan penuh alasan.
Memang, ia pasti akan menyerangmu lagi apabila melihat wajahmu. Habis, memang wajahmu cocok untuk diserang. Aku saja gatal untuk tidak menyerangmu."
"Sialan! Seriuslah sedikit. Memangnya apa alasan ia menyerangku sebelumnya? Aku bahkan tidak tahu ia ada di sana dan juga aku tidak melakukan apapun."
"Kau lupa apa yang kau lakukan ketika bertemu gadis itu seblumnya?"
Xika berpikir sebentar.
__ADS_1
"Ngg....Kalau tidak salah aku sedang mandi."
"Tepat."
"Memangnya apa salahnya aku mandi? Apa aku tidak boleh mandi?"
"Tidak di depan gadis."
"........"
Xika membuka mulut dan menutupnya beberapa kali.
Kini ia mengerti alasan gadis itu menyerangnya. Gadis itu melihatnya mandi di sungai dan berpikir Xika akan melakukan sesuatu padanya.
Xika menghela nafas menyadari hal tersebut.
"Ngomong-ngomong Huo Bing. Aku penasaran kenapa dia tidak memiliki ekspresi sama sekali ya? Sayang juga wajah bagai bidadari tapi tidak memiliki ekspresi."
"Entahlah. Siapa yang tahu? Mungkin saja ia terkejut melihat wajahmu yang lebih buruk dibandingkan pantat monyet sampai-sampai urat di wajahnya putus dan tidak bisa membentuk ekspresi lagi."
"Sialan! Wajahku ini tampan tahu!"
"Buktinya gadis tersebut langsung menyerangmu begitu melihat wajahmu bukan? Kalau kau tampan setidaknya dia akan ragu sesaat, tapi kenyataannya? Bahkan tidak sedetikpun ia ragu."
"Itu beda kasus sialan! Kalau kondisinya tidak seperti itu ia pasti akan terpana melihat wajahku."
"Kalau begitu tunjukkan wajahmu."
Xika menoleh hendak melihat gadis itu lagi, tapi ia tidak menemukan gadis tersebut sejauh matanya memandang.
Whusssh!
Xika melompat bersalto mundur untuk menghindari pedang yang mencincar perutnya.
Pemilik pedang tersebut tidak membiarkan Xika lepas. Ia ikut lompat mengejar Xika.
Ketika melihat hal tersebut, Xika menendang gadis tersebut hingga kembali ke tanah.
Terlihat tangan gadis tersebut agak kotor terkena tendangan Xika, namun ia tidak terlalu mempedulikannya.
Xika mendarat beberapa meter dari gadis tersebut dan menatapnya dengan tajam.
"Dari yang kulihat gadis tersebut tidak terpana sama sekali dengan wajah 'tampan' dirimu mengingat tidak adanya perubahan ekspresi di wajahnya. Tapi mungkin saja aku salah. Mungkin saja sekarang tidak ada ekspresi berarti terpana. Manusia benar-benar cepat sekali berubah."
"Diamlah sialan!"
Xika dan gadis tersebut saling berpandang-pandangan. Xika memasang ekspresi serius dan tajam.
"Huo Bing."
"Apa?"
"Dia....."
"?"
"Cantik sekali."
".........."
"Kenapa aku tidak bisa melihatnya dari wajahmu?"
"......."
"Menurutmu apa alasan dia menyerangku kali ini?"
"Sama dengan sebelumnya."
"Tapi aku tidak sedang mandi kali ini."
"Tapi kau juga tidak mengenakan baju."
"......."
Karena semuanya terjadi begitu cepat, Xika tidak menyadari pakaiannya sama sekali.
Ia nyaris tidak berpakaian ketika diserap lubang hitam sebelumnya. Setelah itu ia bertarung dengan macan yang memiliki elemen ruang dan pertarungan itu ia menangkan dengan cukup sulit. Belum selesai dirinya beristirahat Huo Bing sudah mengajaknya pergi karena merasa ada yang tidak beres. Di perjalanan ia nyaris dimakan oleh Black Scorchpion.
Ia benar-benar tidak memiliki waktu untuk memikirkan pakaiannya.
Gadis itu menendang tanah maju menuju Xika sambil membawa pedangnya.
__ADS_1
Kemudian sebuah tombak muncul dari lubang putih di belakang Xika.
"Awas, Xika!"