Card Cultivation System

Card Cultivation System
CCS-61


__ADS_3

Xika menengok ke kanan dan kiri, tapi ia tidak menemukan sayap itu.


Kemudian ia merasakan hal yang aneh di punggunya.


Ia melihat punggungnya dan terkejut menemukan bahwa sayap sebelumnya kini telah menyatu dengan tubuhnya.


Sayap itu benar-benar menyatu dengan tubuhnya, bukan menempel karena diikat atau semacamnya, tapi benar-benar menyatu menjadi bagian tubuh Xika, dan ia sendiri dapat merasakan sayap itu merupakan bagian dari tubuhnya.


Mendadak sekelilingnya menjadi terang kemudian terbentuk semacam penghalang di sekitarnya.


Xika masih dapat melihat para kultivator lain yang menatapnya dengan penasaran, tapi setelah ia balas menatap dengan tajam, mereka masih tidak mengalihkan pandangan.


Bahkan, seolah-olah mereka tidak melihat Xika sama sekali.


Ia melakukan gerakan aneh beberapa kali dan para kultivator itu masih menatapnya dengan penasaran.


Sepertinya mereka benar-benar tidak bisa melihatnya.


Kemudian suara batuk dari seseorang mengalihkan perhatiannya.


Mungkin lebih tepat bila dikatakan dari seekor burung.


Burung itu cukup besar, kurang lebih sebesar Huo Bing. Burung itu juga memiliki dua warna seperti Huo Bing, namun berbeda dengan Huo Bing yang pembagian warnanya sangat sempurna, burung di depannya ini memiliki warna biru dan hijau yang bercampur.


Meskipun berbeda corak dengan Huo Bing, hal itu memberikan kesan indah tersendiri.


Xika menatap burung itu dan melihat bahwa burung itu juga balas menatapnya.


"Jadi kau yang diceritakan burung tadi?"


Xika mundur beberapa langkah karena terkejut bahwa burung itu bisa bicara.


Kemudian Huo Bing muncul dan memarahinya.


"Bodoh, jangan melihat seperti itu. Dia ini pemilik sayap yang kau temukan sebelumnya."


Huo Bing berhenti sebentar kemudian, bicara lagi tapi dengan suara yang lebih kecil kali ini.


"Ia melihatmu melakukan pose-pose aneh itu juga tadi."


Dalam hati Xika ingin sekali memukul Huo Bing, tapi ia harus menjaga sikap.


"Salam senior."


Xika menyatukan kedua tangannya dan memberi salam.


"Saya Xing Xika. Karena suatu kebetulan, saya menemukan sayap senior. Mohon maaf bila-"


"Tenanglah."


Burung itu langsung memotong permintaan maaf Xika.


"Tidak perlu terlalu sungkan. Aku hanya ingin berbincang sebentar untuk melihat karakter dirimu. Ternyata memang sesuai dengan yang ia ucapkan."


Xika sedikit mengerutkan alisnya.


"Dia?"


"Hanya teman lama, tidak perlu dipikirkan. Omong-omong, kau cukup sopan. Tidak seperti yang dikatakan burung itu."


Ia menunjuk Huo Bing.


"Ahahaha......senior, dia ini memiliki banyak sekali wajah. Senior jangan langsung percaya apa yang dia lakukan."


Xika memukul kepala Huo Bing.


Ia bicara dengan suara kecil,


"Sialan! Tidak bisakah kau tidak menjelekanku sekali saja?"


Dan Huo Bing menjawab dengan wajah santai tanpa dosa,


"Tentu saja tidak."


Dan mereka mulai berdebat.


Burung berwarna biru kehijauan itu hanya menyaksikan dari samping dan tertawa melihatv perdebatan mereka.


Mereka baru sadar setelah mendengar tawa burung itu dan menghentikkan perdebatan mereka.


"Yah, sekarang aku cukup tahu karaktermu. Setidaknya aku bisa lega meninggalkan sayapku padamu."


"Maaf senior, apakah senior punya keluarga atau sanak saudara? Saya pasti akan mengantarkan sayap senior pada mereka." kata Xika yang mengira ia hanya dititipkan sayap.


Burung itu tertawa lagi.


"Tenanglah. Aku memang punya keluarga, tapi aku tidak tahu dimana mereka, apa yang mereka lakukan, dan apakah mereka masih hidup atau tidak. Sayap itu bukan untuk keluargaku. Sayap itu untukmu."


Xika mengerjapkan matanya beberapa kali karena tidak yakin dengan pendengarannya.

__ADS_1


Sekali lagi, burung itu tertawa.


"Teman lamaku sudah mengatakan tentang hari ini. Meskipun sulit kupercaya, tapi akhirnya hari ini tiba juga." kata burung itu lebih kepada dirinya sendiri bukan ke Xika.


"Baiklah. Sepertinya sampai disini saja. Tolong gunakan sayapku dengan baik." ucap burung itu sambil tersenyum kemudian tubuhnya mulai memudar.


Ia menghilang dengan senyum di wajahnya.


Bersamaan dengan hilangnya burung itu, penghalang di sekitar Xika juga mulai hilang.


"Xika! Cepat sembunyikan sayapmu! Hal ini tidak boleh diketahui oleh orang lain."


"Apa? Bagaimana caranya?"


"Coba kau tekuk. Sama seperti kau menekuk kaki atau tanganmu."


Xika berusaha melakukan yang dikatakan Huo Bing, tapi ia tidak bisa.


Kemudian suara burung itu terdengar lagi di kuping Xika.


"Ah, aku lupa. Anggaplah ini sebagai hadiah dariku."


Setelah mengatakan itu, Xika tidak mendengar apa-apa lagi.


Dalam hati, ia berharap sayap itu bisa mengecil sampai tertutup jubahnya, tapi ia tau itu tidak mungkin. Ia berusaha menekuk sayapnya seperti yang dikatakan Huo Bing, namun karena ini adalah pertama kalinya, Xika sangat kesulitan melakukan itu.


Dan mendadak, sayap itu mengecil sendiri. Sayap itu mengecil sampai tertutup jubahnya.


"Bagaimana kau bisa melakukan itu?" tanya Huo Bing sambil masuk kembali ke dantian Xika.


Tapi Xika tidak sempat menjawab karena penghalang di sekelilingnya sudah semakin tipis, dan ia mulai bisa melihat wajah penasaran para kultivator di sekitarnya.


Segera, ia memasang tatapan tajam.


Begitu penghalang itu menghilang sepenuhnya, yang para kultivator itu lihat hanyalah Xika dengan tatapan tajamnya tanpa terlihat sayap sebelumnya.


Mereka menatap Xika selama beberapa saat, mencari keberadaan sayap itu.


Xika yang melihat mereka masih menatapnya langsung memutar-mutar Space Shifter.


Hal itu membuat semua kultivator langsung mengalihkan pandangan.


Sayap itu pasti merupakan harta berharga yang tidak kalah dengan tanaman sebelumnya. Tapi harta itu mendadak menghilang, membuat para kultivator tidak bisa memastikannya. Kalau mereka sudah yakin bahwa sayap itu jauh lebih berharga dibanding tanaman sebelumnya, mereka pasti tidak akan ragu menyerang Xika apapun yang ia lakukan.


Tapi hilangnya sayap itu membuat mereka ragu dan mengurungkan niat mereka.


Setelah sayap, Huo Bing menuntun Xika ke kolam lain.


Salah seorang kultivator yang diusirnya tidak terima namun tidak berani melawan, jadi ia hanya berkata,


"Kau kan sudah mendapat harta yang berharga, kenapa kau masih menginginkan yang lain?"


Ucapan itu disetujui oleh beberapa kultivator lainnya yang telah Xika usir.


Xika menggerakan kepalanya beberapa kali sehingga terdengar suara tulangnya.


Kemudian ia menatap mereka dan berkata,


"Apa?"


Tatapannya cukup sombong, seolah mereka hanyalah semut dan tidak layak bicara dengannya.


"Ti-tidak........"


Kultivator itu langsung ciut begitu melihat Xika menatapnya. Ia mundur dan berusaha mencari hara di kolam lain.


Xika tidak mempedulikan orang itu dan mengambil harta yang ditinggalkan.


Ia menoleh ke sekeliling dan tidak menemukan ada harta yang berharga lagi.


Jadi ia berniat untuk keluar dari sini dan melanjutkan ke tempat berikutnya.


Tapi yang menjadi masalah, Xika tidak menemukan jalan keluar. Yang ada hanya lorong tempat ia masuk tadi.


Xika yakin bahwa ini bukanlah bagian paling dalam dari makam burung ini.


Ia menoleh beberapa kali namun masih tidak menemukan jalan keluar.


Kultivator lainnya sudah sudah selesai mengambil harta dan menyadari hal yang sama dengan Xika.


Mereka menoleh ke kanan dan kiri namun mendapat hasil yang sama dengan Xika.


Mendadak Huo Bing bicara,


"Aku punya dugaan dimana pintu keluarnya, tapi aku yakin kau tidak berani."


Xika baru ingin mengumpat, tapi ia memikirkan lagi kata-kata Huo Bing dan menemukan petunjuk dalamnya.


Ia melihat sekelilingnya dan mencari hal yang berhubungan dengan petunjuk Huo Bing.

__ADS_1


Huo Bing mengatakan 'berani' yang terkait dekat dengan 'takut' dan 'bahaya'. Yang mana yang dimaksud Huo Bing, Xika tidak tahu.


Setelah mengatakan itu, Huo Bing tidak bicara lagi.


Kemudian ia melihat kolam lava.


'Ketemu.' pikirnya.


'Berani' juga terkait dengan kata lain. Salah satunya adalah sakit.


Salah satu penyebab sakit adalah panas. Dan yang berhubungan dengan panas di tempat ini hanya satu.


Kolam lava.


Untuk berjaga-jaga, ia menuju ke kolam dimana ia mengambil sayap biru hijau itu.


"Aku tidak mengatakan bahwa kolam inilah pintu keluarnya."


"Diamlah."


"Kau yakin? Lava itu cukup panas untuk membunuhmu."


"Kau bicara begitu jadi semakin meyakinkanku.


Aku sudah cukup 'kenal' dengan api. Api tidak akan melukaiku." balas Xika percaya diri.


Kemudian di bawah tatapan penasaran dan heran dari banyak orang, ia mendekat kolam lava itu, kemudian melompat masuk ke dalamnya.


Di saat Xika sudah masuk ke dalam kolam itu, Huo Bing bicara,


"Kau yakin lava tidak akan melukaimu? Lava itu kan campuran antara air dan api."


"Sialan! Kenapa baru bilang sekarang!"


Namun sudah terlambat bagi Xika untuk naik kembali.


Ia semakin terdorong ke bawah seperti ada sesuatu yang menariknya.


Awalnya Xika berusaha melawan, tapi akhirnya ia pasrah dan berpikir bahwa lebih baik menyimpan tenaga untuk menghadapi hal yang akan ditemuinya di bawah sana.


Setelah ia berhenti melawan, ia terdorong ke bawah semakin cepat.


Xika tidak tahu berapa lama karena saat itu indranya mati rasa, tapi akhirnya ia sampai ke bawah.


Ia menginjakkan kakinya dan melihat sekelilingnya.


Sementara itu, kultivator yang di atas melihat Xika dengan pandangan terkejut.


"Kasihan. Itulah kenapa kita tidak boleh terlalu serakah dengan harta."


Pria yang mengatakan hal ini mengira Xika bunuh diri karena stress akan harta yang didapatnya.


Tapi beberapa orang yang lebih pintar mengetahui ada sesuatu yang terjadi.


Xika tidak mungkin mengakhiri hidupnya begitu saja, terlebih setelah mendapatkan begitu banyak harta berharga.


Mereka mengamati kolam bebepa saat kemudian menyadari ada yang aneh dengan kolam lava itu.


Kolam itu mengandung sedikit energi ruang. Sebelumnya mereka tidak menyadarinya karena terlalu fokus dengan harta yang ada di tengah kolam itu.


Meskipun sudah menemukan pintu keluar, mereka tidak memberitahu yang lain.


Masing-masing saling berpandangan dan mengetahui makna tatapan yang lain.


Tidak perlu memberitahu tentang jalan keluar ini pada yang lain. Untuk apa berbagi? Kalau mereka menemukannya itu berarti mereka beruntung, bila tidak maka keberuntungan mereka buruk.


Qin Mo juga salah satu orang yang merasa aneh dengan tindakan Xika.


Ia melihat Xika berdiri di depan sebuah kolam. Tapi mendadak ia kembali ke kolam sayap itu.


Qin Mo berusaha memikirkan arti tindakan Xika, namun tidak dengan kultivator lainnya.


Mereka menyebar. Ada yang langsung menuju kolam terdekat, ada juga yang kembali ke kolam mereka mendapat harta.


Mendadak Qin Mo menyadari apa yang dilakukan Xika.


Ia kembali ke kolam dimana ia mengambil harta.


Ketika Qin Mo baru menyadari hal ini, beberapa kultivator sudah melompat ke dalam kolam terdekat.


Dan terdengarlah teriakan kesakitan yang memilukan.


Qin Mo bersyukur ia berusaha menyelidiki tindakan Xika dulu, bukannya langsung melompat ke kolam lava terdekat.


Jadi ia kembali ke kolam dimana ia mendapatkan harta, kemudian menarik nafas dalam-dalam, setelah itu melompat masuk.


Kali ini tidak terdengar teriakan.


Hal itu membuat kultivator yang tersisa bingung.

__ADS_1


Mengapa ada yang terluka dan menjerit saat melompat tapi ada juga yang tidak?


__ADS_2