Card Cultivation System

Card Cultivation System
CCS-108


__ADS_3

Darah menyembur keluar. Tapi yang membuat para penonton terkejut adalah pemilik darah itu. Bukan Xika yang terluka melainkan Lang Jin. Dan penyebab serigala itu memiliki garis berdarah di separuh tubuhnya adalah......sayapnya.


Seluruh serigala berdiri dan melebarkan mata mereka. Meskipun sudah ada di depan mata, mereka masih menolak untuk percaya apa yang terjadi.


Saat ini, di depan mereka Xika sedang terbang. Tapi bukan menggunakan elemen angin tapi menggunakan sayapnya. Heiliao juga terkejut dengan tindakan anak itu. Harus ia akui, terkadang ia dan Huo Bing melupakan keberadaan sayap itu hingga terkejut saat Xika mengeluarkannya.


Kali ini berbeda. Mereka ingat bahwa Xika memiliki sayap. Tapi mereka tidak menduga ia akan memperlihatkan sayapnya di depan para serigala.


Xika terbang di atas Lang Jin yang terbaring penuh genangan darah tak berdaya. Tapi banyak yang tidak mengerti apa yang terjadi. Xika memiliki sayap, itu memang mengejutkan mereka. Tapi kenapa Lang Jin kini terbaring tak berdaya di tengah genangan darah? Padahal sebelumnya ia yang dalam posisi menyerang sementara Xika dalam posisi bertahan.


Penglihatan para pemimpin lebih baik. Mereka tahu apa yang terjadi. Saat Xika sedang menahan serangan Lang Jin di balik kartunya, ia membiarkan kartunya tetap berada di tempatnya sementara dirinya mengepakkan sayapnya dan menuju Lang Jin dengan cepat. Lang Jin masih menembakkan qi jadi ia tidak bisa menghindar pada waktunya. Bahkan sebelum ia sadar, Xika telah membuat garis di tubuh serigala itu menggunakan sayapnya.


Yah, meskipun tidak semua mampu melihat seluruhnya. Ada yang hanya melihat sebagian dan menebak sisanya, ada juga yang melihat semuanya secara jelas. Tapi baik mereka melihat seluruhnya atau tidak, mereka tetap terkejut dengan fakta bahwa Xika memiliki sayap.


Lang Yan menatap Heiliao dengan marah.


"Kau! Kau sudah tahu ia bukan manusia! Kau tahu bahwa ia menyembunyikan kekuatannya!"


"Pertama, ia adalah manusia. Apa kau mencium bau burung darinya bahkan sekarang? Kedua, ya. Aku memang tahu bahwa ia menyembunyikan kekuatannya. Tapi hal itu terbongkar oleh putra bungsumu dan aku tidak menyangka ia akan memperlihatkan sayapnya disini."


Lang Yan terdiam tidak bisa menjawab Heiliao. Yang dikatakan Heiliao memang benar. Sekarangpun ia tidak bisa mencium bau burung dari Xika yang berarti Xika benar-benar manusia.  Apalagi ketika Heiliao membahas masalah mengenai putra bungsunya itu. Xuehao hendak bicara, tapi ia terpaksa berhenti karena apa yang Xika lakukan.


Di atas Lang Jin, Xika mengepakkan sayapnya. Serigala itu telah kelelahan dan kehabisan qi. Tapi Xika tidak berniat berhenti. Ia tidak menghormati Lang Jin kalau ia berhenti sekarang.


Kedua pupil matanya bersinar dengan simbol yang berbeda. Pupil kanan bersinar dan membentuk lingkaran yang berisi empat simbol elemen hingga keluar dari matanya dan berukuran sebesar dirinya. Sementara pupil kirinya hanya menyala sesaat untuk membuat sebuah perubahan pada empat simbol elemen di depannya.


Di tengah keempat simbol itu, dimana semua garis pembatas bertemu, muncul sebuah simbol baru. Simbol yang belum pernah Xika sekalipun lihat sebelumnya. Dan kini, simbol di depannya tidak lagi memiliki empat elemen melainkan lima elemen.


Lingkaran itu menyala semakin dan semakin terang. Kemudian akhirnya, simbol itu menembakkan serangan gabungan yang berasal dari lima elemen.


WHOSHHHHHHH!!!!!!


Besar kemungkinan Lang Jin akan mati kalau ia terkena serangan ini. Xika sendiri tidak bermaksud membunuhnya. Ia hanya ingin mencoba kombinasi lima simbol elemen. Untunglah sesosok bayangan melintas dan tiba di antara serangan Xika dan Lang Jin.


Sosok itu meraung sebentar sebelum serangan Xika mencapai dirinya.


DUARRR!!!!!


Asap mengepul akibat serangan Xika dan menghalangi pemandangan para penonton. Tapi hampir seluruh mahkluk yang hadir adalah serigala. Pandangan mereka lebih tajam daripada manusia. Mereka tidak perlu menunggu asap menghilang sepenuhnya untuk bisa melihat apa yang terjadi. Mereka hanya butuh asap itu menipis. Dan hal itu terjadi tidak lama kemudian.


Mereka melihat Lang Jin yang terbaring tanpa daya dan banyak yang lega karena kondisinya masih sama dengan sebelumnya dan ia masih bernafas. Di depannya Xika telah turun dan berhenti mengepakkan sayapnya, tapi ia tidak menyembunyikan sayapnya lagi.


Dan di antara keduanya berdiri sebuah sosok serigala tua yang berwibawa dan kekar. Serigala itulah yang menahan serangan Xika mengenai Lang Jin. Dan ia adalah Lang Yan.


Xika menatap mata serigala itu sebentar sebelum ia jatuh berlutut kelelahan.


Lang Yan menatapnya dengan marah.


"MANUSIA GILA! KAU BERNIAT MEMBUNUH ANAKKU?!!"


Tapi sebelum Lang Yan melangkah maju, dua sosok serigala tiba dan menghentikan dirinya.


"Lao* Yan, tenang dulu. Kita dengarkan penjelasan anak ini." ucap Lang Xuehao. Heiliao disisi lain, hanya diam tak bicara. Tapi ia siap bertarung kalau Lang Yan menginginkan nyawa Xika. Untunglah Lang Yan tidak segila itu dan mau mendengarkan penjelasan Xika meskipun dengan wajah masam.


"Mohon maaf senior. Saya tidak bermasud membunuhnya. Saya hanya menguji kekuatan saya dan tidak menyangkan akan sebesar itu." jawab Xika sambil berdiri dipapah Heiliao.


Lang Yan sudah lebih tenang tapi ia masih marah.


"Apa kau harus menggunakan anakku untuk menguji kekuatanmu?"


"Mohon maaf senior."

__ADS_1


Lang Yan hendak bicara lagi tapi Xuehao menghentikannya.


"Sudahlah, Lao Yan. Setidaknya Lang Jin masih hidup. Lagipula anak itu tidak sengaja."


"Hah! Coba saja anakmu yang diposisi Jin'er. Aku ingin tahu apa kau masih bisa bicara seperti itu."


Xuehao hanya tersenyum membalas perkataan Lang Yan.


"Ngomong-ngomong, kalimatmu barusan menunjukkan bahwa anak ini memenuhi salah satu penilaian."


Lang Yan langsung bungkam.


"Lao Xue, bagaimana? Apakah anak ini memenuhi penilaiannya?"


Lang Xuehao tidak menjawab melainkan menatap Lang Yan.


"Bagaimana, Lao Yan? Kau yang bilang atau aku?"


Lang Yan menghela nafas berat. Ia mendengus sebelum bicara.


"Baiklah, baiklah! Anak itu lolos. Puas?"


Setelah mengatakan itu ia berjalan menuju Lang Jin dan memberikan pertolongan pertama. Kemudian ia membantu putra sulungnya itu berdiri.


Para serigala langsung bersorak terutama mereka yang merupakan teman Xika dan yang telah bertaruh padanya. Sementara mereka yang bertaruh pada Lang Jin mengeluh kecewa. Sebagian besar suara ditimbulkan karena pertaruhan, mereka tidak terlalu mempedulikan apakah Xika diterima menjadi bagian dari serigala atau tidak.


Tapi dari sekian banyak serigala yang bersuara baik karena senang ataupun kecewa, ada seekor serigala yang tidak bersuara sama sekali. Ia berjalan ke tengah arena dan berdiri di antara Xika dan Lang Yan.


Serigala itu adalah Lang Hu. Ia menunduk menatap tanah. Ia tahu ayahnya marah sangat besar. Tapi ia tidak tahu apa yang dipikirkan Xika. Sebelumnya manusia itu memasang ekspresi yang sulit dipahami. Kemudian setelahnya ia memberikan senyum sebagai seorang teman.


Lang Yan menatap putra bungsunya dan Xika secara bergantian sebelum bicara,


Lang Hu membuka mulut tapi Xika yang bicara duluan.


"Tak apa, aku saja. Aku memang berniat menyembunyikan kekuatanku dari awal. Anda tidak bisa menyalahkan saya. Putra sulung anda masih lebih kuat dari saya meskipun ia menyegel kultivasinya. Saya harus menyusun rencana untuk bisa mengalahkannya." kata Xika setelah melihat tatapan Lang Yan.


"Saya berteman dengan semua serigala yang menjaga saya. Dan saya berharap mereka menyembunyikan kekuatan saya."


Lang Yan menunggu selama beberapa saat tapi Xika tidak melanjutkan. Ia menaikkan sebelah alisnya.


"Hanya itu?"


"Hanya itu."


Lang Yan ingin bertanya lagi, tapi putra bungsunya telah bicara.


"Sebelumnya..........kenapa kau tidak membuka identitasku?"


Apa yang ditanyakan Lang Hu merupakan pertanyaan yang sama di benak Huo Bing. Xika bisa saja memanggil namanya dan membuat semua orang tahu. Tapi ia tidak melakukannya. Ia hanya bertanya sekali dan menunggu jawaban. Setelah itu ia berbalik dan pergi. Kalau Lang Hu tidak mengaku maka tidak akan ada satu serigalapun yang akan tahu perbuatannya.


Xika tersenyum.


"Itu adalah keputusanmu. Dan aku menghormati keputusanmu. Aku yakin kau tidak melakukan itu tanpa alasan. Dan alasan yang kau berikan memang masuk akal. Lagipula, aku berteman dengan kalian murni karena ingin melakukannya. Bukan hanya agar kalian menyembunyikan kekuatanku saja." kata Xika pada kumpulan serigala yang datang karena penasaran.


Entah sejak kapan, arena pertarungan telah dipenuhi oleh para serigala. Yang datang bukan mereka yang menjaga Xika, tapi juga para generasi muda yang penasaran dan pemimpin-pemimin klan yang tidak mau ketinggalan.


Lang Hu kembali menundukkan kepalanya. Banyak pasang mata menatapnya saat ini dan yang ingin ia lakukan adalah menggali lubang untuk bersembunyi selamanya. Tapi ia tidak bisa. Xika sudah membantunya. Xika sudah mencegahnya lari di hadapan Hong Bao. Dan ia tidak akan lari kali ini. Tidak ketika ia bersalah pada Xika.


"Maafkan aku......."


Xika menepuk-nepuk kepala Lang Hu.

__ADS_1


"Sudahlah, kawan. Aku mungkin akan melakukan hal yang sama kalau berada di posisimu. Jangan merasa bersalah lagi. Pacarmu disini, tuh."


Tapi Lang Hu justru malah semakin merasa bersalah sampai-sampai ia menitikkan air matanya. Lang Hongbao datang dan mengeluskan kepalanya ke tubuh Lang Hu yang terisak.


Kini pandangan banyak serigala beralih ke Lang Yan. Mereka menunggunya melakukan sesuatu. Dan hal itu membuatnya mengumpat. Tadinya ia ingin membicarakan masalah ini secara pribadi. Tapi kalau sudah begini, ia harus melakukan sesuatu.


"Lang Hu."


Lang Hu berdiri dengan tegak dan berusaha menghentikan air matanya, namun gagal. Lang Yan menatapnya, dan sekali ini, Lang Hu memberanikan dirinya untuk menatap ayahnya.


"Kau salah mengerti. Aku memang berkata bahwa pertarungan ini akan mempertaruhkan nama baik keluarga kita. Tapi itu tidak berarti kau harus mengkhianati temanmu. Kalau kakakmu menang, besar kemungkinan aku akan menjadi pemimpin kaum serigala yang baru."


Lang Yan menatap Heiliao dan Xuehao. Keduanya menatapnya dengan tatapan yang sama.


"Aku tidak akan menyembunyikan fakta. Aku memang berniat untuk menjadi pemimpin kaum serigala. Tapi itu tidak berarti aku membenarkan perbuatan anakku." Ia berhenti sebentar kemudian menoleh kembali pada Lang Hu. "Aku tidak bisa mengatakan kau salah atau benar. Kau dihadapkan pada dua pilihan.


Dan yang kau lakukan adalah memilih keduanya. Itulah kesalahanmu. Tapi kau juga melakukan hal yang benar. Yaitu dengan mengaku dan meminta maaf di hadapan temanmu dan semua serigala. Aku akan marah besar bila kau tidak mengaku. Sekarang, apa kau mengerti tindakanmu?"


"Ya, ayah."


"Bagus. Sekarang ayo pulang. Kita punya keluarga baru yang akan meminta perayaan. Dan aku harus merawat kakakmu."


Kemudian ia berjalan pergi diikuti Lang Hu. Tapi Lang Jin masih diam di tempatnya. Xika berjalan mendekatinya.


"Maaf tentang seranganku sebelumnya. Aku tidak bermaksud, kau tahu, membunuhmu."


Dan untuk pertama kalinya Xika melihat Lang Jin tersenyum.


"Aku tahu. Pertarungan yang bagus. Ayo bertarung lagi kapan-kapan."


Dan setelah mengatakan itu, ia melangkah pergi dengan sempoyongan. Ia kalah hari ini. Tapi ia tidak menyesal. Karena itu adalah kekalahan yang mengagumkan. Ia akan mengingat pertarungan hari ini.


Lang Yan diam sebentar. Ia memastikan Lang Jin mengikutinya, kemudian menoleh ke Heiliao sesaat.


"Tiga tahun. Anggap itu sebagai kompensasi dariku."


Ia berbalik dan pergi. Tak ada yang menyadarinya tapi beberapa bulunya rontok karena menahan serangan Xika sebelumnya.


Heiliao hanya diam menatapnya. Kemudian ia menyadari dirinya ditepuk-tepuk Xika. Tepukannya seolah sedang dalam masalah. Ia menoleh dan menemukan Xika menatapnya dengan pandangan sedikit takut sekaligus terganggu.


'Kenapa ia menatapku terus?' tanya Xika menggunakan jiwanya.


Lang Xuehao menatap Xika secara terang-terangan dan tidak berniat menyembunyikannya. Tapi serigala itu memiliki ekspresi yang sulit diartikan.


"Xuehao. Hentikan itu. Kau membuat anak ini tergganggu."


"Ups. Maafkan aku. Tidak bermaksud."


Xika hanya tertawa pelan mengusap bagian belakang kepalanya sambil perlahan berjalan mundur dan bersembunyi di balik tubuh Heiliao.


Xuehao berniat mendekati Xika lagi, tapi ucapan Heiliao menghentikannya.


"Boleh aku tahu penilaiannya sekarang?"


--------------------


Lao artinya tua.


Lao Yan bisa berarti Yan Tua bisa juga Si Tua Yan.


Maaf, sebelumnya saya lupa kasih penjelasan.

__ADS_1


__ADS_2