
Beberapa pemimpin serigala sudah muncul. Tapi baru mereka yang berasal dari kaum minoritas. Lang Yan, Xuehao, ataupun Heiliao belum terlihat dimanapun.
"Kita bicara disini lagi?"
Lang Jin mengangguk. Kemudian ia melangkah maju meninggalkan Xika dan lainnya. Xika bergeser mendekati Lang Shu dan berbisik.
"Apa kalian tidak punya tempat lain?"
"Entahlah. Setahuku tidak."
"Apa? Kenapa?"
"Aku tidak tahu. Kenapa kami harus punya tempat lain?"
"Jadi lapangan ini berfungsi sebagai arena bertarung sekaligus ruang diskusi kalian?"
"Yah, sebenarnya tempat ini juga berfungsi sebagai tempat latihan, berpesta, berkumpul dan lainnya. Kurasa hampir semua kegiatan dilakukan di tempat ini."
Xika mengerutkan keningnya bingung.
"Kenapa?"
"Entahlah. Kami ini serigala. Tidak suka hal yang merepotkan. Lagipula kalau kami bosan, kami bisa mencari tempat lain. Kita juga punya hutan yang cukup luas. Tempat itu kadang dijadikan ruang untuk diskusi juga."
"Ah........eh, oke deh......" jawab Xika tidak tahu harus bicara apa lagi. Lang Shu tidak terlihat tergganggu dengan hal itu.
Beberapa serigala lagi datang. Dan Xika melihat Lang Yan diantara mereka. Ia bingung harus melakukan apa jadi akhirnya ia mengabaikan serigala tua itu dan berpura-pura tidak melihatnya.
Tapi serigala tua itu malah mendekati Xika. Wajahnya terlihat kesal.
"Bocah sialan! Jangan buat aku melanggar sumpahku. Kau kini bagian dari kaum serigala, hormatlah padaku!"
Xika agak bingung dengan Lang Yan yang muncul tiba-tiba, apalagi marah mendadak seperti ini. Jadi yang bisa ia keluarkan dari mulutnya adalah,
"Ah, ya. Halo."
Ekor Lang Yan mendarat di kepala Xika, kurang lebih seperti jitakan kalau diibaratkan manusia.
"Aduh!" Xika sedikit tertunduk karena ekor serigala tua itu.
"Aku sudah memberimu hormat! Apalagi yang kau mau?"
"Yang sopan, bocah sialan!"
"Bagian mananya yang tidak sopan? Kau tidak lihat wajahku ini sangat sopan?"
Kemudian Xika menunjukkan ekspresi terbaiknya, tapi sayangnya hal itu hanya membuat Lang Yan ingin memakannya. Dan ia melakukannya.
Hap!
__ADS_1
Lang Yan memasukkan Xika ke dalam mulutnya. Dan dari dalam perutnya, terdengar suara Xika.
"Ahhh! Sialan! Kenapa kalian para serigala sangat suka memasukkan aku ke dalam mulut?"
"Bokhah hihahan! Hahih herani hihak hofhan?" (Bocah sialan! Masih berani tidak sopan?)
"Ahhhh!! Sudah kukatakan aku sangat sopan! Beratus-ratus kali lebih sopan dari kau yang memasukkanku ke dalam mulutmu!"
Lang Yan ingin menggeram, tapi karena terhalangi perut Xika, ia malah mengeluarkan suara aneh, dan giginya menggelitik perut Xika.
"AH! Kau serigala tua sialan! Apa yang kau lakukan?!"
"Heh. Haha harena hau hikir hau hohan hadi hau hohan, hah?" (Heh. Hanya karena kau pikir kau sopan, jadi kau sopan, hah?"
Dan Xika berdebat dengan Lang Yan didepan para pemimpin serigala yang hadir. Mereka yang baru hadir kebingungan dengan apa yang terjadi. Lang Jin sendiri masih meragukan apakah sosok serigala didepannya itu benar-benar ayahnya atau bukan.
Akhirnya Lang Yan mengeluarkan Xika setelah anak itu berteriak-teriak dan menarik lidah serigala itu.
"Puh!"
Xika keluar dari mulut Lang Yan dan mundur beberapa langkah. Tubuhnya dipenuhi air liur Lang Yan. Ia masih tidak percaya ia mengalami hal yang dua kali. Ia benar-benar berharap Heiliao tidak akan melakukan itu padanya. Kalau tidak, ia akan mengetahui 'rasa' para pemimpin serigala.
Tidak lama setelah Xika keluar dari mulut Lang Yan, Lang Xuehao datang diikuti Heiliao tidak jauh darinya. Xuehao terlihat agak tidak nyaman sekaligus bingung jadi ia berusaha menjaga jarak dari Heiliao, tapi Heiliao kelihatannya tidak terlalu peduli.
Serigala itu malah langsung memperhatikan Xika. Ia menatap tubuh anak itu yang berlumuran liur. Keningnya mengerut. Sebelum ia bertanya, Xika sudah memberitahu pelakunya. Ia menunjuk Lang Yan.
Rapat sudah mau dimulai sementara tubuh Xika masih terus meneteskan liur Lang Yan. Untungnya, liur itu masih bisa disingkirkannya menggunakan elemen air. Itu benar-benar menjijikan, tapi Xika berkomunikasi dengan liur itu dan 'meminta' mereka pergi.
Kini, semua pemimpin kaum serigala telah tiba. Selain mereka, masih ada Xika, Lang Jin, Lang Shu, dan beberapa serigala lain yang datang bersama mereka. Meskipun seharusnya mereka tidak boleh mengikuti rapat para pemimpin, tapi bagaimanapun juga, mereka akan menemui Shu Mang lagi. Jadi tidak ada bedanya memberitahu mereka sekarang atau nanti.
"Saudaraku! Kita berkumpul disini untuk membicarakan hal yang penting. Mengenai apa hal itu, aku yakin kalian sendiri sudah mendengar kabarnya. Aku juga tidak terlalu tahu mengenai masalah ini. Anakku yang lebih tahu tentang hal itu. Mari kita dengar cerita lengkapnya."
Lang Yan berdiri di tengah para pemimpin lainnya, Heiliao tidak terlalu peduli akan hal itu. Saat ia masih menjadi Alpha dulupun, memang Lang Yan yang lebih sering bicara dibanding dirinya. Lang Yan menoleh menatap putra sulungnya, tapi Lang Jin menggeleng.
Ia menoleh pada Xika. Xika melihat sekelilingnya dan sadar ia harus bicara. Dan iapun melangkah maju.
"Eh, halo semuanya! Maaf, saya tidak begitu yakin bagaimana menyapa kalian dalam acara formal. Saya juga tidak menguasai bahasa kalian, dan untuk itu, saya minta maaf sekali lagi. Saya disini ingin berbicara mengenai manusia-bukan saya, manusia lain-yang datang kesini. Saya akan jelaskan secara rinci.
Saya menemukannya penuh dengan racun di taman, dan racunnya menyebar pada tanaman-tanaman spiritual yang berharga. Terimakasih pada Lang Du dan lainnya, kami berhasil menghentikkan racun itu agar tidak menyebar lebih jauh. Tapi itu tidak akan bertahan lama. Jadi kita harus cepat.
Dengan beberapa trik, dibantu oleh Lang Jin dan lainnya, saya berhasil mengorek informasi dari manusia itu. Dan kebetulan saya pernah bertemu dengannya-meskipun tidak bisa dianggap teman-sehingga lebih mudah untuk membuatnya bicara.
Saya tidak yakin apakah kalian semua pernah mendengar nama ini atau tidak, tapi ia berasal dari Divine Array Clan. Namanya Shu Mang. Secara tidak sengaja, ia menemukan celah spasial yang membawanya menuju sebuah tambang. Benar, ini adalah tambang yang sejak tadi mengganggu pikiran kalian. Tambang batu spasial."
Banyak serigala langsung heboh meskipun mereka sudah berusia lanjut dan tidak seharusnya melakukan tindakan itu, tapi keberadaan berharga semacam tambang batu spasial membuat mereka tidak bisa menahan diri dan kembali bersikap seperti anak kecil.
"Saya telah berbicara, dibantu teman saya Lang Jin, tentu saja, dan pemuda itu bersedia berbagi tambang itu dengan kita bila kita merawatnya sampai sembuh. Ia akan menuntun kita menuju celah spasial yang ia lalui sebelumnya. Tapi seperti yang kita tahu, kebanyakan celah spasial tidak stabil. Jadi saya tidak tahu berapa lama lagi celah itu akan bertahan dan kita harus cepat.
Berdasarkan ekspresi kalian, saya menebak kalian pasti tidak keberatan dengan persyaratannya bukan? Hanya mengobati seorang manusia dan kita akan memiliki tambang spasial. Tapi sayangnya, Shu Mang, pemuda itu, tidak sendiri. Dalam tambang itu ia diserang hingga terluka seperti sekarang ini. Saya tahu kebanyakan dari anda sekalian masih akan memilih untuk menyelamatkan pemuda itu dan mengambil alih tambang dari si penyerang.
__ADS_1
Tapi saya harus memberitahu anda siapa penyerang tersebut. Dan hal itu pasti akan mengubah pikiran kalian. Shu Mang terluka oleh racun Purple Blood Devilish Scorpion. Seperti yang kita tahu, jenis itu tidak banyak di Dinasti Lin. Dan teman saya, Lang Yao, sudah mengkorfimasi bahwa hanya ada satu orang yang memiliki dan bisa menggunakan racun itu.
Dan ia dikenal sebagai Si Tangan Ungu. Saya tidak yakin apakah kalian semua sudah mendengar tentang nama itu, jadi saya akan jelaskan secara singkat siapa Tangan Ungu itu. Dia adalah salah satu ahli racun hebat yang berdiri di puncak Dinasti Lin.
Seperti yang saya katakan tadi, ia adalah Ahli Racun. Jadi sekarang, saya berdiri disini, untuk bertanya pada anda sekalian keputusan apa yang akan kita, para serigala ambil? Sebelum kalian mengambil keputusan, saya akan menceritakan sedikit alasan kenapa Tangan Ungu memiliki permusuhan dengan pemuda itu.
Shu Mang, ia bisa menggunakan Divine Array. Sebagai Ahli Racun, tidak heran bila banyak orang membencinya dan menjadi musuhnya. Tapi permusuhan Tangan Ungu ini sedikit berbeda. Ia memiliki dendam mendalam pada Divine Array Clan. Mungkin sebagian dari anda tidak tahu, tapi Divine Array Clan, sudah tidak bisa menggunakan Divine Array. Ironis sekali bukan?
Sampai suatu hari lahir pemuda bernama Shu Mang, yang bisa menggunakan Divine Array. Klannya sangat menjaga dia. Entah apa yang terjadi, ia pergi berkelana ke tempat yang jauh dari klannya. Dan alasan Tangan Ungu hendak membunuh pemuda ini, terkait dengan fakta bahwa Shu Mang bisa menggunakan Divine Array. Besar kemungkinan ia ingin menghancurkan klan itu dari akarnya, dan dimulai dari Shu Mang. Saya tidak tahu cerita lengkapnya dan hanya ini yang bisa saya ceritakan.
Jadi pilihan apa yang akan kita ambil? Disatu sisi, kita telah berjanji pada pemuda itu, bahwa kita akan membagi tambang itu bersama. Tapi kita akan menghadapi Tangan Ungu bila memilih pemuda itu, dan saya yakin korban yang berjatuhan tidak akan sedikit. Pemuda itu mengatakan bahwa Tangan Ungu sekalipun tidak akan bisa menghentikan kita.
Ia benar. Tapi Tangan Ungu dapat memperlambat kita mengambi alih tambang itu. Dan mungkin ia akan berhasil menyebarkan berita mengenai tambang tersebut saat ia tahu tidak bisa menguasainya. Tidak ada yang tahu tentu saja, tapi saya akan mengingatkan anda bahwa dia adalah Ahli Racun. Dan Ahli Racun terkenal licik.
Disisi lain, kalau kita memilih Tangan Ungu, kita harus menyerahkan pemuda itu sebagai bentuk ketulusan kita dan itu berarti kita akan mengkhianati dia. Lagipula tidak ada jaminan Tangan Ungu akan menerima ketulusan kita. Dia adalah Ahli Racun, siapa yang tahu apa yang dpikirkannya? Dan bisa saja ia juga mengkhianati kita dan berbalik menyerang kita. Pada saat itu, siapa yang tahu tindakan apa yang akan ia lakukan dan konsekuensi yang ditimbulkannya?
Itu saja dari saya. Saya hanya menceritakan baik dan buruknya kedua pilihan. Sisanya akan saya serahkan pada anda sekalian. Saya harap anda semua membuat keputusan yang bijak. Terima kasih."
Setelah itu Xika membungkuk dan berjalan ke sisi Lang Jin dan Lang Shu. Lang Jin menatapnya. Xika tidak tahu apa yang dipikirkannya. Dan akhirnya yang diucapkan serigala itu adalah,
"Lidah yang bagus."
Sekali lagi, Xika tidak tahu harus sedih atau senang. Ia masih tidak tahu apakah itu pujian atau hinaan. Sementara Lang Shu di samping hanya bisa menatap Xika dengan penuh kekaguman. Ia memang suka bicara, sangat. Tapi ia tidak bisa bicara selancar Xika, apalagi di depan para pemimpin serigala. Setiap kali ia bertemu salah satu dari mereka, ia langsung ciut dan tidak berani bicara. Dan hal itu membuat Lang Shu menatap Xika dengan pandangan baru.
Tidak ada tepukan tangan yang biasanya manusia lakukan setelah seseorang selesai berpidato. Tapi mereka menepukkan ekor mereka ke tanah berkali-kali. Mungkin itu bisa disamakan dengan tepukan? Entahlah, Xika tidak tahu.
Setelah Xika berjalan ke pinggir, Lang Yan dan Heiliao maju ke tengah. Kali ini mereka tidak terlihat bermusuhan. Bahkan sebaliknya, mereka terlihat seperti rekan. Lang Yan bicara dan Heiliao seperti sebelumnya, diam. Tapi keberadaannya disana telah menambah apa yang kurang dari kaum serigala selama ini.
Mereka sudah beratus-ratus tahun hidup tanpa dipimpin oleh Alpha. Dan hari ini, adalah hari pertama mereka rapat dengan Alpha mereka. Meskipun Heiliao belum menyelesaikan seluruh tugasnya dan masih belum bisa dianggap sebagai Alpha, tapi banyak yang sudah menganggapnya demikian. Baik para generasi muda ataupun para pemimpin.
"Nah, saudaraku! Kalian sudah mendengar apa yang dikatakan bocah itu tadi. Jadi apa yang akan kita lakukan? Sekedar mengingatkan, serigala disampingku ini masih belum menjadi Alpha jadi ia tidak punya suara mutlak seperti sebelumnya. Hal ini akan kita putuskan bersama."
Heiliao disampingnya tidak begitu peduli dengan ucapan Lang Yan. Ia hanya diam, membiarkan serigala lain membagikan pandangan mereka. Kemudian banyak serigala mulai berbicara. Sesekali, mereka akan mendukung yang lain. Tapi ada juga yang menentang keputusan yang lain. Seperti inilah diskusi para serigala, mereka mengutarakan opini dan pendapat masing-masing, kemudian menilai baik dan buruknya opini masing-masing. Tapi tidak ada yang menggunakan kekerasan, meskipun sesekali mereka akan berteriak pada serigala yang mempunyai pendapat berbeda.
"Menurutku, sebaiknya kita menyerahkan manusia itu. Jauh lebih berisiko berhadapan dengan Tangan Ungu. Aku tidak bilang bahwa kita takut atau lebih lemah darinya. Tapi kalau bisa menghindari pertumpahan darah, kenapa tidak?"
"Meskipun begitu, tidak ada jaminan ia akan bekerja sama dengan kita. Seperti yang anak itu bilang sebelumnya, ia adalah Ahli Racun. Siapa yang tahu pikirannya?"
"Kalaupun ia mengkhianati kita meskipun kita sudah menyerahkan pemuda itu, korban yang jatuh akan lebih sedikit."
"Belum tentu. Siapa yang tahu? Lagipula, kalau kita menyerahkan anak itu, kehormatan kita sebagai serigala akan tercoreng."
"Hidup kita lebih berharga dibanding kehormatan."
"Ada beberapa hal yang lebih berharga dari hidup. Dan salah satunya adalah kehormatan. Jangan katakan padaku hanya sebatas ini kehormatanmu? Hah? Bicaralah, Lang Bu!"
Heiliao, Xuehao, dan Lang Yan tidak ikut diskusi. Keberadaan mereka akan mempengaruhi psikologis serigala lain sehingga dapat menyebabkan mereka mengambil keputusan yang salah. Alih-alih bergabung, ketiganya berdiskusi dengan satu sama lain.
Sementara para pemimpin serigala sibuk berdiskusi dan menentukan tindakan yang harus mereka ambil, Xika, Lang Jin, Lang Shu, dan serigala lain sibuk bermain kartu.
__ADS_1