
Xika menatap tempatnya berdiri sebelumnya dan melihat pecahan es serta kaki Elder Xu yang menginjak tanah sampai berbekas. Sementara itu, di belakangnya, berdirilah seorang gadis cantik yang tengah memegang kerah bajunya seperti sedang memegang leher anak kucing.
Bagaimana Xika bisa berada di posisi itu? Sebaliknya kita mundur beberapa saat.
Sebelumnya, ketika kaki Elder Xu hanya berjarak kurang dari lima centi dari wajah Xika, Liang Jihua si gadis cantik keluar dari kepulan asap yang mengelilingi kelompok Zhen Fang dan membuat semacam lapisan es untuk menahan kaki Elder Xu.
Setelah itu, Liang Jihua bergegas dan menarik kerah baju Xika seperti memegang leher anak kucing dan membawanya mundur dari jarak serang Elder Xu. Alhasil, Elder Xu hanya bisa menendang lapisan es sekaligus tanah tempat Xika berada sebelumnya.
Xika masih bingung dengan kondisi saat ini dan ia memiliki beberapa pertanyaan di kepalanya, tapi yang paling penting adalah,
"Anu, Nona? Sampai kapan kau hendak memegang kerah bajuku?"
Liang Jihua melirik Xika sekilas kemudian berdecak, "Cih." setelah itu melemparkan Xika seperti sekarung beras.
Bruk!
"Aduh!"
Elder Xu menatap kedatangan Liang Jihua dengan alis terangkat. "Oh? Kau berhasil melarikan diri dari asap Si Tua Li? Tampaknya kau cukup hebat nak. Tapi.....kenapa kau menyelamatkan bocah itu? Apa kau memiliki hubungan dengannya? Mengejutkan. Aku jadi penasaran dengan identitas bocah itu. Siapa dia sebenarnya sampai bisa memiiliki hubungan dengan seseorang dari Northern Light Palace?"
Dan disinilah Xika, berdiri seperti orang bodoh menatap Liang Jihua dan Elder Xu bergantian. Kalau boleh jujur, ia juga penasaran mengapa gadis itu menolongnya. Seingatnya, ia tak pernah bertemu gadis itu sebelumnya. Apa ia diutus Xingli? Hm, Xika tak bisa membayangkan hal itu.
Tapi sebelum Xika sempat meluruskan kesalahpahaman yang ada, Liang Jihua telah menyerang lebih dulu. Gadis itu mengayunkan lengannya dan menciptakan beberapa jarum es yang terbang menuju Elder Xu. Mata Xika menyipit melihat jarum itu.
Jarum adalah senjata yang digunakan Yin Xingli, disamping pedang. Apa ini hanya perasaannya saja atau kini gadis itu tampak semakin mirip dengan Yin Xingli?
Tentu saja, Elder Xu menghindari semua jarum itu dengan mudah. Tapi tujuan Liang Jihua bukanlah memberikan luka pada Elder Xu melainkan mengalihkan perhatiannya. Bahkan sebentar saja sudah cukup.
Di saat Elder Xu menghindari jarum-jarum es Liang Jihua, gadis itu merentangkan kedua tangannya lebar-lebar kemudian segera mengarahkannya menuju Elder Xu. Lebih tepatnya ke bawah Elder Xu. Dari sana, muncullah sebidang es yang licin.
Elder Xu langsung menyadari rencana Liang Jihua. Pergerakannya akan terbatas bila terus berada dalam bidang es gadis itu, jadi Elder Xu berusaha keluar. Tapi Liang Jihua tidak membiarkan Elder Xu keluar. Ia menggerakan bidang es itu sehingga terus mengikuti Elder Xu kemanapun ia pergi.
"Jangan bengong saja, bantu aku! Bukankah kau ini kuat?!" Liang Jihua setengah berteriak pada Xika.
Sebenarnya Xika ragu gadis itu berteriak padanya karena di belakangnya masih ada Li Tang dan Yun Xingzhao, tapi tatapan Liang Jihua terpaku tepat ke arahnya.
"Eh?"
Mungkin sakit terkejutnya Xika dengan hal-hal yang terjadi begitu cepat, ia jadi bingung dan terdiam sesaat. Tapi teriakan Liang Jihua menyadarkannya.
"Ah, benar! Nona Liang, aku akan coba masuk ke dalam bidang esmu dan kembali melawan Elder Xu. Apa kau bisa membuatku tidak tergelincir di esmu? Dan bisakah kau memberikan bantuan semacam duri es dari bawah? Selain itu, Saudara Li, bisakah kau membantuku?"
"Bidang es gadis itu mengganggu teknikku! Bisakah kau menyingkirkannya?!"
"Berisik!" Liang Jihua balas menjawab.
Xika menoleh dan menatap Yun Xingzhao yang sudah lebih sadar. "Saudara Yun, bisakah kau memberikan serangan jarak jauh berupa meteor atau semacamnya? Tapi jangan sampai menghancurkan bidang es Nona Liang!"
Yun Xingzhao mengangguk sambil berkata, "Akan kuusahakan. Semoga aku berhasil."
Dari samping, kembali terdengar suara Liang Jihua, "Kau harus berhasil! Kalau bidang esku hancur dan orang tua itu mengeluarkan kita dari babak ini, akan kubunuh kalian semua!"
Nampaknya ucapan Liang Jihua itu berhasil membuat mata Yun Xingzhao terbuka semakin lebar. Xika di sisi lain, hanya bisa tertawa kering. "Sungguh gadis yang 'ramah'."
WHUSH!
Xika melompat dan masuk ke dalam bidang es Liang Jihua. Tapi sesaat sebelum ia mendarat, hawa dingin berkumpul di kakinya hingga membentuk sesuatu semacam sepatu. Mengenakan sepatu itu, Xika tidak merasa licin sama sekali di bidang es itu.
"Halo, Elder! Aku akan membalas tendangan yang tadi!" ucap Xika ramah sambil melayangkan kakinya.
Elder Xu refleks menunduk untuk menghindar. Tapi bidang es Liang Jihua yang licin membuat gerakan Elder Xu berantakan sehingga ia hampir jatuh. Entah bagaimana, tangannya berhasil mencegah dirinya jatuh. Mungkin ia melapisi tangannya dengan qi sehingga tidak licin.
"Serang bodoh! Jangan diam saja!"
Xika terkagum dengan Elder Xu yang tidak jatuh sampai jadi bingung sesaat. Untungnya Liang Jihua selalu siap untuk menyadarkannya dengan mulut pedas gadis itu.
__ADS_1
Angin berkumpul di tangan Xika kemudian membentuk pisau. Ia menusukkan pisau itu ke bahu Elder Xu, tapi sekali lagi, Elder Xu berhasil menghindar.
Kini, posisi Elder Xu tampak terbalik. Tangannya di bawah sementara kakinya di atas. Mungkin ia menyadari bahwa es kurang licin bila kau berjalan dengan tangan jadi memilih posisi itu. Tapi yang pasti, posisi itu membuat Xika semakin sulit menyerang pria itu.
Biasanya bagian tubuh yang menjadi target adalah perut hingga dada atau kepala. Tapi karena semua itu berada di bawah, Xika jadi kesulitan menyerangannya. Apalagi, setiap kali Xika berusaha menyerang perut pria itu, kaki Elder Xu langsung melayang mengincar wajahnya.
"Hei! Apa kau tidak bisa melakukan sesuatu?" teriak Xika pada Liang Jihua.
"Diamlah!"
SYUSH!
Dari samping, sebuah meteor kecil melaju mengincar tangan Elder Xu yang menjadi tumpuan tubuhnya. Namun sayangnya, serangan Yun Xingzhao itu meleset. Xika curiga Elder Xu sudah sering bertarung dengan posisi itu mengingat bagaimana mudahnya ia menghindari serangan Yun Xingzhao.
Meteor Yun Xingzhao yang meleset menabrak bidang es Liang Jihua dan menyebabkan bolong di satu tempat.
"Jangan keras-keras bodoh!" umpat Liang Jihua.
Xika jadi bingung bagaimana bisa ia berpikir Liang Jihua menyerupai Yin Xingli beberapa saat lalu? Xingli hampir tidak pernah menggunakan mulutnya. Berbeda jauh dengan Liang Jihua.
Elder Xu melihat kesempatan. Ia bergegas ke bidang es yang bolong. Tapi sebelum ia menempatkan tangannya di sana, sebuah duri dari bayangan muncul dan menyerempet lengannya.
"Kerja bagus, Saudara Li!" Xika tersenyum pada Li Tang. Tapi jawaban yang terdengar tidak berasal dari Li Tang.
"Berisik! Berhenti bicara dan cepat kalahkan pria tua itu sebelum kita dikeluarkan dari babak ini!"
Sebenarnya Xika agak bingung bagaimana ia harus menyerang Elder Xu. Ia ingin mengarahkan angin pencabik tapi takut terlalu kencang dan menghancurkan bidang es Liang Jihua. Selain itu, kagok rasanya melawan Elder Xu dengan posisi yang terbalik seperti ini.
Akhirnya, Xika melakukan tindakan yang berhasil membuat Liang Jihua berteriak, "Kau jangan ikut-ikutan bodoh!"
Yap, benar. Xika melompat dan mendarat dengan kedua tangannya. Tidak lupa, ia menyelimuti tangannya dengan qi seperti yang dilakukan Elder Xu. Pria tua itu menatap mata Xika yang sejajar dengan matanya menggunakan tatapan yang melihat orang gila. Kemudian ia terkekeh.
"Bocah, kupuji tekadmu. Tapi hanya tekad saja tak akan berhasil mengalahkanku."
Elder Xu melayangkan kakinya. Xika juga tak mau kalah, balas menendang. Sesekali, keduanya memberikan serangan menggunakan tangan, tapi segera dilanjutkan dengan tendangan lagi.
Kalau pertukaran serangan Xika dan Elder Xu sebelumnya berhasil membuat Li Tang terkagum, kali ini ia hanya bisa geleng-geleng kepala. Xika cukup gila untuk bertarung dengan posisi terbalik seperti itu. Tapi yang lebih gila, ia masih mampu menyaingi Elder Xu.
Tentu saja, itu karena Liang Jihua, Yun Xingzhao, dan Li Tang membantu Xika. Tapi sekalipun begitu, kemampuan Xika bertarung tetap tidak bisa dikesampingkan. Kalau orang biasa, mungkin akan kesulitan bertarung dalam posisi terbalik seperti itu dan tidak memiliki nyali untuk mencobanya langsung di pertempuran.
Beberapa saat berlalu dan bolong di bidang es Liang Jihua sudah semakin banyak. Apa boleh buat. Bukan Yun Xingzhao yang tidak pandai membidik, tapi Elder Xu yang terlalu pandai menghindar. Tentu saja, Liang Jihua juga membantu dengan teriakan 'Bodoh!' atau 'Jangan begitu, sialan!' dan semacamnya.
Xika melirik bidang es Liang Jihua. Dilihat dari kondisinya yang sudah memiliki banyak bolong, tampaknya bidang es itu akan hancur tak lama lagi. Daripada menunggu Elder Xu yang menghancurkan, lebih baik ia saja yang hancurkan sekarang. Sekalian bisa memberikan serangan.
Jadi setelah bertukar beberapa serangan lagi, Xika mundur menjaga jarak. Ia melompat dan mendarat dengan kaki sehingga berdiri layaknya manusia normal lagi. Elder Xu tersenyum melihatnya karena mengira Xika sudah kehabisan tenaga.
Tapi bukan itu alasan Xika berhenti berdiri terbalik. Ia hendak menghancurkan bidang es ini untuk mengalihkan perhatian Elder Xu sekaligus menyusun rencana baru. Selang dua tarikan nafas setelah Xika berdiri normal, ia mengangkat tangan kanannya, kemudian mengayunkannya kuat-kuat.
Untuk sesaat Elder Xu bingung apa yang Xika lakukan. Tapi kemudian angin kencang datang dan menghancurkan bidang es Liang Jihua hingga menjadi serbuk es tajam yang menuju Elder Xu. Angin kencang itu bukan hanya menghancurkan bidang es Liang Jihua, tapi juga berhasil menghempaskan Elder Xu.
Setidaknya, akan butuh waktu beberapa saat bagi Elder Xu untuk untuk kembali. Tapi tentu saja, Liang Jihua tak akan tinggal diam.
"Dasar bodoh! Kau menghancurkan bidang esku!"
Tapi Xika tidak mempedulikannya. Ia melompat mundur sambil berteriak, "Saudara Yun, tukar tempat! Saudara Li, bantu Saudara Yun! Aku akan coba menyusun rencana!"
Baik Yun Xingzhao maupun Li Tang tidak banyak tanya. Yun Xingzhao segera maju mengambil peran Xika sementara Li Tang berlutut dan menempatkan tangannya di bawah, siap memberikan berbagai serangan tak terduga menggunakan bayangan. Tak lama setelah bertukar tempat, Elder Xu kembali menyerang.
"Cih! Kudengar kau kuat! Tapi tampaknya berita itu salah!"
Sebenarnya Xika bingung darimana gadis ini mendengar berita tentang dirinya, tapi hal itu bisa ditunda. Yang penting sekarang adalah mengalahkan Elder Xu agar pria itu tidak mengeluarkan mereka secara paksa dari babak ini.
"Nona Liang, aku tidak ingat kapan bertemu denganmu atau punya masalah apa denganmu. Tapi apapun itu, sebaiknya kita selesaikan setelah masalah ini berakhir."
"Huh! Memang itu mauku."
__ADS_1
"Begini, Nona Liang. Apa kau bisa membuat serbuk es? Seperti ketika aku menghancurkan bidang esmu dan merubahnya menjadi serbuk es, bisakah kau membuat serbuk yang sama?"
Liang Jihua mengerutkan keningnya. "Aku bisa. Tapi untuk apa? Hanya serbuk seperti itu tak akan mengalahkannya."
"Aku mungkin bisa menerbangkan serbuk esmu dan membuatnya tetap berada di sekitar Elder Xu. Pada saat itu, bisakah kau mengubah serbuk esmu menjadi duri tajam atau meledak?"
"Apa es terlihat seperti elemen yang bisa meledak di matamu?" Liang Jihua menatap Xika layaknya orang aneh, "tapi aku tak masalah dengan duri tajam."
"Bagus. Satu lagi. Apa kau bisa mengeluarkan hawa dingin yang membuat tubuh melemah?"
Liang Jihua masih menatap Xika seperti orang aneh tapi ia tetap menjawab, "Aku bisa."
"Kalau begitu kau bertugas mengatur serbuk es dan hawa dingin. Cobalah untuk berkoordinasi dengan Saudara Li. Sekarang, bisakah kau bertukar tempat dengan Saudara Li? Aku perlu menyampaikan rencana ini padanya."
Setelah berdecak kesal, Liang Jihua melesat ke samping Li Tang. "Minggir. Dia ingin bicara denganmu."
Li Tang tampaknya masih bingung tapi ia tak membantah dan bergegas mundur ke tempat Xika berada.
"Saudara Li, dalam pertarungan kali ini, aku ingin kau bekerja sama dengan Nona Liang untuk serangan jarak jauh. Ia akan menyebarkan serbuk es di udara yang akan berubah menjadi duri tajam tergantung situasinya. Aku ingin kau menjaga bagian bawah. Bisakah kau membuat duri-duri di tanah dengan bayangan? Mungkin sesekali mengikat kakinya."
Setelah berpikir sebentar, Li Tang mengangguk. "Tidak masalah."
"Bagus. Dan, bisakah kau menggantikan Saudara Yun sebentar? Aku perlu mengatakan langkah selanjutnya pada dia. Mungkin dengan klonmu?"
Whush!
Tanpa menjawab, Li Tang segera melesat menggantikan Yun Xingzhao. Di tengah jalan, tubuhnya terbelah menjadi tiga, kemudian terbelah lagi menjadi lima. Ia mengangguk pada Yun Xingzhao, dan Yun Xingzhao langsung mundur.
"Oke, apa peranku kali ini?" tanya Yun Xingzhao bersemangat alih-alih ketakutan atau cemas.
"Saudara Yun, kaulah kunci dalam pertarungan kali ini. Mungkin hanya kau yang bisa melakukannya." Xika berhenti sebentar untuk melihat Yun Xingzhao dan menemukan pria itu tengah menelan ludahnya, tapi matanya masih dipenuhi dengan semangat.
"Begini, dari yang kulihat Elder Xu itu tipe yang bertarung dengan jarak dekat. Selain itu, disamping kultivasinya yang hanya di tingkat Forming Qi 9, tampaknya ia mempunyai tubuh yang kuat. Mungkin saja ia sebenarnya Body Cultivator. Karena itu aku ingin memintamu melawannya.
Bisakah kau melakukan teknik yang sebelumnya? Membuat tubuhmu menjadi seperti meteor? Tapi kali ini gunakan teknik itu cukup lama, jangan hanya sebentar saja. Aku ingin kau melawan Elder Xu dengan tubuhmu yang menjadi meteor. Harusnya itu cukup seimbang dengan tubuh kuat Elder Xu."
"Eh? Apa? Menggunakan teknik itu untuk waktu yang lama? Aku tak tahu. Aku tak pernah menggunakannya dalam waktu yang lama sebelumnya. Aku hanya menggunakannya sesaat layaknya bintang jatuh, meteor. Bersinar sesaat kemudian hilang."
"Kita hanya punya peluang untuk mengalahkannya bila kau menggunakan teknik itu. Aku yakin kau sudah tahu betapa kerasnya pukulan Elder Xu bukan?"
Yun Xingzhao mengangguk. Ia tak perlu diingatkan mengenai betapa kerasnya pukulan Elder Xu. Bahkan sekarangpun, ia masih merasakan nyeri di kepalanya walau tak seberapa.
"Nona Liang akan mendukungmu dengan duri esnya. Ia akan menebarkan serbuk es di sekitar Elder Xu dan mengubahnya menjadi duri es untuk membantumu. Saudara Li juga sama. Ia akan memberikan dukungan dengan duri-duri bayangan.
Sementara aku akan berusaha menahan pergerakan Elder Xu sebisa mungkin. Kalau memungkinkan, aku akan memberikan angin tajam sesekali. Sisanya, kuserahkan padamu. Bisakah kau melakukannya?"
Ekspresi berat muncul di wajah Yun Xingzhao. Meskipun begitu, ia tetap mengangguk. "Aku akan mencoba yang terbaik."
"Terima kasih. Persiapkan dirimu. Aku akan maju dan menahan Elder Xu untuk sementara. Setelah kau siap, berteriaklah. Aku akan menghempaskan serbuk es Nona Liang dan itu akan menjadi tanda bagimu untuk maju."
SYUT!
Sekali lagi, Xika kembali melesat menyerang Elder Xu. Kali ini ia berdampingan dengan klon-klon Li Tang. Itu mungkin kemampuan yang merepotkan sebagai lawan, tapi sebagai kawan, klon-klon itu sangat membantu. Sambil bertarung, Xika berbisik pada Li Tang. Karena ia tak tahu yang mana tubuh yang asli, Xika bicara saja pada klon terdekat. Ia berharap kalaupun itu bukan tubuh asli, tubuhnya yang asli akan mendengar.
"Setelah mendengar teriakan Yun Xingzhao, segera mundur. Fokus saja pada apa yang kuminta kau lakukan tadi. Tolong katakan hal yang sama pada Nona Liang."
Syukurlah Xika benar. Kelihatannya seluruh klon Li Tang yang lain mengetahui apa yang Xika bicarakan sebelumnya. Jadi salah satu dari mereka mundur ke belakang perlahan untuk memberi tahu Liang Jihua aba-abanya.
Xika kembali bertukar serangan dengan Elder Xu. Pertempuran menjadi lebih mudah dengan adanya klon Li Tang. Namun tujuan mereka saat ini bukan mengalahkan Elder Xu, melainkan hanya mengulur waktu. Setidaknya sampai Yun Xingzhao siap dengan teknik meteornya.
Set.
Ketika menoleh ke belakang, Xika melihat tubuh Yun Xingzhao yang telah berubah menjadi seperti meteor. Tidak lama lagi ia akan berteriak.
"Bersiaplah. Ia datang!"
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, Yun Xingzhao berlari. Xika, Li Tang, dan Liang Jihua menatap satu sama lain dan sama-sama mengangguk. Inilah saatnya.
"HEAH!"