
"Uwaahhhh.........serigala kecil yang lucu." kata Lin Zhu yang langsung mengangkat Heiliao yang baru keluar dari balik jubah Xika.
Selama ini, Heiliao tidur di balik jubah Xika. Meskipun Xika banyak bergerak, tapi Heiliao dapat tidur dengan nyaman. Ia baru keluar saat ini karena ia baru bangun. Xika sendiri tidak tahu mengapa Heiliao tidur begitu lama dan baru bangun sekarang.
"Apa dia peliharaanmu Xika?" tanya Lin Zhu sambil tersenyum melihat Heiliao.
Mendadak tubuh Heiliao membesar sampai sama dengan wujud aslinya sebelum ia berubah jadi telur.
Lin Zhu yang terkejut melihat perubahan itu jatuh, dan setelah itu, Heiliao menimpa Lin Zhu dengan cakarnya.
".............."
Lin Zhu tidak dapat berkata apa-apa sakin kagetnya, sementara Lian Minjie dan Qin Mo berteriak.
"Xi-xika.....dia ini apa lagi?" tanya Lian Minjie gugup karena agak takut melihat wujud Heiliao.
"Ya-yah......."
Xika bingung harus menjawab apa, jadi ia menatap balik Heiliao.
Heiliao melihat tatapannya kemudian berkata,
"Lang Heiliao."
Setelah mengatakan itu, tubuhnya mengecil kemudian ia melompat ke pundak Xika dan duduk disana.
Lin Zhu bangun agak bingung sementara Qin Mo dan Lian Minjie melebarkan matanya melihat Heiliao yang dapat mengubah ukurannya sesuka hati.
Belakangan ini Heiliao jadi semakin dekat dengan Xika, dan Xika merasa bahwa hubungan mereka lebih baik dibanding sebelumnya. Setidaknya kali ini mereka tidak berhubungan buruk dan Heiliao tidak akan mencoba mengambil nyawanya.
".........apa?"
"Yah.......seperti yang dia bilang, dia Lang Heiliao."
Tiga orang itu menatap Xika dengan bingung sementara Xika sendiri juga menjelaskan dengan bingung.
"Apa namanya Lang Heiliao?" tanya Lin Zhu hati-hati.
"Ya, kau benar."
"Dia ini apa?" tanya Qin Mo penasaran.
"Seperti yang kau lihat, dia ini serigala."
Mereka menatap Xika dengan pandangan aneh. Xika mengerti pandangan itu. Memang bukan itu yang mereka maksud, tapi ia juga bingung ketika ditanya Heiliao itu apa.
Akhirnya tiga orang lainnya menyerah untuk mencari tahu siapa dan apa itu Heiliao.
Setelah berkenalan dengan Huo Bing dan Heiliao, ketiga orang itu jadi lebih diam.
Xika lah yang mencairkan suasana. Setelah beberapa saat, ketiga orang itu kembali menjadi diri mereka yang dulu. Berisik dan suka bercanda.
Mereka berjalan selama beberapa saat sebelum akhirnya mencapai kota tujuan mereka.
Lewat hutan, mereka telah memotong lebih dari setengah perjalanan. Ditambah, Huo Bing sempat membawa mereka terbang dan itu memotong setengah waktu yang diperlukan untuk mencapai kota ini.
Jadi mereka hanya berjalan seperempat jalan dari keseluruhan.
Di depan mereka berdiri gerbang yang lebih besar dan mewah dibanding gerbang kota sebelumnya. Ada tulisan besar 圣鸟 Sheng Niao atau yang berarti burung suci di gerbang itu.
Legenda mengatakan bahwa beberapa ratus tahun yang lalu, ketika kota ini diserang oleh serbuan hewan liar, seekor burung ilahi datang dan mengusir semua hewan-hewan itu dalam sekejap. Kemudian burung itu tinggal di dekat kota ini sampai akhir hayatnya untuk menjaga desa ini. Untuk menghormati burung suci yang telah menjaga kota ini selama beberapa ratus tahun, penduduk setempat membuat sebuah kuil untuk burung itu dan mengubah nama kota ini menjadi Kota Burung Suci.
Begitulah yang Xika baca di papan besar yang ada diluar gerbang.
Ia membacanya sambil menunggu antrian.
Mereka mengantri selama beberapa saat sebelum akhirnya masuk ke kota. Tentunya mereka juga diminta biaya masuk, namun biayanya sama dengan kota sebelumnya.
__ADS_1
Ketika masuk ke dalam kota, Xika melihat poster-poster ditempel di dinding.
Kemudian salah satu poster itu menarik perhatiannya.
Poster itu memberitahukan perampokan yang terjadi beberapa hari lalu di kota sebelah dan mengingatkan para warga untuk berhati-hati. Tidak diketahui ada berapa banyak perampok yang ada, namun saksi mata mengatakan ada empat orang. Sampai saat ini perampok tersebut belum tertangkap dan masih tidak diketahui didentitasnya. Poster itu juga memberi tahu bahwa perampok itu membobol toko obat dan mengingatkan pemilik toko obat yang lain untuk berhati-hati.
Di bagian bawah poster itu terdapat alamat toko yang dirampok dan hadiah sebesar 500 koin perak bagi yang berhasil menangkap perampok tersebut.
"Kak Lian, kau harus melihat ini." panggil Xika pelan sambil berusaha bersikap biasa.
Lin Zhu dan Qin Mo juga ikut mendekat karena pensaran.
Kemudian mereka membaca poster yang ditunjuk oleh Xika.
Belum sempat mereka bereaksi, seorang pria tua mendekat.
"Ah, kalian juga melihat peringatan itu ya. Kejam sekali bukan? Merampok seluruh toko sampai tak tersisa satu obat pun. Tapi itu juga salah pemiliknya sih. Kalau aku, tidak mungkin bisa dirampok semudah itu. Setidaknya, aku pasti dapat melihat identitas mereka." kata pria tua itu dengan sombong.
"Ah, apa kalian pemilik toko obat juga? Kenapa aku belum pernah melihat kalian?"
"Bukan, kami bukan pemilik obat."
"Kamilah yang merampok toko obat itu." kata Huo Bing di kepala Xika.
"Kami memang pendatang baru. Saya dengan teman-teman saya memang suka berpetualang. Kami berkeliling ke berbagai tempat." balas Xika dengan ekspresi, sikap, dan bahasa yang sangat normal sehingga tidak akan ada orang yang curiga bahwa ialah yang merampok toko obat itu.
"Ah, begitu ya.... kalau begitu selamat datang di kota ini. Silakan berjalan-jalan."
Kemudian pria tua itu berjalan menjauh sambil melambaikan tangannya.
Xika membalas lambaian tangan itu juga sambil ditatapi oleh tiga orang lainnya.
Mereka menarik Xika ke sebuah gang sepi dan bertanya,
"Pintar sekali kau mengarang."
"Apa kau memang pernah merampok sebelumnya?"
Xika langsung diserbu rentetan pertanyaan.
"Ahahaha.....aku belum pernah merampok sebelumnya. Mengenai bersikap normal......mungkin itu bakat terpendamku?" kata Xika sambil tertawa menggaruk kepalanya.
"Sepertinya kita harus banyak belajar pada Xika."
Qin Mo mengangguk setuju pada ucapan Lian Minjie.
"Kau pasti akan sukses bila bermain drama." ucap Lin Zhu dengan yakin.
Xika hanya tertawa mendnegar perkataan mereka bertiga.
"Apakah kita harus mengubah penampilan kita?" tanya Qin Mo.
"Tidak, tidak perlu. Poster tadi bilang dengan sangat jelas bahwa identitas perampok belum diketahui. Jadi tidak ada yang mengenali kita. Justru akan aneh bila kita mengubah penampilan kita. Penjaga pasti akan curiga karena belum pernah melihat wajah kita sebelumnya." jawab Lin Zhu.
"Memangnya penjaga itu mengingat semua wajah orang yang masuk dan keluar kota?"
"Siapa yang tahu."
Jadi mereka memutuskan untuk tidak mengubah penampilan mereka dan tetap bersikap biasa.
Ternyata tidak sulit bagi mereka untuk bersikap normal. Mereka hanya kaget saja ketika pria tua itu datang secara mendadak. Mungkin memang mereka berempat sudah pernah menjadi perampok di kehidupan sebelumnya.
Mereka berkeliling selama beberapa saat kemudian memutuskan untuk mampir di sebuah rumah makan karena cacing-cacing di perut mereka telah berteriak.
Rumah makan itu cukup penuh, tapi masih ada beberapa meja yang kosong.
Lian Minjie segera mengambil meja yang terletar di samping jendela. Itu adalah tempat favoritnya.
__ADS_1
Mereka memesan makanan kemudian mengobrol sambil menunggu makanan datang.
"Hei, apa kalian tidak penasaran di mana burung suci itu meninggal?" tanya Lin Zhu mendadak.
"Tidak ada yang tahu di mana burung itu meninggal. Darimana kau mau mencari tahu?" tanya Qin Mo.
"Benarkah?" Lin Zhu bertanya balik dengan senyum yang percaya diri.
Qin Mo diam mengerutkan alisnya bingung.
Ketika ia membuka mulutnya dan hendak bicara, Xika memintanya diam.
"Sssttt....Kak Qin? Coba dengarkan."
Qin Mo tidak jadi bicara dan mencoba mendengarkan.
Dan percakapan beberapa orang di sebelahnya terdengar.
"Hei apa kau tahu? Katanya para penjaga kota menemukan gua misterius ketika sedang berpatroli."
"Bodoh kau. Berita itu sudah lama. Kabarnya, gua misterius itu adalah makam burung suci dalam legenda."
"Apa? Jadi legenda itu benar?"
Ternyata, satu rumah makan itu sibuk membicarakan tentang makam burung suci itu.
Beberapa hari yang lalu, ketika penjaga kota sedang berpatroli, mereka menemukan sebuah gua misterius yang tak ada di tempat itu sebelumnya.
Kemudian mereka memanggil beberapa penguasa kota dan mencoba membuka gua yang tertutup itu. Penguasa kota itu gagal. Setelah beberapa hari berlalu, barulah diketahui bahwa gua itu memang sudah ada di sana sebelumnya. Hanya saja dilindungi array ilusi sehingga tak terlihat.
Tidak ada yang tahu berapa lama array itu telah beroperasi, tapi akhirnya array itu kehabisan energi dan para penjaga menemukan gua itu.
Penguasa kota itu memanggil beberapa ahli dari luar dan meminta mereka untuk menyelidik array pelindung. Para ahli itu mengatakan bahwa array itu tidak lama lagi akan kehabisan energi dan pintu menuju makam burung suci itu akan terbuka.
Jadi saat ini seluruh kota sedang menunggu kapan array itu akan kehilangan kekuatannya.
Setelah mendengar informasi yang keluar dari berbagai pelanggan, keempat orang itu terdiam.
Mereka saling berpandang-pandangan, kemudian tersenyum.
Kemudian Qin Mo memajukan kepalanya dan bertanya dengan suara pelan.
"Hei Xika, apa......Huo Bing tidak keberatan? Bagaimanapun juga dia itu kan......."
Qin Mo tidak menyelesaikan perkataannya karena takut menyinggung Huo Bing.
"Ya, tidak apa. Aku sudah bertanya padanya, ia hanya meminta kita mendapatkan barang paling berharga dari makam itu dan menggunakannya dengan baik."
Ketiga orang itu itu menghela nafas lega karena Huo Bing tidak keberatan.
Kalau ia keberatan, ketiga orang itu pasti tidak akan ragu untuk tidak memasuki makam itu. Bagaimanapun juga, Huo Bing adalah teman Xika, dan teman Xika adalah teman mereka. Ditambah, Huo Bing sepertinya memiliki kekuatan yang diluar dugaan mereka. Yah, alasan kedua lebih penting sih.
"Ah, Kak Lin. Dia juga meminta kau menggunakan sayap ular itu sebaik mungkin."
"Tenang saja. Aku pasti akan menggunakannya untuk hal yang bermanfaat. Misalnya terbang dari amukan Qin Bodoh." jawab Lin Zhu sambil tersenyum.
Duakk!
Qin Mo memukul kepala Lin Zhu.
"Ah, apa perlu kuberikan saja pada dia, sayap ini?"
"Tidak, ia bilang tidak perlu."
Lin Zhu mengangguk.
Kemudian setelah mereka selesai makan, mereka berpisah untuk mempersiapkan diri karena tidak ada yang tahu kapan makam itu akan terbuka.
__ADS_1
Siapapun yang selesai lebih dulu akan menunggu di gerbang kota.