
"AWWWWWWW!!!!!"
Terdengar teriakan yang cukup keras dan memilukan dari seorang pria di tempat antah berantah.
Pria itu adalah Xika.
Ia berteriak karena diobati oleh Xingli.
Mungkin terdengar agak aneh karena berteriak ketika diobati. Yah, itu normal untuk berteriak saat diobati bila 'pengobatan' yang dialami cukup abnormal.
Xingli membantu Xika membalut lukanya, meskipun tidak tepat menggunakan kata membantu karena hanya Xingli yang membalut luka Xika.
Xingli memang membantu Xika, tapi ia kurang berpengalaman dalam bidang pengobatan, atau bisa dibilang tidak memiliki pengalaman.
Saat membalut perut Xika, tanpa sengaja Xingli memegang luka Xika dan membuat darah mengalir lebih deras. Selain itu ketika Xingli mengubah posisi untuk membalut Xika, jarinya masuk ke luka tusuk di perut Xika tanpa sengaja dan hal itu membuat luka Xika semakin lebar dan mengundang teriakan yang teramat keras.
Akhirnya setelah banyak teriakan yang memilukan, Xingli selesai membalut luka Xika. Dan saat itu Xika berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia tidak akan mau diobati lagi oleh Xingli, dalam kondisi bagaimanapun dan kapanpun.
Setelah selesai membalut, Xingli membantu Xika duduk untuk memudahkan mereka berbicara, meskipun hanya Xika yang berbicara sementara Xingli hanya mengangguk atau menggeleng.
"Apa rencanamu selanjutnya?"
Xingli menggeleng.
"Menurutmu apa yang sebaiknya kita lakukan? Haruskah kita menjelajah untuk mencari jalan keluar?"
Xingli menggeleng lagi. Jujur, ia tidak memiliki rencana apapun ketika tiba di tempat ini. Bukannya ia tidak punya persiapan, tapi terhisap oleh lubang hitam misterius di udara saat tengah berburu sama sekali tidak masuk dalam rencananya.
"Ngomong-ngomong kenapa kau menginginkan Space Shifter sebagai hadiah bila menang?"
Xingli tidak menjawab Xika. Ia hanya menatap lurus ke mata Xika.
"Bola matamu indah sekali. Apa kau keberatan menukarnya satu dengan milikku?" Xika hanya asal bicara karena kesal dengan Xingli yang masih tidak menjawabnya.
Xingli mengabaikan ucapan asal Xika.
Kini mereka berdua sama-sama diam memikirkan langkah selanjutnya di tempat aneh ini.
Xika memutuskan untuk bercakap-cakap dengan Huo Bing yang tetap membentuk fisiknya meskipun tidak bisa dilihat oleh Xingli. Meskipun begitu, agar tidak terlihat aneh, Xika dan Huo Bing berkomunikasi melalui jiwa mereka. Hal ini bisa dilakukan karena jiwa mereka terhubung dan terletak dalam satu badan.
"Hei Huo Bing."
"Apa?"
"Bagaimana menurutmu tentang pertarunganku tadi? Aku hebat bukan? Aku menang dengan cara yang unik."
"Menurutku kau sangat bodoh. Sangat-sangat bodoh."
"Apa? Lalu bagaimana dengan Xingli?"
"Sama saja. Gadis itu juga sama bodohnya dengan dirimu."
"Apa alasanmu berbicara begitu?"
__ADS_1
"Kalian berdua menghabiskan tenaga dan waktu kalian hanya untuk hal yang tidak penting di tempat aneh seperti ini."
"........."
"Apa kalian tidak pernah berpikir bahwa mungkin saja kalian dikepung oleh hewan-hewan aneh seperti sebelumnya? Atau bahwa musuh tengah mengawasi kalian dan mengukur kekuatan kalian dari pertarungan kalian?"
"........."
Saat ini Xika merasa Xingli cukup beruntung tidak bisa mendengar Huo Bing, jadi tidak perlu dimarahi. Tapi ia sadar bahwa apa yang dikatakan Huo Bing benar dan ia salah.
"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?"
"Tunggu lukamu sembuh baru mulai bergerak. Kau memiliki luka yang cukup parah jadi itu berbahaya bila kau menemui musuh tiba-tiba."
"Lalu bagaimana dengan makanan dan minuman? Kita sudah tidak punya persediaan sama sekali, terlebih gadis itu makannya banyak sekali."
Dan Huo Bing menatap Xika dengan pandangan aneh karena meskipun Xingli makan cukup banyak, tapi porsi makan Xika lebih banyak 2 kali lipat dibandingkan Xingli.
"Puasalah selama beberapa hari. Saat itu harusnya lukamu sudah membaik jadi kau bisa bertarung ketika dikepung atau bertemu hal yang tidak terduga."
Dan Xika hanya menghela nafas mendengar perkataan Huo Bing.
"Menurutku itu bukan ide yang bagus. Lukaku juga butuh nutrisi dari makanan. Bila aku tidak makan selama beberapa hari, aku ragu lukaku akan membaik. Kalaupun membaik pasti hanya sedikit."
"Jadi menurutmu apa yang harus kita lakukan?"
"..........Aku memilih untuk mengambil resiko. Bila kita bertemu dengan hewan-hewan aneh itu lagi kita bisa membunuh beberapa dan membawa makanan yang cukup untuk bertahan selama beberapa hari kemudian melarikan diri. Saat itu barulah kita pikirkan lagi langkah selanjutnya."
".........."
"Tetap saja. Apa kau punya rencana lain?"
"Berpuasalah selama sehari. Setidaknya lukamu sedikit lebih baik. Saat itu barulah kita menjalankan rencanamu."
"Baiklah."
Sekarang Xika ingin menyampaikan rencana mereka pada Xingli tapi bingung bagaimana menjelaskannya jadi ia memulai dengan basa-basi terlebih dahulu.
"Sudah terpikirkan rencana?"
Xingli menggeleng.
"Omong-omong, lubang putih yang kau gunakan tadi itu apa? Apa ada hubungannya dengan lubang hitam yang mnenghisap kita sebelumnya? Kau tahu, hitam dan putih biasanya memiliki hubungan."
Meskipun tidak dijawab, tapi Xika yakin Xingli juga dihisap oleh lubang hitam misterius itu. Hanya saja ia tidak tahu apa yang sedang dilakukan Xingli sebelum dihisap.
Xingli diam selama beberapa saat kemudian menggeleng. Ia menolak memberi tahu Xika tentang lubang putih miliknya. Lagipula hubungan mereka tidak sedekat itu untuk mengetahui rahasianya. Terlebih lagi, meskipun ia sudah menyetujui untuk menanggapi Xika dan menatap mata Xika ketika biacara, ia masih enggan untuk bicara dengan Xika.
Xika tidak memaksa melihat Xingli tidak memberitahukan rahasianya. Setiap orang memiliki rahasia yang tidak bisa begitu saja diberitahukan begitu saja, terlebih pada orang asing yang baru beberapa hari kau temui dan sebelumnya memiliki pandangan buruk terhadap orang itu.
Situasi menjadi agak canggung bagi Xika karena hanya ia yang bicara, jadi ia mengalihkan topik.
"Ehhhh......Aku memiliki sebuah rencana, tapi aku tidak tahu apakah itu rencana yang baik atau tidak."
__ADS_1
Xingli menatap mata Xika, tidak keberatan mendengar rencananya.
"Kita beristirahat dulu hari ini sekaligus memulihkan diri. Besok pasti lukaku lebih baik, jadi kita bisa berkeliling untuk mencari makan. Mungkin saja kita bertemu hewan itu. Kalau beruntung seperti kemarin, mungkin kita bisa membunuh beberapa dari mereka kemudian melarikan diri. Setelah itu kita bisa beristirahat tanpa perlu khawatir tentang makanan. Kemudian barulah kita memikirkan langkah selanjutnya.
Yah, meskipun itu tidak menutup kemungkinan bahwa bisa saja kita gagal membunuh atau melarikan diri dari hewan aneh itu karena diriku terluka. Bisa juga ada mahkluk lain yang belum pernah kita temui sebelumnya dan muncul ketika kita kelelahan bertarung dengan hewan aneh itu.
Apa kau punya saran atau pendapat?"
Xingli tentu saja tidak berbicara. Tapi kali ini ia melemparkan sesuatu pada Xika.
Xika menangkapnya kemudian melihat bahwa itu adalah botol giok yang berisi beberapa pil.
"Huo Bing, pil apa ini?"
"Itu adalah Recovery Pill. Pil tingkat Royal rendah. Pil itu dapat menyembuhkan lukamu dalam sekejap seolah kau tidak memiliki luka sebelumnya. Pil itu sangat cocok untuk kultivator tahap Forming Qi kebawah. Pil ini hanya bisa dibuat oleh Solitaire Alchemist. Jadi satu butir pil ini bisa kira-kira seharga 300 koin perak."
Pil merupakan obat hasil racikan Alkemis. Alkemis adalah orang yang pekerjaanya mengolah tanaman menjadi obat yang bermanfaat bagi kultivator. Meskipun kekuatan alkemis tidak begitu kuat, tapi mereka memiliki banyak koneksi. Jadi biasanya tidak ada yang mau memprovokasi alkemis tanpa sebuah alasan yang baik.
Pil terbagi menjadi 3 tingkat, yaitu Number, Royal, dan Ace yang merupakan tingkat tertinggi. Di Card Continent, tidak banyak alkemis, karena untuk menjadi alkemis dibutuhkan dantian khusus dan dantian semacam itu biasanya hanya muncul sekali dalam beberapa ratus tahun sekali. Selain dantian, dibutuhkan juga bakat untuk menjadi alkemis yang hebat. Dan hal ini jauh lebih jarang dibandingkan dantian khusus.
Jadi setiap kali seorang alkemis baru yang memiliki bakat muncul, maka Grup Alkemis terbesar yang bernama Cardchemist akan melindungi mereka.
Sedangkan tingkatan alkemis dibagi menjadi 4, yaitu Remi Alchemist, Solitaire Alchemist, Blackjack Alchemist, dan Trump Alchemist yang tertinggi. Remi Alchemist setidaknya bisa membuat pil tingkat Number rendah dan menengah, Solitaire bisa membuat pil Number tinggi dan Royal rendah , Blackjack bisa membuat pil Royal menengah dan tinggi , sementara Trump bisa membuat semua tingkat.
Teorinya memang begitu, tapi tidak jarang Remi Alchemist tidak bisa membuat pil Number menengah, atau Blackjack Alchemist tidak bisa membuat pil Royal tinggi. Karena memang pil Royal tinggi sangat sulit dibuat sehingga dari seratus Blackjack Alchemist hanya satu yang dapat membuat pil Royal tinggi. Selain itu Trump Alchemist tidak pernah muncul selama seribu tahun jadi Royal tinggi merupakan pil tertinggi yang bisa dibuat para alkemis sekarang.
Di Shaking Card hampir tidak ada alkemis, kalau pun ada hanya Remi Alchemist dan mereka hanya bisa membuat pil Number rendah. Solitaire Alchemist pun sangat jarang ditemui.
Dan sekarang Xika sedang memegang pil tingkat Royal rendah yang hanya bisa dibuat oleh Solitaire Alchemist yang bahkan tidak sudi menemui pamannya.
Tangan Xika sedikit bergetar ketika mengetahui betapa berharga benda di tangannya ini.
"Ka-kau yakin memberikan benda ini padaku? Kelihatannya cukup berharga. Aku tidak punya uang kalau kau belum tahu."
"......."
Xingli tidak menjawab pertanyaan Xika karena baginya itu adalah pertanyaan bodoh. Kalau ia tidak yakin menyerahkan benda itu pada Xika, ia tidak akan melemparkannya pada Xika. Ia juga bukan orang pelit yang akan meminta bayaran pada Xika setelah melukai tubuhnya-meskipun peran Xika lebih besar dari dirinya dalam melukai tubuh Xika menurut Xingli. Terlebih lagi Xika sudah menyelamatkannya dari kepungan hewan itu dan memberinya makan dan minum gratis.
Entah apa yang terjadi bila Xika tidak menyelamatkan dirinya. Itu saja merupakan alasan yang lebih dari cukup bagi Xingli untuk memberikan puluhan botol seperti itu.
Akhirnya Xika menerima pil pemberian Xingli.
Huo Bing mengingatkan Xika untuk lebih berhati-hati dalam bersikap dan bicara terhadap gadis itu karena tampaknya ia memiliki latar belakang yang tidak biasa. Tapi Xika tidak terlalu memedulikan peringatan Huo Bing yang satu ini.
Ia akan tetap bersikap seperti biasa pada Xingli.
"Aku tidak peduli ia berasal dari keluarga yang kaya ataupun kuat. Bila memang takdir, aku pasti akan mendapatkan hatinya dan keluarganya tidak bisa menghalangiku melakukan itu."
"Jadi kau sudah berani mengakui bahwa kau menyukai gadis itu?"
"Sialan bukan itu maksudku!"
Dan sepanjang hari Huo Bing mengejek Xika dan membuat mukanya merah. Sementara Xingli cukup bingung ketika Xika sedang bicara tiba-tiba mukanya memerah dan berhenti bicara.
__ADS_1