Card Cultivation System

Card Cultivation System
CCS-28


__ADS_3

Setelah keluar dari gua ular tersebut, Xika terbang di udara selama beberapa saat kemudian turun ke hutan dan menyiapkan beberapa jebakan.


"Jangan pikir kau bisa lari dariku, manusia."


Xika mendengar suara ular berkepala dua itu yang kini sudah tidak jauh darinya. Ia tersenyum kemudian menjawab ular itu.


"Heh siapa yang lari. Aku hanya mencari tempat yang lebih menguntungkan. Coba saja kemari kalau berani ular sialan!"


Setelah mengatakan itu Xika lari lebih dalam ke hutan.


Ular itu mengikuti Xika seluruh pasukannya.


Sesekali akan terdengar bunyi ledakan atau desisan ular yang kena racun dan mati. Perlahan-lahan, jumlah ular yang mengikuti Xika semakin sedikit, tapi masih terlalu banyak untuk Xika tangani sendiri.


"Manusia kotor. Berani sekali kau bermain trik licik seperti ini padaku."


"Ular sialan, jangan bicarakan kelicikan denganku. Kau jauh lebih licik dari diriku. Kau pikir aku tidak tau kenapa kau sengaja membiarkanku masuk lebih dalam? Kau ingin menyelidiku lebih dulu kemudian memakanku. Jangan pikir aku tidak tau rencanamu ular sialan."


Xika bicara sambil terus berlari.


Ular yang mengikutinya saat ini sudah tinggal setenga dari seluruh pasukan ular berkepala dua tersebut, tapi jebakan Xika sudah habis. Dan kini Xika harus menemukan tempat yang menguntungkan untuk bertarung.


Xika berhenti berlari.


Ia mengeluarkan setengah kartunya kemudian melapisinya dengan berbagai elemen dan melemparkannya ke arah ular-ular itu datang.


Serangan Xika membunuh beberapa pasukan ular lagi, namun tidak mengenai ular berkepala dua tersebut. Badannya sangat gesit sampai tidak ada satupun serangan Xika yang mengenai dirinya.


Akhirnya ular itu sampai di depan Xika.


Wujud sebenarnya ular itu terlihat, yaitu Dark Swifted Serpent yang bermutasi sehingga memiliki dua kepala.


Dark Swifted Serpent itu tertawa.


"Hehehe.... jadi kau sudah menyerah dan ingin menyerahkan diri?"


Ular itu langsung menundukkan kepalanya menghindari kartu yang Xika lemparkan padanya.


Xika tidak tertarik untuk bicara selagi bertarung.


Ia melemparkan beberapa kartu menyerang Dark Swifted Serpent tersebut, tapi badannya sangat gesit, tak ada satupun yang kena.


Memang salah satu kemampuan Dark Swifted Serpent adalah kecepatan. Kemampuan lainnya adalah racun.


Beberapa kali ular itu menembakkan ludah beracunnya menuju Xika.


Xika menghindari ludah itu, namun pasukan Dark Swifted Serpent menyerangnya hingga sulit untuk menghindari racun itu sepenuhnya.


Beberapa tubuh Xika terkena racun tersebut hingga badannya berubah warna menjadi hijau. Ular itu tertawa melihat Xika terkena racunnya.


"Hehehe.... Kau sudah terkena racunku. Hanya tinggal waktu sebelum kau mati. Bagaimana kalau kau menjawab pertanyaanku sebelumnya? Aku akan memberikanmu kematian yang cepat dan tidak menyakitkan."


"Cuh!"


Xika meludahi rumput di depan Dark Swifted Serpent.


"Sssssss!!!"


Dark Swifted Serpent itu mendesis melihat Xika hendak meludahinya. Ia tidak mencoba bicara lagi dengan Xika dan langsung menyerang duluan dengan kekuatan penuh.


Dark Swifted Serpent itu menerjang maju dan langsung meludahi Xika dengan racun yang cukup banyak.


Xika melempar beberapa kartu untuk menahan serangan itu.


Namun racun itu hanyalah jebakan. Dark Swifted Serpent itu melompati perisai kartu Xika dan mengarahkan salah satu mulutnya hendak memakan Xika bulat-bulat.


Keempat simbol elemen menyala di mata Xika, kemudian simbol itu semakin membesar dan menahan tubuh Dark Swifted Serpent dan menghempaskannya.

__ADS_1


"Hah...hah...hah...."


Xika tidak tahu apa yang terjadi, tapi ia segera mundur dan menjaga jarak dengan Dark Swifted Serpent dan pasukan ularnya.


Beberapa ular menloncat dan hendak menerkam Xika.


"Capsah Technique, First Way : Single."


Xika menebas ular-ular yang melompat itu. Gelombang tebasannya terus maju dan membunuh hampir semua pasukan Dark Swifted Serpent tersebut. Sementara Dark Swifted Serpent sudah menghindar sebelum tebasan Xika mendekati dirinya.


Kini para pengganggu sudah mati. Yang tersisa tinggal Xika dan Dark Swifted Serpent serta beberapa ular kecil yang sekarat. Xika dapat berfokus melawan Dark Swifted Serpent sekarang.


Dark Swifted Serpent itu menembakkan beberapa racun dari mulutnya kemudian langsung maju mendekati Xika.


Xika tidak menghindari racun itu. Ia menahannya dengan melemparkan beberapa kartu. Ia tahu kartunya tahan terhadap racun tersebut sehingga bisa menjadi senjata yang berguna untuk melawan Dark Swifted Serpent.


Xika menendang tanah menyambut Dark Swifted Serpent yang mendekatinya.


Xika punya suatu tebakan. Dark Swifted Serpent dari tadi tidak pernah terkena serangannya sehingga Xika curiga bahwa Dark Swifted Serpent tidak memiliki pertahanan yang baik. Namun untuk membuktikan tebakannya Xika harus mengenai Dark Swifted Serpent dengan serangannya terlebih dulu. Dan itu bukanlah hal yang mudah.


Dark Swifted Serpent mengarahkan kedua kepalanya menyerang Xika yang daritadi terus menghindar.


Xika masih menunggu kesempatan untuk menyerang.


Semakin lama serangan ular berkepala dua itu makin ganas dan cepat, membuat Xika semakin kewalahan dan memilih untuk menjaga jarak.


Namun ular itu tidak membiarkan Xika menjaga jarak. Ia tahu bahwa Xika lebih ahli dalam menyerang dari jarak jauh daripada dirinya. Dark Swifted Serpent menembakkan racun dari mulutnya yang membuat Xika semakin sulit menghindar.


Akhirnya Xika menemukan celah dan mundur untuk menjaga jarak.


Namun Dark Swifted Serpent sengaja memberikan celah dan ketika Xika melompat mundur ia mengibaskan ekornya dan mengarahkannnya menuju Xika.


Xika menahan ekor tersebut dengan kedua tangannya namun perutnya tetap sakit.


Ia terbang beberapa meter dan berhenti karena menabrak pohon. Pohon tersebut sampai retak karena menahan Xika.


Darah menetes dari sudut mulut Xika. Nafasnya mulai tidak beraturan dan qi nya kurang dari setengah. Hanya cukup untuk tiga kali Single.


Xika melihat sekelilingnya untuk mencari hal yang dapat membantunya, namun ia tidak menemukannya. Bahkan seekor Spirit Beast pun tidak ada.


Tadinya ia berniat mengadu Spirit Beast yang ia temui dengan Dark Swifted Serpent tersebut. Namun ia tidak menemukan seekor Spirit Beast pun.


Kemudian Xika melihat sekelilingnya dan menemukan bahwa tempatnya berada sudah ditutupi oleh aura pembunuh dari Dark Swifted Serpent tersebut.


Mendadak Xika merasa pusing dan pandangannya mulai berbayang.


Dark Swifted Serpent di depannya kini terlihat berkepala empat.


Sebelumnya mungkin tidak terasa, namun saat Xika sudah terluka dan diam, ia baru merasakan racun Dark Swifted Serpent tersebut.


Racun tersebut mulai menyebar. Sebenarnya Xika sudah bertahan lebih lama daripada yang diharapkan Dark Swifted Serpent. Ia berpikir racunnya akan bekerja kurang dari 3 menit.


Nyatanya racunnya baru bekerja setelah kurang lebih 7 menit. Salah satu alasannya adalah penguasaan Xika terhadap 4 elemen memperkuat tubuhnya terhadap racun. Alasan lainnya adalah tubuh Xika yang sudah mengalami siksaan dari pelatihan Huo Bing sebelumnya sehingga memiliki daya tahan tertentu terhadap racun. Namun bukan berarti kebal sepenuhnya.


"Hehehe.... Meskipun lebih lama dari perkiraanku namun akhirnya racunku bekerja. Sekarang apa yang akan kau lakukan manusia?"


Xika memilih menyimpan energinya untuk bertarung daripada menggunakannya untuk bicara omong kosong dengan ular berkepala dua di depannya.


Dark Swifted Serpent tersebut  semakin marah karena diabaikan oleh Xika.


"Sialan! Berani-beraninya kau mengabaikanku! Akan kubuat kau mengalami penderitaan yang menyakitkan sebelum mati."


Dark Swifted Serpent tersebut maju dan membuka mulutnya lebar-lebar. Ia berpikir Xika sudah tidak memiliki tenaga dan tidak bisa melakukan apapun lagi karena racunnya.


Syuutt!!


Jlebb!!

__ADS_1


Namun Dark Swifted Serpent itu salah. Nyatanya Xika masih memiliki energi untuk melemparkan kartu ke mulut ular tersebut.


Sebuah kartu tertancap di rahang atas Dark Swifted Serpent dan membuatnya meneteskan darah.


Ular itu berteriak cukup kencang kemudian kartu Xika terlepas dari mulutnya dan kembali menuju Xika.


Kini amarahnya memuncak. Ia memutari Xika berkali-kali, semakin lama semakin cepat.


Perlahan-lahan, tanah yang disentuh oleh Dark Swifted Serpent berubah menjadi hitam dan membuat Xika merasa seolah terpisah dengan dunia luar.


Setelah 100 meter disekeliling Xika berubah menjadi hitam, Dark Swifted Serpent tersebut melompat ke atas dan berteriak, kemudian mengarahkan mulutnya menuju Xika yang berada 100 meter di bawahnya.


"Dark Nebula"


Ular itu meneriakkan nama tekniknya kemudian semua tanah hitam di bawahnya mulai tersedot ke mulutnya dan membuat bola hitam yang semakin lama semakin besar.


Sementar Xika di bawah sudah kelelahan. Racun sudah semakin menyebar. Qi nya semakin berkurang untuk menahan racun di tubuhnya dan sekarang hanya cukup untuk dua kali Single. Tapi ia tidak bisa melakukannya karena membutuhkan konsentrasi yang kuat. Dan racun di tubuhnya sangat mengganggunya untuk berkonsentrasi.


Kemudian Xika merasakan sensasi dingin di perutnya, dan racun tersebut sedikit berkurang.


Ia tersenyum. Akhirnya Huo Bing membantunya setelah sekian lama.


Xika bediri dengan susah payah.


"Hah...hah....hah...."


Salah satu tangannya bersandar di pohon untuk menopang tubuhnya. Saat ini Xika merasa seolah berada di dunia yang gelap, kosong, dan tidak ada apa-apa selain Dark Swifted Serpent yang masih mengumpulkan qi di mulutnya.


Xika hendak melakukan Single dan mempertaruhkan semuanya dalam satu serangan terakhir.


Namun tanpa sadar tangannya mengambil dua kartu dari jubahnya. Ini salah satu efek racun tersebut. Mengganggu konsentrasi.


Meskipun sudah dibantu sedikit oleh Huo Bing namun racun tersebut sudah menyebar ke hampir seluruh tangannya, jadi tangannya tidak berkerja sesuai pikirannya.


Dark Swifted Serpent sudah selesai mengumpulkan qi di mulutnya dan bersiap menembakkannya.


Xika juga bersiap menggunakan Single namun dengan kedua tangannya tanpa ia sadari.


Ular tersebut melepaskan bola di mulutnya yang kini terbang menuju Xika.


"Capsah Technique, First Way......Single.....


Ngg..... kalau dua Single jadinya Pair bukan?"


Meskipun agak bingung, Xika tetap melakukan Single dengan kedua tangannya. Sesuatu yang belum pernah ia lakukan dalam kondisi sadar sekalipun.


Dari kedua tangan Xika, terbentuk dua buah gelombang tebasan yang menuju bola hitam Dark Swifted Serpent.


Gelombang pertama bertemu dengan bola hitam Dark Swifted Serpent dan membelahnya, setelah itu gelombang pertama menghilang dan menyisakan gelombang kedua.


"MUSTAHIL!!! Bagaimana bisa seranganku kalah oleh bocah tengik sepertimu?"


Gelombang kedua semakin dekat sementara Dark Swifted Serpent sudah tidak memiliki energi untuk bergerak ataupun menghindar.


"TIDAK!!! AKU TIDAK TERIMA-"


Belum sempat menyelesaikan perkataannya kedua kepala Dark Swifted Serpent sudah lepas dari tempatnya.


Salah satu kepala jatuh dan menggelinding menuju kaki Xika.


"Tunggu saja...kami sudah mengetahui keberadaanmu....kami akan-"


Xika menginjak kepala tersebut.


"Sudah mati kok masih berisik."


Kemudian Xika jatuh ke tanah dan tidak sadarkan diri.

__ADS_1


__ADS_2