Card Cultivation System

Card Cultivation System
CCS-21


__ADS_3

Keesokan harinya, Huo Bing mulai melatih Xika dengan cara baru.


"Mulai hari ini yang perlu kau lakukan hanyalah mengambil benda berharga spirit beast dan menghadapinya."


"Bukankah itu sama saja seperti sebelumnya?"


"Mirip tapi tidak sama. Sebelumnya kau hanya mencuri tanaman tanpa berpikir apakah tanaman tersebut berguna atau tidak bagi dirimu, selain itu kau hanya lari, baik berhasil ataupun tidak."


Xika tertawa malu karena perbuatannya.


"Kali ini kita akan mengambil benda spiritual yang benar-benar berguna bagimu. Lalu kau tidak diperbolehkan lari. Kau harus menghadapinya."


"Baiklah......" Xika merasa yakin bila ia menghadapi Spirit Beast tingkat White 3 sampai White 4. Namun ucapan Huo Bing selanjutnya menghancurkan harapannya.


"Tapi kita akan melawan Spirit Beast tingkat Red. Kita tidak akan melawan tingkat White karena mereka terlalu mudah bagimu."


"Kau bercanda? Beberapa hari yang lalu aku masih Qi Gathering 1 dan sekarang kau langsung menyuruhku melawan tingkat Red? Kau serius?"


"Tapi sekarang kau sudah Qi Gathering 7. Kalau kau tidak percaya coba saja. Cari satu Spirit Beast tingkat White 4 dan cobalah bertarung dengannnya."


Xika mengikuti ucapan Huo Bing.


Ia berjalan selama beberapa saat kemudian menemukan seekor Winged Frost Tiger. Dan kebetulan sekali hewan itu berada di tingkat White 4 yang setara dengan Qi Gathering 9.


Sama seperti Xika yang menyadari keberadaan Winged Frost Tiger, begitu juga dengan Winged Frost Tiger yang menyadari keberadaan Xika.


Harimau itu menatap Xika selama satu detik kemudian langsung terbang mengarahkan rahangnya menuju kepala Xika.


Xika yang melihat harimau itu tidak panik ataupun takut. Ia berdiri dengan tenang menunggu harimau itu memasuki jangkauan serangannya.


Tepat ketika harimau itu memasuki jangkauannya, Xika langsung menendang rahang harimau itu sampai tertutup rapat.


Harimau itu terlempar ke atas sejauh beberapa meter. Ia kemudian melebarkan sayapnya menghentikan dirinya terlempar lebih jauh. Setelah menyeimbangkan tubuhnya, harimau itu menatap Xika kembali.


Kali ini ia tidak langsung menyerang. Ia menjaga jarak dengan Xika. Menyadari serangan jarak dekat tidak berhasil harimau itu mencoba serangan jarak jauh. Ia menembaki Xika dengan bulu-bulu di sayapnya.


"Benarkah? Apakah hewan bersayap tidak memiliki serangan lain?"


Selama bertarung dengan Huo Bing, Xika sudah sering menghadapi serangan semacam ini. Ia juga sudah belajar bagaimana menghindari dan menangkis serangan seperti ini.


Harimau ini hanya menembaki dirinya dengan bulu yang berjumlah 100 lebih sedikit. Beda sekali dengan Huo Bing yang paling sedikit melempar 300 bulu.


Xika menundukkan badannya menghindari beberapa bulu, kemudian ia menepis bulu-bulu lainnya dengan menggunakan pukulan dan tendangan.


Dalam sekejap, Xika berhasil lolos dari serangan harimau itu.


Harimau itu semakin waspada dengan Xika. Ia cukup terkejut mahkluk yang memiliki tingkat kultivasi dibawahnya berhasil menghindari serangannya.


Kemudian harimau itu membuka rahangnya dan mulai mengumpulkan energi.


"Harimau itu akan menggunakan serangan pamungkasnya. Apa yang akan kau lakukan?"


Xika tidak menjawab Huo Bing, tapi di kaki kanannya api mulai berkumpul, bersamaan dengan simbol api yang muncul di mata kanan Xika.


Setelah Winged Frost Tiger mengumpulkan cukup energi, ia menembakkan bola di mulutnya menuju Xika.


Xika juga mengirimkan bola api yang sudah terkumpul di kakinya bersamaan dengan Winged Frost Tiger yang melepaskan serangannya


Api dan es bertemu. Keduanya beradu selama beberapa saat kemudian menghilang.


Winged Frost Tiger itu bingung melhat serangannya diatasi semudah itu.


Xika memanfaatkan kebingungan Winged Frost Tiger untuk menyerangnya.


Xika mengirimkan beberapa gelombang angin yang berasal dari tangannya.


Saat harimau itu sudah sadar dari kebingungannya, ia sudah terjebak di tengah gelombang angin yang Xika kirimkan sehingga ia tidak bisa melarikan diri.


Angin berkumpul di telapak kaki Xika dan ia mulai menutup jarak antara dirinya dengan harimau itu dengan cepat.


Xika menendang kepala harimau itu kemudian memukulnya tangan yang sudah terlapisi elemen api.

__ADS_1


"GRAURRRR"


Harimau itu mengerang kesakitan. Tidak lama kemudian erangannya mengecil bersamaan dengan memudarnya sinar di matanya.


Bruk!!


Harimau itu jatuh. Nyawanya sudah menghilang.


Melihat Winged Frost Tiger yang kini sudah mati, Xika melihat tangannya sendiri. Ia masih tidak percaya dengan apa yang baru saja ia lakukan.


Ia berhasil membunuh Winged Frost Tiger yang memiliki tingkat kultivasi diatas dirinya sendiri.


"Sudah kubilang bukan? Lagipula selama ini kau hanya bertarung denganku jadi wajar saja kau merasa kuat bertarung dengan yang lemah setelah bertarung dengan yang kuat" kata Huo Bing dengan bangga dan menekankan kata kuat yang merujuk pada dirinya sendiri.


"Baiklah. Karena sekarang tidak ada protes lagi maka latihan akan dilanjutkan. Sekitar 800 meter dari kita ada seekor Spirit Beast."


"Ke arah mana? Hewan apa? Tingkat berapa?"


"Itu kau yang tentukan. Aku hanya membantumu sekali ini saja. Selanjutnya kau yang akan mencari sendiri."


"Cih."


Xika berjalan maju menuju arah yang menurutnya benar.


"Dan kau dilarang makan bila kau tidak berhasil menemukan Spirit Beast ataupun gagal mencuri benda spiritual dari mereka."


"Apa?"


"Awas, ia mendekat"


Sesosok mahkluk melata mendekat menuju Xika.


"Sial!" Xika kalah cepat. Musuhnya berhasil menemukan dirinya sebelum dirinya menemukan musuhnya.


Xika hanya bisa berdiri dengan waspada menduga-duga mahkluk apa yang datang menyerangnya.


Setelah jarak antara Xika dan mahkluk itu tinggal 300 meter, Xika mulai dapat melihat mahkluk yang mendekatinya.


Mahkluk itu memiliki tubuh yang berukuran sekitar 3 meter dengan warna tubuh berupa oranye gradasi kuning dan memiliki mawar di seluruh tubuhnya yang juga berwarna sama dengan warna tubuhnya. Tapi bukan warna tubuhnya yang membuatnya memiliki nama 'evening', melainkan karena kemampuannya. Evening Rose Snake dapat memancarkan cahaya yang cukup terang untuk membuat manusia biasa buta, sedangkan untuk kultivator cahaya itu dapat mengakibatkan ilusi yang cukup dalam. Sinar yang keluar dari matanya itu seperti sinar matahari di sore hari, itulah yang membuatnya memiliki nama 'evening'. Mawar di seluruh tubuhnya juga mengandung racun yang dapat mengakibatkan ilusi.


Xika menciptakan beberapa bilah es dan melemparkannya ke Evening Rose Snake.


Evening Rose Snake dengan mudah menghindari serangan Xika. Ia balas menyerang dengan melemparkan beberapa mawar yang berada di tubuhnya.


Xika juga menghindari serangan Evening Rose Snake dengan mudah, tapi serangan itu hanya pengalih perhatian. Serangan yang sebenarnya berasal dari mata Evening Rose Snake yang kini sudah mulai bersinar.


"Awas, jangan lihat matanya!"


Namun peringatan Huo Bing telat. Xika sudah melihat mata Evening Rose Snake.


Sebenarnya bukan telat, tapi memang Xika yang sengaja masuk ke dalam ilusi Evening Rose Snake. Ia sudah tahu mahkluk seperti apa Evening Rose Snake dan sudah menebak ilusi apa yang akan muncul.


Dan tebakannya benar.


Kini Xika berdiri di sebuah desa yang sudah hancur terbakar dengan mayat-mayat di sekitarnya.


"Ternyata memang aku tidak bisa melupakan kejadian ini ya..."


Air mata mulai mengalir di wajah Xika.


Ia berada di desa Crucosyta, tempat yang sama dengan kejadian 10 tahun yang lalu dan kejadian yang sama terputar kembali di depannya.


Kemudian Xika menutup matanya dan pemandangan berubah menjadi rahang sebesar 1 meter yang hendak memakan kepalanya.


Xika menahan mulut Evening Rose Snake dengan kedua tanganya.


Kemudian ia menciptakan sebuah tombak dari angin dan mengarahkannya masuk ke mulut Evening Rose Snake. Pada saat ia menciptakan tombak angin, simbol angin muncul di matanya.


Namun Evening Rose Snake menggunakan lidahnya untuk menghancurkan tombak angin Xika. Setelah itu ia berusaha menusuk Xika dengan lidahnya.


Xika terpaksa melepaskan Evening Rose Snake.

__ADS_1


Setelah dilepaskan oleh Xika, Evening Rose Snake mundur sejauh 1 meter dan menatap Xika dengan waspada.


Mereka berdua saling menatap selama beberapa saat.


Xika yang menyerang duluan. Ia membentuk 7 tombak angin dan memegang satu di tangannya sementara tombak lainnya melayang di sekitar Xika.


Namun sebelum Xika sempat melayangkan tombak anginnya, Evening Rose Snake menembakkan racun dari mulutnya.


Xika menangkis serangan itu menggunakan tombak angin yang berada di tangannya. Racun itu mengenai pohon di sebelah Xika dan melubanginya cukup dalam.


Xika menelan ludah melihat hal itu. Untung saja ia berhasil menghindari racun itu, kalau tidak nasibnya sudah selesai.


Evening Rose Snake tidak menunggu Xika siap, ia langsung lompat menyerang Xika selagi Xika masih terkejut dengan kekuatan racunnya.


Xika kembali tersadar. Ia melemparkan tombak angin di sekelilingnya menuju Evening Rose Snake.


Namun Evening Rose Snake dengan mudah menghancurkan tombak-tombak itu.


Evening Rose Snake semakin dekat dengan Xika. Tidak ada pilihan lain, Xika melemparkan tombak yang berada di tangannya.


Lagi-lagi Evening Rose Snake menghindari serangan Xika dengan mudah, sementara Xika kini tidak memiliki senjata.


Tiba-tiba Xika tersenyum. Ia mengepalkan tangannya dan kini simbol tanah menyala di mata kanannya. Seketika tubuh Evening Rose Snake terperangkap tanah.


Xika sudah menunggu momen ini daritadi. Ia sudah menyiapkan perangkap ini sejak Evening Rose Snake mulai mendekat menuju Xika, hanya saja Xika belum menemukan waktu yang pas untuk menjebak Evening Rose Snake.


"Jangan senang dulu, ular itu masih hidup"


"Aku tahu"


Kali ini simbol api yang menyala di mata kanan Xika.


Api mulai muncul dan membakar Evening Rose Snake


"Api saja tidak cukup untuk membunuh ular itu"


"Aku hanya ingin membuat tubuhnya agak kaku"


Xika memang tidak berniat membunuh Evening Rose Snake menggunakan api. Bisa-bisa qi nya keburu habis sebelum ia sempat membunuh ular itu.


Kali ini ia membuat tombak dari air dengan api mengelilinginya.


Xika melompat kemudian melemparkan tombak itu.


Whushhh!!


Tombak itu menusuk Evening Rose Snake dari kepala sampai ekornya, membuatnya terlihat seperti sate ular.


Xika menghela nafas dan mengelap keringat yang entah sejak kapan sudah mengalir.


"Baiklah, selamat makan."


Huo Bing tidak mengomentari apapun mengenai pertarungan Xika. Ia malah hendak memakan Evening Rose Snake yang baru saja dibakar Xika, meskipun Xika tidak membakar ular itu dengan sengaja. Itu hanya gerakan spontan yang terlintas dikepalanya.


"Pertarungan yang cukup bagus. Tapi aku memiliki satu pertanyaan."


"Apa itu?"


"Kau sudah tahu mahkluk apa yang menyerangmu dan kau sudah tahu apa kemampuan utamanya. Mengapa kau sengaja masuk ke dalam ilusinya?"


"Karena aku juga sudah tahu ilusi apa yang akan muncul"


Xika berbicara dengan berbagai macam ekspresi yang bercampur. Dan diantaranya Huo Bing melihat amarah, dendam, kesedihan, dan.....penyesalan?


"?"


"Sampai saat ini, aku masih bermimpi mengenai kejadian itu. Kejadian 10 tahun yang lalu. Dan aku sengaja masuk ilusi itu untuk kembali ke tempat itu, ke waktu itu untuk mengingatkan diriku tentang dendam yang belum kubalas dan juga dosa yang kutanggung. Kadang-kadang mimpi itu akan bercampur dengan kejadian 3 bulan yang lalu, saat Shaking Card diserang kelompok Hei Sha."


Mendengar perkataan Xika, Huo Bing menduga kejadian 10 tahun yang lalu merupakan ingatan yang muncul kembali saat Xika baru menguasai elemen angin.


Penasaran, Huo Bing memberanikan diri untuk bertanya.

__ADS_1


"Hei Xika, aku tahu ini berat, tapi.....boleh aku tahu kejadian apa yang kau alami 10 tahun yang lalu?"


__ADS_2