Card Cultivation System

Card Cultivation System
CCS-228


__ADS_3

Aku tidak ingin mengenalmu, jadi tak perlu bertarung. Jujur, itulah yang ingin dikatakan Xika. Tapi yang keluar dari mulutnya adalah,


"Hm, lebih baik tidak. Aku tidak terlalu pandai bertarung."


"Eh? Yang benar? Sayang sekali. Apa kau yakin kau tak mau bertarung denganku? Begini-begini, aku juga berpartisipasi dalam Kompetisi Penyambutan, loh! Apa kau tak mau mencari tahu kekuatanku? Mungkin kau bisa memberitahukannya pada murid yang akan berpartisipasi. Mereka pasti ingin tahu. Bagaimana?"


Akulah yang berpartisipasi dan aku tidak ingin tahu.


"Sepertinya itu agak curang. Lebih baik tidak."


"Hahahaha........Kau memang pria yang jujur ya, Xingli. Aku jarang menemukan orang sepertimu."


Sejujurnya Xingli adalah perempuan.


"Baiklah, karena kau pria yang baik, maka biar aku saja yang bertarung di sini. Kau bisa mencari tahu kekuatanku tanpa harus bertarung denganku."


Xika menatap Liu Shang dengan bingung. Kenapa pria ini ingin sekali Xika mengetahui kekuatannya? Apa ia ingin pamer? Atau ia berharap Xika memberitahukannya pada murid yang berpartisipasi? Kenapa?


"Sebaiknya jangan. Bagaimanapun juga itu melanggar peraturan." ucap Xika sambil menahan bahu Liu Shang mencegahnya maju.


"Eh? Kau benar-benar pria yang baik." Liu Shang menatap Xika dengan takjub.


Xika berpikir keras. Kelihatannya Liu Shang masih akan memaksa Xika untuk melihat kekuatannya. Setelah itu ia pasti akan berkata, 'Bagaimana? Apa kau sudah memperhatikan kemampuanku baik-baik?' dan kalimat itupun akan dilanjut dengan penjelasan Liu Shang mengenai kemampuannya. Jadi bagaimana agar Xika tidak perlu mendengarkan ocehan pria ini?


"Aku saja yang maju. Aku ingin memperbanyak pengalaman bertarungku. Mungkin kau bisa memperkirakan kemampuan murid-murid Akademi."


"Aah!" Liu Shang mengangguk-ngangguk tanda mengerti. "Baiklah. Karena kau sudah memberiku kesempatan, maka aku tak akan menolaknya. Majulah. Lakukan yang terbaik!" ucapnya sambil mengepalkan tangannya memberi semangat pada Xika.


Xika berjalan menuju salah satu area bertarung. Huo Bing bicara dalam kepalanya.


"Hoi, Xika. Kau yakin akan bertarung dengan kondisi seperti itu?"


"Bukankah sebelumnya kau yang memaksaku bertarung dengan puluhan gadis gila? Dan sekarang kau mau menghentikanku?"


"Yah.......setidaknya kali ini kau bisa mengekspos kekuatanmu, kan? Bukankah dia juga termasuk pesaingmu?"


"Aku ingin mencoba bertarung dengan gaya baru. Siapa tahu aku akan membutuhkannya di masa depan. Lagipula aku penasaran bagaimana raut wajah anak itu ketika sadar siapa sebenarnya diriku."


Mendengar ucapan Xika, Huo Bing tak berkomentar lagi. Bertarung dengan gaya yang berbeda kadang-kadang memang diperlukan. Misalnya saat kita sedang diincar atau menjadi buron dalam satu kota dan kita terpaksa bertarung di tengah jalan, perubahan penampilan saja masih kurang. Beberapa orang yang lebih ahli dapat mengenali siapa dirimu hanya dengan melihat gaya bertarungmu.


Xika melihat sekelilingnya. Salah satu pria yang berada di arena di depannya terjatuh dan tak mampu berdiri lagi jadi ia dinyatakan kalah. Setelah itu tak ada lagi yang berani menantang pria yang berdiri dalam arena. Tampaknya tak ada peraturan khusus untuk bisa berpartisipasi.

__ADS_1


Ia berharap begitu karena sebelum ia sempat menanyakan peraturannya kakinya telah melangkah menuju arena duluan. Hampir seluruh penonton yang mengelilingi arena itu menertawakannya. Bahkan sang pria yang berada dalam arenapun merasa terhina karena Xika maju menantangnya.


Sejujurnya Xika agak bingung mengapa dirinya menjadi bahan tertawaan. Apakah ia sebegitu tak menakutkan? Ia yakin Huo Bing akan setuju dengan hal itu. Tapi bukankah ia telah menghebohkan Akademi beberapa kali? Seingatnya, nama 'Xing Xika' telah menyebar cukup luas. Apa mereka tak mengetahui wajahnya? Sepertinya begitu. Mungkin yang tersebar hanyalah kabar angin 'Xika begini' dan 'Xika begitu' tak ada yang menceritakan penampilannya secara detail.


Namun ada satu hal yang menarik perhatian Xika. Dari seluruh orang yang tertawa itu, hanya ada satu orang yang menutup mulutnya rapat-rapat. Liu Shang. Pria itu tersenyum kepadanya dan mengepalkan kedua tangannya, berusaha memberinya semangat.


Melihat pria itu yang berbanding terbalik dengan orang-orang di sekitarnya, tanpa sadar Xika tersenyum. Tampaknya pria itu tidak buruk juga.


"Bocah, aku tak tahu darimana nyalimu berasal hingga mampu menginjakkan kaki di arena ini. Tapi kau sudah tak bisa mundur lagi. Karena kau terlihat seperti pendatang baru, aku akan bersikap lunak padamu. Aku akan membuatmu terbaring beberapa bulan saja."


Gelak tawa kembali terdengar. Terbaring beberapa bulan apanya yang bersikap lunak? Tapi tak ada yang bicara. Mereka semua setuju bahwa pendatang baru seperti Xika harus diberi pelajaran agar tahu tempatnya.


Krek! Krek!


Pria itu meregangkan otot-ototnya dengan malas. Ia tak menganggap Xika sebagai lawan yang berbahaya.


"Kau ingin bertarung dengan gaya yang berbeda bukan? Bagaimana kalau kau ikuti saranku? Bertarunglah seperti Body Cultivator."


Huo Bing bicara di waktu yang tepat ketika Xika bingung harus bertarung seperti apa.


"Ide bagus. Tapi seperti apa Body Cultivator bertarung?"


Di bawah Xika, bayangannya berdesir. Kemudian suara Heiliao terdengar di kepalanya.


"Baiklah."


Xika melirik pria di hadapannya itu. Sekalipun pengawas arena telah mengumumkan pertandingan dimulai beberapa saat yang lalu, tapi tampaknya pria di hadapannya itu sama sekali tak terburu-buru untuk menghabisinya.


Beberapa saat yang lalu Hua Zhantian meremehkannya. Dan kini nama pria itu hanya disebut ketika orang membicarakan Xing Xika. Tak ada lagi yang menyebut Hua Zhantian sebagai Murid Dalam yang hebat atau semacamnya. Yang ada hanyalah Hua Zhantian yang dikalahkan secara menyedihkan oleh Xika.


Ia juga akan membuat pria ini membayar karena telah meremehkannya. Dengan cara yang berbeda tentunya.


Set!


Xika menggunakan kuda-kuda berbeda. Setelah mengaliri seluruh tubuhnya dengan qi, ia berlari menerjang pria itu. Terjangannya itu di sertai sorakan 'Booooo!!!!'.


Syut!


Pria itu mengangkat tangannya dengan santai untuk menahan pukulan Xika. Namun ekspresinya berubah ketika serangan Xika menyentuh tangannya.


BUK!

__ADS_1


Tap! Tap! Tap!


Dan pria itu mundur tiga langkah karena pukulan Xika. Semua orang yang menyaksikan langsung terdiam, termasuk pengawas arena.


Beberapa saat kemudian terdengar gelak tawa seseorang.


"Astaga! Kau mengagetkanku." Kemudian ia menoleh pada orang-orang di sampingnya, "Apa kalian benar-benar berpikir bahwa bocah itu dapat mengalahkan Ma Dong? Tidak mungkin! Ma Dong pasti sengaja melangkah mundur untuk mengejek bocah itu."


Mendengar penjelasannya itu banyak orang mengangguk paham dan ikut tertawa. Ma Dong yang mendengar komentar itu hanya tertawa berpura-pura bahwa apa yang dikatakan sebelumnya memang benar. Tapi Ma Dong tidak melangkah mundur dengan sengaja.


Ia murni melangkah mundur karena pukulan Xika. Jadi ia mulai menatap Xika dengan tatapan yang berbeda. Ia juga mulai mempersiapkan kuda-kudanya.


Syut!


Xika kembali melayangkan tangannya. Kali ini Ma Dong tidak berniat mencoba kekuatan pukulan itu. Ia lebih memilih untuk menghindar lalu memberikan serangan balik.


BUK!


Ma Dong berhasil memberikan pukulan balik dari celah yang dibuat Xika ketika menyerang.


Xika mengernyit melihat tempat di mana Ma Dong memukulnya beberapa saat lalu. Kenapa ia tidak merasa sakit? Memang ada sedikit rasa menggelitik, tapi rasa sakit? Hampir tidak ada.


Sayangnya, Ma Dong mengira serangannya berhasil melihat alis Xika yang berkerut. Ia tersenyum puas sebelum kembali melayangkan pukulannya. Karena sebelumnya ia telah dibuat malu, meskipun tidak ada yang mengetahuinya, kali ini ia mengembalikan martabatnya. Jadi ia melayangkan pukulan bertubi-tubi dengan tangan yang telah dilapisi kulit batu.


"Oh! Ini dia, ini dia! Hujan Meteor Ma Dong yang terkenal itu!"


Kerumunan menatap Ma Dong dengan antisipasi. Mereka ingin melihat teknik terkenal Ma Dong menghabisi seorang Bocah Antah Berantah.


Sayangnya sang Bocah Antah Berantah menolak untuk kalah di bawah teknik tidak jelas seperti itu. Ia bahkan tidak perlu mempelajari pola rentetan serangan Ma Dong untuk memberinya serangan balik.


Whush!


Xika tak mempedulikan tinju Ma Dong yang mengenai pipinya dan melayangkan tinjunya hingga menghantam dagu Ma Dong dan membuat pria itu terlempar keluar dari arena.


"Eh?"


Xika melihat kepalan tangannya dengan bingung. Sepertinya karena kesal diremehkan, ia memukul Ma Dong dengan cukup banyak qi yang terkumpul tanpa sadar.


Dan seluruh kerumunan hanya bisa terdiam. Melihat busa yang keluar dari mulut Ma Dong, mereka sadar bahwa kali ini Ma Dong benar-benar pingsan, bukan hanya main-main saja.


Di tengah keheningan nan sunyi itu, seseorang memberikan tepuk tangan.

__ADS_1


Liu Shang.


__ADS_2