Card Cultivation System

Card Cultivation System
CCS-239


__ADS_3

Dalam situasi normal, Huo Bing tak akan ragu membanting Qing Hu bila gadis itu memeluknya seperti saat ini. Sayangnya, situasi saat ini tidak normal. Zestfull Guava benar-benar buah yang luar biasa, sekaligus terkutuk. Buah itu dapat membangkitkan gairah Huo Bing. Sejak kapan ia bergairah pada manusia?


"Apa jangan-jangan kau menolakku karena temanmu itu, Xika atau siapalah namanya? Jangan bilang kau akan menolakku seperti ia menolak Wu Liao?"


Huo Bing bahkan tak bisa fokus dengan ucapan Qing Hu. Gadis itu berbicara di dekat telinganya, di samping belakang lehernya. Membuat sensasi aneh bangkit dalam diri Huo Bing.


"Bodoh, bodoh! Sadarlah Huo Bing! Kau adalah Cygnix yang terhormat. Jangan biarkan seekor rubah menodaimu!"


Huo Bing memaki dirinya berharap hal itu akan membantunya menyadarkan diri.


Perlahan-lahan, tangan Qing Hu mulai turun. Ia meraba dada Huo Bing secara lambat.


"Hei. Apa aku sebegitu tidak menariknya? Kau ini keren, tahu." ucap gadis itu sambil menekan dada Huo Bing. "Dan aku juga cukup menawan, sepertinya. Bukankah kita ini pasangan yang cocok?"


Akhirnya, Huo Bing tak tahan. Persetan dengan harga dirinya. Persetan dengan kebanggaannya. Ia tak peduli lagi dengan pikiran rasionalnya. Ia berbalik dan menatap Qing Hu dengan berapi-api. Kedua tangannya memegang wajah Qing Hu hendak mencium gadis itu.


Grep!


"Kau yang meminta ini. Jangan salahkan aku!" ucap Huo Bing sambil menghembuskan nafasnya ke wajah Qing Hu. Namun tepat ketika ia hendak mencium gadis itu, ia merasakan sensasi dingin sekaligus panas di balik jubahnya. Sensasi yang terasa.......seperti dirinya.


Mendadak Huo Bing berhenti. Tepat sesenti lagi dari bibir Qing Hu, membuat gadis itu kebingungan. Benar juga. Sejak kapan ia kehilangan jati dirinya?


Perlahan, Huo Bing melepaskan tangannya dari wajah Qing Hu. Ia ingin memeriksa sensasi yang barusan ia rasakan. Namun, Qing Hu menangkap tangannya.


"Apa yang kau lakukan? Kenapa mendadak berhenti? Tampaknya kau masih malu-malu. Baiklah, biar aku saja yang mulai duluan kali ini." ucap gadis itu sambil menjilati bibirnya.


Kini, setelah Huo Bing sadar, ia bertanya-tanya apakah dirinya terlihat seperti makanan lezat sampai Qing Hu menjilati bibirnya seperti itu.


"Mari kita nikmati saja saat ini, ya?" ucap Qing Hu sambil mendekatkan bibirnya ke wajah Huo Bing.


Set!


Huo Bing melepaskan tangannya, setelah itu mendorong Qing Hu ke sebatang pohon secara lembut, lalu mengeluarkan tali dan mulai mengikat Qing Hu.


"Eh? Apa ini? Astaga~ Sekarang kau jadi nakal ya~" ucap Qing Hu tak keberatan sekalipun diikat oleh Huo Bing.


Harus ia akui, Qing Hu bahkan terlihat semakin menawan ketika dirinya sedang diikat. Mungkin ia bisa........tidak, tidak. Cepat-cepat Huo Bing menggelengkan kepalanya. Ia membuang gagasan-gagasan aneh di kepalanya dan berfokus pada sensasi yang ia rasakan sebelumnya.


Ia merogoh bagian dalam jubahnya dan menemukan setangkai bunga. Bunga yang berhasil menyelamatkannya dari penyesalan tak terhingga. Dan sebuah ide terbersit di kepalanya. Mungkin inilah satu-satunya cara untuk menghalau efek dari Zestfull Guava.


Huo Bing melihat Qing Hu sekali lagi, sebelum pandangannya dipenuhi tekad. Memang berisiko memakan bunga itu dihadapan Qing Hu, apalagi dengan adanya kesempatan ia menerobos setelah memakan bunga itu. Masa ketika seseorang menerobos adalah masa paling rentan. Bila terdapat gangguan, dapat menyebabkan luka fatal, bahkan kematian.


Tapi sepertinya ia tak punya pilihan lain. Ia melirik sekelilingnya, kemudian membentuk sebuah penghalang untuk berjaga-jaga. Memang tak dapat menghalau Spirit Beast sepenuhnya, tapi dapat memberinya tambahan waktu.


Sebagai tambahan, Huo Bing mengeluarkan Spirit Core dari Spirit Beast yang telah ia bunuh sebelumnya. Buaya es, Ice Kong, dan Ice Bear. Semuanya berelemen es. Harus ada api agar seimbang. Tapi untuk saat ini ia tak butuh api. Yang ia butuhkan adalah es yang banyak untuk menyadarkan dirinya.

__ADS_1


Tangannya terangkat dan membentuk semacam penghalang bagi mata Qing Hu, agar gadis itu tidak tahu apa yang terjadi. Kemudian Huo Bing memakan Arctic Blaze Moonflower beserta ketiga Spirit Core berelemen es itu secara bersamaaan.


BWOSH!


Suhu udara turun secara drastis. Angin dingin berembus disertai turunnya salju-salju kecil. Dalam sekejap, tanah tempat keduanya berada telah berwarna putih ditutupi salju. Qing Hu tak mengerti apa yang terjadi dan mengapa udara tampaknya menjadi dingin. Tapi api dalam dirinya sepertinya masih cukup untuk menahan dinginnya udara.


Sementara itu, lonjakan qi muncul di tubuh Huo Bing. Aliran qi di dantiannya berputar kencang dengan warna biru dan merah yang saling bercampur. Perlahan, efek dari Zestfull Guava mulai terhapus seiring bertambahnya qi dalam dantian Huo Bing.


Dan tubuhnya kini menunjukkan tanda-tanda hendak menerobos.


---------------------------------------


BRAK!


Xika terhempas dengan keras ke tanah. Heiliao berdiri tidak jauh darinya dengan tatapan tajam. Serigala itu hanya diam sebentar sebelum kembali menyerang. Di sampingnya, melayanglah pisau-pisau yang terbuat dari elemen ruang.


Pisau-pisau itu berputar sebentar kemudian menyerang Xika. Xika merentangkan sayapnya yang berwarna biru gelap dan melepaskan bulu-bulu untuk menahan pisau Heiliao. Sayangnya, pisau Heiliao langsung membelah bulu Xika seperti membelah tahu.


Sambil menggertakkan giginya, Xika membuat penghalang. Sadar bahwa itu belum cukup, ia juga membuat sepasang pisau dari elemen ruang dan bersiap menghadapi pisau Heiliao.


Seperti dugaan Xika, penghalangnya tidaklah cukup. Pisau itu hanya bertahan selama sepersekian detik sebelum menembus penghalang Xika. Untungnya, Xika sudah bersiap. Ia mengangkat kedua tangannya yang telah bersenjatakan pisau.


Sayangnya, sebelum sempat menggunakan pisaunya, Heiliao telah muncul dari belakangnya dan memberikan tendangan telak di punggung Xika hingga membuatnya menabrak dinding.


"Ukh......."


Xika tersenyum pahit sambil menyeka darah yang menetes dari sudut bibirnya. "Seingatku terakhir kali kita bertarung, perbedaannya tidak sejauh ini."


"Hm? Oh, itu. Waktu itu aku masih meraba kekuatanku, mencari tahu sejauh apa aku bisa menggunakan kekuatanku. Sepertinya Huo Bing juga begitu."


Wajah Xika saat ini tampak seperti baru saja memakan sup kelinci Qing Hu. Jadi waktu itu, mereka masih belum serius? Meskipun waktu itu ia kalah, tapi menurutnya perbedaannya tidak terlalu jauh. Seiring dengan berjalannya waktu, ia akan dapat mengejar perbedaan itu. Sayangnya, kini perbedaan itu malah semakin jauh.


"Kita istirahat dulu sebentar."


Tentu saja Xika tak akan menolak. Setelah Heiliao tahu ia baru menerobos, serigala itu langsung menyerangnya gila-gilaan hingga hampir tak ada waktu untuk beristirahat. Tapi ia tahu bahwa pertarungan itu membuat kultivasinya semakin stabil.


Sambil tidur telentang di lantai, Xika memikirkan pertarungannya dengan Heiliao tadi. Ia mengingat-ngingat kesalahannya, momen ketika ia diserang dan menyerang, dan saat Heiliao berpindah tempat. Ia mencoba belajar dari pengalaman itu.


Perlahan-lahan, sambil terus mengingat pertempuran sebelumnya, Xika terlelap. Di sampingnya, Heiliao tersenyum kecil. Xika baru saja hampir kehilangan nyawanya, namun masih bisa bertarung sebaik itu. Memang, pengalaman membuat seseorang semakin kuat.


Sebelumnya juga, Xika pernah hampir kehilangan nyawanya. Baik saat itu maupun saat ini, Xika tidak menyerah dan patah semangat.


Tanpa ia sadari, senyumnya telah mengembang semakin lebar selagi ia mengamati Xika yang tengah terlelap. Kemudian, bayangan hitam muncul di kakinya. Perlahan-lahan semakin besar. Heiliao berbalik dan melihat di atasnya seekor burung sinting tengah mendekat.


"HAHAHA...........Serigala Gosong, aku kembali!"

__ADS_1


Heiliao bergeser satu langkah. Di tempatnya berada sebelumnya, Huo Bing turun disertai bunyi DUAR yang keras.


"Apa kabar-oh." Huo Bing menoleh dan melihat Xika yang sedang tertidur nyenyak di tanah. "Kenapa ia tidur disini?Tadinya aku hendak mengadakan pesta makan, tapi tidak jadi deh karena ia sedang tidur."


Sayangnya, kuping Xika sangat pandai mendeteksi kata makan, melebihi ketika ia mendeteksi musuhnya.


"Apa tadi ada yang bilang pesta makan?"


Heiliao menatap Xika dengan mulut terbuka selama beberapa detik sebelum menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. Kalau masalah makan, Xika selalu siap kapanpun dimanapun. Tampaknya pesta makan tidak jadi dibatalkan.


"Ngomong-ngomong, kita akan makan apa?"


"Buaya beku, kura-kura panggang, king-kong geprek, sate beruang. Pilih saja yang kau suka." ucap Huo Bing sambil mengeluarkan mayat-mayat Spirit Beast dari cincin spasialnya. "Oh, dan masih ada yang lain kalau kurang."


Xika dan Heiliao terpana melihat mayat-mayat yang dikeluarkan Huo Bing. Tapi keduanya memikirkan hal yang berbeda. Heiliao menduga-duga apa saja yang dilakukan Huo Bing sampai membunuh sedemikian banyak Spirit Beast. Lain halnya dengan Xika. Ia sedang memikirkan daging-daging ini dapat dibuat menjadi masakan apa saja dan berapa banyak yang bisa perutnya tampung.


Jadi mereka mulai membakar daging-daging berkualitas itu. Huo Bing membuat berbagai macam kreasi masakan. Xika dan Heiliao juga ikut membantu. Wangi daging yang sedap memenuhi seluruh Jade Village. Sayangnya, mereka lupa bahwa Jade Village masih punya penghuni lain.


"Hm? Bau apa ini?" Wangi daging yang mendadak muncul membuat perhatian Shu Mang teralihkan dari pola aneh di lantai kamarnya. Ia menatap lekat pola itu dan memacu benaknya agar berpikir keras. Sayangnya ia masih tidak mengerti. Akhirnya ia menyerah dan melupakan pola itu lalu mengikuti wangi daging itu berasal.


"Eh? Aku lupa ada kau." ucap Huo Bing melihat Shu Mang yang tiba-tiba muncul.


Xika juga ikut menengok dan tersenyum. "Oh? Lihat siapa yang baru keluar dari kamarnya. Tidak tahan lagi di kamar atau tidak tahan lagi dengan wangi masakan?"


Shu Mang tersenyum sambil menggaruk-garuk kepalanya. Dari belakangnya, Di Tian juga muncul. Ia juga mendekat karena mencium bau daging yang harum.


Huo Bing menatap keduanya dengan tatapan tajam, lantas membuat Shu Mang dan Di Tian sama-sama meneteskan keringat dingin. Akhirnya burung itu menghela nafas. "Kemarilah," ucapnya. Dan keduanya mendekat disertai perasaan lega.


Di masa lalu Huo Bing cukup menyeramkan bagi mereka. Untunglah sekarang, atau setidaknya saat ini, ia tidak melakukan apa-apa. Mereka belum pernah mencium wangi seharum ini dan sangat terkejut ketika melihat bahwa Huo Bing-lah yang memasak.


Mereka harus mengakui, sekalipun menyeramkan tapi masakan Huo Bing memang lezat. Sementara Shu Mang dan Di Tian menikmati masakan Huo Bing, Xika dan Heiliao bertukar cerita dengan Huo Bing.


"Ngomong-ngomong, darimana kau dapat daging sebanyak ini?" tanya Xika dengan daging beruang di mulutnya.


"Hanya membalaskan dendam kecil. Tak penting," Huo Bing melambaikan tangannya mengisyaratkan itu hal kecil. "Kau sendiri? Apa yang kau lakukan? Dan tampaknya ada sesuatu yang berubah darimu."


"Hampir meledakkan diri sendiri. Tak terlalu penting juga." ucap Xika sambil menirukan gaya Huo Bing.


Keduanya saling bertatapan selama beberapa saat kemudian pecahlah tawa mereka. Heiliao juga ikut tertawa. Tampaknya ini malam yang indah untuk dinikmati bersama. Xika punya firasat mereka tak akan menikmati malam yang damai seperti ini dalam waktu dekat.


Shu Mang yang memperhatikan ketiganya bertukar cerita dari samping, mendadak menyadari sesuatu. Tampaknya ia mengerti pola aneh yang tergambar di lantai kamarnya.


"Hei, kalian!"


Ketiganya segera berbalik.

__ADS_1


"Apa kalian tertarik mempelajari teknik gabungan?" tanyanya sambil tersenyum.


__ADS_2