
Gong Tao baru selesai mengerjakan dokumen-dokumen tentang penyerahan pelayan wanita yang bernama Yan Fu setelah ia memiliki masalah dengan Xika ketika asistennya datang mencari dirinya.
"Kepala Gong!"
Gong Tao mengerutkan keningnya. Asistennya jarang terlihat panik.
"Ada apa?"
"Pemuda yang kemarin. Ia datang lagi."
"Tepat waktu. Aku baru saja menyelesaikan dokumen-dokumen ini. Kenapa memangnya?"
"Tuan Muda Cao juga datang."
"Cao Shi yang akan menjadi Patriark Klan Cao berikutnya?"
"Bukan, ini adiknya. Cao Ping."
"Ada apa dengannya?"
"Tuan Muda Cao datang bersama dengan Nona Wu Liao. Awalnya mereka hanya melihat-melihat di lantai dua. Kemudian Nona Wu bertemu seorang pemuda dan itu membuat Tuan Muda Cao tidak senang. Mereka berbincang beberapa saat dan kini situasinya memanas. Saya takut bahwa perkelahian akan terjadi sebentar lagi."
Gong Tao langsung berjalan menuju lantai dua dengan asistennya di belakang.
"Apa Nona Wu tidak berusaha melerai mereka?"
"Tidak. Ia justru terlihat antusias."
Gong Tao menggaruk kepalanya gusar. Kadang ia bingung apa yang dipikirkan para jenius muda. Mereka memang berbakat, tapi tidak jarang mereka bersikap aneh.
"Siapa pemuda yang ditemui Nona Wu itu?"
"Seseorang yang bermarga Xing."
Gong Tao kembali mengerutkan keningnya.
"Pemuda yang sama yang membuat masalah kemarin?"
Asistennya mengangguk. Gong Tao semakin bingung bagaimana ia akan menyelesaikan masalah ini. Ia masih berhati-hati dengan Xika, curiga bahwa anak itu memiliki beberapa rahasia. Lagipula ia tidak bisa melihat tingkat kultivasi anak itu. Sementara Cao Ping merupakan adik dari Cao Shi yang akan menjadi Patriark Klan Cao di masa depan. Kalau bisa ia tidak ingin menyinggung keduanya. Setidaknya sampai ia mengetahui rahasia Xika.
Akhirnya Gong Tao serta asistennya sampai di lantai dua. Tapi ia tidak langsung menuju Xika.
"Ada apa Tuan? Apakah Tuan tidak berniat melerai mereka?" tanya asistennya bingung melihat Gong Tao yang hanya diam padahal sudah sampai di lantai dua.
"Tunggu sebentar lagi." jawab Gong Tao sambil mengamati kedua pemuda yang saling menatap itu.
Kini ia merasakan apa yang dirasakan Nona Wu. Ia juga penasaran pada Xika. Bagaimana seorang pemuda yang datang dari tempat antah berantah akan berurusan dengan Cao Ping yang merupakan salah satu pilar masa depan kota ini?
------------------------
"Bocah sialan! Kenapa kau selalu menciptakan masalah? Pertama di depan gerbang kota setelah itu di depan banyak orang, sekarang di tempat ini!"
Xika mengangkat kedua alisnya.
"Entahlah. Aku tidak pernah mencari masalah. Masalah yang selalu mencari diriku."
Cao Ping tertawa menghina.
"Heh. Jadi kau bilang masalah yang mencarimu? Apa kau akan bilang bahwa ia juga punya kaki dan tangan?"
"Benar. Ia bahkan terlihat seperti monyet dan sedang berdiri di depanku." jawab Xika dengan wajah polos.
Sontak saja, semua pengunjung termasuk Gong Tao dan Wu Liao tertawa. Mereka tidak menduga Xika cukup pintar bicara.
Cao Ping merasa malu sekaligus marah. Kedua tangannya mengepal erat-erat dan mulai membara.
---------------------
"Tuan, apakah anda tidak berniat menghentikan mereka? Sepertinya mereka akan benar-benar bertarung." tanya asistennya yang semakin cemas. Kalau pertarungan pecah disini, maka akan menghancurkan berbagai barang dan akan menimbulkan kerugian yang tidak sedikit.
"Sebentar lagi. Aku masih penasaran dengan pemuda itu."
__ADS_1
--------------------
Xika melihat apa yang dilakukan Cao Ping, tapi ia hanya diam tanpa melakukan apapun, membuat banyak orang terutama Gong Tao dan Wu Liao bertanya. Sebelumnya Wu Liao sempat melihat sedikit kemampuan Xika. Ia tahu bahwa Xika cukup kuat dan ia menantikan apa yang akan dilakukan pemuda itu.
Gong Tao juga sama dengan Wu Liao. Ia mempertanyakan apa yang akan dilakukan Xika. Tanpa sadar, Xika telah menyadari keberadaanya.
Cao Ping tidak tahan lagi. Melihat wajah Xika yang masih tetap tenang di depan dirinya, Cao Ping yang terkenal membuatnya semakin marah. Ia melemparkan bola api dari kedua tangannya.
Tapi bola itu tidak bergerak sesuai keinginannya. Bola itu tidak menuju Xika, melainkan mengarah menuju seseorang yang berada di depan tangga.
Dan orang itu adalah........Kepala Paviliun?
Bola api itu mengarah menuju Gong Tao dan membuat Kepala Paviliun cabang kota Yuan itu mengumpat. Ia tidak bisa lagi bersembunyi. Ternyata ini yang direncanakan Xika. Anak itu sudah tahu keberadaannya. Ia sengaja melakukan ini untuk memaksa dirinya keluar.
Gong Tao menangkap kedua bola api yang dilemparkan Cao Ping. Ia meremasnya sampai hancur kemudian menurunkan tangannya dan menatap tajam Cao Ping. Tatapan yang langsung membuat Cao Ping menunduk ketakutan.
"Tuan Muda Cao, boleh saya tahu apa yang anda lakukan? Mengapa anda melempar bola api pada saya? Apakah Klan Cao tidak menganggap keberadaan Paviliun?"
Cao Ping semakin takut. Keringat dingin menetes. Ia tidak berani menatap Gong Tao. Bahkan dalam keadaan normal saja, kakaknya masih tidak berani menatap langsung mata Gong Tao. Apalagi dirinya dalam keadaan seperti ini?
Melihat Cao Ping tidak menjawab, Gong Tao kembali memanggil.
"Tuan Muda Cao?"
"I-ini bukan salah saya.........ini salah bocah itu........"
Ketika Cao Ping menoleh untuk menunjuk Xika, ia tidak menemukan Xika. Sementara Gong Tao hanya mengerutkan kening melihat arah yang ditunjuk Cao Ping tidak mengarah ke siapapun.
Sama seperti Cao Ping, Wu Liao beserta seluruh pengunjung yang lain terkejut. Mereka juga tidak menemukan Xika di tempatnya berada. Mendadak suaranya terdengar dari arah yang berbeda.
"Tuan Gong, kita bertemu lagi. Apakah urusan anda sudah selesai?"
Xika muncul di samping jendela, dimana tidak seorangpun yang memperhatikan. Baik Cao Ping, Wu Liao maupun pengunjung yang lain terkejut melihat dirinya muncul di sana. Bahkan Gong Taopun tidak terkecuali.
"Tuan Muda Xing?"
Xika berjalan mendekat. Sementara Cao Ping menunjuk-nunjuk Xika dengan telunjuknya.
Xika mengerutkan keningnya mendengar ucapan Cao Ping.
"Maaf, apakah anda mengenal saya?"
Pertanyaan Xika itu kembali membuat semua orang tertawa. Tak terkecuali Gong Tao dan Wu Liao. Ini sudah kedua kalinya Xika berpura-pura tidak mengenal Cao Ping.
Xika tidak mempedulikan tawa di sekelilingnya. Kini ia berdiri di depan Gong Tao.
"Tuan Gong, apa urusan anda sudah selesai?"
Gong Tao mengerutkan keningnya. Dalam hati ia memuji Xika. Anak itu menghadapi Cao Ping dengan cara yang cukup unik. Meskipun cara itu melibatkan dirinya.
"Tolong tunggu sebentar." Kemudian ia menatap Cao Ping. "Tuan Muda Cao. Bagaimana anda akan menjelaskan hal ini pada saya?"
"Ti-tidak......bukan saya......di-dia........"
Xika mengerutkan keningnya ketika Cao Ping menatap dirinya. Tindakan Cao Ping itu berhasil membuat semua orang tertawa dalam hati. Mereka juga memuji Xika. Pemuda itu cukup pintar untuk menangani Cao Ping.
"Saya harap anda akan memberi saya penjelasan yang memuaskan." Gong Tao menatap Cao Ping semakin tajam dan membuat Cao Ping menundukkan kepalanya lebih dalam. Kemudian Gong tao melirik Xika sebentar. "Saya akan bicarakan ini nanti dengan anda. Saya memiliki urusan lain."
Kemudian ia menoleh pada Xika. Wajahnya langsung berubah dan ia tersenyum ramah.
"Tuan Muda Xing, saya baru selesai mengatur dokumen mengenai pelayan itu."
Xika mengangguk-angguk. "Dimana pelayan itu?"
Baik Wu Liao maupun Cao Ping sama-sama terkejut ketika mendengar pembicaraan Xika dan Gong Tao. Apakah Xika berniat membeli budak? Ketika memikirkan tentang itu, Wu Liao menghela nafas. Ia salah menilai Xika. Sementara Cao Ping cukup senang ketika melihat Wu Liao tidak lagi memiliki ketertarikan pada Xika. Ia tidak lagi memikirkan masalah bola api itu.
"Hei! Bawa dia!" ucap Gong Tao pada salah satu pelayan yang ada. Pelayan itu menunduk kemudian melangkah pergi.
Beberapa saat kemudian ia kembali dengan dua orang lainnya. Salah satunya adalah pelayan wanita yang menghina Xika kemarin. Wajahnya tidak terlihat bahagia.
Pelayan itu membawa Yan Fu menuju Xika. Sementara seorang yang lain memberikan beberapa dokumen pada Gong Tao. Setelah memeriksanya sekilas, Gong Tao menyerahkannya pada Xika.
__ADS_1
"Tuan Muda Xing, ini adalah data mengenai pelayan ini."
Xika menerima dokumen-dokumen itu kemudian membacanya sekilas. Kemudian ia berkata,
"Jadi kau memberikannya padaku sebagai budak atau pelayan?"
"Ah, kami sudah melihat kinerjanya selama ini dan ia terbukti tidak memiliki performa yang cukup. Setelah saya mempertimbangkannya saya memberikannya sebagai budak. Anda tinggal tanda tangan di bagian belakang kontrak."
Xika mengangguk. Kemudian ia membaca dokumen-dokumen itu. Ia menemukan beberapa hal seperti nama dan tingkat kultivasi pelayan itu. Di halaman terakhir, ada kontrak Tuan-Budak. Setelah ia menandatanganinya, maka gadis itu akan menjadi budaknya secara resmi. Gadis itu telah dipasangi segel budak. Bila ia menolak perintah tuannya, maka tanda itu akan bersinar menyiksanya dan memaksanya menuruti perintah tuannya. Selain itu, budak juga tidak bisa berada jauh dari tuannya. Maksimal jarak 50 meter.
Xika menandatangani kontrak itu. Kemudian leher Yan Fu bersinar dan mereka telah terhubung sebagai Tuan dan Budak.
"Bagaimana cara untuk melepaskan tanda Tuan-Budak ini?"
Semua orang yang hadir terkejut mendengar ucapan Xika. Terutama Yan Fu. Ia baru saja menandatangi kotrak dan ia sudah bertanya bagaimana cara melepaskannya? Wu Liao sadar ia telah salah sangka sebelumnya. Yan Fu juga menatap Xika dengan pandangan yang berbeda dari sebelumnya.
"Ini........Apa Tuan Muda Xing ingin membatalkan kontrak? Kami dapat mengaturnya untuk anda."
"Aku tidak pernah bilang akan membatalkan kontrak. Aku hanya bertanya bagaimana caranya."
Gong Tao terdiam sesaat kemudian mengangguk.
"Masalah ini dapat diselesaikan dengan mudah. Bila pihak Tuan bersedia melepaskan pihak Budak, maka ia akan bebas."
"Lalu bagaimana bila pihak Tuan tidak ingin membebaskannya? Apakah ada cara lain untuk mematahkannya?"
Pertanyaan Xika itu kembali membuat semua orang berpikir. Apa ia tidak ingin budaknya dicuri? Tapi Wu Liao tidak ingin menebak terlalu dalam.
"Ah. Bila seseorang yang cukup ahli dalam bidang simbol dan segel, mungkin ia dapat mematahkan segel budak. Tapi hal itu juga memiliki resiko yang tinggi dan tidak mudah dilakukan. Bila prosesnya gagal, maka pihak Budak akan meninggal seketika itu juga. Selain itu, tidak ada jaminan seratus persen bahwa pihak Budak tidak akan mengalami efek samping sedikitpun."
"Apakah hal itu tidak akan mempengaruhi pihak Tuan?"
"Tidak."
Xika mengangguk-angguk. Tampaknya hubungan Tuan-Budak ini cukup menguntungkan.
Wu Liao berdiri di samping menyaksikan apa yang baru saja terjadi. Ia tidak berniat menebak-nebak lagi. Ia maju melangkah mendekati Gong Tao dan Xika.
"Anu, Kepala Gong? Boleh saya tahu apa yang terjadi?"
Gong Tao melihat Xika terlebih dahulu. Anak itu cukup sensitif. Lagipula ia memang tidak berhak mengatakan apa yang terjadi bila Xika menolak.
Setelah Xika mengangguk, Gong Tao menjelaskan apa yang terjadi kemarin secara singkat. Wu Liao mengangguk-anggukkan kepalanya. Kini ia mengetahui semuanya dengan jelas. Sebelumnya ia mengira Xika membeli manusia dan ia merasa cukup kasihan dengan Yan Fu. Setelah mengetahui kejadian yang sebenarnya, ia tidak lagi merasa kasihan. Itu semua memang kesalahan Yan Fu sendiri.
Sementara itu Xika merasa bingung dengan Wu Liao. Ia memang tidak keberatan menceritakannya tapi kenapa gadis itu ingin tahu?
"Baiklah, terimakasih Tuan Gong. Saya akan kembali sekarang. Anda dapat melanjutkan urusan anda."
Setelah mengatakan itu Xika berjalan pergi. Yan Fu mengikuti di belakang tanpa bicara. Gong Tao menoleh pada Cao Ping dan kembali menatapnya dengan tajam membuat Cao Ping yang sebelumnya sudah melupakan masalah itu kembali teringat.
"Tuan Muda Cao. Bisa kita bicara?"
Setelah mengatakan itu, Gong Tao tidak menunggu jawaban dari Cao Ping. Ia langsung berjalan pergi dengan Cao Ping mengikutinya dengan kepala tertunduk.
Wu Liao yang melihat hal itu tidak berniat menemani Cao Ping.
"Kalau begitu Tuan Muda Cao, saya akan pergi berjalan-jalan dulu."
Cao Ping ingin menghentikan Wu Liao tapi ia tidak bisa. Gong Tao menatapnya dengan tajam membuat dirinya tidak punya pilihan selain mengikutinya.
"Saudara Xing, bisakah kita pergi bersama?"
Dan ucapan Wu Liao itu kembali membangkitkan amarah Cao Ping terhadap Xika.
--------------------------------------------------------------
__ADS_1
Hari terakhir lomba You Are A Writer Season 5. Mohon bantuannya.