Card Cultivation System

Card Cultivation System
CCS-40


__ADS_3

Daging Black Scorchpion menjadi lebih enak bagi Xingli setelah ia memasaknya sendiri. Meskipun tidak tepat disebut memasak karena Xikalah yang memasak dan Xingli hanya menyaksikan dari samping dengan wajah tanpa ekspresinya.


Meskipun masih ada beberapa kesalahan seperti kulitnya yang masih ada sedikit atau dagingnya yang terlalu banyak terbuang, tapi Xingli cukup puas dengan masakan di depannya.


Berbeda dengan Xika yang cukup pusing melihat sajian di depannya ini. Beberapa masih ada kulitnya dan beberapa dagingnya terlalu tipis karena dipotong terlalu banyak. Akhirnya ia mengecek semua daging sekali lagi dan membenarkan apa yang salah dilakukan Xingli.


Tadinya Xika ingin protes pada Xingli, tapi melihat Xingli yang cukup senang, Xika mengurungkan niatnya.


Darimana Xika tahu Xingli bahagia? Padahal Xingli mengerjakan semua hal dengan wajah tanpa ekspresinya sepanjang hari. Itulah hal ditanyakan oleh Huo Bing.


Dan Xika menjawab ia melihat hal itu dari matanya. Xingli memang tidak mengekspresikan diri dengan mukanya, tapi ia mengekspresikannya melalui matanya.


Mata adalah jendela seseorang ke hati. Kau bisa melihat apa yang dirasakan orang melalui matanya tanpa perlu bertanya. Namun Xika yang dapat memasang wajah dan mata yang polos untuk menipu Huo Bing bahwa ia makan daging lebih sedikit darinya sepertinya sudah melebihi rata-rata manusia.


Ketika Huo Bing mendengar jawaban Xika, ia langsung mengarahkan pandangannya menuju mata Xingli. Tapi ia tidak melihat apa yang Xika lihat. Mungkin memang sulit melihat hati seseorang dari matanya.


Mereka makan ketika hari sudah mulai gelap. Dan Xika menyatukan makan siang dan malam agar porsi makannya lebih banyak. Ia menggunakan alasan bahwa Xingli terlalu lama dalam memotong daging, jadi mereka tidak bisa makan siang karena sudah tidak siang lagi, tapi juga belum malam. Namun perut Xika yang kini sudah berbunyi bersama dengan perut Xingli nampaknya tidak mempedulikan hal itu lagi. Mereka langsung makan begitu dagingnya sudah matang.


Dan ketika mereka selesai makan, hari sudah cukup gelap. Jadi Xika memutuskan untuk bercakap-cakap sebentar sebelum tidur.


Tapi ternyata hal tersebut tidaklah mudah. Jauh dari kata mudah untuk 'bercakap-cakap' dengan Xingli.


"Wahhhh......Dagingnya enak sekali. Benar kan?"


".........."


"Ayo kita ngobrol sebentar. Atau kau sudah mengantuk?"


"........"


Xika menghela nafas berkali-kali. Meskipun Xingli sudah mulai menanggapinya, tapi tidak sering ia mengabaikan ucapan Xika. Ia hanya menatap mata Xika dan Xika membutuhkan waktu yang lama untuk mengerti arti tatapannya. Setidaknya itu lebih baik dari Huo Bing yang tidak mengerti tatapan Xingli sama sekali.


"Omong-omong, aku belum tahu tingkat kultivasimu. Apa kau juga sudah di tahap Forming Qi? Atau kau masih di Qi Gathering?"


Xingli menatap mata Xika kemudian menatap daging yang kini tersisa dua.


"Hei Xika. Gadis ini cukup rakus. Ia sudah makan cukup banyak dan ia masih ingin dua yang tersisa. Setidaknya ia bagi juga satu denganmu."


"Kurasa bukan itu maksudnya. Mungkin ia mengatakan bahwa tingkat kultivasinya di Forming Qi 2."


"Eh? Bagaimana kau bisa tahu?"


"Yah.....Kita sedang membicarakan tingkat kultivasi dan ia menatap daging yang berjumlah dua. Tidak mungkin seorang kultivator tahap Qi Gathering 2 bisa bertarung seimbang denganku. Jadi satu-satunya kemungkinan adalah ia di tahap Forming Qi 2."


"Kenapa tidak mungkin?"


Xika mengabaikan pertanyaan terakhir.


"Forming Qi 2? Berarti satu tingkat diatasku ya."


"Tapi kenapa kau bisa bertarung seimbang denganku padahal kau lebih tinggi dalam bidang kultivasi daripada diriku? Apa kau masih menyembuyikan kekuatanmu?"


Dan Xingli tidak menjawab Xika seperti biasa. Namun ia menatap mata Xika. Belakangan Xingli mulai bersikap seperti itu. Bila ia tidak menjawab Xika, pasti ia akan menatap mata Xika. Dan Xika masih harus menebak arti tatapan itu.


"Hahhhhh.....Baiklah....Kalau kau memang tidak ingin bicara. Aku akan berkultivasi dulu sebentar kemudian tidur. Kau dapat tidur lebih dulu bila kau mau."

__ADS_1


Kemudian Xika berdiri dan duduk agak menjauh dari Xingli, hendak memberikan privasi pada gadis itu.


Xingli hanya menatap Xika. Sepertinya Xika salah mengartikan tatapannya. Tapi ia juga tidak berniat meluruskannya. Ia juga berkultivasi sebentar, lalu tidur. Sama seperti Xika.


Meskipun bilang 'sebentar', nyatanya Xika dan Xingli cukup lama berkultivasi. Mereka berkultivasi sampai hari sudah tidak terlalu gelap, mungkin sekitar jam 4 atau 5 subuh, barulah mereka tidur. Itupun tidak lama.


Memang setelah mencapai Forming Qi, kebutuhan kultivator akan istirahat dan makan akan semakin berkurang. Tapi Xika dan Xingli masih belum mencapai tahap dimana mereka tidak perlu tidur ataupun makan lagi.


Para kultivator tingkat atas sudah mencapai tahap itu. Mereka tidak lagi butuh tidur ataupun makan. Tapi mereka masih cukup sering makan, namun daging yang dimakan bukanlah daging hewan biasa melainkan Spirit Beast. Mereka makan bukan untuk mempertahankan hidup lagi, melainkan untuk menikmati rasa dan memperkuat kultivasi mereka.


Bila Spirit Beast tingkat tinggi dimakan, akan memberikan bantuan bagi kultivator. Meskipun efeknya berbeda-beda tergantung jarak kultivasi antara Spirit Beast dengan kultivator.


Xika bangun ketika hari sudah cukup cerah tapi masih belum terlalu panas.


Ia melihat Xingli masih tidur, jadi ia memutuskan untuk memasak sarapan sendiri.


Ketika Xika sedang membakar daging, Xingli terbangun karena baunya meskipun ia cukup malu untuk mengakuinya.


"Oh. Kau sudah bangun. Mau makan dulu?"


Xingli tidak menjawab tapi ia menerima daging yang disodorkan oleh Xika.


Selesai sarapan, mereka melanjutkan perjalanan menjelajahi tempat itu.


Kali ini perjalanan mereka cukup aman. Mereka tidak menemui satupun hewan-hewan aneh itu.


Xika merasa beruntung bahwa ia menemukan Black Scorchpion sebelumnya.


Di kejauhan Xika melihat sesuatu berwarna hitam yang mendekat.


Xingli melihat arah yang ditunjuk Xika dan menemukan apa yang dikatakan Xika.


Ia menghunus pedangnya. Waspada terhadap benda hitam yang semakin mendekat ke arah mereka. Xika juga membentuk Space Shifter menjadi tongkat dan menerbangkan beberapa kartu di sekitarnya.


Ketika jarak antara mereka dan benda hitam itu mencapai 100 meter, Xika dapat melihat benda hitam itu dengan jelas.


Benda hitam itu adalah seekor serigala. Hanya saja bentuknya agak berbeda dengan serigala biasa. Seluruh tubuhnya hitam, benar-benar hitam. Bahkan Xika tidak dapat melihat dengan jelas bulunya ada atau tidak. Selain itu, matanya juga hitam kosong tanpa ada bola mata. Kalau bukan karena bentuknya yang agak berbeda, Xika tidak akan mengetahui dimana letak matanya.


Serigala itu berhenti sekitar 10 meter dari mereka. Ia memperhatikan Xika dan Xingli baik-baik, begitu juga dengan Xika dan Xingli yang memperhatikan serigala itu.


Serigala itu sedikit menggeram ketika melihat Xika, namun ketika ia melihat Xingli, ia menggeram dengan sangat ganas dan membuka mulutnya. Xingli mundur beberapa langkah bukan karena takut melihat gigi tajam serigala itu, tapi karena kaget mendengar geraman yang cukup keras dan ganas.


"Aneh. Bukankah hewan-hewan biasanya cukup menyukai wanita cantik? Kenapa ia menggeram begitu keras dan ganas pada Xingli, tapi tidak padaku?"


"Entahlah. Tapi serigala ini juga terlihat tidak biasa. Mungkin saja ia memiliki kemampuan ruang atau hal lainnya yang tidak diketahui. Berhati-hatilah."


"Ya."


Xika mengeratkan pegangannya pada Space Shifter. Kemudian memasang posisi bertarung.


Serigala itu tampaknya masih ingin menggeram lagi pada Xingli, namun ketika ia melihat Xika memasang posisi bertarungnya, ia segera berlari ke arah Xika.


Mahkluk itu mengarahkan taringnya pada Xika meskipun masih ada jarak beberapa meter.


Xika menyerang serigala itu menggunakan kartunya.

__ADS_1


Namun apa yang terjadi berikutnya mengejutkan Xika.


Kartu-kartunya menembus tubuh serigala itu. Kartunya yang bahkan bisa menahan serangan ruang dari macan ruang, tidak bisa menyerang serigala itu sama sekali.


Xika mencoba menggunakan Space Shifter tapi masih tidak berguna juga. Sama seperti sebelumnya, Space Shifter menembus tubuh serigala itu begitu saja. Seolah tak ada apa-apa.


Xika sempat berpikir bahwa serigala di depannya hanyalah ilusi dan musuh sebenarnya tengah mengendalikan ilusi ini untuk menyerangnya. Tapi ia salah. Ilusi tidak mungkin menciptakan wajah yang begitu liar dan menakutkan.


Setelah cukup dekat, serigala itu melompat dan hendak menerkam Xika. Namun Xika menghindar dan memiringkan kepalanya. Ia mencoba memukul serigala itu ketika tubuhnya berada tepat di depannya.


Tapi hasilnya tetap sama. Serangan menembus serigala itu seperti sebelumnya.


"Sialan! Mahkluk apa dia ini sebenarnya?"


Xingli melihat dari jauh, mencoba mendekat dan membantu Xika. Tapi sebelum ia bisa mengayunkan pedangnya serigala itu sudah menoleh dan memancarkan aura permusuhan yang teramat sangat.


Xingli jadi ragu untuk maju dan membantu.


Melihat Xingli yang ragu, serigala itu mengalihkan pandangannya dan kembali menyerang Xika.


Xika hanya bisa menghindar. Ia mencoba menyerang serigala itu beberapa kali, tapi hasilnya masih sama seperti sebelumnya.


Ia juga menggunakan elemennya untuk menyerang serigala itu, bahkan melapisi kartu dan Space Shifternya dengan empat elemen secara bersamaan.


Tapi hasilnya tetap gagal.


Xika semakin kelelahan. Ia tidak bisa menyerang dan dipaksa untuk menghindar terus-menerus.


Melihat Xika yang semakin terdesak, Xingli tidak lagi ragu dan maju menyerang serigala itu.


Serigala yang hendak menerkam Xika mendadak berbalik dan melompat. Ia menggigit pedang yang hendak diayunkan Xingli dan merebutnya setelah adu tenaga singkat. Kemudian ia membuang pedang Xingli begitu saja.


Xingli mundur melihat serigala itu yang ekspresinya semakin ganas, berbeda dengan dirinya yang masih tidak memiliki ekspresi meskipun dalam keadaan yang kurang menguntungkan.


Dari belakang serigala itu, Xika berlari dan melapisi kepalannya dengan keempat elemen. Ia masih tidak percaya serangannya hilang begitu saja dan masih ingin mencari cara untuk menyerangnya.


Xika melapisi kakinya dengan elemen angin, namun serigala itu masih menyadari dirinya.


Ketika ia berbalik, sudah terlambat bagi Xika untuk mundur, jadi ia maju dan mengarahkan tangannya menuju mulut hewan itu.


Tapi hal yang tak terduga terjadi.


Tangan Xika masuk ke dalam mulut serigala itu namun tidak tembus. Jadi Xika melanjutkan serangannya yang dikiranya berhasil.


"Xika! Jangan!"


Tapi sudah terlambat untuk menghentikan serangan Xika, ataupun menjauh dari serigala itu.


Mulut serigala itu semakin maju dan tubuh Xika masuk ke dalamnya. Dan akhirnya seluruh tubuh Xika hilang ditelan oleh serigala itu.


Serigala itu menggoyang-goyangkan kepalanya beberapa kali kemudian menatap Xingli yang kini memiliki pandangan aneh.


Sesaat sebelum tubuh Xika ditelan sepenuhnya, ia merasakan sebuah perasaan aneh yang tidak dikenalnya. Dan saat ini, perasaan itu semakin besar bersamaan dengan detak jantungnya yang semakin cepat.


Serigala itu hanya menatap Xingli sebentar kemudian memperlihatkan taringnya. Setelah itu muncul lubang hitam yang serupa dengan lubang yang menyerap Xika dan Xingli sebelumnya, kemudian serigala itu melangkah masuk.

__ADS_1


Dan kini Xingli sendiri. Tanpa makanan. Tanpa minuman. Tanpa rencana dan persiapan. Dan tanpa teman seperjalanan.


__ADS_2