Card Cultivation System

Card Cultivation System
CCS-62


__ADS_3

Xika melihat ruangan tempat ia tiba.


Ruangan itu cukup gelap dibanding ruangan lainnya karena hanya memiliki beberapa obor.


Obor yang ada hanya beberapa, namun ruangan ini cukup luas, jelas saja penerangan seperti itu tidak cukup.


Xika mengambil salah satu obor, kemudian berjalan berkeliling.


Ia mendekatkan obor ke tembok dan menemukan ada sesuatu di tembok itu.


Tembok itu memiliki ukiran di atasnya. Semacam tulisan, tapi Xika tidak dapat memahami bahasa apa yang digunakan.


Ia lanjut berjalan, masih dengan mendekatkan obor ke tembok.


Semua tembok itu memiliki tulisan di atasnya, tapi semuanya ditulis dalam bahasa yang tidak Xika mengerti.


Tapi yang aneh, ruangan ini tidak menuju kemanapun dan tidak memiliki harta apapun.


Xika memutari ruangan besar itu sekali lagi dan memperhatikannya dengan lebih seksama.


Ruangan itu terlihat seperti sebuah altar.


Tiba-tiba, dari atas jatuh beberapan cincin spsasial.


TRING!


Bunyinya cukup nyaring karena hanya Xika seorang yang ada di ruangan itu dan ia tidak membuat suara sama sekali.


Xika mengambil cincin-cincin itu.


Ia menyimpannya untuk sementara.


Ia melihat ke atas dan hanya menemukan atap.


'Sial!' pikirnya.


Saat ini tidak ada lagi jalan keluar.


Jalan ia masuk telah ditutup dan ruangan ini tidak memiliki jalan keluar. Ia seperti tikus yang terjebak dalam perangkap.


Kemudian ada lagi yang jatuh dari atas.


Tapi itu bukan benda, itu manusia.


Itu adalah Qin Mo.


Qin Mo dan Xika saling berpandangan.


Tadinya Xika ingin menyapa Qin Mo karena hanya mereka yang ada di ruangan itu, tapi entah kenapa Xika mengurungkan niatnya.


Ia berlagak seolah tidak kenal kemudian mengacungkan Space Shifter ke Qin Mo seperti orang asing yang waspada.


Qin Mo juga punya niat yang sama dengan Xika, tapi ketika Xika mengacungkan tongkatnya, ia mengurungkan niatnya.


Qin Mo hanya menatap Xika sebentar, kemudian mengalihkan pandangannya, tidak peduli dengan keberadaan Xika.


Xika yang melihat tindakan Qin Mo menurunkan Space Shifter, tapi masih menatapnya dengan waspada.


Qin Mo mengambil salah satu obor, kemudian mengelilingi ruangan itu seperti yang Xika lakukan sebelumnya.


Di saat Qin Mo berkeliling, beberapa kultivator lain turun.


Mereka melihat sekeliling dan menatap Xika dan Qin Mo yang sudah ada disana duluan.


Ada sekitar 7 orang yang turun tidak termasuk Xika dan Qin Mo, sedangkan obor yang ada hanya lima buah.


Jadi mereka terpaksa berjalan dalam kelompok.


Hal yang pertama kali mereka lakukan adalah berkeliling. Sama seperti Qin Mo dan Xika.


Di saat kultvator lain sedang mengelilingi ruangan ini, Xika menatap tanah tempat ia berpijak.


Kemudian ia menemukan ada semacam pola aneh di lantai.


Ia mengelilingi ruangan itu lagi untuk yang ketiga kalinya.


Kultivator lain yang melihatnya menatap lantai dengan seksama, ikut menatap lantai.


Perasaan Xika semakin buruk ketika melihat pola-pola aneh di lantai.


Tulisan di dinding sudah cukup membuat perasaannya gelisah, sekarang ada pola aneh di lantai, hal itu makin membuat hatinya tidak tenang.


Kemudian dari salah satu dinding, muncul kultivator lain.


Ia adalah Lin Zhu.


Ia melihat sekitarnya kemudian menemukan Xika.


Ia menatap Xika dengan penuh kebencian. Orang yang melihat tatapannya dapat langsung mengetahui bahwa Lin Zhu ingin sekali membunuh Xika. Tapi karena suatu alasan, ia menahannya.


Dari dinding yang sama dimana Lin Zhu datang, beberapa kultivator lain datang juga. Lian Minjie juga datang tidak lama setelah kelompok ini datang.


Semakin lama, semakin banyak kultivator lain yang datang. Baik dari atas, maupun dari dinding tempat Lin Zhu datang.


Ruangan yang sebelumnya cukup besar itu kini mulai terasa agak sempit.

__ADS_1


Para kultivator itu menatap satu sama lain dengan waspada. Tapi ada hal lain yang mengisi kepala mereka.


Ruangan apa ini sebenarnya?


Bukan hanya Xika yang merasakan firasat buruk ketika melihat tulisan di dinding dan pola aneh di lantai.


Ruangan yang awalnya hening itu mulai berisik ketika kultivator mulai bicara satu sama lain.


Untuk saat ini, mereka mengesampingkan kecurigaan mereka dan mencoba mencari tahu ruangan apa ini sebenarnya.


Tapi meskipun ada begitu banyak dari mereka, tapi tidak ada satupun dari mereka yang tahu ruangan apa ini.


Banyak yang menanyai Xika karena dialah yang pertama sampai ke ruangan ini, tapi Xika sendiri juga tidak tahu ruangan apa ini sebenarnya.


Mendadak dari sebuah dinding, muncul layar yang memperlihatkan kultiavator lain yang belum berada di ruangan ini.


Di bagian kiri bawah layar itu, terdapat angka yang terus berkurang.


Para kultivator itu hanya menatap layar di depan mereka dengan bingung.


Layar itu hanya menunjukkan kegiatan kultivator lain yang kebingungan mencari jalan masuk. Sama sekali tidak menarik.


Namun ketika angka di kiri bawah layar itu menjadi 0, layar itu berubah.


Dari yang tadinya menampilkan kultivator yang masih kebingungan mencari jalan ke ruangan ini, menjadi kultivator yang mendadak mati.


Penyebab kematian itu berbeda-beda, ada yang terbakar lava yang mendadak menyembur, ada yang tertusuk panah dari tembok, ada yang menghirup gas beracun, dan masih ada banyak lagi penyebab kematian mereka.


Semua kultivator itu merasakan hal yang sama ketika melihat layar di depan mereka.


"Sialan! Siapa yang melakukan ini? Cepat keluar!"


Salah seorang kultivator yang tidak tahan berteriak.


Beberapa kultivator lainnya juga ikut berteriak.


Mendadak ruangan itu menjadi terang.


Kemudian entah sejak kapan, di depan mereka berdiri empat sosok yang menyeramkan.


Sosok yang berada di paling depan langsung dikenali oleh hampir seluruh kultiavator.


Ia adalah Tuan Kota dari kota Sheng Niao.


Tapi entah kenapa ia agak berbeda.


Rambutnya terlihat berantakan dan matanya sedikit berwarna ungu.


Sepertinya tiga orang di belakangnya adalah ahli yang ia panggil sebelumnya. Tapi penampilan mereka juga aneh.


Meskipun tidak seperti Tuan Kota yang rambut dan pakaiannya berantakan, tapi tiga orang itu juga memberikan aura yang tidak mengenakkan.


Tapi untuk sesaat, Xika melihat salah satu dari tiga ahli itu mengeluarkan lidahnya yang..........bercabang dua?


Xika semakin meningkatkan kewaspadaanya. Ia mencengkram Space Shifter erat-erat.


Tuan Kota itu berdehem selama beberapa kali kemudian bicara.


"Salam, para warga kotaku. Aku disini ingin memberitahukan pengumuman penting untuk kalian."


Kerumunan itu tidak mempedulikan tuan kota dan masih sibuk berusaha mencari jalan keluar.


"Kalian semua pasti mencari jalan keluar dari tempat ini bukan?"


Kerumunan itu langsung diam mendengar Tuan Kota membicarakan jalan keluar.


"Aku sudah menemukannya."


Kerumunan itu kembali berisik.


"Para ahli di belakangku ini telah menemukan sebuah pintu, namun pintu itu disegel."


Ia diam sebentar kemudian melanjutkan.


"Segel itu membutuhkan darah dalam jumlah yang cukup banyak untuk mengaktifkannya.


Dan untuk itu, kalian harus bertarung sampai hanya lima orang yang tersisa dari kalian."


Tuan Kota itu menatap kerumunan yang saat itu dipenuhi kepanikan dan kecurigaan. Mereka saling menatap satu sama lain dengan waspada.


"Yah kalau begitu, semoga beruntung."


Setelah mengatakan itu, Tuan Kota berbalik dan berjalan mundur ke tempat aman bersama dengan tiga orang lainnya.


Ketika Tuan Kota membalikkan tubuhnya, Xika melihat dua buah lubang kecil di lehernya, seperti bekas gigitan.


"Sial! Tiga orang lain itu pasti adalah ular yang berubah wujud menjadi manusia. Tuan Kota pasti sudah diracuni oleh mereka, karena itu ia berpenampilan berantakan dan bersikap aneh. Bagaimana caranya aku bisa keluar dari sini?"


Kemudian, pertempuran dimulai.


Kira-kira masih ada sekitar dua ratus orang yang ada di ruangan ini. Dan dua ratus orang itu saat ini sedang bertempur memperebutkan kuota yang hanya berjumlah seperempatpuluh dari jumlah mereka.


Tempat itu langsung kacau.


Teriakan kemenangan, jeritan kesakitan, dan darah memenuhi ruangan ini.

__ADS_1


Kemudian salah seorang yang mengenakan jubah mahal dan penuh dengan aura pemimpin, maju dan berkata,


"Tunggu! Jangan dulu bertarung. Bagaimana kita bisa mempercayai ucapannya? Tidakkah kalian melihat betapa anehnya Tuan Kota tadi? Apa kalian tidak melihat matanya yang sedikit ungu dan betapa mencurigakannya tiga orang yang berdiri di belakang Tuan Kota? Dan kenapa kita harus bertempur untuk memberikan darah?


Kita bisa membagikan darah kita dengan sukarela, kemudian mengingat tiga orang senior yang berdiri di belakang Tuan Kota pasti memiliki kultivasinya yang cukup tinggi, kalian pasti bisa menyembuhkan kami bukan? Dengan cara itu kami dapat memberikan darah tanpa ada yang terbunuh."


Kultivator lain yang mendengar perkataannya berhenti bertarung dan memikirkan perkataan pria itu.


Ucapan pria itu cukup masuk akal. Tuan Kota dan tiga orang lainnya bersikap cukup mencurigakan. Selain itu, dengan cara yang dikatakannya tadi, semua orang dapat keluar dengan selamat tanpa ada yang terbunuh satupun.


Pria yang berbicara tadi itu adalah pria yang berhasil mendapatkan artefak pedang. Ia bernama Bai Feng. Memang, ia adalah salah satu yang paling kuat dari antara kultivator yang ada disini. Kultivasinya pun cukup tinggi, di tingkat Forming Qi 5. Dengan kemampuan seperti itu, tidak heran ia berhasil mendapatkan artefak pedang.


Tapi Xika terkejut masih ada orang lain yang dapat berpikir waras selain dirinya. Apalagi orang itu berani menutarakannya pikirannya.


Salah seorang pria berjubah yang berdiri di belakang Tuan Kota mendecakkan lidahnya karena kesal dengan ucapan Bai Feng.


Tuan Kota mengelus dagunya kemudian bicara,


"Hooo......begitu ya........kau tidak mempercayai ucapanku.................."


Bai Feng menangkupkan tangannya dan langsung berkata,


"Maaf Tuan Kota, saya tidak bermaksud men-"


"Tidak apa. Akan kujawab pertanyaanmu. Kenapa kami tidak melakukan idemu itu? Para senior di belakangku ini sudah kehabisan tenaga bila melakukan idemu itu. Dan mereka membutuhkan cukup banyak waktu untuk pulih. Disaat itu, darah yang telah kalian berikan sudah mengering dan terbuang percuma."


Tuan Kota diam sebentar kemudian bicara.


"Lalu apakah omonganku bisa dipercaya atau tidak.................akan kuperlihatkan padamu!:


Ketika Tuan Kota sedang bicara 'per' ia sudah maju dan berlari ke arah Bai Feng.


Bai Feng tahu bahwa Tuan Kota tetap akan menyerang tidak peduli apa yang dia katakan, jadi ia mengambil posisi bertarung.


Mereka bertarung selama beberapa saat.


Awalnya pertarungan berlangsung cukup seimbang. Meskipun kultivasi Tuan Kota di atas Bai Feng, tapi Bai Feng mampu menggunakan artefak pedang yang ia dapatkan dengan baik sehingga berhasil mengimbagi Tuan Kota.


Mendadak Tuan Kota berhenti.


Ia diam sebentar, kemudian warna ungu semakin memenuhi matanya.


Ketika Tuan Kota menghentikkan tubuhnya, Xika melihat salah satu dari tiga orang itu melafalkan kata-kata aneh, tapi ia tidak bisa memahaminya.


Setelah warna ungu semakin memenuhi mata Tuan Kota, pergerakannya jadi lebih cepat dan buas.


Lama-kelamaan Bai Feng mulai terdesak.


Awalnya ia hanya menderita beberapa luka gores. Tapi luka-luka itu mengganggunya dalam bertarung dan semakin lama pergerakan Bai Feng semakin lambat.


Kini tubuh Bai Feng dipenuhi dengan darah.


Ia jatuh berlutut di depan Tuan Kota yang saat ini mengangkat pedangnya hendak memenggalnya.


Diam-diam Xika mengalirkan elemen angin dan mengubah arah tebasan Tuan Kota.


WHUSH!


Tebasan Tuan Kota meleset dan memotong tangan Bai Feng.


"AARRRHHHH!!!!!!!!!"


Bai Feng berteriak kesakitan.


Tangannya terlempar ke dekat kaki Xika.


"RRAAAAAHHHHHH"


Tapi Tuan Kota juga ikut berteriak dan kini matanya berwarna ungu sepenuhnya.


Ia mengangkat pedangnya sekali lagi.


Xika mengalirkan elemen angin lagi, namun kali ini hal itu tidak berhasil merubah lintasan pedang Tuan Kota.


Slash!


Kepala Bai Feng berguling di tanah dan akhirnya menyentuh kaki dari salah seorang kultivator.


"Hi-Hiiiii!!!"


Pria itu langsung mundur ketakutan.


Tuan Kota menatap tubuh tanpa kepala Bai Feng dengan puas.


Tanpa terlihat oleh Tuan Kota, Xika mengambil cincin spasial di lengan Bai Feng. Ia tidak akan membiarkan barang pria yang penuh dengan keadilan itu disalahgunakan.


Kemudian Tuan Kota berjalan ke tengah lantai, kemudian menusuk tubuh tak bernyawa Bai Feng.


Darah mengalir dan membuat sedikit pola di lantai itu menyala.


"Apa sekarang kalian percaya padaku?" tanyanya dengan nada yang cukup mengerikan.


Penampilannya saat ini sudah tidak seperti Tuan Kota lagi. Bahkan kultivator lain pun sulit percaya bahwa pria mengerikan di depan ini sama dengan Tuan Kota yang mereka kenal ramah dan baik hati.


Kerumunan itu cukup takut melihat Tuan Kota yang sekarang.

__ADS_1


Jadi tidak ada lagi di antara mereka yang berani menolak Tuan Kota.


Dan pertempuran kembali berlanjut.


__ADS_2