
Setelah Xika berhasil membuat pedang dan bunga dari api, ia masih berlatih membuat beberapa bentuk lainnya. Diantaranya adalah miniatur Huo Bing dan Heiliao. Namun keduanya langsung memadamkan apinya.
Huo Bing mengepakkan sayapnya, sementara Heiliao menyerap apinya.
Setelah itu mereka makan karena perut mereka sudah berbunyi lagi. Kemarin adalah potongan terakhir daging Coral. Jadi sekarang mereka memakan daging Viper. Mereka sengaja menyisakan Cobra karena yakin bahwa pemimpinnya pasti akan memiliki rasa yang paling enak.
Selesai makan, Heiliao tidak langsung mengajari Xika. Ia tahu bahwa anak itu masih lelah dengan pikirannya meskipun sudah makan. Jadi Heilliao membiarkannya beristirahat.
Xika menghabiskan waktunya dengan terbang. Saat ini, ia sudah lumayan mahir terbang.
Ia terbang ke atas hendak mencoba batasnya lagi. Semakin lama ia semakin tahu bahwa ia semakin dekat dengan langit-langit ruangan itu dan hal itu membuatnya dirinya semakin bersemangat untuk terbang.
Sayap biru-hijaunya dikepakkan. Warna itu mengingatkan Huo Bing pada langit biru dan hamparan rumputan hijau. Ia jadi bertanya-tanya sudah berapa lama mereka terjebak di ruangan ini.
Ketika Xika sudah mampu mencapai bagian teratas ruangan ini, ia akan mencari jalan keluar dari tempat ini. Meskipun terjebak bukanlah hal yang baik, tapi masih ada beberapa hal baik yang mereka dapatkan dari tempat ini.
Mereka bisa mengajari Xika tanpa takut ketahuan atau terlihat oleh manusia lain. Selain itu, Xika juga mampu melatih sayapnya tanpa gangguan. Huo Bing tidak tahu apa yang akan terjadi bila Xika berlatih menggunakan sayapnya di luar dan ada orang yang melihatnya. Mereka juga bisa latih tanding dan mengetahui batasan masing-masing.
Tentu saja Xika yang paling banyak belajar dari pertarungan mereka. Wajar saja, pengalaman tempurnya paling sedikit di antara mereka bertiga.
Kemudian Huo Bing menatap Xika yang sedang terbang berputar menggunakan sayapnya. Ia memanggilnya turun. Ia hendak mengajari Xika bagaimana cara menggunakan sayap dalam pertarungan. Bukan hanya untuk menghindar atau melarikan diri, tapi juga untuk menyerang.
Setelah itu, Huo Bing juga mengajarinya bagaimana cara melarikan diri dari kepungan musuh dan serangan yang bertubi-tubi. Ia memberikan simulasi serangan bertubi-tubi.
Selesai belajar sayap dengan Huo Bing, Xika beristirahat sebentar. Ia tiduran di lantai selama 10 menit kemudian duduk dan berkultivasi.
Meskipun ia sibuk belajar dan berlatih dengan Huo Bing dan Heiliao, ia tidak pernah melupakan kultivasinya.
Saat ini Xika sedang mengisi dantian keempatnya yang berada di tingkat Qi Gathering 8. Omong-omong, Huo Bing selalu menyegel dantian Xika setiap kali dantian sebelumnya mencapai tingkat Qi Gathering 9. Dan setiap kali Huo Bing menyegel dantiannya, Xika akan selalu kesakitan selama berkultivasi. Huo Bing akan melepas segelnya ketika ia dan Xika merasa dantiannya sudah cukup besar, dan kini keempat dantiannya sudah cukup besar. Hanya tinggal tunggu waktu sebelum Xika mencapai tahap Forming Qi.
Xika berkultivasi selama sehari.
Selama Xika berkultivasi, Huo Bing dan Heiliao tidak malas-malasan. Huo Bing yang saat ini tubuhnya sudah lebih padat, sudah mampu menyerap qi di udara, jadi ia tidak harus selalu menyerap jiwa mahkluk lain. Tentu saja jiwa dari tiga ular itu berperan besar dalam hal ini.
Sementara itu, Heiliao juga berkultivasi. Ia membuat beberapa lubang hitam di sekitarnya. Kecepatannya menyerap qi adalah yang paling cepat diantara mereka bertiga. Xika di peringkat kedua. Ia membentuk satu lubang hitam di sekitar tubuhnya. Bukannya ia tidak bisa membentuk lebih banyak, tapi terlalu banyak qi yang masuk ke dalam akan membuat tubuhnnya meledak. Sementara Huo Bing di peringkat terakhir. Ia hanyalah sebuah roh dan baru beberapa saat yang lalu ia bisa menyerap qi. Tentu saja ia kalah dibandingkan dua mahkluk lainnya.
Xika membuka matanya.
Tidak lama kemudian, Heiliao juga membuka matanya karena Xika. Sementara Huo Bing masih fokus berkultivasi. Ia sedang menikmati indahnya menyerap qi tanpa adanya persaingan dengan kedua mahkluk rakus lainnya.
Xika berjalan mendekat ke arah Heiliao.
Heiliao memberinya pandangan bertanya, dan Xika mengangguk. Ia sudah siap untuk memurnikan pil.
Heiliao menyebutkan beberapa tanaman dan Xika mengeluarkan tanaman-tanaman itu dari cincin spasial Bai Feng. Ia hendak membuat salah satu pil paling dasar bagi kultivator yang berada di tingkat Number. Heiliao berkata bahwa harusnya Xika pun bisa membuat pil ini.
__ADS_1
Agak menyebalkan kedengarannya memang. Karena Heiliao seolah-olah meremehkan Xika. Tapi kenyataannya tidak begitu. Justru Heiliao tahu bahwa Xika cukup berbakat karena itu ia hendak menguji batas Xika.
Pil yang akan Heiliao ajarkan adalah Restore Pill. Pil yang dapat mengisi kembali qi yang hilang. Sangat berguna di tengah pertarungan. Pil ini berguna bagi kultivator Forming Qi kebawah, jadi Xika masih bisa menggunakan pil ini. Restore Pill adalah salah satu pil yang terkenal paling sulit di antara Alkemis pemula. Meskipun hanya pil Number rendah, tapi kesulitannya hampir sebanding dengan tingkat menengah.
Hal ini dikarenakan bahan-bahan yang digunakan sangat sensitif. Bila suhunya terlalu rendah atau tinggi, maka bahan utamanya yang berupa Qingtao Grass akan habis terbakar.
Sebelumnya Heiliao sudah melihat sendiri kontrol elemen Xika. Jadi ia yakin Xika harusnya bisa membuat pil ini.
Restore Pill memiliki bahan utama sebagai Qingtao Grass, sedangkan bahan lainnya adalah Red Agathis, Black Ceolog, dan Brown Albalum.
Red Aghatis merupakan pohon besar dengan daun yang berwarna merah. Bila ranting atau daunnya dipatahkan maka akan keluar semacam getah. Getah dan daun dari Red Aghatis lah yang menjadi bahan pelengkap pil ini. Black Ceolog berupa anggrek hitam dengan bagian tengahnya berwarna hijau. Kelopak dari anggrek ini cukup berperan dalam pembuatan pil. Brown Albalum merupakan pohon besar dengan ranting yang cukup banyak bercabang. Buah dari pohon inilah yang menjadi bahan terakhir untuk membuat Restore Pill.
Dalam cincin spasial Bai Feng, terdapat seratus set dari tanaman yang disebutkan Heiliao tadi. Jadi bila Xika berhasil dalam setiap penyulingan-proses pembuatan pil-maka ia bisa membuat seratus Restore Pill.
Xika sudah tidak sabar dan hendak langsung memulai proses penyulingannya.
Tapi Heiliao tidak langsung memulainya. Ia menyebutkan satu jenis tanaman lagi dan meminta Xika mengecek ada berapa banyak dalam cincin spasial Bai Feng.
"Kurang lebih sekitar tiga ribu." jawab Xika yang di jawab dengan anggukan oleh Heiliao.
Aozola Leaf. Merupakan tanaman spiritual yang paling sering ditemui. Meskipun tanaman itu tidak punya efek khusus, tapi itu sangat cocok digunakan sebagai latihan sebelum mulai memurnikan pil.
"Tahap pertama dalam membuat pil adalah Pemurnian. Kau membakar semua bahan-bahan yang dibutuhkan sampai tinggal intinya saja yang tersisa. Meskipun ini adalah tahap pertama, tapi tidak bisa dibilang yang paling mudah. Banyak sekali kultivator yang gagal di tahap ini.
Karena ini pertama kalinya bagimu, maka kita tidak akan menggunakan bahan-bahan yang sesungguhnya."
"Cobalah untuk memurnikan tanaman ini dulu. Di tahap ini kau membakar semua sampah dan kotoran yang ada dalam tanaman. Karena itulah disebut Pemurnian. Kau akan membakar daun-daun ini sampai hanya intinya yang tersisa. Sebisa mungkin, jangan gunakan api yang terlalu besar agar tidak menghanguskan tanaman itu."
Xika mengangguk dan mengambil sehelai Aozola Leaf.
Ia mengangkatnya dengan qi kemudian mengarahkannya ke atas tangannya yang sudah terbakar.
Heiliao baru selesai bicara dan Xika telah melakukan kesalahan.
Yah, itu bukan salah Xika sepenuhnya. Heiliao bilang 'jangan terlalu besar'. Besar dan kecil itu relatif. Jadi Xika tidak tahu berapa standar besar yang dibicarakan Huo Bing. Dan satu-satunya cara untuk mencari tahu adalah dengan mencoba.
Api di tangan Xika terlalu besar sehingga daun itu langsung terbakar hingga tersisa abunya saja.
Xika mencoba lagi setelah itu dan ia tetap gagal.
Setelah menghanguskan sekitar sepuluh lembar Aozola Leaf, barulah Heiliao menyadari ada yang salah dengan Xika.
Selama ini Xika tidak pernah tahu kegunaan lain dari api selain menghancurkan. Ia memang sudah memahami api, tapi ia hanya menggunakan api itu untuk menyerang. Jadi ketika Heiliao memintanya membakar tanaman itu, ia langsung menciptakan api terpanas yang ia bisa. Kebiasaannya saat bertarung masih terbawa.
Jadi Heiliao menghentikan Xika.
__ADS_1
"Xika. Ada yang salah dengan caramu memurnikan."
"Hm? Di bagian mana?"
"Apimu terlalu besar."
"Apa? Tapi apiku sudah cukup kecil." ucap Xika sambil memperlihatkan api di tangannya yang hanya seukuran jarinya.
"Bukan itu yang kumaksud. Suhunya. Apimu memang kecil, tapi suhunya tidak ada perbedaan dengan sebelumnya. Ingat, kau menggunakan api untuk memurnikan pil, bukan untuk bertarung."
Setelah Heiliao mengatakan itu, Xika diam dan memkirkan baik-baik perkataan serigala itu.
Beberapa saat kemudian ia menyadari arti perkataan Heiliao dan mencoba kembali. Sebelumnya, ia tidak tahu bahwa ada perbedaan dalam menggunakan api untuk bertarung dengan memurnikan pil.
Meskipun telah mengerti, tapi Xika tidak langsung berhasil. Ia masing gagal. Tapi setidaknya setiap kegagalan yang ia lakukan membawanya semakin dekat dengan keberhasilan.
Setelah menghanguskan sekitar seratus Aozola Leaf, Xika akhirnya berhasil memurnikan daun itu untuk pertama kalinya. Ia membakar habis daun itu dan menyisakan intinya saja yang berupa cairan.
"Sekarang apa yang harus kulakukan dengan cairan ini?"
"Simpan di udara."
Jawaban Heiliao itu membuat Xika memandangnya dengan pandangan bertanya.
"Gunakan elemen anginmu dan biarkan cairan itu melayang di udara. Tapi ketika kau sudah mulai memurnikan pil, jangan biarkan cairan inti tanaman-tanaman itu bercampur."
"Tapi kenapa harus di udara? Kenapa tidak ditaruh saja di sebuah botol atau tabung?"
"Kau belajar menempa dengan burung itu tanpa menggunakan satu alatpun bukan?"
Xika mengangguk.
"Kalau begitu lakukan hal yang sama di sini. Kau bisa menempa tanpa menggunakan satu alatpun, kenapa kau tidak bisa membuat pil tanpa alat? Selain itu, hal ini melatih konsentrasimu."
Xika hanya bisa diam mengangguk mendengar ucapan Heiliao.
Sebenarnya alasan terbesar Heiliao tidak memperbolehkan Xika menggunakan alat adalah Huo Bing. Huo Bing berhasil mengajari Xika bagaimana cara menempa tanpa menggunakan alat, jadi ai juga tidak mau kalah. Persaingan di antara keduanya membuat Xika mengalami kesulitan. Tapi hal itu juga membawanya lebih maju.
Xika lanjut memurnikan Aozola Leaf lagi. Dari sepuluh percobaan ia hanya berhasil tiga. Dan percobaan terakhir menyebabkan konsentrasinya hancur dan semua cairan yang di udara tumpah ke tanah.
"Heiliao? Sampai kapan aku akan berlatih menggunakan Aozola Leaf? Dan berapa banyak yang harus kusimpan di udara?"
"Untuk pertanyaan pertama, sampai kau berhasil 9 dari sepuluh percobaan. Pertanyaan kedua, sebanyak yang kau mampu. Kau tidak tahu berapa banyak bahan-bahan yang akan digunakan dalam membuat sebuah pil, jadi persiapkan sebaik mungkin."
Dan dengan itu, dimulailah latihan Xika memurnikan pil. Sementara itu Huo Bing masih berkultivasi, tapi ia juga memperhatikan apa yang dilakukan Xika dan Heiliao.
__ADS_1
Ia tahu berapa banyak kemajuan yang dibuat Xika, dan berapa banyak tanaman yang ia hanguskan. Tapi ia lebh fokus dengan berapa banyak yang Xika hanguskan.