Card Cultivation System

Card Cultivation System
CCS-165


__ADS_3

"Ada apa?" tanya Xika yang melihat raut wajah Heiliao memburuk. Ia yakin hal itu ada kaitannya dengan membawa Lang Jin dan lainnya kesini.


"Aku tak bisa menghubungkan tempat ini ke tanah para serigala."


"Apa? Bagaimana bisa?"


"Harusnya ada sosok yang cukup kuat yang mampu menyegel ruang di tempat ini."


"Tapi bukankah kau masih bisa menggunakan elemen ruang? Daritadi kau menggunakannya untuk bertarung bukan?"


Slash!


Xika menebas beberapa ular kemudian menatap Heiliao. Ia melihat serigala hitam itu menggeleng.


"Itu dua hal yang berbeda. Ia menyegel tempat ini dari dalam ke luar. Jadi siapapun tidak bisa masuk ke sini dari luar dan kita yang berada di dalampun tak bisa keluar. Tapi kita masih bebas berpindah ruang selama masih berada dalam area yang ia segel."


Xika menunduk menghindari racun yang mengincar kepalanya, kemudian melempar beberapa kartu. Ia kembali bicara.


"Kalau begitu yang harus kita lakukan hanyalah mengalahkan sosok yang menyegel tempat ini bukan?"


"Teorinya memang begitu. Tapi sosok yang bisa menyegel ruang bukanlah sosok yang mudah untuk dikalahkan."


"Heh. Aku tak percaya sang penguasa ruang akan kalah di bidangnya sendiri."


"Sayangnya saat ini kultivasiku tak sekuat dulu."


"Kalau tekadnya?"


Heiliao tersenyum.


"Jauh lebih kuat."


Setelah berkata seperti itu Heiliao melambaikan cakarnya dan menciptakan tiga tebasan yang memotong semua ular yang terlambat menghindar.


Xika juga tak mau kalah. Ia menebaskan kartunya dan menciptakan gelombang energi yang serupa dengan milik Heiliao.


"Heh. First Way: Single!"


Kini di sekeliling Xika kembali kosong. Ia menggunakan waktu itu untuk mengambil nafas sebentar kemudian memakan pil yang diberikan Heiliao. Qi nya sudah terkuras setengah. Pil Heiliao mengembalikan qinya menjadi sekitar tujuh puluh persen.


Ia menoleh dan menatap Huo Bing yang masih terbang mengamati keadaan.


"Huo Bing, cari sosok yang menyegel ruang di tempat ini. Cukup cari tahu letak dan tingkat kultivasinya. Jangan melawannya."


"Apa kau benar-benar menganggapku selemah itu?"


"Lebih baik berhati-hati daripada menyesal."

__ADS_1


Huo Bing hanya mendengus kemudian pergi mencari sosok yang dikatakan Xika.


"Menyegel ruang membutuhkan konsentrasi dan energi yang tidak sedikit. Harusnya ia tidak ikut bertempur. Mungkin berada di sudut yang tersembunyi, dan harusnya ada beberapa ular yang menjaganya." Heiliao menambahkan.


"Kalau begitu mudah. Dia itu pemimpinnya kan? Cukup cari yang paling kuat saja."


WHUSH!


Huo Bing mengepakkan sayapnya dan menembus angin. Dalam sekejap, ia sudah menghilang dari pandangan Xika. Burung itu sudah melakukan bagiannya. Sekarang ia juga harus melakukan bagiannya, yaitu melindungi desa ini. Desa yang telah dilindungi ayahnya tak akan ia biarkan hancur.


Whosh!


Blar!


Xika menembakkan beberapa bola api. Itu cukup efektif. Tidak hanya membunuh ular yang terlambat menghindar, tapi juga memberikan luka bakar pada ular-ular disekitarnya.


SYUNG!


Xika merasakan ada benda yang mendekat. Tapi benda itu tidak mengincar dirinya, melainkan ular di sampingnya.


CRAT!


Cssss!!!


Benda itu pecah dan cairan di dalamnya keluar. Ternyata itu adalah racun yang sebelumnya Xika dan lainnya kumpulkan. Ia lupa menggunakannya karena terlalu tegang melihat jumlah lawan. Jadi ia tak mengunakan racun itu dan hanya bertarung dengan tubuhnya saja.


Ia menoleh dan menemukan para wargalah yang melemparkan racun itu. Di sekitar mereka tak ada ular, jadi mereka punya waktu untuk mengobati yang terluka dan beristirahat. Setelah dirasa cukup, mereka melemparkan racun itu hendak membantu Xika.


"Hiah!"


Whush!


Beberapa racun kembali melayang mengenai ular-ular disekitar Heiliao dan Xika. Keduanya cukup gesit untuk menghindari cipratan racun sehingga para warga tidak khawatir salah sasaran.


Apa yang dilakukan para warga itu meringankan beban Xika dan Heiliao. Kini mereka dapat berfokus melawan ular-ular yang lebih kuat. Sementara ular-ular kecil itu dapat diurus oleh para warga.


Untungnya, para warga memiliki keterampilan menembak yang cukup baik. Dari lima lemparan, setidaknya tiga akan mengenai sasaran. Lalu yang gagal juga tidak sepenuhnya gagal. Racun yang jatuh ke tanah pecah dan cipratannya juga mengenai ular-ular lain.


"Pantas saja kalian lama. Aku bertanya-tanya kenapa pasukanku masih belum menyelesaikan pekerjaannya, ternyata kalian berdua penyebabnya."


Sebuah suara yang terdengar entah dari mana membuat Xika dan Heiliao langsung meningkatkan kewaspadaan mereka. Suara itu tidak keras, tapi terdengar jelas. Pasti pelakunya menggunakan qi saat bicara tadi.


"Xika! Heiliao! Aku sudah menemukannya!"


Tidak lama setelah suara misterius itu terdengar Huo Bing kembali. Tapi dari raut wajahnya, burung itu tidak membawa kabar baik.


"Burung kecil-"

__ADS_1


WHUSH!


Huo Bing memberikan tebasan menggunakan kakinya. Awalnya Xika bingung kenapa Huo Bing mengarahkan serangannya pada rumput yang tak ada siapa-siapa. Tapi beberapa saat kemudian Xika mengerti alasan Huo Bing mengarahkan serangannya ke sana.


Serangan Huo Bing itu terlihat membentur sesuatu. Kemudian muncullah ular besar sedang mengelilingi pohon itu yang sebelumnya tak terlihat. Sebenarnya bukan ular itu tak terlihat, tapi kulitnya mirip dengan rumput tempat ia bersembunyi sehingga Xika salah mengira ular itu sebagai bagian dari rumput.


Ular itu mendesis.


"Bocah! Umurku jauh lebih tua seratus kali lipat darimu, brengsek!"


Burung dengan dua warna itu langsung terbang menuju ular yang mirip dengan rumput itu dan hendak menangkapnya. Tapi si ular rumput cukup gesit dan berhasil menghindar di saat-saat terakhir. Meskipun Huo Bing tidak berhasil menangkapnya, bukan berarti ia tidak bisa memberikan serangan apapun.


Di tubuh ular rumput itu terlihat cukup banyak goresan. Ia mendesis keras melampiaskan kekesalannya pada Huo Bing. Sementara burung itu kini memberikan senyum puas.


"Heh. Bocah, kau masih belum cukup untuk menantangku!"


"Kuakui, aku memang bukan tandinganmu. Tapi beda cerita bila kami menyerang bersama."


Selesai bicara, ular-ular lain yang memiliki aura serupa dengan si ular rumput muncul. Ada yang muncul dari pohon, ada yang muncul dari tanah kosong, ada juga yang muncul dari dedaunan. Tapi mereka semua tak bisa diremehkan.


"Bah! Sekumpulan bocah ingin menantangku? Mati sana!"


Huo Bing mengepakkan kedua sayapnya, hingga membentuk dua bola besar. Yang satu berwarna merah memancarkan panas yang membara, sementara yang lain berwarna biru memancarkan dingin yang menusuk.


Syut!


Kedua bola itu mendekati kumpulan ular rumput, ular pohon, dan ular-ular lainnya hingga membentuk sebuah ledakan.


Ledakan itu menciptakan asap yang menghalangi pandangan. Beberapa saat berlalu dan tampak empat tubuh yang penuh dengan luka. Salah satunya tak lagi bergerak dan memiliki nafas.


Tapi Xika tak mempedulikan hal itu. Ia tahu Huo Bing menggunakan qinya dalam jumlah yang tidak sedikit.


"Huo Bing!"


"Tenang. Aku masih menahan diri. Kalau tidak, mereka semua sudah mati sekarang."


Ular tanah sedang sial. Serangan Huo Bing mengenai dirinya dengan telak. Ular-ular yang lainpun menderita luka yang tak sedikit. Mereka menatap Huo Bing dengan kesal, tapi apa yang burung itu katakan memang benar. Mereka masih hidup karena Huo Bing masih ingin menghemat qi nya.


"Tadi apa kau bilang? Kau sudah menemukan sosok yang menyegel ruang ini? Dimana dia? Apa tingkat kultivasinya?"


Wajah Huo Bing yang tadinya tersenyum lebar kini langsung memburuk. Senyumnya hilang digantikan tatapan serius.


"Ia berada tidak jauh dari formasi yang ayahmu buat. Seperti yang dikatakan Serigala Gosong, ia memang tidak ikut bertarung dan aura ruang yang kuat terpancar darinya. Tapi ia tidak sendiri. Ia dikelilingi lima ular yang berada di tingkat Red 4."


"Red 4?! Bukankan itu setara dengan Forming Qi 9?"


"Mm." Huo Bing mengangguk.

__ADS_1


"Kalau penjaganya saja sekuat itu, seberapa kuat pemimpinnya?"


"Ia berada di tingkat Royal-Jack."


__ADS_2