Card Cultivation System

Card Cultivation System
CCS-56


__ADS_3

Xika duduk di dalam kamarnya untuk berkultivasi.


Ia mengeluarkan beberapa pil yang ia beli tadi kemudian membuka mulutnya.


Namun sebelum ia memakannya, Heiliao melompat dari bahunya dan menghentikkannya.


Xika menatap Heiliao dengan pandangan bertanya.


"Gunakan kekuatanku."


Xika menaikkan alisnya mendengar perkataan Heiliao.


"Bagaimana aku bisa menggunakan kekuatanmu?"


Heiliao membuka mulutnya kemudian muncullah lubang hitam sebesar kepalanya dan menghisap qi di sekitarnya.


".........................."


Xika terdiam karena terkejut qi disekitarnya menipis dengan cepat.


"Bagaimana aku bisa memiliki kekuatanmu?"


"......................"


Xika masih menunggu jawaban dari Heiliao tapi serigala itu tidak tertarik untuk menjawabnya, justru ia lebih tertarik dengan pemandangan di luar jendela.


Huo Bing muncul dan bicara,


"Kalau dari ceritamu, sepertinya ketika ia berubah menjadi kabut hitam dan memasuki tubuhmu. Sepertinya pada saat itu kekuatannya ketinggalan sebagian."


Heiliao yang sedang menikmati pemandangan langsung berbalik.


"Penjelasan bodoh."


"Yah, setidaknya aku berusaha menjelaskan daripada kau yang tidak menjawab sama sekali."


Huo Bing dan Heiliao saling menatap selama beberapa saat.


Xika menengahi mereka.


"Sudahlah. Bisa kau jelaskan kenapa aku bisa memiliki kekuatanmu?" tanya Xika pada Heiliao yang kelihatannya masih ingin beradu tatap dengan Huo Bing.


Ia menghentikkan tatapannya kemudian menutup matanya sebentar.


"Kenapa di sering sekali menutup matanya sih?" tanya Xika pelan, tapi Heiliao mendengarnya.


Ia tak mempermasalahkan pertanyaan Xika, tapi jawaban berikutnyalah yang menjadi masalah.


"Hush! Jangan bicara begitu. Itu karena dia sudah tua. Memang tubuhnya jadi muda, tapi jiwanya tidak. Sepertinya kepalanya memiliki gangguan jadi ia kesulitan dalam mengingat."


Heiliao langsung melompat dan menggigit Huo Bing.


"AH! Lepaskan aku serigala sialan!"


"Grrr......"


Heiliao tidak melepaskan gigitannya.


"Sialan! Pantas saja kau jomblo-AH!"


Belum sempat Huo Bing menyelesaikan perkataanya, Heiliao menggigitnya lebih keras.


"Su-sudahlah, Heiliao......Huo Bing........"


Xika menarik Heiliao dari tubuh Huo Bing, tapi Heiliao tetap tidak melepaskan gigitannya.


"AH! Pelan-pelan tariknya sialan! Sakit tahu!"


"Aku juga sedang berusaha, burung sialan!"


Dan Xika berdebat dengan Huo Bing dengan Heiliao yang masih menggigit Huo Bing dan Xika yang berusaha melepaskan gigitan Heiliao.


Setelah beberapa perdebatan yang 'biasa' dilakukan, Heiliao akhirnya melepaskan Huo Bing.


"Jadi? Bisa kau jelaskan kenapa aku bisa memiliki kekuatanmu?"


Xika bertanya untuk yang ketiga kalinya. Dalam hati ia bersumpah bila Heiliao tidak menjawabnya, maka ia akan menggigit serigala itu.


"Karena aku memilihmu."


"......................"


Heiliao memang menjawabnya. Tapi itu tidak menyelesaikan pertanyaan di benak Xika.


Xika menatap Huo Bing menanyakan maksud perkataanya Heiliao, tapi Huo Bing pun menggeleng.


"Ehhhh.......bisa kau jelaskan bagaimana cara aku menggunakan kekuatanmu?"


Xika mengganti pertanyaanya.


Heiliao tidak menjawabnya. Ia hanya membalikkan tubuhnya untuk menatap Xika.

__ADS_1


Kemudian Xika merasakan sensasi aneh sekaligus akrab pada tubuhnya.


Ia menutup matanya selama beberapa saat.


Kemudian ketika ia membuka matanya, sebuah lubang hitam sebesar 1 meter muncul di depannya dan menyerap qi di sekitarnya.


Ketika lubang itu terus menghisap qi, Xika merasakan dantiannya sedang diisi dengan cukup cepat.


Ia tidak membuang-buang waktu dan melemparkan beberapa pil ke dalam mulutnya.


Tapi Heiliao melompat dan memukul pil yang ia lempar menggunakan ekornya menuju lubang hitam milik Xika.


Sebelum Xika sempat bertanya atau protes, ia merasakan energi yang lebih murni dan sedikit lebih banyak dari sebelumnya.


Ia kembali duduk bersila dan lebih fokus untuk menyerap qi menggunakan lubang hitam.


"Black Hole dapat menyerap dan mengolah qi lebih cepat dari tubuhmu."


Heiliao duduk disampingnya dan bicara.


"Jangan sia-siakan waktu. Hisaplah sebanyak yang kau bisa."


---------------------------------------


Setelah menghisap habis semua qi yang tersedia di kamarnya, Xika menghentikkan kultivasinya. Dantian keduanya memang masih belum naik tingkat karena disegel oleh Huo Bing, tapi ukurannya saat ini sudah setengah dari dantian orang normal. Meskipun belum naik tingkat, qi yang ia kumpulkan tetap membuat tubuhnya semakin kuat.


Jadi ia menghentikkan kulitvasinya untuk membiasakan diri dengan tubuh dan kekuatannya saat ini.


"Heiliao, kenapa lubang hitam milikmu mirip dengan punya Xingli?"


Heiliao diam menatapnya dengan tanya.


"Ah, Xingli itu gadis cantik yang membawa pedang sebelumnya. Ia yang hendak...........bertarung denganmu......."


Xika agak bingung bagaimana menjelaskan Xingli pada Heiliao mengingat pertemuan terakhir mereka berakhir tidak baik.


Heiliao menutup matanya. Kemudian ia membuka matanya, tapi tidak menjawab Xika. Ia membalikkan badannya dan melompat ke samping jendela.


"Kau....................kalau tebakanku tidak salah, kau adalah keturunan Penguasa Ruang. Benar?"


Heiliao tidak menjawab Huo Bing, tapi Huo Bing yakin tebakannya tidak salah.


"Apa itu Penguasa Ruang?"


"Dunia ini terbentuk dari berbagai unsur ingat? Selain empat elemen dasar, masih ada elemen lainnnya. Penguasa Ruang adalah jiwa dari ruang itu sendiri. Bisa dikatakan dialah yang menciptakan ruang."


Xika mendengarkan dengan alisnya yang mengkerut.


Tapi berbeda dengan Penguasa Ruang, perwujudan atau jiwa mereka terbagi menjadi hitam dan putih. Yang hitam bertugas menyerap dan memasukkan sementara yang putih bertugas mengeluarkan.


Dan serigala sialan ini merupakan keturunan jiwa hitam."


"Nggg.......kalau kemampuan Heiliao yang merupakan keturunan jiwa hitam adalah lubang hitam yang dapat menyerap, kemampuan jiwa putih apa?" tanya Xika santai sambil memasukkan salah satu pisau yang Lian MInjie berikan padanya ke dalam lubang hitam.


"Ya..........mungkin kemampuan jiwa putih adalah lubang putih yang dapat mengeluarkan........benda mungkin?"


"Mengeluarkan benda? Dari mana?"


Huo Bing berpikir sebentar.


Tepat ketika ia membuka mulutnya hendak menjawab pertanyaan Xika, Heiliao menjawabnya lebih dulu.


"Dari lubang hitam."


"Eh?"


Xika terdiam selama beberapa saat.


"Maksudmu..........apa yang kumasukkan ke dalam lubang hitam ini dapat dikeluarkan oleh jiwa putih?" tanya Xika sambil menunjuk lubang hitam di depannya.


Heiliao mengangguk.


"Lalu................apa aku bisa mengeluarkan benda yang sudah kumasukkan?"


Heiliao menggeleng.


"..........................."


Xika terdiam.


"TIDAKKKK!!!!!!!! PISAU KEMBARKUUUU!!!!!!!!


Sekararang sudah tidak kembar lagi......hiks........."


"Piasu kembar?" tanya Huo Bing bingung.


"Pisau yang di berikan Kak Lian ada dua buah."


"Kenapa bisa masuk ke dalam lubang hitam?"


"Aku yang masukkan."

__ADS_1


"Apa? Bodoh! Kenapa kau masukkan?"


"Habis penjelasanmu membosankan."


"Sialan!"


Xika cukup khawatir dengan pisau yang ia hilangkan karena tidak tahu apakah mungkin untuk mendapatkannya kembali dan akan digunakan untuk kegiatan apa pisau itu.


Tapi seharusnya ia tidak perlu khawatir. Karena orang yang memegang pisaunya saat ini terikat dengan garis takdirnya.


Setelah berdebat selama beberapa saat dengan Huo Bing, Xika kembali berkultivasi.


Ia sudah cukup membiasakan diri untuk saat ini. Lagipula ia kekurangan waktu saat ini dan tidak tahu kapan makam tersebut akan dibuka, jadi sebaiknya ia meningkatkan kultivasinya dulu. Ia dapat membiasakan diri di makam.


Tiga hari berlalu dan dantian kedua Xika sudah tiga perempat dari dantian orang normal.


Seminggu berlalu dan kini dantian keduanya sudah sebesar dantian orang normal. Semua berkat lubang hitam Heiliao, dia bisa memperbesar dantiannya dengan cepat, yah meskipun disertai sakit yang cukup mengerikan dan tidak perlu dijelaskan.


Xika menghentikkan kultivasinya.


Baginya, peningkatan kultivasinya saat ini sudah cukup cepat. Ia harus membiasakan diri terlebih dahulu sebelum melanjutkan kultivasinya lagi. Selain itu, hampir semua qi di sekitar penginapan telah habis diserapnya.


"Dantian keduamu sudah sebesar orang biasa. Mau kubuka sekarang segelnya?"


Xika berpikir sebentar kemudian menjawab,


"Emm......tunggu sebentar lagi. Aku ingin dantianku lebih besar s.edikit lagi."


Huo Bing mengangguk.


Xika melanjutkan latihannya. Ia berdiri dan mengubah Space Shifter menjadi tongkat.


Namun belum sempat ia mengayunkannya, tanah bergoncang dan ia kehilangan pijakan.


Dari luar terdengar banyak kultivator lari terburu-buru.


Kemudian salah satu dari mereka berteriak,


"MAKAM BURUNG SUCI TELAH TERBUKA!"


Tanah masih bergetar selama beberapa saat, jadi Xika berusaha keluar dari kamarnya dengan susah payah.


Di luar kamar, ia melihat tiga orang lainnya juga sedang berjalan dengan susah payah.


Mereka berempat keluar dari penginapan dengan penuh perjuangan.


Saat mereka berjarak beberapa meter dari penginapan, guncangan itu berhenti.


Xika melihat bahwa jalanan sudah penuh dengan kultivator meskipun guncangan yang terjadi cukup besar dan lama.


Mereka semua masih belum bisa berjalan dengan benar akibat dari guncangan sebelumnya.


Hal ini cukup aneh, mengingat guncangan biasa tidak dapat membuat kultivator pusing.


Huo Bing yang menyadari keanehan itu menyebarkan auranya dan menemukan bahwa guncangan itu di sertai gelombang energi yang cukup kuat. Ia menemukan sisa-sisa energi di beberapa tempat dengan guncangan yang paling besar terjadi.


Jadi bukan guncangan itu yang membuat para kultivator pusing dan kesulitan berjalan tapi gelombang energi itulah penyebab sebenarnya.


"Xika, guncangan tadi itu disertai gelombang energi yang cukup kuat. Berhati-hatilah!"


"Ya."


Setelah beberapa saat berlalu, para kultivator tahap atas sudah bisa berjalan dengan benar, sementara mereka yang masih tahap menengah dan dibawah masih agak kesulitan berjalan.


Tapi untuk apa berjalan bila bisa terbang?


Para kultivator tahap atas itu langsung terbang segera setelah tubuh mereka pulih.


Xika sendiri tidak butuh waktu lama untuk membiasakan diri dan menyusul para ahli yang sudah pergi duluan. Tiga orang lainnya juga sama dengannya.


Semenit berlalu dan sekarang tidak ada lagi orang yang kesulitan berjalan.


Mereka semua langsung menuju gerbang kota secepat yang mereka bisa.


Ketika Xika sudah sampai di depan gerbang kota, ia menemukan penjaga kota yang berjumlah cukup banyak menutup gerbang kota dan mencegah orang keluar masuk kota.


"Berhenti! Untuk saat in tidak ada yang diizinkan untuk-"


Sret!


Penjaga itu belum selesai bicara, namun kepalanya sudah terlepas dari tubuhnya.


Para penjaga disekitarnya cukup marah dan menghunuskan pedang mereka.


Tapi beberapa panah melesat dari arah belakang dan membunuh beberapa penjaga lagi.


Kini ekspresi marah di wajah para penjaga itu hilang digantikan ekspresi ketakutan.


Jumlah mereka memang cukup banyak. Tapi hanya mereka saja tidak akan bisa menahan seluruh kultivator yang ada di kota.


Jadi mereka menyingkir dan membiarkan para kultivator keluar.

__ADS_1


__ADS_2