
Para kultivator itu mendatangi Xika.
Masing-masing memiliki pandangan yang tidak baik di matanya.
Mereka memang sedang berusaha mendapatkan harta di kolam lain, tapi bila ada harta berharga di depan mata, kenapa harus dilewatkan?
Xika yang mengetahui arti dari tatapan mereka langsung memegang Space Shifter dengan posisi siaga.
"Hehehe.........."
"Hei,nak! Serahkan tanaman itu!"
Xika melapisi ujung Space Shifter dengan angin dicampur lubang hitam Heiliao, kemudian melesat menuju pria yang berbicara sebelumnya.
Pria itu hanya bisa bertahan dengan perisai besarnya karena Xika jauh lebih cepat dari yang ia bayangkan.
Ia berharap perisainya dapat menghalangi tongkat Xika, tapi Xika sudah melapisinya dengan elemen ruang. Space Shifter menembus perisai itu dan menghantam tubuh pria itu langsung.
Meskipun terdengar panjang, tapi semua ini terjadi dalam waktu singkat.
Meskipun Space Shifter hanya menyentuh pria itu sebentar, tapi itu sudah cukup bagi Space Shifter untuk mengoyak isi perut pria itu.
Pria itu terpental ke belakang beberapa meter dengan teriakan dari mulutnya.
Ia berlutut sambil menatap Xika penuh dengan kebencian.
"Beraninya...........beraninya kau................"
Kemudian setelah mengatakan itu, ia muntah darah lalu pingsan (sepertinya).
Kerumunan kultivator itu jadi ragu untuk menyerang Xika melihat betapa kejamnya anak itu padahal masih berusia belia.
Serangan Xika tadi itu langsung menghancurkan dantian pria itu. Itulah alasan pria itu memandang Xika dengan penuh kebencian.
Xika sendiri tidak merasakan perasaan bersalah atau berdosa seperti yang kebanyakan orang alami saat pertama kali melakukan kejahatan.
Tatapan pria itu sebelumnya penuh dengan keserakahan. Dan Xika tahu dari tatapannya bahwa pria itu tidak segan melakukan cara apapun untuk mendapatkan hal yangv diinginkannya, termasuk membunuh. Jadi tidak membunuh pria itu saja sudah cukup ringan bagi Xika.
Tapi bagi kultivator, hidup tanpa dantian tidak ada bedanya dengan mati, bahkan lebih buruk dari kematian. Kalau pria itu masih hidup setelah hari ini, besar kemungkinan ia akan bunuh diri karena tidak terima kembali menjadi manusia biasa lagi.
Xika memandang kerumunan itu dengan tajam, membuat beberapa orang melangkah mundur.
Ia langsung melompat mundur dan berdiri di kolam tengah lava tempat tanaman spiritual itu berada.
Ia mengambilnya dan memasukkan tanaman itu ke dalam cincin spasial.
Tapi ia tidak beranjak dari tempat itu. Para kultivator ini tidak akan membiarkan dia pergi dengan mudah. Tidak dengan tanaman berharga itu.
Kerumunan itu masih ragu dan belum mengambil langkah maju, tapi begitu Xika melarikan diri, mereka pasti akan langsung mengambil tindakan.
Jadi sebelum kerumunan itu yang bertindak, lebih baik ia yang bertindak duluan.
Ia melompat maju dan mengayunkan Space Shifter.
Beberapa orang yang kurang siap karena terkejut mendapat hantaman di perut mereka, sementara mereka yang waspada melompat mundur dan tidak terkena serangan Xika.
Beberapa orang yang posisinya masih agak jauh dari Xika meluncurkan serangan jarak jauh, sementara beberapa yang dekat menyerangnya menggunakan tombak, pedang dan senjata lainnya.
Meskipun saat ini cukup berbahaya, Xika masih belum menggunakan seluruh kekuatannya. Ia hanya menggunakan Space Shifter ditambah elemen angin dan sedikit elemen ruang.
Ia belum menggunakan seluruh elemen yang ia kuasai dan kartu pemberian ayahnya untuk menyerang.
Ia melapisi seluruh tubuhnya yang tertutup pakaian menggunakan kartu, dan sesekali menggunakan elemen ruang bila lawan yang ia hadapi menggunakan perisai.
Situasinya tidak terlalu berbahaya sampai ia harus menggunakan seluruh kekuatannya. Lagipula, ia pasti akan jadi pusat perhatian karena berhasil menguasai lima elemen sebelum mencapai Forming Qi di usianya yang masih muda.
Xika berhasil mengalahkan tujuh orang dalam waktu sepuluh menit.
Kerumunan yang bejumlah sekitar tiga puluh orang itu jadi semakin ragu untuk menyerang Xika. Dan keraguan mereka Xika gunakan untuk beristirahat dan mengambil nafas.
Beberapa orang maju lagi menyerang Xika masih yakin akan bisa mengalahkannya karena menang dalam jumlah.
Sementara itu, beberapa orang mundur secara diam-diam dan kembali ke kolam yang mereka incar sebelumnya.
Xika bertarung lagi dengan enam orang sementara sisanya masih ragu dan sibuk melakukan pertempuran batin.
Di saat kerumunan kultivator itu ragu, Xika sudah mengalahkan empat orang lagi.
Semakin ragu mereka, semakin besar keuntungan bagi Xika.
Beberapa orang mundur lagi.
Dan kini hanya tersisa lima belas orang lagi.
Salah seorang dari mereka maju dan berkata,
"Ayo! Dia pasti sudah kelelahan, kita pasti bisa menghabisinya."
"I-iya...."
Beberapa orang mengangguk ragu.
Kemudian orang pertama maju dan menyerang Xika, tapi yang maju bersama dengannya hanya empat orang. Sisanya telah melarikan diri selagi ia tidak melihat.
Mendadak sebuah ide muncul di kepala Xika.
"Heiliao, apa aku bisa menggunakan kekuatanmu untuk menghisap qi dari tubuh mereka?"
"Untuk orang yang paling kanan, ya, selain itu tidak."
"Kenapa?"
"Mungkin karena yang lainnya lebih tinggi tingkat kultivasinya dari dirimu." ucap Huo Bing menebak.
Heiliao sendiri tidak memberikan jawaban, yang membuat Huo Bing yakin tebakannya benar.
__ADS_1
Xika berpikir sebentar.
Meskipun ia hanya bisa menyerap qi dari orang paling kanan, tapi ia bisa menggunakan hal itu untuk menakut-nakuti mereka.
Beruntungnya, orang paling kanan maju duluan.
Xika menendang dagunya ke atas kemudian menangkap lehernya.
"Uhuk....."
Tangan kiri memegang leher pria itu sementara tangan kanannya berada di depan dantian orang itu.
Lubang hitam kecil muncul di tangan kanannya dan menyerap qi langsung dari dantian orang itu.
"Aakhhh............apa yang kau lakukan...............dantianku tersedot.....kering......" ucap orang itu dengan terbata-bata dan suara yang aneh karena dicekik.
Empat orang lainnya langsung berhenti.
Mereka melihat beberapa sinar kecil melayang dari tubuh teman mereka ke tubuh Xika, meskipun mereka tidak melihat bahwa lubang hitam di tangan Xikalah yang menyebabkan semua itu.
Setelah menyedot qi orang ini sampai habis, Xika menghempaskannya, kemudian menatap tajam empat orang yang tersisa.
Lutut mereka bergetar.
Kemudian mereka menjatuhkan senjata mereka dan berlari sambil berteriak,
"AHHHHH................Ampuni kamiiiiiii............."
Xika menatap punggung mereka dengan tajam. Kalau dalam situasi lain, ia pasti akan membunuh mereka, tapi saat ini, ada hal lebih penting yang harus ia lakukan. Membunuh mereka hanya akan menghabiskan tenaganya dengan sia-sia.
Setelah empat orang itu lari, Xika menatap sekelilingnya dengan tajam.
Meskipun banyak orang sudah kembali ke kolam mereka, tapi pandangan mereka masih melihat Xika sesekali, kalau-kalau orang yang tersisa berhasil mengalahkan Xika, mereka tidak akan ragu berlari kembali dan mencoba mendapatkan ramuan itu.
Setelah ditatap Xika, orang-orang itu langsung mengalihkan pandangan mereka.
Xika berjalan sambil melihat kolam lain.
"Apa yang kau mau? Senjata? Tanaman Spiritual? Bagian tubuh Spirit Beast?"
"Tanaman boleh, Spirit Beast juga boleh. Tapi Senjata juga tidak buruk"
"Jadi kau mau yang mana?"
"Mana saja yang paling dekat dan tidak ada orang. Bisa kau carikan yang bagus?"
"Hmmm.......Bagus dan tidak ada orang itu sulit tahu. Hampir seluruh kolam sudah dikeliling kultivator."
"Karena itulah aku meminta bantuanmu."
"Cih."
"I-itu!"
"Ketemu?"
Xika mengikuti arahan Huo Bing.
Tapi begitu sampai, kolam itu sudah dikelilingi 3 orang.
"Kau bilang tidak ada orang."
"Lihatlah apa yang ada di tengah kolam itu."
Xika mengarahkan pandangannya ke kolam lava yang Huo Bing sebutkan kemudian menemukan sesuatu yang membuatnya merasakan firasat buruk.
Di kolam lava itu terdapat sepasang sayap berwarna biru campur hijau dengan ukuran sekitar dua meter setengah.
"Huo Bing. Itu........"
"Ya. Bisakah kau mengambilnya untukku?"
"Tentu."
Sambil berjalan, Xika menatap tiga orang lain yang sudah mengelilingi kolam itu lebih dulu.
Ia memberikan tatapan tajam dan tanpa bicara, ketiga orang itu pergi.
Sebenarnya ia merasa agak tidak enak mengusir orang apalagi dengan cara seperti itu. Tapi di tempat ini reputasinya sudah hancur. Lagipula hal buruk bisa terjadi bila orang melihatmu terlalu baik.
Xika menggunakan cara yang sama dengan sebelumnya.
Ia membungkuk, kemudian mengarahkan Space Shifter menuju penghalang itu dengan lubang hitam di ujungnya.
"Tunggu. Huo Bing, nanti sayapnya kutaruh di mana?"
"Pertanyaan yang bagus."
Huo Bing diam sebentar kemudian berkata,
"Aku tidak tahu jawabannya. Di cincin spasial mungkin?"
"Bagaimana bila tidak bisa?"
"Lin Konyol sebelumnya bagaimana?"
"Sepertinya kualitas sayap yang ia miliki dengan yang ada di depan kita berbeda. Waktu itu sih dia bisa memasukkannya ke cincin spasial. Tapi aku ragu yang di depan kita ini juga bisa. "
"...................."
"Bisakah kau menyimpannya?"
"Aku ini hanya sebuah jiwa. Aku tidak bisa menyimpan apa-apa. Lagipula aku tidak mau melakukan hal itu."
"Lalu apa saranmu?"
__ADS_1
"Bagaimana kalau kau ikat dan sembunyikan di punggungmu?"
"Sungguh? Apa kau tidak melihat bahwa sayap itu saja lebih besar dari tubuhku?"
".............."
"Bagaimana kalau kau serap saja?"
"Aku....................tidak layak untuk melakukan hal itu."
Nada Huo Bing bicara tadi agak berbeda, tapi ini bukan waktu yang tepat untuk menanyakannya.
Kemudian Huo Bing menghela nafas berat.
"Nanti coba teteskan darahmu ke atas sayap itu."
"Kau yakin?" tanya Xika ragu karena meneteskan darah biasanya dilakukan untuk membuat benda terikat pada kita, semacam tanda namun ikatan itu sulit sekali dipatahkan. Biasanya benda yang sudah diteteskan darah hanya akan terlepas bila pemiliknya mati.
"Ya........................"
Jawaban Huo Bing mengandung kesedihan yang dalam dan membawa suatu memori kembali ke kepalanya.
Memori yang menghantuinya selama beberapa ratus terakhir, memori yang sama menyedihkannya seperti kematian Gu Xun.
Xika menyadari ada sesuatu dengan Huo Bing, tapi saat ini tidak tepat untuk hal itu.
Jadi Xika memfokuskan kembali pikirannya kemudian menyerang pelindung itu.
Sama seperti sebelumnya, Xika harus mempertahankan posisi itu selama beberapa menit, kali ini bahkan lebih lama. Tapi akhirnya penghalang itu hancur juga.
Sayap itu mengepak-ngepakkan dirinya beberapa kali setelah penghalang itu hancur.
Xika menutup matanya sebentar kemudian melompat ke kolam di mana sayap itu berada.
Ia berusaha menyentuhnya dan saat itu juga sebuah aura yang mengesankan keluar dari sayap itu.
Untuk sesaat, Xika melihat sesosok burung di belakang sayap itu.
Mungkin dialah pemilik sayap itu.
Kemudian aura itu melewati dirinya dan mengenai bagian terdalam tubuh Xika.
Aura itu berhenti sebentar di dantian Xika dimana jiwa Huo Bing berada.
Kemudian setelah beberapa saat, aura itu keluar dari tubuh Xika dan masuk kembali ke dalam sayap itu.
Sekali lagi, Xika telah berhasil menarik perhatian kultivator lainnya. Aura tadi itu dirasakan oleh semua kultivator yang hadir disini, baik kuat maupun lemah.
Qin Mo adalah salah satunya.
Ia berada di tempat ini sebelum Xika sampai. Ia juga menyaksikan tanaman spiritual yang Xika temukan dan pertarungan yang Xika lakukan.
Tapi ia tidak melakukan apa-apa.
Ia tidak bisa melakukan apa-apa.
Karena kalau ia melakukan sesuatu, rencana mereka sebelumnya akan hancur.
Tapi saat aroma tanaman yang ditemukan Xika menyebar, ia langsung memegang palunya erat-erat. Ia mengarahkan pandangannya pada orang-orang disekitarnya yang menatap Xika dengan tajam.
Saat itu ia sudah siap membantu, ia sudah memikirkan beberapa ide agar tidak menghancurkan rencana mereka, tapi untunglah Xika berhasil mengatasi semuanya sendiri.
Kali ini juga, ia mencengkram erat palunya. Entah kenapa ia merasa bahwa benda yang ditemukan Xika kali ini lebih berharga dibanding tanaman sebelumnya.
Tapi untuk saat ini, tidak ada yang bergerak. Namun semua mata tertuju pada Xika menantikan tindakan yang akan ia lakukan.
Xika hanya berdiri diam dengan Space Shifter di tangannya.
Ia menutup matanya.
Kemudian membukanya.
WHOOOSHHH!!!!!
Ketika matanya terbuka kembali, ia mengeluarkan aura yang mengerikan. Cukup untuk membuat orang gemetar dan mundur beberapa langkah.
Ia menatap sekelilingnya dengan tatapan yang tegas, mengancam, dan penuh percaya diri.
Tindakannya itu berhasil membuat orang-orang kembali memalingkan wajah mereka, pura-pura fokus dengan kolam yang ada di depan mereka.
Setelah tidak ada lagi yang menatapnya, Xika membalikkan badannya dan kembali menatap sayap berwarna biru kehijauan itu.
Xika mengubah ujung Space Shifter menjadi tajam kemudian menggoreskannya ke lengannya.
Setelah itu ia mengangkat tangannya dan mengarahkannya ke sayap itu, tapi dia agak ragu.
"Tak apa. Tenanglah. Aku sudah bicara dengan pemilik sayap itu sebelumnya."
"Apa yang ia katakan?"
"Saat ini ia sudah meninggal. Tapi ia tidak keberatan bila kau meminjam sayapnya."
Mendengar perkataan Huo Bing, Xika lebih tenang.
Ia mengambil darah yang berasal dari tangan kanannya kemudian mengoleskannya ke sayap itu menggunakan tangan kirinya.
Sayap itu berubah warna.
Dari biru kehijauan menjadi biru gelap tanpa ada hijau sama sekali, kemudian muncullah beberapa titik terang di warna biru yang gelap bagaikan langit itu.
Xika terpana melihat kejadian itu.
Namun perubahan warna itu hanya berlangsung sesaat.
Setelahnya sayap itu mengeluarkan cahaya yang menyilaukan sehingga membuat semua orang temasuk Xika tidak bisa melihat.
__ADS_1
Xika menghalangi pandangannya dengan tangannya.
Dan ketika sinar itu meredup, sayap itu sudah tidak ada lagi di depannya.