Card Cultivation System

Card Cultivation System
CCS-254


__ADS_3

Pagi hari......


"Baiklah. Kalau begitu sesuai rencana kemarin, Saudara Xing akan pergi bersama Saudara Li, sementara Saudara Di bersama dengan Saudara Tian. Aku akan berusaha mencari Saudara Han Feng. Ah, satu lagi. Tolong kembali ke tempat ini di jam yang sama besok pagi, oke? Aku sudah membuat tanda di pohon ini," Zhen Fang menunjuk sebuah pohon dengan tanda 'x' di batangnya, "Soalnya, kita sepertinya tidak punya banyak waktu. Semakin lama kita menunda rencana ini, maka semakin besar kemungkinannya ketahuan. Kalau begitu, mohon bantuannya!"


SWUSH!


Ketika Zhen Fang selesai bicara, keempatnya langsung melesat ke arah yang berbeda dengan formasi 2-2. Hanya Zhen Fang yang tersisa. Ia tersenyum dan melihat ke arah kedua kelompok pergi, menantikan finalis macam apa yang akan mereka bawa.


"Yah, kalau begitu, aku juga harus pergi."


SYUSH!


----------------------


Beberapa saat berlalu setelah mereka berpencar. Kini Xika tinggal berdua dengan Li Tang. Selama waktu itu, tidak ada yang berbicara diantara keduanya. Xika sendiri, sengaja tidak bicara karena takut hubungannya dengan Li Tang ketahuan. Kalau untuk Li Tang, sepertinya memang pria itu yang tidak suka bicara.


Akhirnya, setelah yakin mereka terpisah cukup jauh dengan yang lainnya, Xika membuka mulutnya.


"Yo, Saudara Li! Apa kabar? Maaf terlambat mengucapkannya."


"............"


Li Tang tidak menjawab sapaan Xika. Memikirkan kejadian kemarin, ketika Zhen Fang datang mengajaknya kerja sama, sepertinya itu adalah tindakan yang tepat untuk tidak bermusuhan dengan Xika. Sebelumnya, ia sudah menyadari keberadaan Xika. Namun karena mereka sudah berjanji, Li Tang tak ambil pusing dengan keberadaan Xika.


Tapi keadaan berubah ketika Zhen Fang, Di Lang, dan Tian Li datang. Kalau sebelumnya ia memutuskan bertarung dengan Xika alih-alih membuat perjanjian dengannya, dan anggaplah ia berhasil mengalahkan Xika, maka sepertinya ia akan langsung dihabisi oleh ketiganya.


Tampaknya ajakan Zhen Fang kepadanya berhubungan dengan Xika. Ia dapat merasakan ketika Xika dan Zhen Fang berbicara di atas pohon waktu itu sekalipun tidak tahu apa yang mereka bicarakan.


"Jadi, Saudara Li? Apa kau punya rekomendasi teman atau mungkin sekutu untuk kita rekrut?"


Li Tang menatap Xika dengan aneh sebentar. Bukankah ia sudah bilang bahwa ia tak memiliki rekomendasi sebelumnya? Kemudian ia menggeleng.


"Hm, apa boleh buat kalau begitu. Sepertinya kita tidak memiliki pilihan lain selain menonton satu-persatu pertarungan yang ada."


".............perwakilan akademi......bagaimana?"


"Hm? Ah! Bagaimana ya?" Xika menggaruk-garuk kepalanya dengan bingung. Sepertinya bahkan Li Tangpun tidak mengetahui dirinyalah perwakilan Akademi yang dimaksud.


"Apa kau.......mengenalnya?"


"Ng....anu, sepertinya 'mengenal' bukanlah kata yang tepat," Xika diam sesaat. Ia sedang bimbang hendak mengungkapkan identitasnya atau tidak. Akhirnya ia memilih mengungkapkannya. Lagipula, dari lima orang lain yang termasuk finalis buatan Zhen Fang, ia paling mempercayai Li Tang. "Bisa dibilang, akulah perwakilan Akademi yang kalian cari itu."

__ADS_1


Li Tang melebarkan matanya sambil menatap Xika dengan tidak percaya.


"Ahahaha.........apakah aku terlihat sangat tidak meyakinkan?" tanya Xika sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Jadi......orang yang dibicarakan Zheng Fang......"


"Itu aku." Xika mengangguk.


Li Tang terdiam. ".........Kalau begitu........temanmu.....?"


"Hm? Teman? Kalau yang kau maksud orang lain yang berasal dari Akademi juga, itu tidak ada. Perwakilan Akademi tahun ini hanya aku seorang."


Sekali lagi Li Tang melebarkan matanya. Wajar saja, hal yang baru saja diucapkan Xika bukanlah hal yang biasa dilakukan oleh sekte manapun sejauh kompetisi ini pernah berlangsung.


"Ah, benar juga! Bicara soal teman, kau pasti memiliki beberapa teman dari Dark Shade Abyss bukan? Bagaimana kalau kita merekrut mereka saja? Lebih mudah dan lebih bisa dipercaya bukan?"


Li Tang menggeleng.


"Eh? Jangan bilang kau tak punya teman?"


Entah kenapa Li Tang terlihat kesal.


"Kita tak bisa mengajak teman yang berasal dari klan yang sama dengan kita."


"Coba kau pikir. Bila kau berhasil mengumpulkan 16 finalis seperti rencana Zhen Fang, dan dua diantaranya berasal dari sekte yang sama. Tidakkah kau akan merasa terancam?"


"Ah, benar juga. Dua diantara mereka bisa saja bekerja sama sebelum babak ini berakhir sesuai dengan harapan Zhen Fang bukan? Atau setidaknya mereka dapat mengurangi jumlah finalis yang ada begitu kita selesai menyapu peserta lain."


Li Tang mengangguk. "Selain itu, mengajak orang dari klan yang sama dengan kita dapat merusak keseimbangan."


"Apa yang kau maksud dengan keseimbangan?"


"Finalis yang sudah terkumpul saat ini ada 6. Aku, kau, Zhen Fang, Tian Li, Di Lang, dan Han Feng. Masing-masing dari kita berasal dari sekte yang berbeda. Bila salah satu dari kita mengajak teman dari klan yang sama, maka otomatis yang lain pasti akan merasa terancam. Pada saat itu, maka yang lain pasti akan berlomba-lomba untuk mengajak teman satu klan mereka sebanyak mungkin dan konsep finalis ini mungkin akan hancur."


Xika mengangguk-ngangguk. "Ah, kalau begitu mengapa Zhen Fang tidak membentuk kelompok yang terdiri dari orang-orang Immortal Pearl Pavillion saja sejak awal? Dengan begitu akan lebih mudah untuk mengalahkan lawan-lawan seperti Han Feng, Tian Li dan lainnya bukan? Kulihat sepertinya ada beberapa sekte kecil dan menengah yang melakukan hal tersebut."


Li Tang kembali menggeleng. "Bukan itu tujuan Zhen Fang. Yang ingin dikejar Zhen Fang adalah hubungan baik dengan kita, penerus dari sekte masing-masing. Kemenangan bukanlah tujuan Zhen Fang. Ia tak membutuhkan popularitas. Lagipula, kemana lagi kau akan membeli bahan-bahan kultivasi kalau tidak ke Paviliun? Baik sekte kecil, menengah, ataupun besar tahu hal itu."


"Lalu untuk apa ia membawa banyak orang? Sekte lain seperti Burning Abuss Clan dan Di Clan juga membawa banyak orang. Kenapa mereka tidak berkumpul untuk mengalahkan lawan lain yang kuat, tapi malah berkumpul dengan kita?"


"Menjawab pertanyaan pertamamu, orang-orang yang dibawa Zhen Fang juga memiliki tujuan yang sama dengannya. Mereka berniat menjalin hubungan baik, bukan kemenangan. Kalau kita mengatakan tiap orang memiliki status sosialnya sendiri, maka tugas Zhen Fang adalah menjalin hubungan dengan mereka yang berstatus tinggi seperti Di Lang, Han Feng, Tian Li dan lainnya.

__ADS_1


Orang-orang yang dibawa Zhen Fang bertugas untuk menjalin hubungan dengan mereka yang dianggap kelas dua atau kelas tiga. Sepertinya Paviliun berniat menjalin hubungan dengan semuanya. Kalau tidak, bisa saja mereka yang berstatus rendah akan berpaling dan mencari sumber pasokan lain.


Untuk pertanyaan keduamu, apakah kau tahu bahwa tiap sekte memiliki murid unggulan masing-masing?"


Xika mengangguk.


"Tugas dari orang-orang kelas dua dan kelas ketiga itu adalah untuk membawa murid unggulan seperti Tian Li, Han Feng, dan lainnya menuju babak final. Memang, yang kau katakan itu benar. Bila mereka berkumpul bersama para bawahan, maka kesempatan mereka untuk mengalahkan murid unggulan yang sendirian lebih besar.


Tapi, Zhen Fang telah mengumpulkan para murid unggulan dalam sebuah aliansi. Aliansi itu memiliki kesempatan untuk maju ke babak final lebih besar dibanding ketika mereka bersama bawahan mereka. Mereka bisa mengamati kekuatan lawan dan mengetahui siapa saja yang akan maju ke babak final. Hal itu lebih baik daripada terus berkelana sendiri dan membantai murid lain yang kita temui, kemudian terkejut ketika mendapati siapa yang kita hadapi di babak final."


"Jadi itu alasanmu bergabung dengan Zhen Fang?"


Li Tang mengangguk.


"Tapi tadi kau menanyakan temanku, perwakilan dari Akademi yang lain, apa kau berniat mengajaknya kalau memang ada? Bukankah itu akan merusak keseimbangan seperti yang kau katakan sebelumnya?"


"Hal itu tidak berlaku untukmu. Karena Zhen Fang dan lainnya mengira kau berasal dari sekte kecil atau menengah, bukan dari Akademi, jadi bila kita mengajak perwakilan Akademi maka mereka tak akan curiga."


"Begitu." Xika mengangguk-ngangguk. Dengan kata lain, kau berniat membantuku ya? Batin Xika dalam hati. Sepertinya ia telah menemukan seorang teman lagi dalam kompetisi ini. Juga, ia terkejut Li Tang dapat bicara sebanyak itu. Sepertinya ia memang berbakat membuat orang pendiam menjadi banyak bicara.


Setelah itu, keduanya kembali diam sepanjang perjalanan. Sepertinya orang-orang pendiam seperti Li Tang, Heiliao, dan Xingli memang memiliki masa bicara yang terbatas.


Mendadak, terdengar sebuah suara di kejauhan.


"Hei, apa-apaan ini?! Pedang yang kau jual padaku ini palsu! Aku minta uangku kembali!"


Xika mengerutkan kening mendengar teriakan itu. Kalau berhubungan dengan penjualan, pastinya Immortal Pearl Pavillion bukan? Sebenarnya ini bukan masalahnya, tapi entah mengapa ia tertarik untuk melihat apa yang terjadi.


"Saudara Li, bagaimana kalau kita melihat apa yang terjadi di depan? Kita masih memiliki banyak waktu bukan?"


Li Tang hanya mengangguk dalam diam. Nampaknya anggukan itu berlaku untuk pertanyaan pertama dan kedua Xika. Sungguh orang yang pelit bicara.


Setelah berlari beberapa saat, keduanya menemukan sekelompok orang yang tengah mengepung seorang pria. Anehnya, pria itu tidak mengenakan pakaian khas Paviliun yang mewah dan sombong. Sebaliknya, ia mengenakan pakaian yang tampak unik namun elegan.


Keduanya berhenti dengan jarak beberapa meter. Mereka diam di pohon untuk melihat dengan baik. Xika menaikkan salah satu alisnya ketika melihat pria yang berdiri di paling depan. Tampaknya ialah pria yang berteriak meminta uangnya kembali sebelumnya.


Kalau begitu, maka pria yang dikepung pastilah si penjual pedang itu. Tapi ia tidak tampak berasal dari Paviliun. Rupanya masih ada yang berani berjualan di tengah kompetisi seperti ini selain Paviliun? Atau memang pria itu memiliki alasan tersendiri makanya ia berjualan?


Tapi dilihat dari pakaiannya, pria itu bukanlah penjual penipu seperti yang sering Xika lihat di Ibukota. Apakah ia juga berasal dari kekuatan yang berspesialisasi berdagang seperti Paviliun? Namun mengapa Xika tidak pernah mendengar tentangnya?


Seulas senyum terukir di bibir Xika. Kalau pria itu memang benar berasal dari kekuatan yang berspesialisasi berdagang seperti Paviliun, maka itu adalah hal yang bagus untuknya. Ia dapat menjual pil yang sudah tak berguna lagi baginya, dan membeli sesuatu yang mungkin bermanfaat baginya dari kekuatan itu. Jadi ia tidak perlu lagi berhubungan dengan Paviliun.

__ADS_1


"Saudara Li, ayo kita lihat lebih dekat."


__ADS_2