Card Cultivation System

Card Cultivation System
CCS-253


__ADS_3

SYUSH!


Di balik pepohonan lebat, terlihatlah sekelompok orang bergerak dengan cukup cepat. Kelompok itu terdiri dari lima orang. Kelimanya telah menemui cukup banyak murid di sepanjang perjalanan mereka, tapi tak ada yang mampu membuat mereka terkesan. Alhasil, mereka mengirim semua murid itu keluar dari babak ini.


Kelima orang itu adalah orang-orang yang telah direkrut oleh Zhen Fang, yaitu Xika, Li Tang, Tian Li, dan Di Lang. Kelimanya bergantian mengeliminasi mereka yang tidak layak. Namun dalam beberapa pertarungan, Di Lang sengaja tidak turun tangan. Ia ingin melihat bagaimana kekuatan sebenarnya Xika dan Li Tang.


Bagaimanapun juga, Xika adalah yang terlemah di antara mereka semua. Sekalipun Di Lang curiga Xika menyembunyikan kekuatannya, paling-paling ia hanya berada di tingkat Forming Qi 8 bukan? Tidak mungkin xika dapat menyembunyikan kekuatannya sampai dua tingkat. Hanya seorang ahli tingkat atas yang bisa melakukan hal tersebut. Mngkin hanya mereka yang setingkat para guru di akademi yang bisa melakukan itu.


Xika jelas tidak berada di level yang sama dengan para guru akademi. Apa yang membuat Zhen Fang mengundangnya? Apa Xika benar-benar setara dengan Tian Li yang berasal dari Sky Devouring Castle? Sekalipun sulit dipercaya, tapi ada beberapa hal yang membuatnya ragu.


Pertama, yang mengatakan bahwa Xika setara dengan Tian Li adalah Zhen Fang. Zhen Fang bukan tipe orang yang suka berbohong, apalagi dalam situasi seperti ini. Kalau ia memang pembohong, maka Immortal Pearl Pavillion akan kehilangan pembelinya sejak lama.


Kedua, Tian Li. Pria itu hanya mendengus ketika Zhen Fang mengatakan Xika setara dengannya. Kalau mengingat karakter sombong Sky Devouring Castle, maka mereka pasti akan langsung menolak mentah-mentah bila disetarakan dengan seseorang. Tapi nyatanya Tian Li hanya diam saja.


Selain Xika, masih ada Li Tang. Pria ini semisterius klannya. Ia tak banyak bicara seolah takut salah bicara dan mengungkapkan rahasia klannya. Kekuatannya berada di tingkat rata-rata, Forming Qi 8. Di Lang tidak yakin apakah Li Tang menyembunyikan kekuatannya atau tidak, tapi tampaknya tidak akan ada banyak perbedaan.


Sekalipun kekuatannya berada di tingkat rata-rata, tapi Li Tang tidak menunjukkan sesuatu yang spesial. Ia mirip dengan Xika. Tak ada hal menonjol yang dapat dilihat dari keduanya. Benar, Xika memang berhasil mengejutkan Di Lang ketika tubuhnya menyatu dengan angin, tapi setelah itu apa?


Kalau ia hanya memiliki kemampuan untuk melarikan diri, maka ia tak perlu mengikuti kompetisi ini. Lagipula, yang akan dilihat di babak terakhir adalah kemampuan bertarung tiap individu, bukan kemampuan untuk melarikan diri.


Sayangnya, Di Lang tetap tidak bisa melihat kekuatan sebenarnya Li Tang dan Xika. Ketika keduanya mengeliminasi mereka yang tidak layak, keduanya hanya memberikan serangan biasa. Gerakan mereka memang lebih efektif dan mematikan dibanding kultivator lainnya, tapi selain itu tak ada yang spesial dari mereka.


Mereka terus mencari sampai matahari mulai terbenam. Zhen Fang menyudahi pencarian hari itu. Malam hari adalah waktunya para peserta untuk beristirahat. Meskipun ada beberapa peserta yang melancarkan serangan di malam hari, tapi jumlahnya sangat sedikit. Belum tentu mereka bertemu.


Kelimanya berhenti di tanah yang landai. Mereka tidak mencari tempat tersembunyi. Lagipula, siapa yang butuh? Mereka yang bodoh dan berniat menyerang kelimanya, dipersilahkan untuk maju. Tampaknya kelimanya setuju akan hal itu.


Zhen Fang mengeluarkan beberapa daging dari cincin spasialnya. Kemudian ia mengambil kayu dan membakar daging-daging itu. Pada tingkat kultivasi tertentu, seorang kultivator dapat membuat elemen tiruan, seperti api, air, tanah, dan angin tanpa harus menguasainya.


Hanya saja elemen yang dibuat terlalu lemah sehingga tidak dapat digunakan dalam pertarungan. Penggunaan elemen itu hanya untuk hal-hal sederhana seperti membakar daging, atau mengeringkan pakaian. Jadi tak ada yang terkejut ketika melihat Zhen Fang mampu membuat api dengan qi-nya.


"Silahkan." Zhen Fang membagi-bagikan dagingnya secara merata. Ia berniat mengobrol sepatah dua patah kata dengan mereka, tapi Tian Li dan Li Tang tampaknya tidak tertarik untuk berbicara. Selain itu, entah kenapa tampaknya Tian Li memberikan perhatian khusus pada Xika.


Ia memperhatikan Xika cukup sering selama perjalanan mereka ini. Zhen Fang jadi mulai curiga bahwa Xika sebenarnya memiliki identitas yang luar biasa. Bagaimanapun juga, hanya orang luar biasa yang dapat menarik perhatian mereka yang berasal dari Sky Devouring Castle bukan?


"Saudara Zhen, apa kau masih memiliki nama lain untuk direkomendasikan?"


Tak disangka, ternyata Xika yang memulai percakapan duluan.

__ADS_1


Zhen Fang menjawab dengan senyum kering, "Sayang sekali, Saudara Xing. Selain Saudara Di dan perwakilan dari Akademi, aku tak memiliki rekomendasi lain. Mungkin Saudara Di atau Saudara Li memiliki rekomendasi?"


Li Tang dan Di Lang sama-sama menggeleng. Zhen Fang memanggil nama mereka maksudnya untuk mengajak keduanya bergabung dengan percakapan, tapi tampaknya tidak berhasil.


"Ngomong-ngomong, Saudara Zhen, tidakkah ini terlalu memakan waktu?" tanya Xika lagi.


"Hm, memang benar yang dikatakan Saudara Xing. Tapi selain mengamati pertarungan mereka satu persatu, sepertinya tak ada cara lain untuk mengetahui sisa peserta yang cukup layak."


Xika menggeleng, "Bukan itu maksudku. Bergerak bersama dalam kelompok lima orang ini terlalu memakan waktu bukan? Tidakkah sebaiknya kita berpencar? Dengan begitu kita dapat mengamati berbagai pertempuran dengan lebih cepat bukan? Selain itu kita dapat menelusuri tempat ini dengan lebih cepat."


Zhen Fang melebarkan matanya. Ia menggangguk-nganggukkan kepalanya beberapa kali. "Seperti yang di harapkan dari Saudara Xing. Itu ide yang bagus. Tapi bagaimana sebaiknya kita berpencar?"


"Aku tidak keberatan berkelana sendiri. Bagaimana kalau-"


"Hei, hei......Apa Saudara Zhen yakin? Membiarkan kultivator Forming Qi 7 berkeliaran seorang diri nampaknya bukan ide yang bagus. Bagaimana kalau ia diserang di tengah jalan?" ucap Di Lang mengejek. "Selain itu, apa penilaiannya dapat dipercaya? Bagaimana kalau ia mengajak semua orang yang ia temui?"


Xika memberikan dengusan kecil disertai senyuman tipis yang mengandung hinaan. Tapi selain itu, ia tak berbuat apa-apa.


"Heh. Kenapa? Apa kau keberatan? Coba lawan aku sini, kalau kau keberatan!"


Terhadap tantangan Di Lang, Xika diam saja. Ia bahkan tak repot-repot melihat Di Lang dan lebih memilih berfokus pada daging bakarnya. Di Lang justru semakin naik pitam karenanya. Tapi sebelum ia bicara lebih lanjut, Zhen Fang sudah menengahi keduanya.


"Cih." Di Lang membuang muka sambil mengumpat kesal di hatinya. Sebenarnya, ia sengaja memprovokasi Xika. Karena penasaran akan kekuatan Xika, dan tidak berhasil melihat kekuatan aslinya, jadi Di Lang berusaha membuat Xika menunjukkan kekuatannya dengan provokasi.


Sekalipun ia tahu Zhen Fang pasti akan menengahi, tapi kalau Xika terpancing, setidaknya ia dapat melihat kekuatan Xika sedikit. Sayangnya, ia sama sekali tidak terpancing.


"Begini saja. Karena Saudara Di kurang yakin bila hanya seorang, bagaimana kalau tiap orang pergi berdua? Saudara Xing dengan Saudara Li, Saudara Di dengan Saudara Tian. Sementara aku, aku bisa mencari Saudara Han Feng. Kalau tidak, aku tidak masalah sendirian."


"Sebentar, kau mengelompokkan mereka berdua? Yang satu di Forming Qi dan satunya lagi sok misterius. Apa kau pikir akan ada orang yang tertarik dengan kelompok semacam itu?"


"Ahahaha..........kalau begitu aku harus meminta Saudara Di merekrut orang sebanyak-banyaknya."


"Heh." Di Lang tersenyum bangga sementara Zhen Fang berkali-kali memberikan senyum minta maaf pada Xika.


Untungnya, ucapan Zhen Fang itu berhasil membungkam Di Lang. Ia tak lagi melayangkan protes. Bagi Zhen Fang, formasi kelompok semacam itu adalah yang terbaik.


Ada alasan mengapa ia mengelompokkan Xika dengan Li Tang, bukan dengan Tian Li atau Di Lang. Pertama, Tian Li dan Xika adalah musuh. Ia bertemu keduanya ketika mereka sedang bertarung. Kalau ia meninggalkan keduanya begitu saja, besar kemungkinan mereka akan melanjutkan pertarungan waktu itu. Bagaimanapun juga, pertarungan keduanya terhenti karena dirinya.

__ADS_1


Kedua, Di Lang sangat mencurigai Xika. Ia tidak puas bahwa Xika yang berada di Forming Qi 7 bisa berada di kelompok yang sama dengan dirinya yang berada di Forming Qi 9. Kalau ia meninggalkan keduanya, pasti Di Lang akan memulai pertarungan duluan.


Di Lang pasti akan memberikan kalimat "Karena aku tidak yakin, jadi aku berusaha mengecek kemampuannya. Ternyata ia terlalu lemah. Sebaiknya kau cari finalis lain saja." atau semacamnya. Meskipun ia tidak tahu bagaimana hasil akhirnya bila Di Lang dan Xika bertarung.


Yang terakhir adalah Li Tang. Zhen Fang ingin menguji keduanya, Li Tang sekaligus Xika. Xing Xika yang tampaknya lemah namun luar biasa dengan caranya sendiri, dengan Li Tang yang serba misterius. Apa yang akan terjadi bila keduanya digabungkan?


Ia punya firasat bahwa finalis yang dibawa kelompok Xika akan mengejutkan dibanding kelompok Di Lang. Bagaimanapun juga, tujuannya mengikuti kompetisi ini adalah untuk mengetahui kekuatan sekte besar dan kecil yang ada, sekaligus menjalin hubungan dengan mereka yang berpotensi.


Kalau Xika bisa mendatangkan potensi yang tersembunyi, maka itu pasti akan menguntungkan Paviliun juga. Jadi, mengapa tidak?


Selain itu, kombinasi Di Lang dan Tian Li juga sebenarnya cukup baik. Di Clan dan Sky Devouring Castle. Tentunya sekte kecil dan menengah yang masih waras tak akan berani mengganggu keduanya. Jadi finalis yang akan dibawa keduanya antara lain adalah perwakilan akademi, mereka yang memiliki kekuatan, atau status sosial.


Jadi bisa dikatakan, bahwa finalis yang akan dibawa Di Lang harusnya tidak perlu diragukan lagi. Namun disi lain, agak terlalu membosankan. Sementara kelompok Xika, di satu sisi finalis yang dibawa mungkin akan menimbulkan banyak pertanyaan, namun di sisi lain bisa saja menjadi hal yang mengejutkan.


Ketika hari semakin gelap dan bulan mulai naik, kelimanya memutuskan untuk tidur. Namun tanpa disadari yang lain, Zhen Fang diam-diam mendekati Xika.


"Psttt.....Saudara Xing? Apa kau sudah tidur?"


"Saudara Zhen? Tidak, aku belum tidur. Ada masalah apa?"


"Sebenarnya, aku ingin minta maaf atas hal tadi. Perkataan Saudara Di agak tidak mengenakan. Aku-"


"Tidak masalah. Bukan hal besar. Saudara Zhen tidak perlu mengkhawatirkan hal kecil semacam itu."


"Kalau Saudara Xing tidak keberatan, aku pribadi bersedia memberi kompensasi atas hal ini."


Xika terkekeh pelan. "Tidak perlu, Saudara Zhen. Seperti yang kubilang, itu bukan masalah besar. Lagipula kerja sama ini hanya berlaku sampai 16 besar bukan, Saudara Zhen? Siapa yang meremehkan siapa, baru akan terlihat di akhir."


Zhen Fang terdiam. Butuh beberapa saat baginya untuk kembali bicara. "Baguslah kalau Saudara Xing tidak menyimpan dendam. Aku mohon bantuannya untuk kedepannya kalau begitu."


"Tentu."


Zhen Fang kembali ke tempatnya dengan beberapa pikiran dalam kepalanya. Ada hal yang membuatnya terganggu. Mengingat Xika yang protes pada Paviliun padahal sudah berlalu cukup lama, rasanya aneh ia membiarkan ejekan Di Lang begitu saja.


Selain itu, ucapan Xika yang menyangkut kerja sama dan 16 besar. Pertama, ia sudah menjanjikan Xika akan lolos sampai 8 besar setidaknya. Kenapa ia malah mengatakan 16 besar? Apa Xika tidak percaya padanya? Atau Xika yakin dapat lolos sampai 8 besar dengan kemampuannya sendiri?


Kedua, Xika mengatakan kerja sama seolah ia tak sabar ingin cepat-cepat bebas dari kerja sama ini. Apa itu artinya Xika belum mempercayainya? Meskipun, kerja sama seperti ini memang hal yang cukup rapuh.

__ADS_1


Selain itu, alasan Xika tak ambil pusing dengan Di Lang rupanya karena Xika tidak menganggap Di Lang dari awal. Memang, ia tak salah pilih orang. Kebanyakan peserta pasti akan gentar bila berhadapan dengan nama sekte besar seperti Di Clan, Sky Devouring Castle atau lainnya.


Tapi Xika malah tidak menganggap mereka sama sekali. Ini memperkuat dugaan Zhen Fang bahwa Xika memang yakin dapat lolos sampai 8 besar dengan kemampuannya sendiri. Bahkan, mungkin saja 8 besar bukanlah tujaun akhirnya. Siapa yang tahu? Ia jadi tidak sabar finalis seperti apa yang akan dibawa Xika nanti.


__ADS_2