
Ketika Heiliao mulai aktif menyerang, ia dan si Ular Boa seolah bertukar peran. Kini gantian Ular Boa yang menjadi lebih sering bertahan.
Sesekali Heiliao memberikan celah, tapi tidak cukup untuk membelitnya. Jadi Ular Boa terus bertahan sambil menunggu waktu yang tepat untuk membelit mangsanya itu.
Heiliao mengayunkan kakinya beberapa kali tapi lawannya itu cukup gesit untuk menghindar tepat waktu. Sekali waktu, Ular itu mendekatkan kepalanya hendak menggigit kaki Heiliao.
Itu merupakan kesempatan yang tak akan Heiliao sia-siakan, jadi ia juga ikut merendahkan kepalanya hendak menggigit kepala Ular itu. Ia ingin bertaruh siapa yang lebih cepat, taring Heiliao yang menyambar kepalanya atau kepalanya yang berhasil mematuk kakinya.
Tapi sayangnya Ular itu tak mau bertaruh seperti yang Heiliao lakukan.
Sesaat sebelum moncong Heiliao mencabik kepalanya, ia sudah lebih dulu melingkarkan ekornya di kaki Heiliao. Perlahan-lahan, belitannya semakin naik dari kaki ke tubuh.
Heiliao yang menyadari rencana Ular Boa terlambat bereaksi. Tidak lama kemudian, ular itu berhasil melilit tubuh sang serigala hitam. Ia berusaha membebaskan diri dengan menggerak-gerakkan tubuhnya, tapi tak berhasil.
Yang ada, Ular Boa itu melilitnya semakin keras. Perlahan-lahan mengurangi oksigen yang diterima tubuh Heiliao hingga akhirnya serigala hitam itu akan kehabisan nafas.
Bruk!
Heiliao melompat dan menjatuhkan diri. Gerakan yang sering digunakan oleh hewan berkaki empat ketika melawan ular yang melilit. Posisi Heiliao saat ini menimpa beberapa bagian tubuh Ular Boa, tapi tidak berhasil melepaskan lilitannya.
Serigala hitam itu tidak menyerah. Ia berguling kesana kemari berusaha membebaskan diri. Dalam pertarungan di alam liar, ini adalah satu-satunya cara yang digunakan untuk membebaskan diri dari lilitan ular. Selain itu jarang ada gerakan yang efektif.
Tapi baik Heiliao maupun Ular Boa bukanlah hewan biasa. Terutama Heiliao. Siapa yang tak kenal dia, Heiliao sang Penguasa Ruang? Ia berasal dari kaum Night Shade Wolf. Kaum yang terkucilkan, namun melesat naik setelah Heiliao mulai menapaki jalannya dunia kultivasi.
Dari namanya mungkin sudah terbayang beberapa dugaan mengenai keahlian kaum Night Shade Wolf. Yang pasti berhubungan dengan kegelapan dan bayangan. Dan itulah yang akan dilakukan Heiliao setelah melihat gerakan menjatuhkan dirinya tak berhasil.
Siang hari yang terik ini membuat bayangan tiap mahkluk menjadi lebih jelas. Di saat Ular Boa tersenyum puas karena berhasil melilit lawannya, Heiliao menundukkan kepalanya. Tanpa ular itu sadari, Heiliao juga mengulas sebuah senyum di wajahnya.
Heiliao semakin mendekatkan diri dengan tanah. Bulunya yang hitam terlihat menyatu dengan bayangannya. Di saat Heiliao menempelkan diri dengan bayangannya, Ular Boa mulai merasakan sesuatu yang salah. Ia mengeraskan lilitannya pada Heiliao.
Tapi sayangnya itu tak menghentikan Heiliao. Serigala hitam itu perlahan-lahan menyatu dengan bayangannya. Benar-benar menyatu sampai Ular Boa ditinggalkan sendiri kebingungan mencari mangsanya.
Ular Boa masih melihat sekelilingnya dengan waspada. Tubuh melatanya ia gerakkan kesana kemari menghancurkan lingkungan sekitarnya. Tapi semua itu tak membantunya menemukan Heiliao.
__ADS_1
Ia telah melihat ke segala arah, atau setidaknya begitu pikirannya. Namun, ia melupakan satu arah. Arah yang sama sekali tak ia duga.
SRAK! HAP! CLEP!
Dari bawah tanah, tepat di bawah perut Ular Boa, Heiliao membuka moncongnya dan berhasil menangkap mangsanya. Taringnya ia tancapkan dalam-dalam hingga tubuh penuh sisik itu meneteskan darah.
Kali ini situasi berbalik. Sekarang giliran Ular Boa yang menggeliat berusaha melepaskan gigitan Heiliao. Tentu saja Heiliao tak akan melepasnya semudah itu. Pada saat itu, terjadi adu tenaga yang luar biasa. Antara moncong Heiliao dan perut Ular Boa, mereka sedang mencari tahu siapa yang lebih kuat.
Tapi Heiliao sadar, sekalipun ia menang dari adu tenaga itu, ia tak akan bisa membunuh si Ular Boa karena kehabisan tenaga. Jadi daripada menghabiskan tenaganya dengan sia-sia, lebih baik menghemat tenaga sambil memikirkan rencana lain.
Setelah beradu tenaga selama beberapa saat, Heiliao menghempaskan Ular Boa ke tanah. Dan di bawah tatapan penuh kejut Ular Boa, tubuh Heiliao mencair dan menyatu kembali dengan bayangannya.
Ular Boa tak berani lengah. Ia cepat-cepat bangun dan waspada dengan sekelilingnya. Tapi sama seperti sebelumnya, ia melakukan kesalahan. Sebelumnya, ia salah karena melupakan satu arah. Sekarang, ia salah karena terlalu fokus pada satu arah.
Melihat Heiliao mencair menjadi bayangan membuat Ular Boa berpikir serigala itu pasti akan menyerang dari bayangannya lagi. Pemikiran itu tidak sepenuhnya salah. Tapi ia tidak tahu bahwa Heiliao bisa muncul dari bayangan mana saja. Termasuk bayangan pohon di belakangnya.
Syut!
Slash!
Kini di wajah Ular Boa tak ada lagi senyum kepuasan penuh percaya diri. Yang ada hanyalah ekspresi kaget bercampur takut yang berusaha ia tutupi. Tapi sejak benih ketakutan telah tertanam, hanya tinggal masalah waktu sampai Heiliao meraih kemenangan.
Sebenarnya wajar saja Ular Boa terkejut melihat kemampuan bayangan Heiliao. Kaum Night Shade Wolf bukanlah kaum yang terkenal. Hampir tak ada yang tahu mereka ada, apalagi kemampuan mereka. Lagipula kaum Night Shade Wolf jarang berkelana.
Dulu, banyak anggapan bahwa kaum Night Shade Wolf hanyalah kaum kecil yang lemah dengan kemampuan aneh tak berguna. Namun semua anggapan hilang sejak Heiliao muncul. Kaum Night Shade Wolf mulai terkenal meskipun hanya di kalangan para serigala.
Kemudian muncullah pemikiran bahwa sebenarnya kaum Night Shade Wolf tidak lemah. Mereka kuat, justru saking kuatnya sampai mereka sendiri sulit menguasai kemampuan mereka. Karena ketidakmampuan itulah kaum Night Shade Wolf mulai jatuh.
Dan pemikiran itu didukung oleh seorang monster tua yang mengaku pernah bertarung dengan salah satu ahli dari kaum Night Shade Wolf. Katanya, kemampuan kaum Night Shade Wolf saat ini tak ada sepersepuluh dari ahli yang dulu ia lawan.
Entah Heiliao sudah menguasai sampai mana kemampuan kaumnya itu. Tapi setidaknya saat ini itu cukup untuk menghabisi Ular Boa di hadapannya. Terlebih saat ular itu tak lagi memiliki semangat bertarung dan pikiran menang.
Setelah keluar masuk dari bayangannya beberapa kali, Heiliao berhasil melepaskan kepala ular itu dari tempatnya. Di mulutnya saat ini masih terdapat tubuh ular tanpa kepala yang terus meneteskan darah. Ia menoleh dan melihat keadaan sekitar.
__ADS_1
Sebelum itu, kita mundur beberapa saat ketika Heiliao sedang menjaga jarak mati-matian dari Ular Boa. Pada saat yang sama, Huo Bing si burung dua warna sedang kewalahan menghadapi serangan beruntun dari ular garis-garis.
Meskipun kewalahan, burung itu tak mengurungkan senyum di wajahnya. Malahan, senyumnya semakin lebar ketika melihat celah besar yang ditunjukkan lawannya itu.
Cepat-cepat Huo Bing mengayunkan cakarnya dan ia berhasil menorehkan tiga garis luka bakar di perut ular garis-garis itu.
Musuh yang dihadapi Huo Bing ini masih berwujud manusia, tidak seperti Ular Boa yang merubah wujudnya kembali menjadi ular tidak lama setelah melawan Heiliao, ular garis-garis ini belum merubah wujudnya. Tapi setelah mendapatkan luka bakar dari Huo Bing, ular itu tak tahan lagi dan kembali ke bentuk aslinya.
Berdasarkan buku yang Xika baca, Spirit Beast dapat berubah wujud menjadi manusia ketika mereka mencapai tahap kultivasi tertentu. Tapi perubahan itu juga bergantung pada kekuatan Spirit Beast itu.
Bagi mereka yang lemah, mereka hanya dapat merubah wujudnya untuk sementara. Setelah kehabisan qi, maka mereka akan kembali ke bentuk aslinya.
Sedangkan untuk Spirit Beast yang kuat, ada yang bilang mereka bisa berubah wujud dalam waktu yang lebih lama, ada juga yang mengatakan mereka dapat berubah tanpa batas waktu, bahkan menjadi manusia sepenuhnya. Tapi tentu saja hanya secara fisik, bukan mental. Yang manapun yang benar, tak ada yang cukup kuat untuk berhasil membuktikannya.
Tapi tak perlu berpikir jauh-jauh. Saat ini, ular yang berhadapan dengan Huo Bing sudah jelas termasuk Spirit Beast yang lemah. Serangan Huo Bing membuatnya menghabiskan banyak qi untuk menghentikan pendarahan sehingga tak lagi bisa mempertahankan wujud manusianya.
Huo Bing jutsru lebih suka wujud itu. Kepuasannya lebih besar ketika membunuh ular dalam wujud aslinya dibanding wujud lain.
Setelah mendapat luka dari Huo Bing, ular garis-garis itu mulai sadar dan berhenti menyerang secara acak, sesuatu yang disayangkan Huo Bing. Ular itu menjaga jarak dan memberikan serangan jarak jauh. Ia berusaha menunda Huo Bing selama mungkin untuk menyembuhkan lukanya.
Tapi luka yang diberikan Huo Bing cukup dalam dan parah. Itu bukan luka yang bisa sembuh hanya dalam hitungan menit. Kondisi ular garis-garis semakin menurun. Serangannya tak sekuat sebelumnya, dan ia tak selincah sebelumnya.
Kadangkala, dalam sebuah pertarungan kemenangan dan kekalahan ditentukan dengan satu serangan. Huo Bing tahu betul akan hal itu. Karenanya, ketika ular garis-garis menunjukkan celah, ia memberikan serangan yang cukup kuat.
Alhasil, keadaan berpihak padanya sekarang. Sejak ular itu menerima serangan Huo Bing, ia sudah ditakdirkan untuk kalah. Huo Bing terus menerus memberikan serangan dengan kedua kakinya. Bergantian antara panas dan dingin.
Ular bergaris itu termasuk jenis ular yang hidup di sungai. Ia terbiasa hidup di tempat lembap. Serangan Huo Bing yang mengandung panas dan dingin perlahan-lahan mengoyak tubuhnya dari dalam.
Kemudian, disaat ular itu sudah kelelahan dan tak lagi memberikan serangan, Huo Bing tersenyum lebar dan mengepakkan sayapnya. Akhirnya tiba bagian kesukaannya.
Burung itu dengan mudah menangkap ular garis-garis, kemudian dengan paruhnya, ia memisahkan kepala ular itu dari tubuhnya. Tapi ia belum selesai. Setelah memisahkan kepala, ia mengunyah baik kepala maupun tubuhnya.
Karena dirinya hanyalah sebuah jiwa, Huo Bing tak dapat merasakan bagaimana tubuh ular itu sebenarnya. Tapi kalaupun ia bisa merasakannya, ia akan tetap mengunyah ular itu mentah-mentah.
__ADS_1
Selesai mengunyah, Huo Bing menoleh dan menemukan Heiliao juga selesai dengan lawannya. Mereka beradu tatap selama beberapa saat kemudian beralih menuju Xika. Anak itu sedang kesulitan sekarang. Tubuhnya penuh dengan sayatan. Padahal ia mengenakan Nexus di tubuhnya.
Hal yang membuat Xika maupun Huo Bing bingung.