
Dengan bertambahnya kultivator di pihak Xika, situasi menjadi sedikit lebih baik bagi mereka. Jing Wei segera melesat menuju Huo Bing dan menghapi Han Li. Mungkin ia mengira situasi berat sebelah untuk Huo Bing jadi bergegas membantunya.
Penatua Fen dan tiga lainnya juga bergegas menuju Xika dan membantunya menghadapi kultivator-kultivator Low-Jack lainnya. Jadi situasi saat ini 5 vs 5. Meskipun Xika memiliki sejarah yang buruk dengan mereka, namun saat ini ia tak mempermasalahkannya lagi. Kini mereka datang sebagai satu pihak dan memiliki musuh yang sama.
SWUSH!
Sebuah pedang nyaris menusuk leher Xika kalau ia tidak sigap menghindar. Xika memberikan sabetan menggunakan Space Shifter yang masih berbentuk tongkat yang ditangkis lawannya. Ia memberikan berbagai kombinasi serangan dan membuat musuhnya kewalahan menangkisnya.
BRAK!
Mendadak tanah dibawahnya menurun setengah meter dan membuatnya kehilangan keseimbangan. Musuhnya tentu saja tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut dan segera menebas kepala Xika. Sayangnya sesaat sebelum pedangnya berhasil menebas leher Xika, pria itu terpaksa menangkis panah angin yang mengincar punggungnya.
Berkat panah angin yang dilontarkan Penatua Fen, Xika jadi punya waktu untuk berpijak dan melompat mundur.
"Hehehe......kau maju saja. Aku akan menjagamu dari belakang!" teriak Penatua Fen.
Xika mengangguk dan melompat maju menuju dua kultivator Low-Jack yang sudah menunggunya. Kultivator elemen tanah menginjak tanah dan seketika tembok tanah naik menghadang jalan Xika. Belum selesai, rekannya yang merupakan kultivator elemen api melompat dan menebaskan pedangnya yang membara.
SYUT!
BLAR!
Kultivator elemen api terdorong mundur akibat panah Penatua Fen. Xika tersenyum kemudian menusukkan tongkatnya menuju dinding tanah, menghancurkan tanah itu dan lanjut menyerang kultivator yang berada di baliknya.
Setelah bertukar beberapa serangan, Xika kembali diganggu dengan kultivator api. Ia menanggapi keduanya dengan serius sementara Penatua Fen terus menerus memberikan tembakan yang tepat sasaran. Kemudian Xika terpikirkan ide. Ia menginjak tanah dan membuat tanah di bawah kedua lawannya turun setengah meter, sama seperti yang lawannya lakukan barusan.
Tentu saja, reaksinya tidak berbeda jauh dengan dirinya sebelumnya. Keduanya terkejut dan kehilangan keseimbangan. Hanya saja kali ini Xika berhasil melayangkan pukulan penghabisan bersamaan dengan Penatua Fen. Xika menghantam kultivator tanah tepat di dantiannya, sehingga pria itu pasti tidak akan bangun dalam waktu dekat.
Sedangkan Penatua Fen memanah kultivator api di dadanya dan berhasil menyebabkan pendarahan yang cukup serius.
Xika bertukar senyum dengan Penatua Fen sebelum mengamati situasi sekelilingnya. Kedua belah pihak cukup seimbang, kalau Xika dan Penatua Fen tidak dihitung. Tampaknya inilah saatnya mereka pergi. Ia menutup matanya dan berbicara pada Huo Bing dan Heiliao.
"Heiliao, aku akan coba mengeluarkan kita bertiga dari tempat ini. Sebaiknya kau tidak menggunakan energimu terlalu banyak. Selain itu, kita bertiga harus mendekat."
"Hei, bukankah hilangnya kita bertiga akan menyebabkan keadaan tidak seimbang? Bagaimana kalau kita memberikan seragan terakhir sebelum pergi?"
Xika mengerutkan keningnya tak mengerti maksud Huo Bing.
"Maksudmu teknik gabungan yang diajarkan Shu Mang?"
Xika terkejut mendengar ucapan Heiliao. Memang, beberapa waktu lalu sebelum kompetisi penyambutan dimulai Shu Mang pernah mengajari mereka bertiga teknik gabungan. Sayangnya, mereka bertiga gagal menggunakannya ketiga berusaha mencegah Xingli pergi yang malah berakibat buruk bagi mereka.
__ADS_1
"Tapi kita sudah pernah gagal sebelumnya."
"Benar. Dan kita sudah berlatih banyak setelahnya. Mengapa tak kita coba saja sekali lagi?" Huo Bing masih tetap berkeras menggunakan teknik gabungan itu.
Xika menggertakkan giginya. Meskipun teknik itu telah terbukti memiliki resiko yang tidak kecil kalau mereka gagal menggunakannya, tapi hasil yang didapat membuat resiko itu layak diambil. Selain itu, kalau kali ini mereka berhasil menggunakan teknik ini, mereka dapat menunda para ketua sekte mengejar mereka, setidaknya untuk beberapa waktu.
"Baiklah. Resikonya sepadan dengan hasilnya. Tapi setidaknya kita harus mendekat terlebih dahulu. Selain itu, terlepas dari hasilnya kita harus segera keluar dari sini."
Keduanya setuju. Kemudian mereka kembali bertempur, tapi perlahan-lahan mereka bergeser mendekati Xika. Heiliao sebenarnya agak sulit mundur tanpa disadari kedua lawannya, namun Penatua Fen datang dan membantunya mengalihkan perhatian mereka.
Sementara Huo Bing, yang perlahan-lahan memfokuskan pikirannya untuk menggunakan teknik gabungan tidak lagi berisik dan banyak omong membuat Meng Fuqin yang melawannya mengerutkan kening.
"Heh, kenapa? Sudah tak mampu bicara lagi?"
"Hm? Ah, aku hanya kasihan melihatmu tak mampu membalas ucapanku daritadi. Kalau kuteruskan, bisa-bisa kau nangis. Eh, tapi kalau kau menangispun duda mesum itu pasti akan langsung menghiburmu, ya?"
"Brengsek!"
Meng Fuqin semakin geram dan menyerang Heiliao dengan sengit. Huo Bing memanfaatkan situasi itu untuk perlahan-lahan mundur menuju Xika.
"36 Steps: Dance from Nilfheim!"
Meng Fuqin menciptakan satu lagi pedang es di tangannya kemudian memberikan Huo Bing tebasan bertubi-tubi. Harus diakui, serangannya bukan saja kejam dan ganas, namun juga indah. Bahkan beberapa kultivator di sekitarnya baik lawan maupun kawan terpesona olehnya.
Tak jauh darinya, Heiliao juga sedang menghadapi serangan membabi buta dari lawannya.
Di saat yang bersamaan, Heiliao dan Huo Bing menendang musuh mereka dan langsung melompat mundur tiba di samping Xika. Keringat menetes di seluruh tubuh mereka, dan penampilannya juga tidak terlalu baik. Tapi aura mereka berdua masih baik-baik saja.
"Baiklah, kalian siap?" ucap Xika tanpa mengalihkan pandangan.
"Anu.....sebelum kita mulai........aku ingin mengingatkan bahwa aku tidak bisa menggunakan elemenku di tempat ini." ucap Heiliao melirik keduanya dengan agak ragu.
"Memangnya kenap-oh. Benar juga." Huo Bing baru menyadarinya. Kalau Heiliao tidak bisa menggunakan elemennya, bukankah itu sama saja dengan gagal?
Teknik gabungan yang akan mereka gunakan bernama Tripple Ignition, yaitu sebuah teknik yang menggabungkan elemen ketiganya dan mengeluarkan serangan yang berkali lipat tergantung seberapa kuat penggunanya. Hasil yang didapat bisa bervariasi, tergantung dari elemen masing-masing pengguna.
Dalam kasus mereka dimana Xika memiliki empat elemen dan Huo Bing memiliki tiga elemen, mereka dapat mencoba berbagai macam variasi. Meskipun begitu, syarat atau kondisi yang harus dipenuhi terbilang cukup sulit. Pertama-tama, ketiganya harus menyatukan pikiran mereka.
Bahkan pasangan saja kadang tak mengerti satu sama lain. Hal itu membuktikan betapa sulitnya menyatukan pikiran dua orang, apalagi tiga. Namun dalam kasus mereka, yang sudah melalui banyak hal bersama, dan bahkan bisa berkomunikasi sendiri tanpa didengar orang lain, hal ini tidak terlalu sulit.
Yang kedua, mereka bertiga harus mengeluarkan qi yang sama besar jumlahnya, tidak boleh ada yang lebih banyak ataupun lebih sedikit. Meskipun memiliki pemahaman yang mendalam satu sama lain, tapi hal inilah yang menjadi alasan ketiganya gagal melakukan teknik ini sebelumnya.
__ADS_1
Huo Bing dan Heiliao berada di tingkat kultivasi yang sama jadi kurang lebih keduanya bisa memperkirakan jumlah qi satu sama lain. Yang menjadi masalah adalah Xika, yang masih berada di Forming Qi 8. Ia tak bisa menebak jumlah qi Huo Bing dan Heiliao, begitu juga mereka yang sama-sama tak bisa menebak jumlah qi Xika.
Hal ini, sudah cukup diatasi pada latihan mereka. Ketiganya akhirnya berhasil mengeluarkan jumlah qi yang sama setelah berkali-kali salah dan memuntahkan darah. Hanya saja, masih ada masalah lain. Saat itu mereka bertiga berada dalam kondisi yang fit dan segar.
Saat ini mereka semua sudah melalui pertarungan yang tidak ringan. Entah berapa banyak qi yang sudah dikeluarkan masing-masing. Apakah mereka bisa mengeluarkan jumlah qi yang sama atau tidak hanya bisa bergantung pada keberuntungan.
Yang terakhir adalah, mereka harus melepaskan qi mereka di saat yang bersamaan. Sebenarnya, ketika syarat yang kedua sudah dipenuhi sebuah simbol akan muncul di dahi masing-masing. 人 di dahi Xika, 兽 di dahi Huo Bing, dan 魔 di dahi Heiliao.
Ketiga simbol itu membuat masing-masing dapat merasakan qi satu sama lain sehingga lebih mudah dalam menetapkan timing untuk melepaskan serangan. Namun, gabungan dari ketiga energi tersebut memberikan perasaan yang sangat kuat dan sulit ditahan. Karena itu sekalipun mereka bisa merasakan qi satu sama lain, mereka juga bisa merasakan seberapa besar gabungan qi mereka.
Salah sedikit saja maka mereka akan gagal. Bahkan perbedaan sepersekian detikpun akan mengakibatkan kegagalan.
"Tapi entah mengapa, aku merasakan adanya elemen lain. Kita coba saja. Toh ini juga tidak menjamin keberhasilan kita."
"Baiklah kalau kau bilang begitu."
Kemudian ketiganya memejamkan mata secara bersamaan tak mempedulikan ketiga musuh yang mendekat. Penatua Fen yang melihat hal itu menduga ketiganya berusaha melakukan sesuatu jadi ia berusaha mati-matian melindungi ketiganya.
Tahap pertama, menyatukan pikiran. Berhasil.
SHHHHH!!!
Mendadak atmosfer terasa semakin mencekam di sekitar Xika, Huo Bing, dan Heiliao. Penatua Fen menatap mereka dengan bingung sekaligus penasaran, kemudian kembali melayangkan panah menjaga jarak dari Meng Fuqin yang berusaha mendekat.
Tahap kedua, mengeluarkan energi yang sama besar.
Xika, Huo Bing, dan Heiliao mengeluarkan energi mereka secara perlahan sehingga satu sama lain dapat merasakan jumlah masing-masing. Ketiganya berhenti ketika merasakan batas Xika.
FWUUUU!!!
Kini udara terasa berat. Penatua Fen yang berada paling dekat dengan mereka langsung merasakan perbedaannya. Tubuhnya seketika terasa berat dan kaku. Ia harus mengeluarkan energi lebih untuk dapat bergerak seperti biasanya. Tapi bukan hanya ia yang merasakan perubahan ini.
Semua orang yang ada di ruangan itu menyadari perbedaan yang terjadi. Beberapa merasakan firasat buruk dan berusaha menghentikan ketiganya, tapi segera dihadang oleh pihak Akademi. Meskipun tidak tahu apa yang akan dilakukan Xika dan lainnya, tapi mereka tahu bahwa ketiganya tidak boleh diganggu sebelum menyelesaikan apapun yang sedang mereka kerjakan.
SINGGG!!!
Perlahan-lahan di kepala masing-masing, muncullah sebuah simbol. Bersamaan dengan munculnya simbol tersebut, pemahan masing-masing akan satu sama lain meningkat. Dan ketiganya langsung merasakan betapa besarnya qi yang sedang mereka keluarkan saat ini.
Ketiganya berusaha menyelaraskan pikiran masing-masing. Tubuh mereka, nafas masing-masing, bahkan detak jantung masing-masing.
Kemudian, di saat yang bersamaan ketiganya membuka mata dan sambil melepaskan qi mereka berteriak,
__ADS_1
"Tripple Ignition: Void Blizzard Hurricane!"