
BLEDAR!!
Bola api raksasa meledak tepat lima senti di depan wajah Huo Bing. Burung itu hanya melihatnya sambil tersenyum percaya diri. Di sekelilingnya, puluhan jarum es raksasa telah mengepungnya. Burung itu tak mempedulikannya. Ia malah semakin memprovokasi kedua lawannya.
"Hei Perawan Tua, kau mau menjahit apa dengan jarum kecil seperti itu? Apa qi mu hanya cukup untuk membuat jarum sekecil itu? Lalu kau Duda Mata Keranjang, kau ingin membunuhku atau menghangatkan ruangan ini? Penghangat ruanganku saja lebih panas dibanding apimu itu."
"Brengsek! Aku tak sudi menerima komentar dari kau yang hanya bisa menghindar saja dari tadi!" ucap Meng Fuqin menggertakkan giginya sambil membekukan kaki Huo Bing.
"Eh? Sudah tua tapi masih tidak bisa menerima kritik? Pantas saja kau jadi perawan tua."
SWOSH!
Han Li mengayunkan kedua tangannya yang kini membentuk cakar api.
"Claw of Hell!"
Jarak antara Huo Bing dan Han Li semakin menyempit sementara kini kedua kakinya telah sukses ditahan oleh dua bongkah es ciptaan Meng Fuqin. Siapapun yang melihat hal ini pasti akan menyangka riwayat Huo Bing sudah tamat. Sayangnya, pertarungan masih jauh dari akhir.
Syut!
CRANK!
CLING!
CSHHH!
Huo Bing menendang Han Li dengan kaki kanannya yang masih membeku. Hasilnya, cakar api Han Li berhasil melelehkan bongkahan es cipataan Meng Fuqin yang menahan kakinya.
""Brengsek!""
Han Li kembali menyerang sementara Meng Fuqing memperkuat esnya. Kali ini ia juga membekukan tanah sekeliling Huo Bing jadi burung itu tidak bisa mengangkat kakinya seperti tadi.
"Wah, apa ini? Apa kini kalian sehati?" ucap Huo Bing sambil menghindari serangan-serangan Han Li dengan santai meskipun satu kakinya masih menancap di tanah.
SRING!
SYUT!
Meng Fuqin membuat pedang dari es kemudian bergegas menebas kaki Huo Bing yang masih terperangkap esnya. Ia menanti-nantikan bagaimana ekspresi Huo Bing ketika hanya memiliki satu kaki. Di saat yang bersamaan, Han Li juga masih terus mengayunkan kedua cakarnya tanpa mengenai es yang menahan kaki Huo Bing. Ia tak ingin membuat kesalahan yang sama dua kali.
"Astaga, seorang perawan tua dan seorang duda mata keranjang? Bukan kombinasi terbaik, tapi kurasa kalian masih bisa saling melengkapi. Yah, itupun kalau kau mendapat restu istrimu yang diatas."
"Kubilang istriku masih hidup, brengsek!" Han Li menghantamkan kedua lengannya kuat-kuat ke dada Huo Bing, membuat burung itu tak bisa menangkis serangan Meng Fuqin.
Hanya dalam sesaat Huo Bing mengerti kombinasi mereka. Cukup bagus sebenarnya. Tapi tak berguna dihadapan dirinya yang memiliki pengalaman lebih banyak.
Di saat keduanya mendekat, Huo Bing menarik kedua kakinya kesamping dan membiarkan serangan Han Li dan Meng Fuqin bertemu.
"Apa?!"
"Bagaimana bisa?!"
__ADS_1
Han Li tak sempat menahan serangannya sehingga Meng Fuqin terpaksa menahannya dengan pedang esnya.
PRANG!
DUAK!
Intensitas serangan Han Li lebih besar dibanding pedang Meng Fuqin. Apalagi elemen Han Li memiliki keunggulan dibanding Meng Fuqin. Jadi, pedang Meng Fuqin hancur berkeping-keping dan kedua cakar Han Li berhasil menghantam dada Meng Fuqin hingga membuatnya terpental.
"Yo, duda mata keranjang! Bagaimana? Kau seharusnya berterima kasih karena aku telah menciptakan kesempatan untukmu menyentuh perawan tua itu."
Han Li menatap tak percaya Huo Bing yang ada disisinya. Padahal ia sengaja menambahkan lebih banyak tenaga karena yakin Huo Bing hanya bisa memilih untuk menahan salah satu serangan, hantamannya atau pedang Meng Fuqin.
Tapi bagaimana pria itu dapat melepaskan dirinya dari es Meng Fuqin dengan mudah? Bahkan ia yang memiliki keunggulan elemenpun tak bisa melepaskan diri semudah itu.
Sementara Huo Bing sibuk mempermainkan pemimpin dari Burning Abyss Sect dan Northern Light Palace, Xika sedang terkejut menatap pria di depannya yang memberikan senyum ramah.
"Brengsek! Pemimpin Li, apa-apaan ini?!" tanya Xian Cheng gusar.
"Hm? Aku melindunginya, tentu saja."
"Apa itu artinya kau hendak bermusuhan dengan Immortal Pearl Pavillion? Apa kau tidak memiliki keinginan sedikitpun untuk Buah Kehidupan itu? Aku bersedia berbagi denganmu."
"Pertama, sejak awal aku memang tidak berteman dengan Immortal Pearl Pavillion. Hubungan kita hanya sebatas rekan dagang, tak lebih. Kedua, sejujurnya aku cukup tertarik dengan Buah Kehidupan itu. Namun kelihatannya hubungan yang akan kudapatkan jauh lebih berharga dibanding buah-buahan itu."
"Kalau begitu artinya kau tidak akan mendapatkan pasokan pil, artefak, dan bahan-bahan kultivasinya lainnya. Apakah kau siap menanggung semua itu?" Xian Cheng mulai mengancam Li Ming.
"Ah.... tentu saja. Aku tidak bertindak tanpa membuat persiapan sama sekali. Saudara Yun?" Li Ming menatap ke ujung ruangan. Dari kegelapan, berjalanlah seorang pria paruh baya yang mengenakan jubah mirip dengan Yun Xingzhao.
"Yun Baofeng! Brengsek! Jadi kau sudah mempersiapkan ini sejak awal!" geram Xian Cheng.
"Tidak juga. Aku hanya melihat kesempatan yang ada dan tidak menyia-nyiakannya. Lagipula, bukankah itu yang harusnya kita lakukan, sebagai seorang pedagang?"
"Bagus! Bagus sekali! Tampaknya aku memang tidak akan bisa menyingkirkan Star Border Association kalau tidak membunuhmu lebih dulul! Kemarilah, biar kutunjukkan siapa yang lebih kuat!"
Xian Cheng bergegas mengeluarkan sebuah tombak kecoklatan yang tubuhnya dipenuhi dengan sisik-sisik. Ia segera menerjang Yun Baofeng sambil memutar-mutar tombaknya.
"Yah, kalau begitu tampaknya aku yang menjadi lawanmu? Aku penasaran siapa yang akan menang, sekte yang selalu berada dalam bayang-bayang atau sekte yang sudah terkenal dan disebut sebagai sekte besar paling kuat. Bagaimana menurutmu? " ucap Li Ming melirik Tian Yue yang acuh tak acuh.
Tian Yue balik menatap Li Ming. Ia tak menjawab pertanyaan Li Ming. Kemudian keduanya langsung melesat dan saling beradu serangan satu sama lain.
Xika melirik sekelilingnya sambil sesekali menengok pamannya. Situasi saat ini cukup setara, bahkan bisa dibilang mereka memegang keuntungan. Li Ming dan Yun Baofeng bertarung melawan Tian Yue dan Xian Cheng. Sementara Huo Bing melawan Meng Fuqin dan Han Li.
Ia agak mengkhawatirkan Huo Bing. Sekalipun ia tahu burung itu kuat, tapi tetap saja pemimpin dari sekte besar juga tak bisa diremehkan. Huo Bing kelihatan menang saat ini, tapi situasi bisa berubah kapan saja. Kalau pertarungan ini berlangsung terlalu lama, bisa-bisa Huo Bing kehabisan energi.
Kemudian Xika tersadar bahwa masih ada seorang pemimpin lagi yang tidak bertarung, yaitu Shu Chen pemimpin Divine Array Clan. Sudah ada Heiliao yang menjaganya. Akan lebih baik kalau Shu Chen dapat membantu Huo Bing dan mencegahnya kehabisan energi.
"Anu, senior? Sudah ada temanku disini yang menjagaku, bisakah kau membantu temanku satunya lagi di sana?"
"Tidak bisa. Perjanjianku dengan Shu Mang hanya untuk menjagamu mati. Aku tidak berkewajiban untuk membantumu lebih dari itu." ucap Shu Chen dengan tegas.
Xika menyayangkan hal itu. Kemudian ia melirik Heiliao. Kalau begitu, bagaimana jika Heiliao saja yang membantu Huo Bing? Lagipula ada Shu Chen yang menjaganya.
__ADS_1
Tepat sebelum Heiliao menolak usulan Xika, terdengar suara Huo Bing.
"Tidak perlu membantuku! Lebih baik kau pikirkan saja cara untuk keluar dari sini!"
Xika menoleh dan memperhatikan bahwa Huo Bing masih terus bertarung dengan senyum percaya dirinya. Ia melirik Xika sekilas kemudian mengangguk sebelum kembali melanjutkan serangannya pada kedua pemimpin sekte besar itu.
Ia kembali menoleh pada Heiliao. Sebenarnya, mudah saja kalau ingin keluar dari sini. Mereka tinggal berlari menaiki anak tangga sebelumnya dan meninggalkan tempat ini. Tapi Xika tahu bukan itu yang Huo Bing maksud. Sekalipun mereka bisa keluar dari ruang bawah tanah ini, tapi selama ia masih di Dinasti Lin para pemimpin sekte lainnya pasti akan terus mengejar dirinya.
Karena itu satu-satunya cara adalah melarikan diri keluar Dinasti Lin. Yang jadi masalah sekarang adalah Heiliao tak bisa menggunakan elemen ruangnya. Hanya Xika yang bisa, entah mengapa. Xika memang bisa menggunakan elemen ruang, namun paling jauh ia hanya bisa membawa mereka beberapa kilometer diluar akademi. Ia tak bisa membawa mereka bertiga lebih jauh dari itu. Kalau saja ia bisa bertukar posisi dengan Heiliao.
Dengan kondisi sekarang, bisa saja ia berlari keluar dan Heiliao akan kembali bisa menggunakan elemen ruangnya. Setelah itu, melarikan diri bukan lagi perkara sulit. Sayangnya, akan sulit bagi Huo Bing untuk melarikan diri mengingat burung itu bertarung melawan dua pemimpin.
Mungkin ia bisa memegang kendali ketika bertarung dengan mereka, tapi ketika ia berusaha melarikan diri maka beda lagi ceritanya.
Disaat Xika masih berpikir, Shu Chen membuka mulutnya.
"Kusarankan kau berpikir dengan cepat. Atau kau tak akan bisa keluar dari tempat ini sekalipun aku ikut bertarung."
"Apa? Kenapa?"
"Heh, apa kau pikir hanya segini saja kemampuan sekte besar? Ada alasan mengapa sekte di ibukota ini dibagi menjadi besar, menengah, dan kecil. Pembagian itu didasarkan pada beberapa hal seperti jumlah murid, sumber daya dan lainnya, tapi ada satu hal yang paling penting yaitu, kultivator Royal Realm.
Sebuah sekte dikatakan sebagai sekte kecil bila sekte itu memiliki seorang kultivator Royal Realm. Sekte menengah, memiliki lebih dari tiga kultivator Royal Realm. Sekte besar, memiliki lebih dari lima kultivator Royal Realm.
Kau tahu mengapa banyak orang menyebut Sky Devouring Castle sebagai sekte besar paling kuat? Itu karena Sky Devouring Castle sendiri terdiri dari tiga klan dan masing-masing klan setara dengan sekte menengah. Setidaknya tiap klan memiliki paling sedikit empat kultivator Royal Realm."
"Apa? Kalau mereka memang memiliki lebih dari lima kultivator Royal Realm, kenapa semua pemimpin menunjukkan diri mereka langsung, bukannya mengutus bawahan yang sudah berada di Royal Realm juga?"
"Mereka harus mengikuti pertandinganmu dengan Tian Yin karena itu mereka semua datang secara langsung. Setelah itu, ketika pintu rahasia ini terbuka masih belum pasti apakah ada harta berharga di dalamnya atau tidak. Akan memakan waktu kalau mereka menunggu utusan mereka datang lebih dulu lalu memeriksa ruangan ini.
Selain itu, kalau seluruh sekte besar mengerahkan utusan mereka yang berada di Royal Realm maka pastinya akan membuat orang banyak curiga dan menimbulkan kehebohan.
Tapi kini, setelah mereka mengkonfirmasi adanya Buah Kehidupan yang berharga itu, mereka tak ragu untuk memanggil semua kultivator Royal Realm mereka kesini. Apalagi setelah tahu hampir seluruh Buah Kehidupan yang berharga itu diambil oleh bocah bau kencur sepertimu."
Grtttt!
Xika menggertakkan giginya. Kalau begitu ia tidak punya pilihan selain keluar sekarang juga sebelum bantuan para sekte besar itu datang.
"Ah, mereka sudah datang. Maaf, tapi akan sulit melindungimu bahkan sekalipun aku ikut bertempur."
SYUT!
SYUT!
SYUT!
Dua belas sosok melesat masuk ke hutan di bawah tanah ini. Mereka mengenakan seragam sekte yang beragam. Masing-masing berasal dari Burning Abyss Clan, Northern Light Palace, Sky Devouring Castle, dan Immortal Pearl Pavillion.
"Sial! Tidakkah kau membawa anggotamu yang lain?" tanya Xika pada Su Chen.
"Pada dasarnya membantumu saja sudah merupakan kerugian bagiku. Aku tak akan membiarkan sekteku menderita kerugian lebih lanjut lagi."
__ADS_1