Card Cultivation System

Card Cultivation System
CCS-178


__ADS_3

Xika dan Xingli saling pandang dalam diam hingga membuat banyak orang semakin penasaran dengan hubungan mereka.


"Yah, kurasa kita semua telah melihat kemampuan teman kecil Xing dan kalian akan menyesal kalau tidak menerimanya bukan?"


Elder Bai adalah yang pertama memecah keheningan. Setelah Elder Bai bicara, banyak orang yang sebelumnya terpana dengan pertarungan Xika dan Xingli tersadar. Mereka kembali berdiskusi dengan heboh sampai Xika bisa mendengar beberapa diantaranya.


"Pemuda itu bisa bertarung seimbang dengan Dewi Perang kita. Bukankah pertarungannya dengan Han Shan tadi hanya main-main?"


"Siapa sebenarnya Xika ini? Ia dapat mengalahkan Han Shan yang berasal dari Burning Abyss Clan dengan mudah dan setara dengan Dewi Perang kita? Dari kekuatan besar mana dia sebenarnya? Apa dia menyembunyikan identitasnya?"


"Apa kau lihat tatapan mereka berdua tadi? Pasti ada sesuatu yang telah terjadi diantara mereka. Sepertinya mereka pernah bertemu sebelumnya. Apa menurutmu mereka adalah sepasang kekasih?"


Kalimat terakhir itu sukses membuat pria yang mengucapkannya dipukuli banyak orang.


Pada dasarnya Xingli adalah dewi es yang telah menjadi pujaan banyak orang. Para pemujanya tentu saja berharap bahwa Xingli tidak akan berakhir dengan pria lain selain diri mereka sendiri. Tapi mereka sadar bahwa itu tidak mungkin, jadi mereka berharap bahwa Xingli tetap sendiri sampai selamanya. Setidaknya itu lebih baik dibanding ia bersama pria lain.


Hong Qian dan Elder berjubah kuning yang ditatap Elder Bai hanya mengangguk tanpa bisa banyak bicara. Kalau Elder berjubah kuning memang tidak terlalu peduli apakah Xika diterima atau tidak, tapi lain halnya dengan Hong Qian. Sebelumnya ia mengatakan dengan jelas bahwa ia tidak akan menyesal menolak seratus Xika.


Kemampuan Xika yang ditunjukannya barusan sudah menunjukkan betapa berbakatnya Xika. Hal itu sama saja dengan menampar wajahnya keras-keras. Tapi ia tidak bisa melakukan apapun dengan adanya Elder Bai disini. Ia hanya bisa menahan amarah dan membalasnya pada Xika suatu saat nanti.


Elder Bai tersenyum melihat reaksi Hong Qian dan elder satunya lagi. Kemudian ia menoleh pada kerumunan penonton.


"Tapi bagaimanapun juga kita harus bersikap adil. Kalau teman kecil Xing dapat bergabung dengan mengalahkan Han Shan yang merupakan salah satu dari tiga murid terkuat, maka kalian juga dipersilahkan bergabung bila berhasil mengalahkan dua murid terkuat lainnya. Bukankah begitu?" tanya Elder Bai pada Hong Qian dan pria tua disebelahnya yang lagi-lagi hanya bisa dibalas dengan anggukan.


Tapi meskipun Elder Bai telah berbicara seperti itu, tak ada yang berani maju saat ini. Kemampuan yang ditunjukkan Xika sudah diluar akal sehat. Meskipun sangat ingin bergabung dengan akademi, tapi mereka juga sadar bahwa tak ada satupun dari mereka yang memiliki kemampuan setara dengan Xika.


Melihat orang banyak yang hanya diam sambil mendesah sedih, Elder Bai hendak berbalik pergi. Tapi sebuah suara menghentikan kakinya.


"Heh. Kurasa ini sudah saatnya kita maju."


Seorang pemuda dengan pakaian biru merah yang mencolok maju bersama seorang pemuda lain yang mengenakan pakaian hitam tak mencolok.


Melihat dua pemuda yang melangkah maju itu Xika tersenyum. Tapi ia tak sadar bahwa senyumya tak luput dari Elder Bai. Dari sekilas senyum saja Elder Bai dapat melihat bahwa Xika pasti berhubungan dengan dua pemuda itu.


Tapi ia tidak mengatakan apa-apa. Ia hanya tersenyum sambil melambaikan tangannya. Dua sosok melompat keluar dari balik kumpulan para murid baru. Mereka adalah dua murid terkuat lainnya. Di Feng dari Di Clan, dan Lan Mu dari Divine Array Clan, kerabat jauh Shu Mang.

__ADS_1


Huo Bing hanya tersenyum melihat kedua sosok itu. Ia mendorong Heiliao kemudian berkata,


"Kau duluan."


".........."


Heiliao maju tanpa bicara. Setelah memberi hormat pada lawannya, Heiliao langsung menghilang dan muncul kembali dengan qi berbentuk cakar yang berada tidak jauh dari tenggorokan lawannya.


"!!!"


"A-aku kalah......"


Lawannya langsung terjatuh dan butuh beberapa saat untuk bisa bernafas dengan benar meskipun Heiliao tak lagi menodongkan cakarnya. Sementara Heiliao pergi dan berdiri di sebelah Xika.


Sebelum penonton sempat berkomentar, pemuda lainnya telah maju.


"Heh. Sepertinya sekarang giliranku. Perhatikan baik-baik bagaimana aku menang." ucap Huo Bing dengan senyum sombong di wajahnya.


Lawannya, yang berasal dari Divine Array Clan tersinggung dengan kata-kata Huo Bing seolah ia sudah pasti akan kalah.


"Main api dengan ahlinya? Kau bercanda?" Huo Bing membuka telapak tangannya menyambut puluhan bola api yang datang. Kemudian sebelum salah satu bola api itu mengenainya, ia menutup tangannya dan semua bola api itu meledak di tempat.


"Ini....."


Banyak penonton tidak percaya dengan adegan di depan mata mereka. Bahkan tiga elder yang menyaksikan juga melebarkan mata mereka. Tapi Huo Bing belum selesai.


Ia melangkah maju dan tiap langkah yang ia ambil membuat lawannya merasa semakin berat, seolah-olah ada beban berat yang ditimpakan ke atas punggungnya.


Tap!


Tap!


Tap!


Setelah tiga langkah, Lan Mu mengaku kalah. Keringat mengucur deras melalui kepalanya. Ia benar-benar kalah telak di depan Huo Bing. Ia nyaris tak bisa bicara. Kalau Huo Bing melangkahkan kakinya dengan cepat dan sampai di langkah keempat, maka ia mungkin sudah tersungkur di lantai.

__ADS_1


"Heh."


Dari awal sampai akhir, Huo Bing tak pernah kehilangan senyumnya. Ia sama sekali tidak menganggap tes masuk ini dengan serius. Tanpa banyak bicara, iapun melangkah ke samping Xika. Tapi semua orang dapat melihat tatapn sombong di matanya yang tak kalah, bahkan lebih dari beberapa jenius.


"Ada lagi yang mau mencoba?" tanya Elder Bai meskipun ia sudah tahu tak akan ada yang maju lagi.


Ia kemudian membalikkan badannya menuju Xika, Huo Bing, dan Heiliao, setelah menunggu beberapa saat kalau kalau ada yang mau mencoba lagi. Di tangannya kini terdapat tiga buah kartu identitas.


Xika dan lainnya menerima kartu identitas dari Elder Bai. Setelah itu Elder Hong menyerahkan seragam dengan enggan.


"Besok, datanglah ke halaman utama untuk menerima instruksi lebih lanjut." Setelah mengatakan itu Elder Bai berbalik pergi bersama dua elder lainnya. Elder Bai tetap memberikan senyumnya pada Xika bertiga, tapi entah kenapa senyumnya terasa berbeda meskipun Xika tak tahu apa yang berbeda.


Setelah para elder pergi, suasana masih hening. Tak ada yang berani bicara, terutama di hadapan tiga murid terkuat baru yang memiliki kemampuan diluar dugaan.


"Kita diterima. Lalu apa sekarang?" tanya Huo Bing.


"Entahlah. Apa akademi tidak menyediakan tempat tinggal bagi muridnya?" XIka menatap Xingli.


Xingli hanya menatap balik Xika. Kemudian ia mengarahkan tatapannya pada Han Shan yang kini sedang diobati petugas kesehatan dari akademi. Dan mengertilah Xika bahwa Xingli penasaran kenapa ia bertarung dengan Han Shan. Tapi Xika setengah kesal, bukannya menjawab pertanyaannya, Xingli malah bertanya balik.


"Dia? Aku melawan dia agar masuk akademi. Untungnya kau menolongku, kalau tidak entah apa yang terjadi." ucap Xika sedikit menggoda Xingli. Tapi gadis itu hanya diam tanpa berekspresi seperti biasa.


"Yah, kurasa kami akan mencari tempat tinggal untuk sekarang. Ada saran tempat?"


Xingli menggelengkan kepalanya pelan, tapi itu saja sudah cukup untuk membuat heboh banyak orang. Pasalnya, Xingli tak pernah bicara dan juga tak pernah memberikan balasan pada siapapun kecuali para elder. Itupun sangat jarang.


Sikapnya itu dengan membuat patah hati banyak pria yang mengejarnya. Tapi saat ini, dihadapan semua orang Xingli sebenarnya membalas ucapan Xika? Semakin banyak orang yang penasaran dengan identitas Xika. Kenapa Xingli membalas perkataan Xika? Padahal ia sering mengabaikan banyak elder.


Apa yang dilakukan Xika sampai Xingli membalas perkataannya? Kenapa mereka bisa mengobrol dengan santai? Padahal banyak pria yang nyalinya langsung ciut setelah mendapat tatapan menusuk sedingin es dari Xingli.


"Kalau begitu aku pergi dulu." Xika berjalan pergi sambil melambaikan tangannya yang dibalas dengan anggukan oleh Xingli. Setelah itu ia merangkul Heiliao dan Huo Bing sambil keluar dari akademi.


Tapi ia tidak tahu bahwa banyak orang menatapnya dengan berbagai pandangan. Baru saja, Xingli membalas ucapan Xika lagi. Dua kali. Xingli membalas ucapan Xika dua kali. Ada tatapan cemburu, iri, ada juga yang penasaran dengan identitas Xika.


Meskipun begitu tak ada yang cukup berani untuk mengikuti Xika pergi karena mereka semua berasal dari keluarga biasa yang tak memiliki pendukung kuat. Beda halnya dengan para murid akademi yang baru dikalahkan Xika dan lainnya. Masing-masing punya pendukung kuat yang segera mengirimkan mata-mata setelah tahu bahwa ketiganya memiliki kemampuan tidak biasa.

__ADS_1


Namun saat ini, mata-mata yang mengikuti Xika tidak berasal dari tiga kekuatan, melainkan empat. Karena akademi juga penasaran dengan identitas Xika.


__ADS_2