Card Cultivation System

Card Cultivation System
CCS-24


__ADS_3

Xika tertidur lagi. Sama seperti sebelumnya, ia tertidur cukup lama.


Ia bangun ketika hari sudah siang dan menemukan Huo Bing yang lagi-lagi sedang makan ular buruannya.


Tanpa berkata apapun Xika segera duduk dan mengambil daging ular yang seolah sudah disediakan untuknya.


Mereka berdua makan tanpa berkata apapun.


Sampai semua daging sudah habis, barulah mereka mulai berbicara.


"Sebenarnya apa yang terjadi kemarin?"


"Entahlah. Aku tidak terlalu yakin. Aku merasakan kehangatan ketika aku hampir dihabisi oleh para Flame Monkey itu. Kehangatan itu berasal dari dek kartu pemberian ayahku. Dan mendadak sebuah teknik muncul di kepalaku."


"Teknik apa? Apa itu teknik yang kau gunakan sebelum kau pingsan? Bagaimana kau bisa menggunakan teknik itu?"


".......aku tidak tahu. Tanganku bergerak sendiri. Tanpa sadar aku sudah menggunakan teknik itu tanpa tahu bagaimana caranya."


"Coba kau ingat-ingat teknik itu. Kalau kau bisa mempelajarinya maka itu akan sangat bermanfaat bagi dirimu."


Xika menutup matanya. Mengingat-ingat teknik yang mendadak muncul di kepalanya.


"........Huo Bing."


"Ya?"


"Aku mengingat teknik itu dengan jelas. Bahkan seluruh kata yang muncul di kepalaku kemarin aku mnegingatnya dengan jelas....."


"Lalu? Apa masalahnya? Kau dapat mempelajari teknik itu sekarang juga."


"Kau benar, tapi......"


"Tapi apa? Cepat katakan padaku."


"Tapi tidak ada penjelasan bagaimana kau menggunakan teknik itu...."


".....kau pasti bercanda. Mungkin kau salah ingat, coba ingat lagi baik-baik."


"Tidak. Aku yakin sekali. Ini sama persis dengan kemarin. Aku tidak salah ingat. Teknik yang muncul di kepalaku hanya berisi istilah-istilah dalam Capsah."


"Apa kau yakin? Mungkin saja kau masih kelelahan sehingga tidak dapat mengingat dengan baik."


"Tidak. Aku sudah segar. Aku ingat dengan jelas sekali kata-kata inilah yang muncul di kepalaku kemarin malam."


"......"


"......."


Keduanya sama-sama diam karena bingung.


Tapi dugaan Huo Bing bahwa ayah maupun ibu Xika bukanlah orang biasa semakin kuat mengingat dek kartu yang diberikan ayah Xika bersinar tiba-tiba saat Xika dalam bahaya, ditambah teknik misterius muncul secara bersamaan dengan bersinarnya dek kartu itu.


Huo Bing mengingat-ingat semua manusia yang ia temui, tapi tidak ada yang terdengar seperti ayah Xika.


Sementara Huo Bing sibuk dengan pikirannya, Xika memilih berfokus dengan teknik di kepalanya.


Ia menutup matanya, mengingat-ingat setiap kata yang ada dalam benaknya dan sensasi ketika ia menggunakan teknik itu sebelumnya.


Namun Xika menemui jalan buntu. Ia tidak dapat mengingat sensasi apapun saat ia menggunakan teknik itu kemarin meskipun ia mengingat semua teknik di kepalanya dengan jelas.


Hal yang sama terjadi dengan Huo Bing. Burung yang memiliki dua warna itu tidak dapat menemukan petunjuk tentang siapa orang tua Xika sedikitpun.


Mereka berdua membaringkan tubuh mereka di tanah, bersantai sejenak.


"Ahh... pusing sekali......Ayo kita bermain Capsah."


"Tidak. Bagaimana kalau Kuartet? Atau permainan lain, yang penting bukan Capsah."

__ADS_1


"Memangnya kenapa? Apa tuan Huo Bing yang perkasa takut untuk bermain Capsah dengan seorang manusia?" Xika mulai menggoda Huo Bing.


"Ti-tidak. Aku hanya tidak ingin menang terlalu banyak dan membuatmu tidak mau bermain kartu lagi."


"Apa? Bukankah seharusnya aku yang mengatakan itu? Memangnya siapa yang tidak mau bermain Capsah sekarang?"


"Hahhh..... Baiklah-baiklah. Kau menang oke? Aku tidak ingin bermain Capsah."


"Tidak bisa. Bila aku ingin menemukan petunjuk mengenai teknik meisterius itu, aku harus bermain capsah karena teknik itu terkait dengan Capsah."


"Memangnya apa nama teknik itu?"


"Capsah Technique"


"......."


Akhirnya dengan berat hati Huo Bing bermain Capsah dengan Xika.


Di ronde pertama, Huo Bing memenangkan permainan.


Burung itu sangat senang sampai ia mengepakkan sayapnya berkali-kali. Ia jadi semakin percaya diri dan bermain Capsah lagi dengan Xika.


Di ronde kelima Huo Bing kembali menang.


"Hah! Sudah kuduga. Tidak mungkin kau tidak terkalahkan. Ini buktinya. Sekarang siapa yang menyebut dirinya tak terkalahkan?"


Sementara Xika hanya menanggapi Huo Bing dengan wajah biasa. Lagipula ia memenangkan 3 ronde dari 5 ronde, sementara Huo Bing hanya memenangkan 2 ronde.


"Tidak ada yang mengatakan itu. Kau sendiri yang mengatakan itu."


Tapi Huo Bing tidak mempedulikan Xika dan terus mengepakkan sayapnya saking senangnya.


Xika berusaha menghentikan Huo Bing mengepakkan sayapnya karena takut kartu ayahnya akan terbang namun apapun yang dilakukan Xika, Huo Bing tidak berhenti.


Untunglah kartu ayahnya tidak terbang. Kartu itu tepat di tempatnya, bahkan tidak terangkat sedikitpun.


Kemudian Xika menutup matanya.


Ia mulai merapikan tumpukan kartu di tangannya, lalu mulai mengocoknya.


Kemudian tangannya mengambil kartu paling atas. Bersamaan dengan tangannya yang mengambil kartu, ia membuka matanya.


Sekali lagi Xika membentuk gerakan menebas dengan kartu di tangannya, tapi kali ini dengan mata yang terbuka lebar dan kesadaran yang jelas.


Sebuah gelombang tercipta dari tebasan Xika. Gelombang tersebut memotong pohon disekitarnya sampai 10 meter lagi, kemudian gelombang itu mulai mengecil dan menghilang.


"Hahaha......Ayo satu ronde lagi Xika. Kali akan kulahkan dirimu dengan-"


Huo Bing yang daritadi masih senang akibat kemenangannya tidak memperhatikan apa yang terjadi dengan Xika. Ketika ia berbalik untuk mengajak Xika bermain Capsah lagi, ia baru melihat pohon-pohon yang tumbang akibat gelombang tebasan Xika.


"......"


Huo Bing melihat Xika dan pohon-pohon disekitarnya beberapa kali.


Saat ini Xika berdiri dengan dek kartu di tangan kirinya dan sebuah kartu di tangan kanannya.


Huo Bing yakin Xika lah yang menebang pohon-pohon disekitarnya.


".....apa yang kaulakukan?"


"Mempelajari teknik. Seperti yang kau katakan padaku."


"Bukankah kau bilang tidak tau bagaimana melakukannya sebelumnya?"


"Benar. Tapi......sulit menjelaskannya.


Sepertinya aku mulai mengerti ketika kita bermain tadi.

__ADS_1


Aku hanya melakukannya seperti sedang bermain kartu saja."


"......."


Kalau semua orang bermain kartu seperti Xika, maka tidak akan ada lagi pohon didunia ini.


"Jadi kau memahaminya saat bermain denganku?"


"Kurang lebih begitu...."


Huo Bing menghela nafas, tapi kali ini dengan ekspresi sombong.


"Hahh.... sudah kuduga. Aku selalu membantumu setiap kali kesulitan."


Setelah itu ia menggelengkan kepalanya beberapa kali sambil bergumam 'aku memang terlalu hebat' dan semacamnya.


"Apa? Kau selalu membantuku setiap kali kesulitan? Bukankah kau yang menyebabkan semua kesulitan ini?"


Dan mereka kembali berdebat.


Setelah beberapa saat, Huo Bing menghentikan perdebatan mereka-karena ia tidak bisa membalas lagi-dan menyuruh Xika berlatih Capsah Technique beberapa kali lagi.


Xika mengikuti perkataan Huo Bing dan melakukan Teknik pertama, Single sebanyak 3 kali lagi kemudian ia jatuh terduduk d tanah,


"Hah...Hah...Hah....."


"Hmmm..... 4 kali ya..... Xika, apa semua qi mu sudah habis sekarang?"


"Ya...." Xika menjawab dengan nafas yang masih kelelahan.


"Jadi teknik ini menghabiskan seperempat qi mu. Kau tidak bisa menggunakannya terlalu sering Xika."


Ketika Huo Bing menoleh, ia menemukan Xika sudah tertidur seperti sebelumnya.


Wajar saja ia ketiduran mengingat Xika sudah menghabiskan seluruh qi nya.


Pada dasarnya, yang paling membedakan manusia biasa dengan kultivator adalah qi. Bila kultivator kehabisan qi maka mereka tidak ada bedanya dengan manusia biasa. Jadi kondisi Xika sekarang ini sangat berbahaya karena dapat mati hanya dengan satu serangan. Untung saja ada Huo Bing yang menjaganya.


"Anak ini benar-benar tidur dengan pulas. Coba aku jahili ah.


Hoi Xika jelek.


Xika si monyet cacat sementara Huo Bing si burung agung."


----------------------------


Xika tertidur sampai hari cukup gelap.


Ketika ia bangun, Huo Bing memberinya latihan baru sebelum melanjutkan latihan biasanya.


"Kau sangat kesulitan saat melawan kepungan Flame Monkey kemarin. Aku baru ingat aku tidak pernah mengajarkanmu melawan kepungan musuh. Kali ini kau akan bertarung dengan beberapa diriku."


"Beberapa dirimu?"


Sebenarnya Xika ingin protes bahwa selama ini Huo Bing tidak pernah mengajarinya apapun. Ia yakin kali ini juga akan sama. Semua hal yang bisa dilakukan Xika saat ini berasal dari pengamannya sendiri. Namun belum sempat Xika protes, tubuh Huo Bing sudah terbagi dan kini berjumlah empat.


Masing-masing di depan, kiri, kanan, dan belakang.


"Baiklah. Cobalah bertahan dariku."


Keempat Huo Bing mulai menyerang Xika dari berbagai sisi.


Xika mencoba bertahan, namun ia kalah dalam 5 menit meskipun sudah menggunakan seluruh kemampuannya.


Keesokan harinya, Huo Bing menyuruh Xika melakukan Single sampai semua qi nya habis dan kembali tertidur. Setelah Xika bangun Huo Bing kembali menyerangnya dari berbagai sisi.


Hari-hari berikutnya terus seperti itu. Huo Bing tidak memperbolehkan Xika berburu Spirit Beast sampai ia merasa Xika cukup mampu.

__ADS_1


__ADS_2