
SYUT!
Xika melayangkan tendangan yang langsung dihindari kedua pria itu sambil membawa pemimpin mereka. Xika tersenyum kecil. Mulai sekarang semuanya akan lebih mudah karena ia sudah mengalahkan pemimpinnya. Kemudian ia mendongak ke langit dan melihat bulan. Sekalipun tak ada perubahan di langit, tapi kira-kira Xika dapat mengetahui berapa lama waktu yang telah berlalu.
Sepertinya sudah cukup lama sejak ia memulai pertarungan ini. Ia harus segera menyelesaikan pertarungan ini atau kelompok-kelompok pengejar lainnya akan terus berdatangan.
Srek!
Xika mengubah Space Shifter menjadi tongkat, kemudian memutar-mutarnya beberapa kali sebelum melesat menuju kedua pria yang masih membawa pemimpin mereka.
"Ck, dia datang lagi. Apa yang harus kita lakukan?" tanya pria perisai pada rekannya.
Tapi yang menjawab bukanlah pria pedang, melainkan pemimpin mereka. "Habisi dia."
Selesai bicara, wanita itu menaruh kedua telapak tangannya ke punggung kedua rekannya, kemudian mengalirkan qi-nya sebanyak yang ia bisa. Setelah itu ia pingsan.
Bruk!
Xika berdecak kesal melihat hal itu. Rasanya ia terlambat menghentikan sesuatu yang buruk. Sekalipun wanita itu sudah pingsan, tapi ia pasti telah melakukan sesuatu pada dua orang ini barusan.
SYUSH!
Xika melesat dan menyabetkan tongkatnya yang sukses ditahan oleh perisai pria pertama. Sementara keberadaan pria kedua tidak dapat dilihat keberadaanya.
SYUT!
Dari atas, datanglah pria pedang hendak membalas serangan Xika sebelumnya. Xika ingin menghindar tapi pria berperisai di hadapannya menghentakkan perisainya dan membuat tanah bergetar. Terpaksa, ia menahan serangan tersebut dengan Space Shifter.
Di saat adu tenaga tengah berlangsung antara Xika dan pria berpedang, rekannya si pria perisai menhantamkan perisainya ke punggung Xika dan membuatnya terpental beberapa meter.
BRUK!
SRAK!
"Ck.....sialan......." Xika memegang kepalanya sambil mengumpat. "Li Tang, tidak perlu menhemat lagi. Kita harus menghabisi mereka secepatnya!"
Di sebelah sana, Li Tang mengangguk kemudian melompat ke dalam bayangan di sekelilingnya membuat musuhnya bingung.
Syut!
Jleb!
Jleb!
Beberapa duri muncul secara tak beraturan dari bawah. Tapi karena musuh-musuh Li Tang telah menghadapinya dari tadi, mereka mulai bisa menebak dari arah dan bagaimana serangan Li Tang. Sayangnya, bukan itu tujuan utama Li Tang.
Duri-duri itu tak lagi menjadi serangan utama, melainkan hanya pengalih perhatian. Karena terlalu sibuk menebak dari arah mana serangan Li Tang akan datang ditambah gelapnya malam, para musuh tidak menyadari bahwa tanah di bawah mereka perlahan-lahan berubah.
__ADS_1
SYUK!
BWOSH!
Mendadak tanah di bawah mereka terasa lembek dan mereka mulai terhisap ke bawah.
"Hei, apa-apaan ini? Apa yang terjadi?"
"Mana kutahu! Kenapa tanahnya jadi menghisap kita seperti ini?"
Li Tang menggertakkan giginya. Kecepatan tekniknya saat ini masih terlalu lambat. Tapi kalau ia menambahkan lebih banyak qi lagi, ia tak akan memiliki sisa untuk mempertahankan dirinya. Bagaimana kalau Xika berbalik mengkhianatinya atau........tidak. Ia percaya pada Xika.
Jadi Li Tang mulai mengerahkan lebih banyak qi hingga tanah atau lebih tepatnya bayangan dibawah kelompok pengejar dapat menelan mangsanya dengan lebih cepat. Setelah semuanya terbungkus oleh bayangan, tinggal melakukan langkah terakhir.
"Black Hole Spikes!" teriak Li Tang yang disusul dengan teriakan kesakitan tak lama kemudian. Tak butuh waktu lama, puluhan tubuh penuh dengan luka tusuk terbaring di hadapan Li Tang.
Pria berpakaian hitam itu mengatur nafasnya yang berantakan karena terlalu banyak menggunakan qi. Ia ingin beristirahat sekarang tapi kalau ia tidak mengirim semua lawannya sekarang, ada kemungkinan mereka bangun dan membuat masalah lagi. Jadi iapun memaksakan dirinya untuk mengirim satu-persatu musuhnya pergi.
Sisanya.........bagian Xika, batin Li Tang.
Xika menatap Li Tang yang telah basah oleh keringat. Ia tak melihat ada kelompok pengejar yang lain, jadi artinya Li Tang sudah menyelesaikan bagiannya. Sekarang tinggal mengalahkan dua lawan di hadapannya dan mereka akan segera mundur.
"Aku juga tidak akan kalah." ucap Xika menyeringai lebar. Ia mengumpulkan angin di kedua telapak tangannya kemudian merentangkan kedua tangannya secara serempak hingga menghasilkan angin tornado yang mengelilinginya. Angin itu berfungsi sebagai pertahanan.
Pria berpedang yang mendekat langsung terlempar seketika oleh anginnya. Sementara pria berperisai tak bisa melangkah lebih jauh lagi karena besarnya angin yang bertiup.
Syut!
Xika melesat maju dan bertukar serangan dengan pria berpedang. Harus diakui, serangan pria itu cepat dan kuat. Tapi ia sudah pernah menghadapi serangan yang lebih cepat dan kuat, jadi segini saja bukan masalah.
Selagi bertukar serangan dengan Xika, pria berpedang terus-menerus menoleh menatap rekannya mengharapkan bantuan. Ia sadar sekalipun dibantu dengan peningkatan kecepatan dan kekuatan dari wanita tadi, peluangnya mengalahkan Xika seorang diri masih kecil.
Akhirnya, tidak tahan lagi dengan rekannya yang hanya berdiam diri, pria berpedang itu mendekati pria berpedang setelah menangkis serangan Xika dan menjaga jarak.
"Sialan, apa yang kau lakukan? Kenapa kau hanya diam saja? Cepat bantu aku, atau kita akan kal-"
Ucapan pria berpedang itu terhenti ketika melihat mata temannya telah memutih. Ketika ia memperhatikan punggung rekannya, berbagai luka sabet dan tusuk telah bersarang.
Pria pedang itu tidak bisa menemukan penyebab lain selain Xika. Tapi ketika ia menoleh, ia sudah terlambat. Belasan atau puluhan duri(?) telah menorehkan luka di punggungnya. Entahlah ia tak ingat. Pandangannya seketika menghitam dan iapun pingsan seperti temannya.
Xika tersenyum meremehkan melihat kedua pria itu berlutut tak sadarkan diri. Angin besar yang ia lemparkan tadi sebenarnya hanyalah pengalih perhatian agar musuh tak melihat kartu yang ia lemparkan. Apalagi situasi saat ini masih gelap, jadi kartunya tidak mudah terlihat.
Setelah beristirahat selama tiga sampai empat detik, Xika segera mengirim ketiga orang itu pergi kembali ke Akademi. Ia hendak mendekati Li Tang namun telinganya menangkap suara.
"Hi-hiiiii......."
Xika menoleh dan mendapati Nan Hai masih sadar dan tengah bersembunyi di balik semak-semak. Ia bisa saja selamat kalau tidak bersuara.
__ADS_1
"J-jangan sakiti aku! A-aku bisa memberikan informasi kelompokku pada kalian! K-kalian ingin mengalahkan kelompokku bukan?"
"Hm? Maaf, kau pintar. Jadi aku tidak bisa mempercayaimu. Sampai jumpa."
BUK!
SRING!
Setelah memberikan satu pukulan untuk membuat Nan Hai pingsan, Xika mengirimnya kembali ke Akademi. Kemudian ia mendekati Li Tang yang tengah memulihkan tenaganya.
Keduanya saling bertatapan dan mendapati beragam luka yang ada di tubuh satu sama lain. Tapi keduanya tak mengatakan apa-apa dan langsung melesat menuju arah yang sama.
Beberapa saat berlalu, setelah Xika yakin tak ada lagi yang mengejar, ia akhirnya berhenti di satu tempat.
"Yun Xingzhao, keluarlah. Ayo kita kembali ke yang lain."
Dari balik pohon di dekat Xika, keluarlah Yun Xingzhao sambil membawa Di Lang dan Tian Li bagaikan membawa karung beras. Bagaimana Yun Xingzhao membuat penyamaran seperti itu, Xika tidak tahu. Tapi setidaknya, ia berhasil menjaga dua orang idiot itu tetap aman.
Yun Xingzhao tadinya ingin berbagi beban dengan Xika dan Li Tang karena ia sudah muak melihat wajah kedua idiot itu. Tapi ketika ia melihat wajah Xika yang penuh luka dan Li Tang, ia mengurungkan niatnya. Kalau dilihat, mungkin perannyalah yang paling enak saat ini. Hanya menjaga dua orang idiot tanpa melakukan hal lain.
Xika memimpin jalan di depan, Yun Xingzhao di tengah sambil membawa Di Lang dan Tian Li, sementara Li Tang di paling belakang untuk berjaga-jaga seandainya ada kelompok pengejar lain.
"Hei, Xika. Apa kau tidak apa-apa? Kau bisa pulihkan dirimu dulu, tidak perlu memaksakan diri."
Sejujurnya, itulah yang diinginkan Li Tang daritadi. Sayangnya, apa yang diucapkan oleh Xika berlawanan dengan harapan Li Tang.
"Tidak. Akan lebih aman untuk memulihkan diri ketika kita semua berkumpul. Saat ini banyak dari kita yang menderita luka. Kalau kita berhenti di sini dan kebetulan menemui kelompok musuh, maka akan lebih berbahaya. Apalagi malam masih berlangsung sehingga kita tidak tahu darimana musuh akan menyerang. Meskipun malam juga menyembunyikan jejak kita."
Mendengar ucapan Xika, Li Tang hanya bisa pasrah mengikuti Xika dan terus berjalan menuju Zhen Fang dan lainnya berada. Sementara Yun Xingzhao menatap Xika dengan khawatir. Kalau Xika menderita luka gara-gara menyelamatkan kedua idiot ini, ia akan pastikan mereka membayarnya.
Waktu berlalu. Saat itu langit sudah tak segelap sebelumnya, tapi matahari masih belum menampakkan dirinya ketika Xika dan lainnya sampai di tempat Zhen Fang berada. Di sana terlihat Zhen Fang yang tengah berkultivasi, Han Feng yang terlihat kecewa, dan entah dimana Liang Jihua.
BRUK!
Yun Xingzhao melemparkan Di Lang dan Tian Li begitu saja seperti sekarung beras. Zhen Fang yang melihat hal tersebut hanya bisa tersenyum masam.
Melihat Liang Jihua tak ada, dan Li Tang yang kelelahan, satu-satunya yang bisa Xika percaya adalah Yun Xingzhao.
"Tolong awasi Han Feng. Aku ingin beristirahat sebentar."
Yun Xingzhao mengangguk dan memasang matanya baik-baik pada Han Feng. Sementara Zhen Fang membantu memulihkan luka Di Lang dan Tian Li sambil menyapa Yun Xingzhao dan Li Tang dengan kaku.
-------------------------------------------
Author Note:
Halo! nabe ganet disini. Mohon maaf yang sebesar-besarnya karena tidak update seminggu ini. Jujur, saya masih kesulitan mengatur jadwal, ditambah minggu ini yang sangat padat dengan ujian membuat saya kelelahan. Semoga kedepannya saya bisa lebih baik lagi. Terima kasih atas pengertiannya. Sampai jumpa!
__ADS_1