
"Kau.......Jangan bilang kau......" Liu Shang menunjuk Xika tak percaya.
"Bingo." ucap Xika sambil mengangguk.
"Sebentar, sebentar........jadi kau ini Xing Xika? Kalau begitu artinya selama ini aku menanyakan Xing Xika pada orangnya sendiri?"
"Ahahaha.......begitulah...." Xika tertawa kering sambil memalingkan pandangan.
"Jadi selama ini.....aku berjalan dengan Xika, mengobrol dengan Xika, dan menonton pertarungan Xika tanpa menyadari bahwa kau adalah Xing Xika? Lalu kenapa kau bilang namamu itu Yin Xingli?"
"Yah.......suasana hatiku sedang buruk ketika kau bertanya padaku, jadi kujawab asal saja nama yang terlintas di kepalaku."
Ekspresi Liu Shang menggelap. Xika jadi tidak enak hati karenanya. Sepertinya Liu Shang marah karena dibohongi. Mungkin citra dirinya di mata Liu Shang menjadi buruk. Yah, apa boleh buat. Habis, Liu Shang bertanya padanya ketika ia dalam suasana hati yang buruk.
"Apa kau.........sengaja membohongiku karena aku dari sekte kecil? Karena aku lemah dan tidak memiliki latar belakang?"
Eh? Waduh, sepertinya Liu Shang mulai salah paham.
"Kawan, aku tak pernah menganggap diriku jenius. Dan lagi, aku bahkan tidak tahu kau berasal dari sekte mana, bagaimana aku bisa meremehkanku? Kau sudah bersamaku beberapa hari ini, harusnya kau tahu aku bukan tipe yang suka mencari informasi."
Liu Shang diam selama beberapa saat, sebelum akhirnya bicara.
"Kalau benar apa yang kau katakan.......kalau kau memang tidak meremehkanku, bertarunglah dengan sungguh-sungguh."
"Tentu."
Liu Shang mundur beberapa langkah dari Xika. Telapak tangannya terbuka dan qi di tangannya berubah menjadi air.
SYUSH!
SRAT!
Sebuah tongkat air muncul di tangan Liu Shang. Ia menatap Xika dengan tajam, kemudian berlari sambil menusukkan tongkatnya.
Kalau senjata yang digunakan Liu Shang adalah senjata asli dan tidak terbuat dari qi, maka Xika berniat merebutnya. Tapi Xika ragu merebut senjata dari qi akan berguna baginya. Jadi ia membuat gerakan mencengkram, dan sebuah tongkat yang terbuat dari elemen angin muncul di tangan Xika.
TAK!
Xika menangkis tusukan Liu Shang. Pria itu berputar sambil kembali mengayunkan tongkatnya. Xika melompat untuk menghindar, tapi Liu Shang memberikan rentetan serangan sehingga Xika sulit menghindar di udara.
Sayangnya, Xika menguasai elemen udara. Jadi menghindar di udara bukanlah tidak mungkin. Ia berputar beberapa kali menghindari serangan Liu Shang sambil sesekali memberikan serangan balasan.
Sadar bahwa Xika cukup mahir menggunakan tongkat, perlahan Liu Shang mengubah senjatanya menjadi cambuk. Kini tongkat air di tangannya telah bertambah panjang dan lentur. Perubahan mendadak itu membuat Xika terkejut hingga cambuk Liu Shang berhasil mengenai punggung Xika dengan telak.
Xika bersalto di udara dan mendarat dengan tepat. Tapi ketika ia mengangkat kepalanya, lima cambuk telah menyerangnya dari arah yang berbeda. Xika membuat gerakan menarik dengan tangannya sambil memutar badannya, kemudian kelima cambuk air itu menyatu dan menyerang arah yang berbeda.
Alis Liu Shang berkerut melihat serangannya berubah arah secara mendadak. Xika hanya memutar tubuhnya sesaat. Apa yang dilakukan Xika? Ia mencoba mengingat pertarungan Xika sebelumnya. Sesaat kemudian ia mengumpat dalam hatinya.
Saat itu Xika bertarung tidak menggunakan qi. Ia hanya menggunakan fisiknya. Sial. Sepertinya Xika sengaja karena tahu bahwa ia akan berhadapan dengan dirinya di kompetisi. Tapi setelah dipikir-pikir, sepertinya Xika cukup baik.
__ADS_1
Ia sengaja menolak ajakanku agar ia tak mengetahui gerakanku, begitu juga denganku terhadap gerakannya. Intinya, ia berusaha membuat pertandingan ini sejujur dan seadil mungkin. Hm? Tunggu dulu. Terakhir kali Xika bertarung hanya menggunakan fisiknya, kali ini menggunakan qi nya.
Seolah-olah Xika tampak seperti dua orang yang berbeda. Tapi itu artinya, Xika memiliki kemampuan lain dan ia belum mengungkapkannya. Sialan.
SYUT!
Liu Shang melesat maju menuju Xika sambil menembakkan beberapa bola air. Sekalipun itu terbentuk dari air, tapi kekuatannya tidak bisa diremehkan. Siapa bilang kultivator air hanya untuk bidang penyembuhan dan tidak dapat bertarung? Bola airnya dapat menimbulkan luka serius bila terkena telak.
Xika hanya diam menatap bola-bola air yang datang itu. Ketika jaraknya semakin menipis, ia mengangkat tangannya, kemudian menutup telapak tangannya.
Dan seketika itu juga bola-bola air Liu Shang pecah sebelum sempat mengenai Xika. Liu Shang kembali mengerutkan alisnya. Nampaknya dugaannya benar. Xika menggunakan elemen angin.
Sebelumnya, Xika berhasil menghindari serangannya, padahal saat itu Xika berada di udara tapi ia mampu memutar tubuhnya dengan sempurna. Setelah itu, ketika dikepung kelima cambuknya, Xika memutar tubuhnya, dan cambuk air itupun menuju arah yang sama dengan tangan Xika.
Barusan, Xika menghancurkan bola-bola airnya tanpa menyentuhnya. Sudah pasti ia menggunakan elemen angin. Nampaknya ini akan cukup sulit. Elemen angin terkenal akan kecepatannya. Apalagi serangannya tidak terlihat, karena angin memang tak kasatmata.
SYUT!
SET!
SYUR!
Liu Shang kembali membuat gerakan aneh dengan tangannya. Ketika diperhatikan baik-baik, gerakannya tampak membentuk wajah naga.
"Defying Destiny: Water Dragon Covered The Sky!"
Selesai berteriak, seekor naga air muncul di belakang Liu Shang. Ukurannya cukup besar, kira kira setara dengan arena mereka berdiri saat ini. Dengan kata lain, bila naga itu menerkam, tak akan ada ruang bagi Xika untuk menghindar kecuali keluar arena. Tapi itu berarti ia akan kalah.
"Maju!"
Mengikuti perintah Liu Shang, naga air itu menyerbu maju. Tubuhnya yang besar melonjak ke langit dan, untuk sesaat, langit benar-benar tertutupi. Kemudian, naga itu berputar dan menukik menuju Xika.
Sekalipun telah terpojok, Liu Shang tidak melihat keputusasaan di mata Xika. Padahal, ia cukup percaya diri dengan tekniknya ini. Ia jadi penasaran bagaimana Xika akan menghadapi tekniknya yang satu ini.
Xika menatap naga itu dengan tenang, seolah sedang menunggu momen yang tepat. Kemudian, ketika naga itu tinggal berjarak beberapa meter darinya, ia melompat ke belakang ke luar arena.
Tindakannya itu sukses mengejutkan Liu Shang, Pengawas Arena, dan para penonton. Liu Shang tak menyangka Xika akan melompat keluar dari arena. Bukankah itu artinya Xika kalah? Mendadak ia merasa kecewa. Xika yang dirumorkan, nampaknya tidak sehebat itu?
BUM!
BYUR!
Naga air Liu Shang menabrak arena dan menyebabkan air muncrat ke sekelilingnya. Liu Shang menoleh kesana kemari mencari keberadaan Xika. Ketika air menghilang, sosok Xika akhirnya muncul. Pria itu berdiri tidak jauh dari arena. Tapi ia berada di luar arena, yang berarti ia kalah.
Liu Shang menghela nafas sambil menggelengkan kepalanya kecewa. Ia menunggu Pengawas mengumumkan kemenangannya. Tapi setelah beberapa saat, sang Pengawas tidak mengucapkan apapun hingga membuat Liu Shang dan para penonton bingung.
Sadar bahwa semua orang menatap dirinya, sang Pengawas menggelengkan kepalanya. Ia berteriak,
"Tidak menginjak tanah di luar arena, tidak dihitung kalah. Pertandingan masih berlanjut."
__ADS_1
Banyak orang bingung mendengar pernyataan sang Pengawas. Liu Shang juga merasakan hal yang sama, kemudian ia melihat kaki Xika dan menyadari bahwa Xika mengambang beberapa senti dari tanah. Ia melayang! Itu artinya, ia belum kalah.
Liu Shang lupa bahwa Xika adalah kultivator angin. Tentu saja ia bisa memanipulasi angin agar menyangga tubuhnya jadi ia tak perlu menyentuh tanah. Dengan begitu ia tidak dihitung kalah.
"Kecewa karena aku tidak kalah?" tanya Xika sambil menyeringai.
Liu Shang balas menyeringai. "Justru aku kecewa kalau kau kalah terlalu cepat."
SYUSH!
Naga Air kembali menyerang Xika. Seperti sebelumnya, Xika melompat menghindar. Liu Shang berusaha mengejar Xika, tapi tampaknya Xika lebih cepat daripada naga airnya.
Pengawas Arena menatap pertarungan Xika dan Liu Shang dengan alis berkerut. Keduanya bertarung di luar arena dan menyebabkan air tumpah kemana-mana. Apa keduanya tak tahu gunanya arena?
Sadar bahwa dirinya tak akan bisa mengejar Xika, Liu Shang membuat langkah yang berbeda. Ia melompat dari naganya dan mendarat di belakang Xika. Beberapa senti dari tanah, air melonjak naik dan menjadi tangga bagi Liu Shang. Ia menggunakan taktik yang sama dengan Xika, jadi ia juga tidak dianggap kalah.
Pertarungan keduanya mulai menarik perhatian para penonton. Karena beberapa pertarungan dilaksanakan secara bersamaan, maka perhatian para penonton terbagi. Tapi perlahan, pertarungan Xika dan Liu Shang mulai menarik bagi penonton. Apalagi karena mereka bertarung di luar arena. Meskipun, beberapa penonton jadi basah karena cipratan naga air Liu Shang.
Kini Xika terkepung. Liu Shang di belakang dan naga airnya di depan. Ia tak lagi bisa melarikan diri. Liu Shang kembali tersenyum puas. Tentu saja ia tak memberikan Xika waktu untuk berpikir. Ia kembali membuat tongkat dari air dan menyerang Xika. Di saat yang bersamaan, naga airnya juga menyerbu maju.
Nah sekarang, apa yang akan dilakukan Xika?
Xika melihat Liu Shang yang membawa tongkatnya, kemudian beralih pada naga airnya. Ia melirik Liu Shang sekilas sebelum berlari menerjang sang naga air.
"Eh?" Liu Shang tak menyangka Xika lebih memilih menghadapi naga airnya dibandingkan dirinya. Padahal ia menduga bahwa Xika akan bertukar serangan sambil mencoba menghindari naga airnya.
Seulas senyum muncu di wajah Xika. Tentu saja ia memiliki alasan kenapa memilih menghadapi naga air dibandingkan Liu Shang. Memang, Naga Air itu lebih kuat dibanding Liu Shang. Tapi tampaknya Liu Shang belum terlalu mahir menguasai tekniknya. Xika dapat merasakan kontrol Liu Shang terhadap naganya melemah ketika berjauhan.
Lagipula, ia sudah menyiapkan serangan balasan untuk Liu Shang.
Sambil berlari di udara, Xika mengumpulkan angin di kakinya. Ketika naga air berjarak tidak jauh darinya, Xika mengayunkan kakinya yang dilapisi angin dan menendang naga itu kuat-kuat.
"Apa?!" Liu Shang berteriak kaget.
Ia tak menyangka bahwa jumlah angin yang muncul di kaki Xika dapat bertambah banyak dalam waktu singkat. Apalagi kontrolnya masih belum sempurna, jadi ia tak dapat membuat naga airnya menghindar secepat itu. Tendangan Xika berhasil mengenai naga airnya dengan telak dan membubarkan setengah tubuhnya.
"Ukh....."
Liu Shang meneteskan darah sebagai dampak dari serangan Xika. Naganya kini menciut lebih dari setengah ukuran sebelumnya. Kini ia hanya seukuran manusia biasa.
Tes!
Setetes air jatuh di kaki Liu Shang, dan ia merasa seakan ditusuk jarum. Liu Shang mendongakkan kepalanya dan melihat ratusan tetes air yang akan menghujaninya tak lama lagi. Dan di tengah tetes-tetes air itu, terlihatlah Xika sedang menghujamkan tongkat anginnya menuju Liu Shang.
Secepat mungkin Liu Shang berusaha membuat penghalang. Ia melambaikan tangannya dan gelembung air menyelimuti dirinya. Kalau ratusan tetes air itu sama dengan tetes air yang mengenai kakinya, bisa-bisa ia langsung kalah. Ia cukup percaya diri dengan pertahanan gelembungnya, tapi ia tak tahu apa yang Xika lakukan sampai bisa mengontrol air.
Bukankah ia kultivator angin? Tepat ketika pertanyaan itu muncul di kepalanya, Liu Shang menemukan jawabannya. Kalau melihat dengan lebih jelas, tiap tetesan air itu dibungkus sesuatu yang tak kasatmata. Angin. Itu yang membuat Liu Shang mermasa kakinya seakan ditusuk jarum.
Xika menyelimuti tetesan air pecahan naganya dan mengarahkannya menuju dirinya sendiri. Itulah alasan kenapa Xika mampu mengendalikan air. Liu Shang tak mampu menahan dirinya untuk tidak memuji Xika. Pria itu benar-benar jenius. Dalam waktu yang singkat, ia mampu memikirkan taktik seperti itu.
__ADS_1
Sekarang pertanyaannya, bisakah ia menghindar?