Card Cultivation System

Card Cultivation System
CCS-242


__ADS_3

"Heh....." Huo Bing tersenyum menyaksikan pertandingan Xika. "Bocah itu semakin pandai. Ia bahkan menutupi fakta bahwa ia bisa menggunakan banyak elemen."


Heiliao di sampingnya juga mengangguk setuju. Menyembunyikan kekuatan memang penting dalam kompetisi ini. Juga, kontrol Xika semakin baik. Ia benar-benar hanya menggunakan elemen angin sepanjang pertandingan ini.


Liu Shang menggertakkan giginya. Xika memang jenius. Tapi ia tidak akan kalah di sini. Mungkin bagi sekte-sekte besar kompetisi ini hanyalah ajang pamer kekuatan, tapi bagi sekte kecil tempatnya berasal, ini adalah tempat untuk membuktikan kekuatan mereka.


Barangkali, ada beberapa sekte besar yang terkesan dan bersedia menjalin kerja sama dengan sekte kecil atau mungkin juga sekte besar itu bersedia menaungi sekte kecil. Bisa juga murid dari sekte kecil yang berbakat direkrut oleh sekte besar. Kemudian ketika murid mereka sudah matang, mereka akan kembali dan membawa kejayaan bagi sekte mereka.


Liu Shang sendiri ingin memajukan sektenya. Memang, ia belum lama berada di Rising Flow Sect. Tapi sekte itu sendiri telah mengajari dirinya cukup banyak. Ia merasa harus membalas budi. Jadi, ia tidak bisa kalah disini!


Tangga air yang menyangga kaki Liu Shang semakin besar kemudian meledak. Alhasil, membuat Liu Shang mampu berpindah tempat dengan cepat.


BOOM!


SYUT!


SRAT!


Meskipun begitu, serangan Xika juga tidak lemah. Untungnya, ia hanya tergores sedikit.


SRAK!


Liu Shang kembali ke arena berkat ledakan airnya. Di sampingnya, naga airnya berputar mengelilingi arena dengan waspada. Ia memberikan tanda pada Xika dengan memaju-mundurkan jarinya.


Melihat tangan Liu Shang, Xika menyeringai. Kemudian ia melesat kembali ke arena. Sayangnya, ketika ia hendak menginjakkan kaki di arena, sesuatu menahannya.


Air.


Sekeliling arena telah dipenuhi air sehingga terlihat seperti akuarium. Padahal tak ada yang menahan air di sekeliling arena. Akuarium itu cukup tinggi sehingga seluruh tubuh Xika terendam dalam air.


"Sejak kapan?" Xika melihat sekelilingnya dengan kaget. Kemudian ia tersadar. Sesaat sebelum Liu Shang memberinya tanda, naga airnya mengelilingi arena. Mungkin di saat itulah ia memenuhi arena ini dengan air. Cepat-cepat ia melapisi kepalanya dengan angin untuk penyamaran.


Sambil memberi senyum masam, Liu Shang menatap Xika. Ia mengubah naga airnya menjadi sebidang air. Lagipula, dalam ukuran besar saja naga airnya kalah, apalagi dengan ukuran kecil? Tapi untunglah Xika terpancing dan masuk ke dalam tekniknya.


Kini saatnya melaksanakan langkah selanjutnya. Ia menutup matanya sebentar sebelum kembali menatap Xika. Kali ini dengan seringai di wajahnya. Sambil menunjuk Xika, ia berteriak,


"Maju!"


Dengan alis berkerut, Xika menatap sekelilingnya. Ia mencoba menebak dari arah mana Liu Shang akan menyerang tapi pria itu hanya diam saja di depannya.


Mendadak, Xika merasakan ada yang mendekat. Padahal tak ada apa-apa di sekelilingnya, tapi kenapa ia merasakan ada sesuatu yang mendekat?


SRR!


Dari kiri!


Meskipun Xika tak bisa melihat, tapi ia menuruti instingnya dengan menghindar. Sayangnya, gerakannya terhambat karena air di sekelilingnya. Jadi, lengan kirinya tergores. Dan membuat darah mengambang karena sekelilingnya air.


Melihat reaksi Xika, Liu Shang tersenyum lebar. Ini salah satu tekniknya, Water Field of Prison. Dengan membuat sebidang tempat penuh dengan air, ia dapat membuat senjata dari air dan musuhnya tak akan menyadarinya. Itulah yang barusan ia lakukan pada Xika.


Namun, karena Xika jenius, ia dapat merasakan dari arah mana serangannya berasal. Yah, apa boleh buat. Ia akan terus meluncurkan serangan sampai Xika menyerah.


SYUT!

__ADS_1


Lagi-lagi Xika merasakan serangan yang mendekat. Kali ini bahkan lebih dari satu. Instingnya mengatakan untuk menghindar, tapi tubuhnya menjadi lambat karena air di sekelilingnya. Nampaknya Liu Shang membuat air ini bukan hanya untuk menyembunyikan serangannya tapi juga untuk membatasi pergerakan lawannya.


Itu memang teknik yang hebat. Tapi Xika tidak akan kalah di sini. Ia akan menang dan membuat namanya bergema di seluruh dinasti agar pamannya mengetahui kabarnya.


SYUSH!


Xika membuat gerakan mencakar ke arah serangan-serangan itu. Suara angin yang merobek air terdengar. Kemudian disusul dengan suara beberapa serangan yang beradu. Setelah beberapa saat, tak ada serangan yang datang menuju Xika. Nampaknya ia berhasil menebak arah datangnya semua serangan itu dengan benar.


Liu Shang melotot hebat melihat Xika lagi-lagi mematahkan jurusnya begitu saja dengan mudah. Yah, sebenarnya salah satu faktor yang paling berpengaruh adalah Xika juga Kultivator Air, jadi ia bisa merasakan apa yang terjadi di dalam akuarium ini sejelas Liu Shang.


Tapi seperti Xika, Liu Shang juga tak akan menyerah dengan mudah begitu saja. Xika saat ini berada dalam perangkapnya, dalam arenanya. Ini adalah keuntungan bagi dirinya. Jadi Liu Shang membuat gerakan mencengkram dengan kedua tangannya.


Dalam sekejap, Xika merasakan seluruh air disekelilingnya menekan dirinya. Tubuhnya menjadi semakin berat untuk digerakkan. Sialnya, serangan-serangan itu kembali datang. Ingin sekali rasanya ia beradu kendali air dengan Liu Shang. Tapi ia tidak bisa mengungkapkan seluruh kemampuannya di babak penyisihan.


SWUSH!


Sekalipun tak bisa menggerakan tubuhnya, Xika masih bisa mengirimkan serangan berupa elemen angin. Setelah itu, ia berusaha membebaskan dirinya. Memang, Liu Shang memiliki keuntungan dalam akuarium ini, tapi ia masih merasakan angin dalam penjara air ini meskipun samar. Mungkin Liu Shang juga belum terlalu menguasai teknik ini.


Xika menggunakan elemen angin yang ada itu untuk membantunya bergerak, lalu ia berusaha membuat celah dari akuarium ini agar angin dari luar bisa masuk. Dengan begitu angin yang bisa ia gunakan akan semakin banyak. Liu Shang juga menyadari Xika berusaha meruntuhkan penjara airnya, jadi ia merapatkan akuariumnya.


Keduanya bertatapan dan masing-masing mendapati kuatnya tekad di mata satu sama lain. Pertarungan antar elemen tengah terjadi. Angin melawan air. Dalam situasi seperti ini, kendali seseorang atas elemenlah yang menentukan kemenangan.


Untungnya, Xika memiliki keunggulan dalam hal kontrol elemen. Ia sudah berpengalaman dalam mengendalikan lima elemen, jadi hal ini mudah saja baginya. Meskipun hanya ada sedikit angin, tapi Xika berhasil merobek sedikit penjara air ini sehingga terdapat celah dan membuat angin dari luar lebih banyak masuk.


Liu Shang tersentak kaget. Angin yang datang semakin mengacaukan kontrolnya terhadap akuarium ini. Momen itu tentu saja tak disia-siakan oleh Xika. Ia memutar tangannya dan semua angin yang ada dalam akuarium ini berputar hingga membentuk tornado.


"Sial!" Liu Shang tak lagi bisa mempertahankan akuariumnya. Tornado Xika berputar semakin kencang hingga akhirnya menerbangkan semua airnya. Alhasil, sebagian penonton yang tidak beruntung mendapati dirinya basah dari ujung kepala sampai kaki.


"Hah....hah.....hah......"


Xika menatap Liu Shang. Nafasnya telah memburu. Sepertinya akuarium barusan cukup memakan qi. Tapi semangat juang di mata Liu Shang tidak sedikitpun berkurang. Malahan, tampaknya semakin bertambah. Ia jadi tersenyum. Semangat Liu Shang ini memang patut diacungi jempol.


"Apa kau tahu kisah ikan yang berubah menjadi naga?" tanya Liu Shang tiba-tiba. Ia hendak membuat persiapan melakukan teknik terakhirnya sekaligus mengalihkan perhatian Xika.


Xika mengerutkan kening mendengar pertanyaan Liu Shang yang tiba-tiba. "Ikan yang menjadi lambang kerja keras ya?"


"Benar." jawab Liu Shang. "Setiap tahun, ada banyak ikan yang berenang melawan arus air terjun. Meskipun gagal, tapi mereka selalu mencoba lagi dan lagi. Sampai suatu hari, seekor ikan berhasil. Ikan itu berhasil berenang melawan air terjun dan melalui Gerbang Naga yang terletak di atas air terjun. Setelah melewati gerbang itu, sang ikan pun berubah menjadi naga perkasa yang dapat terbang bebas melalui langit.


Kisah itu melambangkan perjuangan. Ikan-ikan itu diibaratkan sebagai manusia, sedangkan air terjun itu diibaratkan sebagai kesulitan yang selalu datang. Setelah melewati berbagai kesusahan itu, pada akhirnya kita akan sampai di puncak dan berubah menjadi naga."


Liu Shang menatap Xika dengan pandangan yang tak terbaca. "Tahukah kau? Aku selalu menganggap diriku sebagai salah satu ikan dalam kisah itu. Dan yang menjadi air terjunnya adalah kau, sang jenius. Aku sudah pernah berulang kali melawan jenius, tapi pada akhirnya aku selalu kalah.


Namun kali ini, hasilnya akan berbeda. Kali ini akan menjadi lompatanku yang terakhir. Setelah ini aku akan mengalahkanmu dan berubah menjadi naga!"


Perlahan, qi air berkumpul di lengan Liu Shang. Pria itu membuat beberapa gerakan dan kuda-kuda yang aneh sebelum berhenti. Kemudian, qi di lengan Liu Shang berubah menjadi ikan kecil.


Liu Shang mengayunkan lengannya dan ikan kecil itu melesat menuju Xika membawa segala harapan dan tekadnya. Harapan bahwa dirinya yang kecil itu juga suatu saat nanti akan dapat berubah menjadi seekor naga perkasa yang tak perlu takut pada siapapun lagi. Tekad bahwa sekalipun dirinya gagal, ia akan bangkit lagi sampai harapannya menjadi nyata.


Xika tak berani meremehkan serangan Liu Shang itu. Ia juga dapat merasakan tekad dan harapan yang terkandung dalam serangan itu. Dan, ikan kecil itu perlahan berubah. Ia mulai membesar, lalu tubuhnya mulai memanjang, sisiknya berubah, hingga akhirnya ikan kecil itu berubah menjadi naga.


"Defying Destiny: The Fish That Turn Into Dragon!"


Kini dihadapan Xika, naga yang lebih besar dan lebih kuat dari sebelumnya muncul. Kali ini wujudnya tidak terbentuk dari air dan terlihat samar, malahan, naga kali ini terlihat nyata dan hidup. Seolah-olah naga itu benar-benar ada di sini dan bukan dibentuk dari qi Liu Shang.

__ADS_1


"GROARRRR!!!"


WUSH!


SRAK!


Xika mengayunkan tangannya dan menghempaskan pisau-pisau angin raksasa menuju naga itu. Ia hanya berhasil melepaskan beberapa sisik naga itu.


BUM!


Naga itu menghantam tanah hingga menghancurkan arena bertarung Xika dan Liu Shang, kecuali sepetak yang diinjak Liu Shang. Pengawas Arena sampai bingung jadinya mana yang sebelumnya berupa arena pertarungan. Ia memutuskan bahwa ketika Xika menginjakkan kakinya ke tanah adalah momen ketika Xika kalah.


Sambil bersalto menghindar, Xika berusaha mencari cara untuk mengatasi naga itu tanpa memperlihatkan kemampuan penuhnya. Sayangnya, itu hal yang sulit. Kalau menggunakan kemampuan penuhnya, mungkin Xika bisa menggabungkan Single dan empat elemennya untuk melawan naga itu. Itupun belum tentu berhasil.


Kali ini, ia hanya bisa menggunakan elemen angin. Mungkin lebih tepat bila disebut mustahil. Tapi, bagaimanapun juga Xika sudah melakukan banyak hal mustahil sampai saat ini. Ia tidak berencana untuk berhenti sekarang.


Dengan putaran tangannya, Xika menghasilkan angin yang lebih besar dan merusak. Sayangnya, itu juga masih belum cukup. Lagi-lagi hanya sisik-sisiknya saja yang terlepas. Kemudian, naga itu mendekat. Xika kembali menghindar.


Di arena yang tersisa, Liu Shang menatap Xika dengan senyum pahit. Ia sudah mengerahkan teknik terkuatnya, dan Xika masih bisa berlarian kesana-kemari sambil memberikan serangan balasan.


"HEAH!"


Setelah melompat Xika memberikan tendangan kuat ke kepala naga itu. Tentu saja naga itu tidak terbuyarkan dan mengecil seperti sebelumnya. Tapi setidaknya naga itu membuka mulutnya, entah karena marah atau kesakitan.


"GRAORR!!"


Nampaknya naga itu meraung karena kesal. Serangan Xika tidak menyakitinya, tapi hanya mengganggunya dan membuatnya marah. Tapi Xika memang tidak berniat menyakiti naga itu dengan tendagannya barusan. Ia hanya berusaha membuat naga itu membuka mulutnya. Dan itu berhasil.


Selagi naga itu meraung, Xika menghembuskan angin sebanyak-banyaknya ke dalam mulut naga itu. Kemudian, ia mengendalikan angin itu hingga merusak sang naga dari dalam. Naga itu meliuk-liuk kesana kemari seolah tampak kesakitan.


Liu Shang menatap naganya dengan firasat buruk. Karena keduanya bertarung di udara, ia tak terlalu mengerti apa yang terjadi, tapi entah bagaimana tampaknya Xika berhasil melukai naganya. Beberapa saat kemudian, firasat Liu Shang terbukti benar.


Naganya meledak karena angin Xika yang mencabik-cabiknya dari dalam.


"GAKH!" Liu Shang langsung batuk darah. Naganya terhubung langsung dengannya karena dibentuk dari qinya. Jadi serangan yang diterima naganya berdampak pada dirinya juga. Setelah itu, kepalanya langsung pusing dan kakinya goyah. Sepertinya ia akan jatuh sebentar lagi......


HYUNG!


SET!


TEP!


"Eh? Apa yang dia lakukan?"


"Kenapa dia menolong lawannya? Bukannya ia akan menang kalau lawannya jatuh?"


Sesaat sebelum Liu Shang jatuh, Xika berhasil menahannya. Tindakannya sukses membuat semua yang menonton kebingungan. Bahkan Liu Shang sendiri dengan kesadarannya yang tersisa menatap Xika dengan bingung.


"Kenapa.....kau....menolongku....?" tanyanya patah-patah.


"Karena aku bukanlah sang jenius. Aku bukanlah air terjun. Aku juga hanya seekor ikan yang lemah dan sering gagal sepertimu. Karena kau sama sepertiku. Bukankah mereka yang lemah harus tolong menolong? Dan lagi.....tampaknya kita belum berkenalan dengan benar. Setelah berkenalan denganmu, bisakah kita menjadi teman? Kita kan sudah bertarung, jadi kita sudah saling mengenal." ucap Xika sambil tersenyum mengulang kalimat Liu Shang beberapa hari yang lalu.


"Sialan......berikutnya......aku pasti......akan mengalahkanmu......" Liu Shang tersenyum lemah, kemudian ia mendorong Xika dengan segenap kekuatannya dan menjatuhkan diri ke tanah.

__ADS_1


"Arena 1, Xing Xika dari Mu Zhan Academy menang!"


__ADS_2