
Setelah dua puluh percobaan, Xika berhasil memurnikan 4 dari 10 daun. Juga, ia berhasil menahan empat inti cairan mengambang di udara. Untuk saat ini itu batasnya.
Sebenarnya itu sudah cukup kalau hanya ingin membuat Restore Pill yang membutuhkan empat bahan, tapi Heiliao masih ingin Xika berlatih beberapa saat lagi sebelum memulainya. Ia ingin agar Xika lebih siap.
Di saat Aozola Leaf yang tersisa tinggal 50 lembar dari total 300 lembar yang dikeluarkan, Xika bisa memurnikan 7 dari 10 daun dan ia mampu menyimpan 5 inti cairan. Mungkin terdengar lambat, setelah dua ratus lima puluh percobaan dan ia hanya bisa memurnikan begitu sedikit.
Tapi sebenarnya itu sudah cukup cepat. Xika melakukan percobaan selama tiga hari dan selama itu ia telah maju dengan cepat. Bahkan Huo Bing dan Heiliao cukup terkejut dengan perkembangannya. Heiliao mengira bahwa Xika akan berhasil memurnikan lima dari sepuluh daun setelah tiga hari, tapi apa yang terjadi melebihi perkirannya.
Selama tiga hari ini, Xika hanya berhenti untuk makan dan minum. Selain itu, ia tidak berhenti sama sekali. Ia bahkan tidak terbang, atau berkultivasi dulu sebagai penyegar pikiran. Jadi Heiliao memberinya satu hari penuh untuk istirahat, meskipun cukup sulit menilai waktu di tempat ini.
Xika menghabiskan setengah hari untuk tidur. Meskipun Huo Bing bilang bahwa ia sudah menjadi kultivator dan sudah hampir tidak membutuhkan tidur lagi, Xika tetap mengabaikan burung itu. Sisa waktunya ia habiskan untuk terbang dan berkultivasi.
Esok harinya, pikiran Xika sudah kembali segar. Ia siap memurnikan pil.
Heiliao mengeluarkan satu set bahan-bahan Restore Pill.
Xika mulai dari yang paling mudah. Pertama-tama, Black Ceolog. Berhasil. Selanjutnya, Red Agathis. Tanaman itu berelemen api, jadi tidak butuh waktu lama untuk memurnikannya dan ia pun berhasil. Ketiga, Brown Albalum. Tumbuhan itu cukup keras jadi butuh waktu yang lebih lama untuk memurnikannya dibanding kedua tanaman sebelumnya. Tapi itu juga berhasil.
Terakhir, Qingtao Grass. Bahan utama sekaligus tersulit.
Xika menarik nafas dalam-dalam sebelum memulainya. Ia mengangkat rumput itu kemudian mengarahkannya menuju jari telunjuknya yang sudah terbakar.
Perlahan, rumput itu menyentuh apinya. Bagian akar, tidak ada masalah. Kemudian naik lagi ke bagian tengah. Xika melakukan sedikit kesalahan, dan suhunya berubah sedikit, kemudian rumput itu langsung berubah warna.
Ia gagal. Qingtao Grass sangat sensitif terhadap perubahan suhu. Ia harus menggunakan suhu yang sama sepanjang pemurnian. Bila suhunya berubah sedikit maka rumput itu akan berubah warna dan tidak bisa digunakan lagi.
Xika mencobanya lagi. Sama seperti sebelumnya, ia memurnikan bahan-bahan lainnya sebelum beralih ke bahan utama.
Ia membakar rumput itu dengan hati-hati.
Bagian akar, sukses. Bagian tengah, juga sukses. Bagian akhir.......sukses?
Tidak. Ia gagal. Semakin ujung Xika semakin ragu dan hal itu mengganggu konsentrasinya dan membuat suhunya berubah.
Xika tidak langsung mencoba lagi. Ia telah menghabiskan dua set. Ia tidak mau terburu-buru.
Ia ingin menenangkan pikirannya dulu.
Heiliao mengamatinya dari samping. Ia tidak memberikan saran apapun karena ingin melihat sejauh mana kemampuan Xika. Biasanya, orang tidak akan berhenti sampai ia gagal cukup banyak. Dan setelah kehabisan bahan, barulah ia menyadari kesalahannya.
Tapi Xika tidak begitu. Anak itu cukup tenang. Ia langsung berhenti setelah gagal dua kali dan mencari tahu apa yang salah.
Xika menghembuskan nafasnya dan kembali memulai.
Bahan-bahan pelengkap sebelumnya masih bisa digunakan. Meskipun Heiliao sebenarnya tidak memperbolehkan, tapi akan sayang bila dibiarkan begitu saja, jadi Xika menyimpan cairan-cairan itu di botol-botol tanah yang dibuatnya dari menggunakan elemennya.
Ia mengubah tanah di bawah menjadi sebuah botol, jadi botol itu tidak menghilang atau hancur meskipun ia hilang konsentrasinya.
Ia mengangkat Qingtao Grass ke atas jari telunjuknya.
Api menyala dan mulai membakar rumput itu. Kali ini tidak ada keraguan dalam pandangan Xika.
Api terus naik membakar rumput itu. Kini sudah mencapai bagian akhir. Tinggal beberapa centi lagi dari rumput itu yang belum terbakar. Xika semakin fokus. Bagian akhir sangat rentan.
Whush!
Api itu berhasil membakar semua Qingtao Grass dan menyisakan cairan intinya.
Xika menghembuskan nafas lega. Kemudian ia menoleh pada Heiliao sambil tersenyum. Serigala itu berjalan mendekat, kemudian bertanya.
__ADS_1
"Kerja bagus. Butuh istirahat?"
Xika diam sebentar kemudian menggeleng.
"Kalau begitu ayo kita lanjutkan. Tahap kedua dan yang terakhir.
Penyatuan. Kau harus menyatukan cairan-cairan inti yang tadi kau murnikan. Dalam prosesnya, cairan-cairan itu bisa saling menolak. Di saat itu terjadi, gunakan elemen angin untuk menyatukan mereka dan kecilkan apimu. Suhu yang tinggi ditambah dua unsur yang saling menolak bisa menyebabkan ledakan."
Xika mengangguk mendengar penjelasan Heiliao. Kini ia berlanjut ke tahap terakhir.
Ia mendekatkan keempat tanaman itu sekaligus. Hal itu membuat Heiliao membelalakkan matanya dan berteriak,
"TUNGGU! Jangan semuanya sekaligus!"
Tapi Xika sudah tidak bisa berhenti. Ia meneruskan prosesnya.
Perlahan-lahan, keempat inti dari tanaman spiritual itu menyatu.
DUARR!!
Xika berdiri dengan wajah gosong. Ia menatap Heiliao dengan bingung.
Huo Bing yang lagi berkultivasi pun langsung berhenti dan tertawa sepuas-puasnya.
"HAHAHAHAHAHAHA!!!!!!!!!"
Ia sudah tak mampu bicara lagi ketika melihat wajah Xika. Bahkan untuk mengejek sekalipun tidak. Ia hanya tertawa sekeras mungkin.
Xika berusaha keras untuk mengabaikan tawa menyebalkan itu. Heiliao mendekat dengan pandangan bertanya.
"Ahaha.......sepertinya aku kehabisan qi di tengah-tengah prosesnya. Jadi penyatuannya gagal."
Heiliao tidak menjawab Xika. Ia berpikir dengan muka yang cukup serius.
"Dantian keempatmu sudah di tingkat apa?"
Xika sedikit bingung dengan pertanyaan Heiliao yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan kegagalannya. Apa karena tingkat kultivasinya rendah dan qi nya kurang jadi ia tidak bisa membuat pil? Tapi Xika langsung menghapus pikiran itu dari kepalanya.
Ia memiliki empat dantian. Ia memiliki qi empat kali lebih banyak dari orang lain. Bahkan kultivator tahap Forming Qi 1 atau 2 tidak memiliki qi sebanyak dirinya.
Tapi Xika tetap menjawab Heiliao.
"Qi Gathering 8."
Heiliao diam lagi sebentar kemudian bicara,
"Cobalah untuk menerobos ke tingkat sembilan. Jangan membuat pil dulu kalau kau belum menerobos."
Xika semakin bingung. Tapi ia tidak membantah.
Setelah terbang selama beberapa saat, Xika duduk dan berkultivasi. Namun ia masih mendengar tawa Huo Bing.
Ia baru sadar bahwa mukanya hitam akibat ledakan sebelumnya, dan ia belum membersihkannya. Kemudian ia mengelap mukanya dan melanjutkan kultivasinya.
Tawa Huo Bing mulai mereda setelah Xika mengelap wajahnya. Tapi tawanya tetap menyebalkan untuk didengar.
Sementara Xika berkultivasi, Heiliao tenggelam dalam pikirannya.
Alasan Xika gagal sebelumnya karena ia kehabisan qi. Itu bukan karena qi nya yang terlalu sedikit, tapi karena ia masih belum pandai mengatur penggunaan qi nya. Xika memurnikan tiga set sebelumnya. Dan ia tidak beristirahat sama sekali. Ia langsung lanjut ke tahap berikutnya.
__ADS_1
Kalau orang biasa, mungkin ia sudah kelelahan ketika pemurnian kedua. Selain itu, Xika menerbangkan satu set bahan-bahan Restore Pill untuk waktu yang cukup lama, tentu saja ia akan kehabisan qi.
Tapi bukan itu yang membuat Heiliao tenggelam dalam pikirannya. Di saat terakhir ketika tahap penyatuan, Xika tidak menyatukan inti-inti itu secara bertahap. Ia menyatukan semuanya sekaligus. Sebelumnya Heiliao tidak pernah melihat metode seperti itu. Tidak akan ada orang waras yang akan melakukan hal itu.
Semua alkemis tahu betapa sulitnya menyatukan inti dari dua tanaman yang berbeda, apalagi empat tanaman yang berbeda sekaligus. Ada beberapa alkemis pemula yang melakukan hal yang sama dengan Xika, tapi mereka semua berakhir dengan akhir yang sama. Ledakan.
Meskipun Xika juga berakhir dengan ledakan, tapi ada hal yang berbeda dengan alkemis lainnya. Inti-inti itu tidak langsung meledak ketika disatukan seperti alkemis lainnya, tapi itu bertahan beberapa saat. Setelah Xika kehabisan qi barulah inti-inti itu meledak.
Itu jelas bukan hal yang bisa dilakukan oleh orang yang baru belajar pembuatan pil satu dua minggu. Heiliao terpana dengan bakat Xika. Jadi ia tidak mengatakan bagaimana cara yang benar untuk menyatukan inti-inti itu untuk melihat lebih jauh lagi kemampuan Xika.Ia sengaja menyuruhnya mencapai tahap kesembilan untuk berjaga-jaga kalau proses penyatuan itu membutuhkan qi yang lebih banyak. Tidak ada yang tahu berapa banyak qi yang diperlukan karena tidak ada yang pernah mencobanya. Jadi Heiliao juga tidak tahu.
Anak itu berhasil membuatnya penasaran. Mulai dari siapa dirinya, asal usulnya sampai orang tuanya.
Kemudian Heiliao menoleh dan menemukan Huo Bing. Ia baru ingat bahwa burung itu telah bersama Xika lebih lama dibanding dirinya. Ditambah hubungan mereka juga cukup dekat. Jadi Heiliao mendekat dan bertanya pada Huo Bing tentang asal-usul dan orangtua Xika.
"Apa? Orangtua Xika? Asal-usulnya? Aku juga penasaran."
Huo Bing memang tidak menjawab rasa penasarannya. Tapi burung itu memberikan semua informasi yang ia ketahui termasuk kejadian sepuluh tahun silam. Mereka berdua terlibat dalam percakapan yang panjang dan cukup dalam. Dari pembicaraan itu Heiliao jadi tahu bahwa burung itu juga sama penasarannya dengan asal-usul Xika yang sangat tidak jelas itu.
Ia juga tahu pertemuan pertama burung itu dengan Xika, dan kondisi Xika sebelum bertemu dirinya. Pembicaraan itu justru membuatnya semakin penasaran dengan Xika.
Xika berkultivasi selama beberapa minggu.
Kultivasi memang membutuhkan waktu yang lama. Jadi tidak heran bahwa ahli-ahli tingkat atas kebanyakan berupa pria tua. Kultivasi adalah proses yang panjang dan membosankan. Siapa yang tidak memiliki kesabaran akan gagal. Sama seperti Fa Duolang. Pria itu tidak memiliki hati untuk kultivasi dan hidup hanya untuk kesenangan saja.
Xika membuka matanya.
Kini keempat dantiannya sudah berada di tahap Qi Gathering 9. Hanya tinggal selangkah lagi untuk mencapai Forming Qi.
Ia berjalan menuju Heiliao.
"Masih ada bahan-bahan yang tersisa dari percobaan terakhir. Kali ini cukup murnikan saja Qingtao Grass. Setelah selesai, beristirahatlah sebentar sebelum memulai proses Penyatuan."
Xika mengangguk dan mengikuti perkataan Heiliao.
Ia membakar Qingtao Grass. Kali ini berjalan cukup lancar. Mungkin karena keberhasilannya beberapa minggu yang lalu meningkatkan kepercayaan dirinya.
Setelah itu ia beristirahat sebentar untuk memulihkan qi nya. Kemudian berlanjut ke tahap berikutnya.
Ia mengangkat empat inti yang berasal dari tanaman yang berbeda dan mendekatkan keempatnya sekaligus.
Terjadi reaksi penolakan yang kuat. Xika mengecilkan apinya kemudian menggunakan elemen anginnya untuk mencegah inti-inti itu meledak.
Tanaman-tanaman itu tidak menyatu dengan mudah. Keempatnya hampir meledak ketika saling bersentuhan. Tapi Xika menahannya dengan elemen angin. Setelah itu, ia menyatukan keempatnya perlahan-lahan.
Proses ini berlangsung lama. Sangat lama. Mungkin sampai beberapa jam. Tapi Heiliao maupun Huo Bing tidak pernah mengalihkan pandangan mereka dari Xika.
Keempat inti tanaman itu sudah membentuk pil. Hanya tinggal sedikit lagi sebelum menjadi pil sepenuhnya.
Tapi Xika kehabisan qi nya. Padahal ia memiliki empat dantian Qi Gathering 9, tapi hal itu masih kurang.
Xika masih belum menyerah. Ia berusaha menahan pil setengah jadi itu selama mungkin, tapi qi nya tidak mendukung. Pil setengah jadi itu mulai bergetar karena tidak lagi mendapat qi.
Heiliao langsung melompat dan melapisi pil itu dengan aura ruangnya.
Xika berjalan mundur. Tapi tatapannya masih mengarah pada pilnya.
Heiliao berkonsentrasi keras untuk membuat stabil pil itu. Kemudian setelahnya, ia berusaha menyelesaikan pil itu.
Keringat mulai turun membasahi wajahnya yang berbulu. Tapi Heiliao tidak kehilangan fokus.
__ADS_1
Kemudian.......
BLARRR!!!