
WHUSH!
BRAK!
Hempasan angin dari tangan Xika berhasil menumbangkan tiga orang lawannya. Ia cukup kesal karena selalu dijadikan target hanya karena ia sendiri. Apalagi, tiga orang itu tidak memiliki mutiara yang banyak. Setelah memastikan ketiganya pingsan, ia mengirim mereka pergi kemudian berjalan pergi.
Di perjalanan, ia menemukan sebuah tanaman yang langka. Ada beberapa orang yang mengincar tanaman itu dan tampaknya mereka berasal dari pihak yang berbeda. Wajar saja, sebab dari kejauhan pun Xika dapat melihat sepuluh buah mutiara bersinar terang di atas tanaman tersebut.
Pihak yang pertama mengenakan seragam berwarna hijau dengan tulisan (风) Feng yang berarti angin. Sementara pihak yang satu lagi mengenakan seragam berwarna merah membara dengan tulisan (焚) Fen yang berarti bakar.
Ada tiga orang yang mengenakan seragam hijau sementara mereka yang mengenakan seragam merah terdiri dari empat orang. Namun, kalau dilihat dari tingkat kultivasinya, kelompok berbaju hijau lebih unggul. Meskipun hanya terdiri dari tiga orang, tapi ada 2 orang yang sudah mencapai tahap Forming Qi 8 dan hanya satu yang di tahap Forming Qi 7.
Sedangkan di kelompok berbaju merah hanya ada satu orang di tahap Forming Qi 8, sisa tiga orang berada di tahap Forming Qi 7. Tampaknya kelompok berbaju merah hendak menutupi perbedaan kekuatan mereka dengan jumlah. Dalam situasi seperti ini, tampaknya itu memungkinkan.
Namun, ada satu lagi pihak yang datang. Hanya seorang pemuda di tahap Forming Qi 7. Namun pemuda itu dengan santainya berjalan menuju tanaman yang diperebutkan kedua belah pihak tanpa rasa takut.
"Hoi, bocah! Kau tidak lihat kami sudah mengincar tanaman itu, hah?! Cepat pergi kalau tidak mau mati!" Pria dari kelompok hijau berteriak. Di seberang, mereka yang berasal dari kelompok berbaju merah juga memperhatikan kedatangan Xika. Namun mereka tak menganggapnya penting.
Kedua belah pihak memiliki pikiran yang sama di kepala mereka, 'Apa yang bisa dilakukan bocah di tahap Forming Qi 7 seorang diri?' Mereka belum bertarung karena sedang memikirkan cara terbaik untuk mengatasi satu sama lain tepat ketika bocah pengganggu ini datang.
"Hm?" Xika menengok dan memperhatikan kedua kelompok dengan seksama. Sebenarnya, ia tidak terlalu peduli dengan mutiara. Ia lebih peduli pada tanaman yang dijaga sepuluh mutiara itu. Light Poison Petal. Itu tanaman langka yang mengandung elemen cahaya dan memiliki racun.
Xika pikir setidaknya ia akan membutuhkan tanaman yang mengandung elemen cahaya untuk memudahkannya menguasai elemen cahaya. Tapi kalaupun itu tidak berhasil, racun dari Light Poison Petal juga cukup bermanfaat.
"Bagaimana ya? Hanya dari kekuatan kalian, tampaknya masih kurang kalau ingin mengusirku." Xika tersenyum percaya diri.
"Pfttt......Apa? Apa aku tidak salah dengar? Jangan bilang kau ingin bersaing dengan kami memperebutkan mutiara itu?" Pria berbaju hijau yang pertama bicara tertawa meremehkan Xika. Di seberang, terdengar tawa mengejek yang tidak kalah keras.
"Hei, Feng Yu! Bagaimana kalau kita bertaruh? Siapa yang dapat mengalahkan anak ini lebih cepat dialah yang berhak memiliki mutiara ini. Sekalian memberi pelajaran pada anak tidak tahu diri ini!" Pria di tingkat Forming Qi 8 dari kelompok merah berbicara. Jelas sekali ia tidak menganggap Xika.
Pria yang dipanggil Feng Yu mengerutkan keningnya. Taruhan yang diajukan tadi tampaknya malah merugikan dia. Kalau kelompoknya dan kelompok lawan bertarung, ia masih memiliki kepercayaan diri untuk menang. Bagaimanapun juga, kelompoknya memiliki dua kultivator di tahap Forming Qi 8.
"Ada apa Feng Yu? Jangan bilang kau takut kalah dariku?!" Sadar bahwa Feng Yu mengetahui niat aslinnya, pria sebelumnya kembali bicara.
"Heh. Kalah darimu? Berhenti bermimpi, Fen Mo! Aku terima tawaranmu!" Feng Yu terpancing provokasi Fen Mo. Tapi bukan berarti ia bodoh. Ia berbisik pada rekan satu timnya.
"Kalau sampai aku kalah cepat, majulah dan serang Fen Mo. Setelah Fen Mo dikalahkan, maka sisa kelompoknya bukanlah apa-apa." ucapnya dengan senyum sinis. Masih terlalu dini bagi Fen Mo untuk merasa senang karena mengira ia masuk dalam jebakannya.
"Tapi anak itu....."
"Anak itu bukanlah masalah. Yang paling penting sekarang adalah Fen Mo. Setelah kita mengalahkannya, maka sepuluh mutiara itu sudah dipastikan milik kita."
Rekan setimnya merasakan firasat buruk ketika melihat Xika, tapi karena Feng Yu berkata seperti itu, ia mengangguk dan bersiap menyerang Fen Mo.
__ADS_1
"Oh? Taruhan? Tampaknya aku benar-benar diremehkan ya...." Xika tertawa lemah. Memang, kalau dilihat dari tingkat kultivasinya Xika termasuk dalam jajaran kelompok yang paling lemah. Hanya sedikit yang mengikuti kompetisi ini dan berada di Forming Qi 7. Rata-rata peserta kompetisi ini berada di tahap Forming Qi 8, sementara mereka yang berasal dari klan besar seperti Burning Abyss Clan berada di tahap Forming Qi 9.
Itulah alasan utama Xika selalu dijadikan target. Pertama, ia hanya di tahap Forming Qi 7. Kedua, ia hanya sendiri. Normalnya, mereka yang berada di tahap Forming Qi 7 pasti akan segera membentuk kelompok di babak ini. Setidaknya, masih ada kemungkinan untuk menang dengan mengandalkan jumlah.
Fen Mo merasakan firasat buruk ketika melihat Feng Yu berbisik dengan rekan setimnya. Jadi ia buru-buru maju.
"Hoi Feng Yu, untuk apa bisik-bisik? Tampaknya kau benar-benar takut padaku ya?"
Feng Yu juga berjalan maju. Kini keduanya berjarak sepuluh meter dari Xika. Feng Yu hanya menatap Fen Mo dengan sinis tanpa bicara. Fen Mo juga tak bicara lagi. Keduanya saling menatap. Kemudian, tanpa ada aba-aba, keduanya melesat maju pada saat yang bersamaan.
Fen Mo membuka telapak tangannya berniat mencekik Xika sementara Feng Yu mengepalkan tangannya hendak menghancurkan dantian Xika. Menurutnya, orang tidak tahu diri seperti Xika harus diberi pelajaran agar sadar.
Keduanya berfokus pada kecepatan dan kekuatan masing-masing tanpa mempedulikan pertahanan mereka. Wajar saja. Memangnya siapa yang akan waspada terhadap bocah di tahap Forming Qi 7? Sayangnya pemikiran itu berakibat fatal bagi kedua belah pihak.
WHUSH!
SYUSH!
Kini jarak Xika dengan keduanya kurang dari semeter. Sisa penonton dari kedua belah pihak memperhatikan dengan seksama. Rekan setim Feng Yu sudah siap untuk maju bilal Feng Yu kalah. Tapi apa yang tidak ia harapkan adalah situasi dimana tidak ada yang kalau ataupun menang.
Ketika serangan keduanya hampir mencapai tubuhnya, barulah Xika bergerak. Fen Mo ingin mencekiknya? Kalau begitu biar Xika cekik dia. Feng Yu ingin menghancurkan dantiannya? Biar Xika hancurkan dantiannya.
GREP!
Sesaat sebelum tangan Fen Mo menggapai lehernya, Xika telah mencekiknya terlebih dahulu. Sementara untuk Feng Yu, Xika melayangkan kakinya. Karena Feng Yu menguasai elemen angin, maka ia tiba lebih cepat sesaat dibanding Fen Mo. Tapi meskipun tangan Feng Yu cepat, kaki Xika lebih cepat lagi. Ditambah, kaki Xika lebih panjang dibanding lengan Feng Yu. Jadi Xika telah menyerang Feng Yu sebelum Feng Yu menyerang dirinya.
Namun, refleks Feng Yu lebih baik dibanding Fen Mo. Karena pergerakan Xika yang tiba-tiba, ditambah dirinya yang menganggap remeh Xika, Fen Mo tak dapat berbuat apa-apa ketika Xika mencekiknya. Ia hanya bisa menatap Xika dengan amarah sekaligus terkejut.
Sedangkan Feng Yu, meskipun ia juga meremehkan Xika, ia masih sempat menahan tendangan Xika. Karena itu, tendangan Xika tidak berhasil mengenai dantiannya.
Dalam sepersekian detik, posisi mangsa dan pemburu bertukar dalam sekejap. Xika yang sebelumnya dianggap tak bisa melakukan apa-apa, kini malah berbalik menyerang Feng Yu dan Fen Mo. Fen Mo bahkan dibuat tak berdaya oleh Xika.
Perubahan situasi yang berlangsung dalam sekejap itu merupakan pemandangan mengejutkan yang sulit dipercaya bagi kedua belah pihak.
Ketika melihat Feng Yu yang terdorong mundur, awalnya Feng Hai, rekan setim Feng Yu yang juga berada di tahap Forming Qi 8, hendak maju dan menyerang Fen Mo. Namun matanya menangkap sesuatu yang tidak bisa dipercaya. Di depannya, pemuda kurang ajar itu sedang mencekik Fen Mo.
Meskipun bukan yang paling kuat, tapi kekuatan Fen Mo tidak dapat diremehkan. Apalagi dalam jarak sedekat itu, sekalipun dicekik, Fen Mo dapat membakar lawannya. Namun kali ini, apa yang dilakukan Fen Mo hanyalah meronta-ronta bagaikan mangsa yang telah jatuh dalam perangkap pemburu.
Awalnya ia mengira sedang berhalusinasi. Namun ketika melihat wajah rekan setim Fen Mo yang sama-sama memberikan raut tidak percaya, barulah Feng Hai menyadari bahwa pemandangan di depannya itu nyata.
Feng Hai menoleh melihat Feng Yu yang terdorong mundur untuk bertanya apa yang harus dilakukan mengingat situasi saat ini diluar dugaan sama sekali. Tapi tampaknya Feng Yu tidak menyadari kondisi Fen Mo sama sekali. Ia sibuk memperhatikan kedua tangannya yang bergetar hebat.
Sesaat sebelum serangannya mengenai Xika, bocah itu memberikan tendangan padanya. Yang mengejutkan Feng Yu adalah, Xika mengincar dantiannya. Feng Yu bisa mengetahui hal itu dari arah serangan Xika. Karena Xika menargetkan titik vitalnya, Feng Yu terpaksa bertahan. Namun ia sama sekali tak menyangka tendangan Xika sekuat ini.
__ADS_1
Sebelumnya Feng Yu sempat ragu haruskah ia bertahan atau tidak. Lagipula tendangan Xika terlihat sangat biasa. Tidak mengandung qi sama sekali. Beberapa saat kemudian, Feng Yu mensyukuri dirinya membuat keputusan yang tepat. Kalau ia mengabaikan tendangan Xika dan lebih memilih melancarkan serangannya, bisa-bisa impiannya untuk menjadi kultivator hebat pupus.
"S-senior Feng Hai......apa aku tidak salah lihat? Bocah itu........sedang mencekik Fen Mo? Dan yang dilakukan Fen Mo hanyalah meronta-ronta?" Anggota terakhir dari kelompok Feng Yu bicara. Feng Hu namanya.
Diantara ketiganya, hanya dialah yang berada di tahap Forming Qi 7. Tapi karena ia selalu ditemani keduanya, ia memiliki kepercayaan diri yang besar. Namun kali ini, melihat Feng Yu yang adalah panutannya terdorong mundur hanya dalam satu serangan membuat kepercayaan dirinya hancur berkeping-keping.
Ucapan Feng Hu itu menyadarkan semua orang. Feng Yu mengangkat kepalanya dan baru sadar bahwa Xika sedang mencengkram Fen Mo. Di saat ia sedang berpikir langkah apa yang harus ia ambil, anak buah Fen Mo di seberang telah bertindak.
Amarah yang muncul ketika melihat pemimpin mereka dicekik membuat mereka buta dengan betapa kuatnya Xika.
"Bajingan, lepaskan Kak Fen!"
Masih dengan tangan yang mencekik Fen Mo, Xika menghindari serangan ketiganya dan memberikan serangan balik. Ia memberikan rentetan tendangan yang berhasil menumbangkan ketiganya dengan mudah. Meskipun dilakukan dengan cepat, tapi masing-masing tendangannya berhasil mengenai titik vital lawannya.
Feng Yu menelan ludah melihat Xika mengalahkan anak buah Fen Mo semudah itu. Bahkan ia sendiri tak bisa mengalahkan ketiganya secepat itu. Apalagi sambil mencekik seseorang. Niatnya saat ini adalah mundur. Tapi tampaknya itu tidak mungkin. Mengingat tindakannya yang sombong tadi, sudah pasti Xika tak akan melepaskannya. Kalau begitu, pilihan yang tersisa hanya satu.
Serang dia!
"HEAH!"
Feng Yu mengangkat kedua tangannya dan puluhan ikan bergigi tajam yang terbentuk dari angin muncul di belakangnya. Ini adalah salah satu teknik andalannya. Sekalipun Xika kuat, ia menolak untuk percaya bahwa Xika dapat menghindari tekniknya dengan mudah sambil mencekik seseorang.
Tapi sesaat sebelum Feng Yu memberi aba-aba bagi ikan-ikannya untuk menyerang Xika, Feng Hai menendang punggungnya dengan telak hingga ia hilang kesadaran.
"E-eh....? S-senior Feng Hai.......kenapa....?" Feng Hu menatap Feng Hai dengan tatapan tidak percaya. Ia tidak mengerti mengapa Feng Hai menyerang Feng Yu. Memang lawan mereka kuat, tapi bukankah harusnya ada harapan bila mereka bersatu?
"J-junior ini......sebelumnya rekanku Feng Yu telah bertindak bodoh dan mempermalukan dirinya. Aku benar-benar minta maaf mewakili namanya. Ini, mutiara dan cincin spasialku. Tolong anggap ini sebagai kompensasi. Di masa depan, bisakah kita tidak menjadi musuh bila bertemu lagi?"
"......."
Melihat reaksi Xika yang hanya diam saja, cepat-cepat Feng Hai merogoh saku Feng Yu dan mengambil mutiara sekaligus cincin spasialnya. Ia juga meminta Feng Hu melakukan hal yang sama. Meskipun berat hati, tapi Feng Hu tetap melakukan apa yang diminta Feng Hai.
"Hanya ini saja yang kami miliki saat ini. Bisakah junior melepaskan kami? Kami akan sangat berterimakasih. Di masa depan, kami pasti akan mengingat dan membalas budi baik ini."
Xika melihat cincin spasial dan mutiara yang diberikan Feng Hai dan mempertimbangkannya. Setelah berpikir beberapa saat, ia mengangguk dan menerima tawaran Feng Hai.
Hembusan nafas lega keluar dari mulut Feng Hai. Ia sudah cemas kalau Xika tetap menolak melepaskan mereka. Untunglah ia masih berbaik hati. Cepat-cepat Feng Hai menangkupkan tangannya.
"Junior ini.....boleh kami tahu namamu? Di masa depan, kami pasti akan membalas kebaikanmu."
Xika tersenyum sinis. Besar kemungkinan bahwa Feng Hai ingin membalas dendam alih-alih kebaikan, itulah alasan sebenarnya ia meminta nama Xika. 'Membalas kebaikan' hanyalah kedok agar ia mengetahui nama Xika dan dapat membalasnya di masa depan.
Tapi Xika tidak peduli. Ia tidak takut pada Feng Hai. Kalau ingin membalas dendam, maka datanglah. Jadi tanpa rasa takut, Xika menjawab,
__ADS_1
"Xing Xika."