Card Cultivation System

Card Cultivation System
CCS-69


__ADS_3

Ketka Xika membuka matanya, ia menemukan hal yang cukup sulit dipercaya matanya.


Saat ini, Huo Bing dan Heiliao sedang bertarung.


Heiliao membentuk beberapa bola hitam di sekitarnya kemudian mengarahkannya pada Huo Bing.


Huo Bing menghindar dengan mudah. Ia balas menyerang dengan bulu-bulunya beserta semburan api. Heiliao langsung menghindar dan muncul di tempat lain yang cukup jauh dari tempatnya berada sebelumnya.


Tapi Huo Bing langsung terbang dengan paruh menuju dirinya. Tapi Heiliao masih tetap berdiri dengan tenang. Ketika paruh Huo Bing semakin dekat, ia kembali berpindah tempat.


Kali ini ia muncul di punggung Huo Bing dan langsung mengigitnya.


"Huo Bing? Heiliao? Apa yang terjadi?"


Tapi Huo Bing dan Heiliao tidak menjawabnya. Sepertinya mereka tidak mendengar ucapannya akibat ledakan yang dihasilkan serangan mereka berdua.


Huo Bing sedikit mengerang ketika digigit. Kemudian punggungnya terbakar dan mengenai Heiliao yang langsung melompat mundur dan berguling-guling di lantai untuk memadamkan api di tubuhnya. Saat itu ia sedikit meraung.


Huo Bing tidak memberikan Heiliao banyak waktu. Ia terbang menuju Heiliao. Kali ini dengan paruhnya yang membara.


Heiliao tidak menghindar. Ia membuka mulutnya dan membentuk bola hitam yang semakin lama semakin besar.


Huo Bing ingin terbang menghindar, tapi bola itu menghisapnya. Ia mengepakkan sayapnya semakin cepat, tapi bola itu juga menghisapnya dengan semakin keras.


Sementara Heiliao sudah berpindah tempat menghindari bola hitam buatannya sejak lama.


Huo Bing tidak bisa melarikan diri dan akhirnya ia terhisap oleh bola itu. Beberapa saat kemudian bola itu meledak.


Heiliao tersenyum senang melihat serangannya berhasil. Tapi dari balik asap hasil ledakan tersebut, muncul dua warna yang menyala terang.


Huo Bing muncul dengan tubuhnya yang menyala. Sebelah kanan menyala dengan api yang membara sementara sebelah kiri menyala dengan es yang dingin.


Ia sedang mengumpulkan qi di sekitar tubuhnya. Heiliao juga tidak diam saja.  Ia juga menyelimuti dirinya dengan aura ruang yang pekat dan bersiap melakukan serangan penentu.


Xika mengambil pisaunya yang tergeletak di lantai sebelahnya dan segera berlari.


Ia harus menghentikkan mereka berdua. Mereka adalah keluarganya, ia tidak bisa membiarkan mereka saling serang.


Xika melemparkan pisau itu berharap mencegah kedua serangan berbenturan.


Tapi pisaunya hanya melayang sejauh beberapa meter kemudian jatuh.


"................"


"................"


"................"


Untuk sesaat, tidak ada dari ketiganya yang berbicara. Kemudian Huo Bing lah yang pertama memecah keheningan.


"HAHAHAHAHA! Lemparan macam apa itu Xika? Apa kau bermaksud melawak? Kuakui kau berhasil. AHAHAHAHAHAHA!! Aduh, perutku sampai sakit."


Heiliao juga menahan tawanya. Tapi Xika tahu ia melakukannya dengan susah payah.


"Pftttt-"


Xika menatap keduanya dengan bingung.


"Apa yang terjadi? Kenapa kalian bertarung?"


"Hm? Oh, kami hanya latihan."


"Latihan?"


Heiliao mengangguk.


"Yah, terperangkap dalam tempat ini membuat tubuhku kaku.-"


"Kau kan tidak punya tubuh."


"Diamlah!


-jadi aku hendak meregangkan tubuhku dan serigala gosong itu menyarankan latih tanding yang langsung kusetujui."


Xika mengangguk-angguk mengerti.


Kemudian gantian Heiliao yang bertanya.


"Ada apa dengan lemparanmu sebelumnya?"


"Ah, itu..........pisaunya lebih berat dari yang kupikirkan, jadi hanya terlempar beberapa meter."


"Tentu saja bodoh! Kau memiliki enam tulang yang cukup untuk membuat pedang atau tombak, tapi kau malah menggunakannya untuk membuat pisau. Satu buah pisau!" kata Huo Bing menekankan tiga kata terakhir.


"Ahahaha......."


Xika tertawa kecil menyadari kebodohan dirinya. Kemudian ia berusaha mengalihkan topik.


"Ah, apa aku boleh bergabung juga?"


Huo Bing dan Heiliao saling bertatapan kemudian mengangguk.


"Bagus!"


Kemudian Xika mengubah Space Shifter yang sebelumnya berupa gelang menjadi tongkat. Kemudian ia mengarahkannya pada Heiliao.


Tapi belum selesai ia membidik, Heiliao telah menembakkan sinar hitam yang sama dengan macan ruang yang dulu.

__ADS_1


Kali ini Xika melebarkan Space Shifter untuk menahan serangan Heiliao. Huo Bing sudah memperkuatnya dengan bagian tubuh Spirit Beast yang berelemen ruang, jadi ia yakin bisa menahan serangan Heiliao.


Tapi ia lupa bahwa Heiliao adalah keturunan penguasa ruang. Sudah pasti serangannya lebih kuat dari mahkluk manapun yang menggunakan elemen ruang.


Dan serangan Heiliao menembus Space Shifter dengan sangat mudah. Serangannya berhasil mengenai perut Xika dengan telak.


"Uhuk....."


Xika memuntahkan darah dari mulutnya.


Heiliao berhenti dan mendekat. Ia tidak bertanya, tapi pandangannya cukup khawatir dengan Xika.


Sementara itu Huo Bing sedang tertawa dengan sangat keras dan puas.


"Pftttt......Ahahahahaha........kau sudah kena dua serangan dengan pola yang sama. Kau benar-benar bodoh. Apa kau tidak lihat posemu saat jatuh tadi? Pftttt...."


"Apa aku harus menguragi tenagaku?"


Xika menggeleng menjawab pertanyaan Heiliao. Kemudian ia membalas dengan pertanyaan juga.


"Kenapa senjataku tidak bisa menahan seranganmu?"


".................."


Heiliao bingung harus menjawab apa. Sementara Huo Bing tertawa semakin keras.


"AHAHAHAHAHA...........Kau benar-benar bodoh. Tentu saja karena dia keturunan penguasa ruang. AHAHAHAHAHHA......Aduh.....kau membuat perutku benar-benar sakit."


Selesai mengatakan itu Huo Bing kembali tertawa dengan lebih keras dari sebelumnya.


Tapi Xika masih memiliki tatapan bingung di wajahnya.


"Aku tahu. Tapi.......bukankah Huo Bing sudah memperkuat Space Shifter dengan mahkluk berelemen ruang sebelumnya? Harusnya itu bisa menahan setengah kekuatanmu atau seperempat setidaknya......."


Huo Bing langsung berhenti tertawa dan kembali memasang wajah serius.


"Benar juga........bagaimana mungkin ciptaanku gagal? Pasti ada alasan di balik semua ini. Padahal aku sudah menambahkan mahkluk-mahkluk berelemen ruang. Kenapa masih gagal?"


Kemudian Huo Bing berpikir dengan wajah serius.


"Hmph! Kentutku lebih berlemen ruang daripada mahkluk-mahkluk yang kau gunakan sebelumnya."


"Apa?"


"Jadi alasan senjataku tidak dapat menahan seranganmu karena elemen ruang yang dimilikinya kurang banyak?" tanya Xika menegaskan.


Heiliao mengangguk.


Xika diam. Ia berpikir bagaimana harus menghalau elemen ruang.


"Sudahlah. Kalau tidak bisa ditahan, hindari saja."


"Lagipula bukankah kau bisa melakukan hal ini?"


Xika menatap Space Shifter yang sedang Huo Bing ubah bentuknya.


"Itu benar tapi......."


"Kalau serigala gosong itu menembakkan sinar hitamnya lagi, kau tinggal menghindar seperti ini."


Huo Bing memperagakan seolah ada serangan datang kemudian ia menghindar ke samping. Setelah itu Space Shifter memanjang dan meliuk-liuk menyerang.


Heiliao tertarik dengan Space Shifter setelah melihatnya, jadi ia melompat dan mengambilnya dari Huo Bing.


Ia ingin mencoba melakukan hal yang Huo Bing lakukan sebelumnya, seperti memanjangkannya dan membuatnya meliuk-liuk. Tapi tongkat putih tanpa ada motif sedikitpun itu tidak berubah sama sekali.


Ia mencoba mengayunkannya beberapa kali dengan mulutnya, tapi tidak ada yang terjadi. Kemudian ia menatap senjata itu dengan bingung.


Dan Huo Bing kembali tertawa.


"Hahahahaha..........kalian berdua benar-benar ditakdirkan bertemu. Ekspresi bodohnya benar-benar sama denganmu, Xika. Pfttt......."


Tanpa sadar, Heiliao menampilkan ekspresi bodoh saat sedang kebingungan. Dan sialnya, Huo Bing melihat hal itu.


Xika tidak terlalu mempedulikan perkataan Huo Bing.


"Tapi kenapa ia tidak bisa menggunakan Space Shifter?"


"Sudah jelas bukan? Itu karena dia bukan pemilik senjata itu."


"Jadi kalau orang lain mengambilnya darikupun ia tidak bisa menggunakannya?"


"Tentu saja."


"Lalu kenapa kau bisa menggunakannya?"


"Tentu saja karena aku yang membuatnya." ucap Huo Bing dengan sombong.


"Cih. Curang."


"Hei! Aku harus mengawasi senjata buatanku tahu!"


"Jadi Heiliao tidak akan bisa menggunakan Space Shifter?"


"Benar." Huo BIng mengangguk dengan bangga.


Heiliao yang kesal melihat ekspresi bangga Huo Bing menggigit Space Shifter sampai taringnya menancap.

__ADS_1


"HEI!"


"HATI-HATI! Itu senjata buatanku!"


Tapi Heiliao tidak merespon keduanya dan masih menggigit Space Shifter dengan tatapan kesal.


Ia mengalirkan qi dari tubuhnya ke Space Shifter melalui taringnya.


Perlahan-lahan, permukaan tongkat itu yang berwarna putih berubah menjadi hitam. Mulai dari ujungnya, kemudian ke bagian tengah, berlanjut ke ujung satunya, dan akhirnya seluruh tongkat itu berubah warna menjadi hitam.


"TIDAK!"


"CIPTAANKU! Maafkan ayah sayang......" ucap Huo Bing dengan ekspresi sedih yang dibuat-buat pada Space Shifter.


Seketika itu juga Heiliao dan Xika menatap Huo Bing dengan pandangan aneh.


"Apa? Itu senjataku yang paling bagus. Kau menghancurkannya."


Heiliao mendengus menanggapi ucapan Huo Bing. Kemudian ia menutup matanya dan berkonsentrasi.


Setelah itu Space Shifter yang berwarna hitam memanjang dan mulai menyerang Huo Bing.


"Hei! Jangan gunakan senjataku untuk menyerangku."


Heiliao masih menyerang Huo Bing beberapa kali. Kemudian ia melemparkan Space Shifter pada Xika.


Xika menangkapnya dengan hati-hati. Di tangan Xika, Space Shifter berubah kembali menjadi putih.


Ia menatapnya selama beberapa saat, kemudian menusukkan tongkat itu ke sebuah pilar batu. Ia hendak menguji dugaannya.


Xika mengalirkan qi ke dalam Space Shifter dan benda itu kembali menjadi hitam. Setelah itu, serangan Xika menembus pilar batu dan mengenai tembok di belakangnya.


Ia menarik kembali Space Shifter. Dugaanya benar.


Sebelumnya, Heiliiao bukan merusak atau menghancurkan Space Shifter. Tapi ia menambahkan elemen ruang kedalam senjata itu. Dan elemen yang ia tambahkan berhasil membuatnya menggunakan Space Shifter juga. Perubahan warna di tongkat itu terkait penggunaan elemen. Bila Xika tidak menggunakan elemen atau hanya elemen dasar, tongkat itu akan tetap berwarna putih. Tapi begitu ia menggunakan elemen ruang, Space Shifter akan berubah warna menjadi hitam.


Kemudian Heiliao menatap pisau buatan Xika dan mengambilnya.


Xika menatapnya dengan pandangan tanya.


Heiliao melakukan hal yang sama dengan Space Shifter kepada pisau itu. Pisau yang berwarna putih karena hanya terbuat dari tulang, kini mulai memiliki warna hitam.


Setelah itu Heiliao mengembalikan pisau itu pada Xika. Tapi ada yang berbeda.


Tidak seperti Space Shifter yang sebelumnya kembali berwarna putih ketika berpindah tangan, kali ini pisaunya tetap memiliki warna hitam.


"Tongkatmu yang sebelumnya membutuhkan qi untuk menggunakan elemen ruang dan berubah warna. Pisau ini tidak. Benda itu sudah memiliki elemen ruang, jadi kau tidak perlu menggunakan qi."


Setelah Heiliao menambahkan elemen ruang pada pisaunya, Xika merasa benda itu lebih ringan dari sebelumnya. Kemudian ia menatap Heiliao dengan pandangan bertanya-tanya di matanya.


Ia memang berterimakasih pada Heiliao karena telah memperkuat senjatanya, tapi ia bingung dengan Heiliao yang bertindak begitu tiba-tiba tanpa alasan.


Dan kemudian Xika sadar. Heiliao tidak melakukannya tanpa alasan. Setelah ia mengembalikan pisau itu pada Xika, Heiliao menatap Huo Bing dengan sombong.


"Cih!"


Huo Bing juga tidak mau kalah. Jadi ia terbang dan menyambar pisau buatan Xika menggunakan paruhnya.


Kemudian kedua sayapnya yang berbeda warna itu bersinar dan Huo Bing mengalirkan qi nya ke dalam pisau itu.


Perlahan, pisau yang sudah memiliki dua warna itu, menyala dan memiliki dua warna tambahan. Kini pisau itu berwarna hitam, putih, biru dan merah.


Setelah itu Huo Bing mengembalikannya pada Xika.


"A-apa pisau ini juga-"


"-ya."


Huo Bing sudah tahu pertanyaan Xika. Ia bertanya apa pisaunya memiliki elemen api dan es juga, jadi ia langsung memotongnya. Kemudian ia menatap Heiliao dengan sengit.


Xika menatap pisau buatannya yang kini sudah memiliki empat warna dengan pola tidak karuan.


"Ehhh.....tidak bisakah kalian membuat warnanya lebih beraturan sedikit?"


"Abstrak terbaik." ucap Huo Bing yang langsung diberikan anggukan oleh Heiliao.


Setelah itu mereka kembali menatap satu sama lain dengan pandangan permusuhan.


Dan begitulah, persaingan antara Huo Bing dan Heiliao kembali dimulai.


*********************************


note


Sampai sekarang masih ada yang bertanya di bagian mana sistemnya.


Saya akan jelaskan. Sistem dalam judul mengarah pada sistem kultivasi dengan dasarnya menggunakan kartu. Bila sistem yang anda cari adalah sistem cheat seperti dalam game, silahkan cari novel lain. Tidak semua istilah dalam sistem mengacu pada sistem game. Sistem pendidikan juga menggunakan kata sistem, tapi tidak ada gamenya sama sekali bukan?


Saya menerima kritik dan saran. Tapi mohon perhatikan penggunaan bahasa. Bila ada istilah yang tidak dimengerti atau ada plothole dalam cerita, dapat disampaikan melalui komentar. Saya akan berusaha memperbaikinya.


Awalnya saya membuat novel ini untuk lomba. Saya ingin mencoba keberuntungan saya, siapa tahu bisa menang dan mendapat hadiah. Tapi setelah sampai di tahap ini, saya tidak terlalu memikirkan lagi tentang lomba. Saya menikmati setiap proses pembuatan novel ini. Saya tidak lagi menulis untuk lomba. Saya menulis untuk diri saya sendiri sebagai hobi.


Ini adalah cerita pertama saya. Mohon maaf bila masih banyak kesalahan dan kekurangan karena saya menulis seorang diri, tidak dibantu oleh seorangpun. Saya mulai menulis setelah membaca cukup banyak novel dan salah satu author panutan saya pernah mengatakan 'if you don't find any story that you like, wrote it'  mungkin ada sedikit perbedaan kata karena saya sudah tidak terlalu ingat, tapi intinya seperti itu. Jadi saya terdorong untuk menulis cerita saya sendiri.


Setelah lomba selesai, novel ini akan tetap update. Tapi saya tidak tahu bagaiman jadwalnya apakah akan ada perubahan atau tidak.


Terakhir, saya ingin mengucapkan terima kasih pada segenap pembaca yang telah mengikuti karya pertama saya sampai disini. Terima kasih atas semua komen penyemangat dan likenya. Saat ini, Card Cultivation System telah dibaca oleh 6.000 orang lebih dengan like berjumlah 700. Saya sangat berterimakasih atas dukungan kalian semua. Saya tidak menyangka dapat menulis sejauh ini. Dari hanya sepuluh orang yang membaca kini sudah berkembang menjadi ribuan orang. Sekali lagi, saya ucapkan terima kasih. Mohon dukungannya untuk kedepannya.

__ADS_1


Terima kasih.


__ADS_2