
"Ada apa? Kenapa lama sekali?" tanya Heiliao sambil mengerutkan keningnya melihat Shu Mang dan Lang Hu yang baru datang.
Mereka saling berpandangan sebelum salah satu di antara mereka bicara.
"Kami tidak yakin." ucap Lang Hu.
"Apa celah itu masih ada?"
"Ya."
"Lalu apa yang membuat kalian begitu lama?"
Kali ini Shu Mang yang berbicara.
"Awalnya kami berniat langsung kembali setelah melihat celah itu masih ada dan terlihat cukup stabil. Tapi Lang Hu menyadari sesuatu. Tidak ada tanda kehidupan sama sekali dari celah itu."
Heiliao mengerutkan keningnya semakin dalam. Tapi ia tidak menyela dan membiarkan keduanya berbicara.
"Kami mengawasi celah itu cukup lama tapi tetap tidak menemukan tanda kehidupan dari celah itu. Bahkan pergerakanpun tidak. Lang Hu nekat mendekat, tapi ia masih tidak melihat pergerakan sedikitpun."
"Jadi itu alasan kalian kembali begitu lama? Mengawasi celah itu?'
Keduanya mengangguk. Heiliao berpikir sebentar, kemudian ia membiarkan keduanya beristirahat. Ia perlu membicarakan ini dengan Lang Yan dan Xuehao.
"Tunggu. Seberapa besar tambang itu?" tanya Heiliao ketika Shu Mang berjalan pergi.
Pemuda itu berbalik. Ia mengingat-ingat sebentar.
"Maaf, aku tidak ingat. Aku tidak berada di tambang itu dalam waktu yang cukup lama. Aku tidak yakin seberapa besar. Batu spasial di tempat itu cukup banyak. Bisa saja mataku menipuku."
Heiliao mengangguk. Dan Shu Mang kembali berjalan pergi, berusaha menemuka taman tempat ia datang pertama kali di siang hari.
Heiliao memanggil Lang Yan dan Xuehao. Keduanya mendekat. Ia menceritakan pada mereka apa yang baru saja disampaikan Shu Mang. Xika juga ikut karena penasaran dengan apa yang dibicarakan.
"Tunggu dulu. Kenapa bocah ini ikut?"
"Memangnya kenapa?"
"Ini pembicaraan para pemimpin. Bahkan anakku saja pergi setelah memberikan laporan."
"Itu karena anakmu ingin bermesraan dengan pacarnya. Xika tidak."
Xika tertawa kering mendengar ucapan Heiliao. Ia tidak tahu harus senang atau sedih.
"Cukup. Aku tidak keberatan dengannya. Kembali ke topik. Celah itu tidak menunjukkan tanda kehidupan sama sekali. Tapi belum tentu tidak ada kehidupan di sana." ucap Xuehao menengahi keduanya.
__ADS_1
"Apa yang kau pikirkan?"
"Ada kemungkinan ia sudah membawa semua batu itu pergi dan meninggalkan tambang kosong melompong. Kalau itu benar, wajar saja tidak ada tanda kehidupan dari celah itu."
Xika menggeleng.
"Tidak. Shu Mang memberitahuku batu spasial di tambang itu sangat banyak. Ia tidak akan bisa membawa semua batu spasial itu dalam waktu singkat. Dan ia juga tidak perlu membawa batu spasial itu. Ia hanya perlu mengamankan tambang itu dan memeriksa semua celah yang ada di sana."
"Lalu menurutmu apa yang terjadi?"
"Aku tidak yakin."
"Kalau menurutku," kata Lang Yan, "Ada mahkluk hidup lain di tambang itu. Sepertinya pemuda itu tidak berada di tambang dalam waktu lama, jadi ia tidak menyadarinya. Lalu si Tangan Ungu yang telah berada di tambang itu menyadari keberadaan mahkluk hidup itu. Tapi ia terlambat, mahkluk itu menyerangnya dan membunuhnya. Itulah kenapa tidak ada pergerakan dari celah itu."
Ketiganya diam sebentar memikirkan dugaan Lang Yan. Memang, ada beberapa mahkluk yang hidupnya terkait dengan ruang. Mereka biasa menjelajah ke berbagai tempat dan tinggal di tempat di mana banyak unsur spasial. Dan tambang spasial yang di temukan Shu Mang ini adalah tempat yang cocok untuk mereka tinggal.
"Kita asumsikan dugaan Lao Yan benar dan si Tangan Ungu ini tidak memiliki kemampuan bertarung sama sekali dan hanya bisa menggunakan racun," kemudian Heiliao menoleh pada Xika, "Apa menurutmu kau bisa melacak jejak pertarungan dari ahli racun?"
"Sulit dikatakan. Aku tidak tahu ada berapa celah di sana dan mengarah ke mana. Bisa saja salah satunya mengeluarkan angin kuat yang menyapu bersih semua jejak pertarungan. Tapi bahkan dalam keadaan normalpun aku tidak yakin bisa atau tidak melihat jejak pertempuran racun."
Dan mereka kembali terdiam, sibuk dengan pikiran masing-masing. Akhirnya setelah beberapa saat, Heiliao yang bicara lebih dulu.
"Perubahan rencana. Aku yang akan masuk lebih dulu. Setelah itu Lao Yan, baru Lang Wei."
Xuehao mengerutkan keningnya tidak setuju.
"Sejak awal, perjalanan kita ini memang penuh dengan resiko. Dan ya, aku bisa terbunuh. Lao Yan juga. Kalau itu terjadi kau yang akan menjadi Alpha."
Bukannya membaik, raut wajah Xuehao semakin memburuk. Tapi sebelum ia bisa bicara, Xika sudha bicara lebih dulu.
"Kau. Tidak. Akan. Mati."
"........."
Heiliao tidak membalas perkataan Xika.
"Aku yang akan pergi dulu. Baru setelah itu kau dan sisanya menyusul."
"Tidak." tolak Heiliao tegas.
"Ya. Kau bisa elemen ruang dan aku juga bisa elemen ruang. Aku bisa racun dan kau tidak. Apa kalian pernah berpikir, seandainya benar ada mahkluk lain di tambang itu, bisa saja Tangan Ungu masih hidup dan bekerja sama dengan mahkluk itu? Atau dipaksa bekerja sama. Setidaknya aku bisa melihat sedikit jejak racun. Mungkin aku bisa mengetahui apa yang terjadi."
Usul itu ditolak mentah-mentah oleh Heiliao. Serigala hitam itu bersikeras bahwa ialah yang harus pergi duluan. Xuehao juga menolak usul itu mentah-mentah. Lang Yan memberikan saran lain dan ditolak. Mereka saling memberikan saran lain tapi tidak menemukan kesepakatan sampai burung berwarna biru dan merah muncul.
"Kenapa kalian begitu bodoh? Terutama kau, serigala gosong."
__ADS_1
"Diamlah, burung setengah matang. Ini bukan saatnya untuk berdebat."
"Memang tidak. Dan aku tidak bernita untuk berdebat denganmu."
"Lalu kau mau apa?"
"Lubang itu hanya muat satu serigala, bukan satu manusia. Tapi manusia dan serigala dapat pergi bersama. Jadi kau bisa pergi bersama dengan Xika."
Dan seketika itu juga mata Xika dan Heiliao melebar. Huo Bing benar. Mereka bisa pergi bersama. Kenapa hal itu tidak terpikirkan dari tadi?
"Bailah. Kalau begitu, aku akan masuk bersama Xika pertama. Setelah itu Lao Yan dan sisanya menyusul."
Xuehao masih terlihat tidak setuju. Tapi Xika meyakinkannya.
"Eeh, senior? Kau bisa mengandalkanku. Kami pernah bertempur bersama sebelumnya. Kalau memang ada sesuatu di tambang itu, kami bisa bertahan cukup lama untuk mengabari yang lainnya."
"Benar. Lagipula aku juga akan ikut. Aku bersama dengan bocah ini, ingat? Aku tidak akan membiarkan serigala ini lebih gosong lagi. Hanya aku yang boleh membuatnya gosong."
"Sejak kapan kau membuatku gosong, burung setengah matang?"
Lalu sambil berdebat, mereka bertiga berjalan pergi, meninggalkan Xuehao dan Lang Yan yang terheran-heran melihat sisi Heiliao yang baru itu. Mereka tidak pernah melihatnya berdebat seperti anak kecil. Yah, bahkan Xuehao dan Lang Yanpun berubah di depan Xika.
Xuehao memperlihatkan sisi emosionalnya pada Xika, sementara Lang Yan juga kembali seperti anak kecil ketika berdebat dengan Xika. Sedikit banyak Xika membawa perubahan pada kaum serigala.
Malam tiba dan haripun berlalu.
Esok paginya, sekitar lima ratus serigala terlihat berkumpul di lapangan. Jumlahnya memang lebih banyak daripada yang pergi karena kerabat-kerabat mereka datang untuk mengucapkan selamat tinggal. Xika cukup terkejut melihat mereka.
Dan saat itu juga ia sepakat dengan Heiliao bahwa mereka harus membawa para serigala ini kembali dengan selamat. Mereka tidak bisa membiarkan para serigala itu meninggalkan keluarga mereka. Tidak. Keluarga terlalu berharga untuk ditinggalkan.
Heiliao berjalan maju ke tengah lapangan dengan Xika di punggungnya dan Huo Bing melayang di atasnya. Tidak ada yang merasa aneh dengan hal itu. Para serigala sudah tahu tentang Heiliao yang adalah 'pengasuh' Xika dan teman burungnya.
Lalu mereka dan ketigaratus serigala berjalan pergi menuju celah tempat Shu Mang datang, meninggalkan sanak keluarga mereka. Mereka berjalan pergi lima belas menit sebelum sampai di celah yang dikatakan Shu Mang. Shu Mang sendiri yang memandu mereka. Tadinya ia juga ingin masuk, tapi takut mengganggu para serigala jadi memutuskan untuk tinggal.
Heiliao berdiri di depan celah itu. Ia menoleh pada para serigala.
"Aku akan masuk lebih dulu. Tunggu selama lima menit. Kalau ada barang yang keluar, apapun itu, maka kalian tidak perlu menyusulku. Itu adalah kode dariku. Tinggalkan tempat ini dengan segera. Lalu jaga celah ini dengan baik dan jangan biarkan mahkluk apapun keluar. Tidak perlu memikirkan diriku. Kalau sesuatu terjadi padaku, maka Lang Yan akan menggantikanku menjadi Alpha."
Setelah itu ia berbalik dan menarik nafas dalam-dalam bersama dengan Xika.
"Kau siap?"
Xika mengangguk. Kemudian ia menepuk Heiliao.
"Ayo." katanya.
__ADS_1
Huo Bing mengepakkan sayapnya dan hinggap di punggung Heiliao. Lalu di bawah tatapan tiga ratus serigala, mereka melangkah masuk dan menghilang.
WHUSH!