Card Cultivation System

Card Cultivation System
CCS-267


__ADS_3

Xika bersalto kebelakang menghindari tendangan musuhnya, kemudian berputar untuk menghindar pukulan yang mengincar punggungnya, setelah itu menunduk dan balas menendang salah seorang lawan terdekat. Sayangnya, Xika langsung menarik kembali kakinya sebelum terkena serangan jarak jauh musuh.


Ia menoleh dan melihat belasan pria dan wanita yang sedang berkumpul. Tampaknya salah satu di antara merekalah yang melepaskan serangan jarak jauh barusan. Kemudian matanya tertarik pada sesuatu. Empat sampai lima orang berkumpul dan mengarahkan tangan mereka pada Xika, sementara enam sampai tujuh sosok lain mengarahkannya pada sepuluh pria berjubah putih.


Rupanya mereka tengah melakukan teknik yang sama dengan Xika, yaitu memperlambat gerakan lawan dan mempercepat gerakan kawan. Tapi ada satu hal yang membuatnya senang. Sekalipun ia kewalan menghadapi mereka yang kurang lebih setara dengan dua kelompok, tapi mereka harus bergabung untuk bisa melakukan teknik yang sama dengan Xika.


Sementara Xika sendiri bisa melakukannya tanpa bantuan orang lain, dan hasil tekniknya masih sebanding dengan gabungan empat sampai lima orang itu.


BUK!


Karena terlalu fokus memperhatikan kelompok kedua itu, Xika jadi tidak sadar dengan pukulan yang datang hingga wajahnya kena pukul.


Ia termundur beberapa langkah sebelum menstabilkan tubuhnya. Tapi rentetan serangan lainnya datang tidak memberinya kesempatan untuk beristirahat. Xika mencoba mundur dan menjaga jarak sekedar untuk mengambil nafas, namun sepuluh sosok berjubah putih itu terus menerus mendesaknya.


Sebenarnya, Xika masih memiliki sisa qi yang cukup untuk mengalahkan kedua kelompok di depannya ini. Tapi ada satu hal yang membuat Xika ragu untuk melakukannya.


Sebelumnya, ketika ia sedang mengejar bajingan sialan yang membawanya ke daerah musuh, ia diserang oleh rentetan panah. Setelah itu barulah sepuluh sosok berjubah putih muncul dan dilanjut dengan kelompok pendukung berjumlah belasan orang.


Memang, saat ini ia sudah terdesak melawan sepuluh sosok berjubah putih dan kelompok pendukungnya. Tapi sampai saat ini sosok-sosok yang memanahnya sebelumnya masih tidak kelihatan batang hidungnya. Xika memiliki firasat bahwa mereka masih ada di balik pepohonan dan akan segera menyerang bila keadaan memburuk.


Selain itu, sekalipun Xika berhasil mengalahkan sepuluh sosok dan kelompok pendukungnya itu, pasti akan ada kelompok lain yang datang. Mengingat betapa mudahnya kesepuluh sosok itu disertai kelompok pendukungnya muncul, maka besar kemungkinannya bahwa masih ada kelompok lain yang bersembunyi selain para pemanah.


Yang jadi pertanyaan adalah, berapa banyak dan sekuat apa kelompok lain yang tersembunyi?


Bila Xika gegabah dan mengeluarkan semua cadangan qi nya sekarang, mungkin ia akan berhasil mengalahkan kesepuluh sosok itu dan pendukungnya, tapi bila kelompok berikutnya muncul dan menyerangnya, maka ia tak bisa melakukan apapun karena telah kehabisan qi.


Tentu saja, ia masih memiliki cukup banyak pil buatan Heiliao yang dapat mengembalikan qinya dengan cepat. Tapi sekalipun qinya kembali, staminanya tetap terkuras habis.


Syut!


Tiga tendangan mengarah pada Xika dari arah yang berbeda. Di belakangnya ada pohon, sementara di atasnya seorang lagi sedang bersiap hendak memberikan tendangan melayang. Kalau ia hendak menghempaskan lawannya dengan elemen angin, belasan pria di belakang siap untuk menghalau anginnya.


Xika menggertakkan giginya. Haruskah ia menggunakan elemen yang lain? Akan mudah sekali untuk keluar dari situasi ini bila ia menggunakan elemen tanah. Namun, Xika mengurungkan niatnya secara mendadak. Ia bahkan memberikan seringai pada musuhnya hingga membuat mereka bergidik.


Sesaat sebelumnya, Xika merasakan hawa dingin yang familiar. Saat berikutnya, tiga sosok yang hendak menendangnya ditembus oleh duri es dari belakang. Sisa satu tendangan melayang dari atas, Xika hindari dengan mudah.


Ia melompat ke samping dan berhenti setelah menjaga jarak dengan lawannya, masih dengan senyum di wajahnya.


"Kenapa lama sekali? Dari mana saja kau?" tanya Xika pada sesosok gadis cantik yang tiba di sebelahnya.


Gadis itu melotot padanya. "Harusnya aku yang bilang begitu. Apa-apaan ini? Kenapa kau bisa terjebak dengan mereka?" Liang Jihua mengarahkan pandangannya pada tujuh sosok berjubah putih dan belasan pria dan wanita yang menjadi kelompok pendukung. Selain itu, tampaknya ia masih merasakan sosok-sosok lain yang bersembunyi.


"Yah, panjang ceritanya. Intinya, bajingan yang kukejar itu membawaku ke tempat ini yang tampaknya adalah markas mereka."


Liang Jihua mengerutkan keningnya mendengar perkataan Xika. "Markas mereka? Apa maksudmu masih ada yang lain selain mereka ini?"


"Dugaanku begitu," Xika menganggukkan kepalanya.


"Lalu apa yang harus kita lakukan?"


"Apa kau masih memiliki qi yang tersisa? Ayo kita uji kekuatan mereka sedikit lagi."


Gadis itu mengangguk menyanggupi perkataan Xika, kemudian melesat maju menyerang tujuh sosok berjubah putih yang masih tidak terima ketiga rekan mereka ditumbangkan dengan cukup kejam menggunakan duri es.


Xika menarik nafas sebentar. Akhirnya ia bisa beristirahat walau cuma sebentar. Kemudian ia memakan beberapa pil pemulih qi dan melesat menuju lawan-lawannya.


"Kalau bisa, cari tahu kekuatan mereka tanpa mengungkapkan kekuatanmu!" teriak Xika yang entah didengar atau tidak oleh Liang Jihua.


Melihat gadis itu sedang berhadapan dengan ketujuh sosok berjubah putih, Xika memutuskan untuk menghampiri kelompok pendukung di belakangnya yang sedari tadi terus mengganggunya.


Syush!


Tubuh Xika menyatu dengan angin dan menghilang membuat kelompok pendukung membelalakkan mata mereka tidak percaya dengan penglihatan sendiri.


Dari belakang mereka, Xika muncul dan mengaktifkan empat jimat pelindung yang seketika membawa mereka kembali ke Akademi. Setelah itu, ia langsung menghajar sisanya. Kelompok pendukung ini jelas lebih lemah dibanding sosok-sosok berjubah putih tadi, jadi Xika dapat menghajar mereka dengan mudah.


Meskipun begitu, mereka tetaplah kultivator Forming Qi 9, jadi tidak semudah itu bagi Xika untuk mengalahkannya. Memang, cara yang paling cepat adalah mengirim mereka kembali ke Akademi dengan jimat pelindung. Sayangnya, setelah Xika mengirim empat orang ke Akademi, mereka yang tersisa langsung menjaga jimat masing-masing dengan baik.


Xika berhasil menghajar setengah dari kelompok pendukung itu, ketika puluhan panah kembali menyerangnya. Xika menarik orang terdekat dan menjadikannya sebagai perisai daging.


JLEB!


"AKH!"

__ADS_1


Syut!


BRUK!


Tampaknya panah yang menyerangnya itu bukan panah biasa mengingat pria yang ia jadikan perisai daging langsung tak sadarkan diri dan mengalami pendarahan hebat. Xika menyeringai senang karena telah mengambil keputusan yang benar.


"Akhirnya kalian muncul juga. Aku sudah menunggu daritadi."


"Heh, menunggu? Kau bahkan hampir kalah tadi kalau bukan temanmu yang membantu."


Xika mengangkat bahunya dengan santai, "Aku tak akan menerima protes dari kalian yang berusaha menang dengan jumlah."


SYUT!


Puluhan panah kembali melayang, kemudian di tengah udara panah-panah itu membelah hingga menjadi ratusan. Kini Xika mengerti bagaimana para pemanah yang berjumlah duapuluhan orang itu berhasil menembakkan ratusan panah.


Ia menoleh hendak mencari perisai daging lainnya, namun kelompok pendukung yang tersisa telah menjauh menolak untuk dijadikan perisai daging lagi. Xika berdecak kesal karenanya. Ia lantas menggunakan Space Shifter untuk menangkis panah-panah itu.


Sayangnya, ia salah memperkirakan kekuatan panah-panah itu. Karena panah-panah itu terbagi hingga menjadi ratusan, Xika menduga bahwa kekuatan panah-panah itu juga terbagi, ternyata ia salah. Malahan, rasanya panah itu menjadi berkali lebih kuat.


BLAR!


Panah itu meledak ketika bersentuhan dengan Space Shifter. Xika terpental hanya karena satu panah. Sementara di langit masih ada ratusan lagi.


Grep!


Xika menguatkan cengkramannya pada Space Shifter kemudian melapisinya dengan elemen angin yang cukup tebal.


"HEAH!"


Space Shifter bertabrakkan dengan panah dan terjadilah ledakan besar. Xika merasakan dorongan yang kuat tiap kali Space Shifter menahan panah musuh hingga terseret ke belakang sekalipun ia sudah bertahan. Ia berusaha menghindari panah yang bisa ia hindari, yang tak bisa ia hindari, terpaksa ia tangkis dengan Space Shifter.


Liang Jihua menoleh ke arah pertempuran Xika dimana banyak ledakan berasal. Ia mengkhawatirkan Xika dan berniat membantunya, tapi ketujuh sosok di hadapannya ini lebih tangguh dan kuat daripada yang ia kira. Jangankan membantu Xika, ia hampir saja kalah kalau tidak fokus dan sigap menghindari serangan lawan.


Set!


Sebuah panah lolos dari jangkauan Space Shifter dan melaju menuju perut Xika. Ia hendak melompat ke samping untuk menghindar, tapi ia terlambat menyadari tanah yang membelenggu kakinya. Ketika menoleh, terlihatlah sisa kelompok pendukung yang ia kacaukan sebelumnya kini telah tenang dan kembali mengganggunya.


Grttt!


Xika menggertakkan giginya bersiap untuk bertahan, kemudian datanglah panah dan meledak hingga menghempaskan Xika belasan meter jauhnya.


BLAR!


BRAK!


BRAK!


BRAK!


Xika melubangi cukup banyak pohon sebelum akhirnya berhenti di sebuah pohon setelah mencetak tubuhnya di batang pohon itu.


Bruk!


Srttt......


Ia jatuh terduduk. Kepalanya terkulai lemah. Darah mengucur deras dari perut dan mulutnya. Luka bakar yang hebat bercampur dengan luka koyak terlihat di perutnya. Pakaian bagian atasnya terbakar habis. Tapi itu belum selesai.


Kira-kira masih ada puluhan panah yang tersisa, padahal Xika sudah terkulai lemas hanya karena satu panah. Apa yang akan terjadi bila puluhan panah itu berhasil mengenainya?


Di seberang sana, para pemanah tersenyum sombong dan mengejek.


"Hanya begitu saja? Hanya satu serangan dan ia sudah tak berkutik? Nampaknya kita terlalu melebih-lebihkan mereka yang berasal dari sekte besar."


"Mm. Menurutku juga begitu." Seorang lagi mengangguk menyetujui perkataan yang pertama.


Sret!


Bruk!


Xika berusaha bangkit kembali untuk menghindari panah-panah itu, sayangnya ia tak punya tenaga yang tersisa. Tubuhnya menolak bergerak.


Kemudian ia mengirim bisikan angin (ucapan yang Xika keluarkan dibungkus oleh angin kemudian dibawa menuju seseorang tertentu, sehingga hanya Xika dan orang tersebut yang mengetahui ucapan Xika. Teknik ini pernah dipakai sebelumnya, Xika menamakannya bisikan angin) pada Liang Jihua dan memintanya bersiap untuk mundur.

__ADS_1


Liang Jihua mengangguk siap. Kebetulan situasinya saat ini juga sedang kurang baik.


Xika menggertakkan giginya. Ia menggunakan elemen angin untuk membantunya berdiri kemudian menatap puluhan panah yang tersisa yang sebentar lagi akan mengenai dirinya.


Sekaranglah saatnya. Sekarang adalah saat yang tepat untuk mengeluarkan sisa qi yang dimilikinya. Kalau ia masih menahan qinya lagi, bisa-bisa qinya itu tidak akan keluar lagi.


WHUSH!


Angin besar datang dan menghemparkan panah-panah itu ke berbagai arah. Sebagian besar terlempar ke arah pertarungan Liang Jihua. Gadis itu menghindar dengan tepat hingga panah yang datang tidak melukainya dan malah memberi jarak antara dirinya dan ketujuh sosok putih itu.


Kemudian, sebagai upaya terakhir, Xika menghempaskan angin kencang yang besar sekuat yang ia bisa menuju barisan para pemanah.


Angin itu memang besar, tapi selain membuat rambut dan jubah para pemanah berkibar, angin itu tak mampu melakukan apapun. Bahkan sekedar memberikan luka gores atau mendorong mereka dari tempatnya saja tidak.


Liang Jihua menatap Xika dengan bingung. Apa yang pria itu lakukan? Tidak biasanya ia bertindak gegabah seperti itu. Kemudian, ia melihat raut muka Xika berubah beberapa saat setelah mengirimkan angin besar itu. Tapi tampaknya Xika tidak terkejut bahwa anginnya tidak menyebabkan luka apapun pada para pemanah. Apa angin itu mempunyai tujuan lain?


"MUNDUR!" teriak Xika yang seketika menyadarkan Liang Jihua. Gadis itu bergegas mundur. Xika melayang ke arahnya dan dengan segenap qi yang tersisa sebelum kemudian jatuh tidak jauh dari kaki Liang Jihua.


"Bawa aku pergi, atau lindungi aku. Pilih salah satu."


"Ck, memangnya kau masih bisa melindungiku dengan tubuh seperti itu? Sudahlah, bawa dirimu saja pergi. Aku akan menahan mereka selama mungkin."


Xika tadinya ingin melakukan apa yang Liang Jihua katakan, tapi ketika melihat gadis itu, Xika sadar bahwa pertarungan yang dilalui gadis itu juga tidak mudah. Luka sabet dan memar dapat terlihat di sekujur tubuhnya. Pakaiannya robek disana-sini memperlihatkan kulitnya yang indah namun terluka penuh darah.


"Kau sendiri memangnya bisa melindungiku?" balas Xika.


Liang Jihua hendak memberikan balasan lain ketika puluhan panah kembali melayang mengincar mereka. Syukurlah, tampaknya para pemanah itu menganggap enteng mereka sehingga tidak membagi panah-panah itu menjadi ratusan.


Masih di tanah dekat kaki Liang Jihua, Xika menutup matanya berkonsentrasi. Kemudian lima puluh empat kartu melayang keluar dari tubuhnya dan membentuk sebuah persegi panjang yang cukup besar untuk menjadi perisai mereka.


"Apa yang kau lakukan? Perisai tipis seperti itu tidak akan mampu menahan-"


Sebelum Liang Jihua menyelesaikan ucapannya, panah-panah itu telah tiba dan menghantam perisai kartu Xika. Liang Jihua menutup matanya erat-erat berharap dirinya masih bisa selamat dari ledakan yang akan tiba.


Beberapa saat kemudian, gadis buas itu membuka matanya dengan bingung. Suara ledakan masih terdengar tapi ia tidak merasakan dampaknya sama sekali.


"Kau.......bagaimana kau melakukan itu?" Tak menemukan alasan yang tepat mengapa kartu setipis itu dapat menahan ledakan yang begitu besar, Liang Jihua mengarahkan pandang pada Xika.


Xika terkekeh sedikit sebelum menjawab, "Kalau aku mengatakan bahwa tindakan tadi itu tidak menguras qi sama sekali, apa kau akan percaya?"


Dari wajahnya saja jelas sekali Liang Jihua tidak mempercayai apa yang Xika katakan. Pertahanan sekuat itu pasti akan memakan qi yang banyak atau setidaknya menuntut bayaran yang besar. Bagaimana Xika yang sudah babak belur bisa mengeluarkan pertahanan sekuat itu?


Mau dipikir bagaimanapun ia tetap tidak bisa menemukan jawabannya, tapi ia juga tetap tidak mempercayai jawaban Xika. Setidaknya untuk saat ini ia tidak perlu mengkhawatirkan pertahanan. Akhirnya, dengan berat hati Liang Jihua memilih untuk membawa Xika pergi.


Harus ia akui, bahkan dalam keadaan normalpun belum tentu dirinya bisa mengeluarkan pertahanan sekuat itu, apalagi dirinya yang penuh luka seperti sekarang ini. Setelah menggertakkan giginya, gadis itu berkata,


"Aku akan membawamu. Jadi pertahankan perisai itu baik-baik!"


"Tentu saja." sahut Xika lemah.


Kemudian dengan berat hati, gadis itu meyentuh kaki Xika dan berniat menggendongnya seperti seorang tuan putri. Sayangnya, atau mungkin untungnya, Xika terlalu berat sehingga Liang Jihua tidak bisa membawanya dengan kondisi seperti itu. Kalau tidak, Xika tidak yakin akan memiliki wajah untuk menghadapi perempuan lagi.


"Sialan! Kenapa kau berat sekali, sih?!"


Xika memilih untuk tidak menjawab gadis itu. Dalam hati ia bersyukur bahwa dirinya berat dan berjanji akan makan lebih banyak lagi agar tak ada gadis yang mampu menggendongnya ala tuan putri.


Dengan wajah memerah, Liang Jihua berbalik. Ia memperlihatkan punggungnya yang penuh luka tapi masih indah pada Xika dan menaruh kedua tangannya ke belakang.


".........?" Xika terbengong bingung.


"A-apa yang kau lakukan? Cepat kemari!" Bahkan dari suaranya saja Xika tahu bahwa gadis itu tengah menahan malu setengah mati.


Dengan segenap kekuatan yang tersisa, Xika merangkak dan melingkarkan kedua tangannya di leher Liang Jihua. Alhasil membuatnya dalam posisi memeluk gadis buas itu. Perlahan, gadis itu berdiri dan berjalan pergi.


"Anu........"


''Berisik! Diam saja kau!"


Kira-kira dari awal proses Liang Jihua menggendong Xika sampai sekarang, tujuh sampai delapan ledakan telah terjadi.


-------------------


Halo! Nabe ganet disini. Sebelumnya saya mau minta maaf karena sudah tidak update CCS dalam waktu yang cukup lama. Jujur, itu juga bukan karena kemauan saya. Saya terkena demam berdarah yang mengharuskan saya dirawat di rumah sakit, selain itu juga saya masih harus beristirahat di rumah dalam waktu yang cukup lama. Saya minta maaf sekali lagi sekaligus ingin berterima kasih atas dukungan yang telah kalian berikan. Setelah saya tinggal sekitar seminggu lebih, like dan komentar CCS sudah semakin banyak, terima kasih atas dukungan yang telah diberikan sekalipun saya tidak update dalam waktu yang lama. Ke depannya saya akan mencoba untuk tetap update seperti biasa. Terima kasih, ikuti terus petulangan Xika dan kawan-kawan ya.

__ADS_1


__ADS_2