Card Cultivation System

Card Cultivation System
CCS-139


__ADS_3

Kong Yu tidak bicara apa-apa mendengar perkataan terakhir Xika. Entah mengapa Xika merasa Kong Yu kembali memikirkan hal lain. Jadi ia juga tidak mengganggu Paman Kong Yu. Ia melompat dari punggung Heiliao dan mendarat di depan serigala itu.


"Baiklah! Kurasa kita tidak perlu melihat mayat Tangan Ungu. Itu tidak dibutuhkan lagi. Lebih baik kita pikirkan saja bagaimana cara memindahkan batu-batu spasial ini."


"Kenapa kau?"


"Apa yang kau bicarakan?"


Huo Bing dan Heiliao mengerutkan kening sambil memberikan tatapan bingung. Kini semua pasang mata memandangnya. Dan hal itu malah membuatnya bingung menjelaskan.


"Ehhh.......mahkluk itu.......aku mengenalnya......ia tidak akan menyakiti kita........"


Baik Heiliao maupun Huo Bing sama-sama melebarkan mata mereka bingung. Dan mereka langsung menyerbunya dengan rentetan pertanyaan.


"Bagaimana kau bisa mengenalnya?"


"Kenapa kau tidak memberitahu kami?"


"Kapan kau mengenalnya?"


"Apa mahkluk itu tidak menyerangmu?"


"Apa yang ia katakan padamu?"


"Apa benar ia tidak akan menyerang kita?"


"Ehh.........aku merasakan keberadaannya samar-samar setelah memenangkan permainan kartu itu. Maaf, aku takut membuat kalian terkejut bila kalian tahu. Lagipula aku masih belum bisa memastikan apakah ia kawan atau lawan."


"Lalu? Bagaimana kau bisa berbicara dengannya?"


"Suaranya muncul begitu saja di kepalaku."


"Apa kau yakin ia tidak akan menyerang kita?"


Xika menganguk dengan mantap.


"Tentu saja."


Xuehao dan Lang Yan saling berpandangan. Sementara Heiliao menatap Xika dan tahu bahwa ada sesuatu yang ingin dibicarakannya hanya bertiga.


"Baiklah. Karena Xika sudah berkata seperti itu, maka tidak ada gunanya lagi melihat Tangan Ungu. Kalian kembalilah lebih dulu."


"Apa? Lalu bagaimana denganmu?"


"Aku masih memiliki beberapa hal untuk dibicarakan dengan Xika. Kau tidak akan tertarik untuk mendengarnya. Lagipula, sepertinya pesta akan segera dimulai. Pasti aneh kalau kalian tidak ada disana."

__ADS_1


"Kenapa kau tidak ikut dengan kami?"


"Ada atau tidak diriku tidak akan berpengaruh banyak. Tapi kalau kalian tidak ada maka akan menimbulkan kehebohan."


Xuehao kelihatannya masih ingin protes, tapi perkataan Heiliao benar. Meskipun tubuhnya paling besar, tapi justru ialah yang paling tidak menonjol. Ia seolah tak terlihat. Tapi kalau ia ingin, maka semua serigala akan menyadari keberadaannya.


Jadi serigala putih itu berbalik pergi disusul oleh Lang Yan. Heiliao menunggu beberapa saat sampai keduanya benar-benar keluar dari tambang ini baru menoleh.


"Ada apa?"


"Hehe......."


Xika tersenyum malu, tapi kebahagiaan di wajahnya tak bisa ia sembunyikan. Ia mendekatkan wajahnya pada Heiliao dan Huo Bing, seolah takut ada orang lain yang mendengar.


"Mahkluk itu-pemilik tambang ini-ia kenal ayahku. Dan mereka berteman baik. Bahkan dengan ibuku!" kata Xika tanpa menyembunyikan senyum lebarnya. Bertemu dengan kenalan orangtuanya membuatnya merasa selangkah lebih dekat dengan mereka.


Huo Bing dan Heiliao saling berpandangan. Kalau begitu pantas saja Xika yakin mahkluk ini tidak akan menyerang mereka. Tadinya ia ingin menanyakan alasan kenapa Xika begitu yakin, tapi ia mengurungkannya ketika melihat wajah Xika.


"Apa saja yang ia katakan?"


"Ia bercerita tentang kenangannya bersama ayahku. Ia memintaku memanggilnya paman karena yakin ayahku juga akan menginginkannya. Lalu ia memberikan beberapa bagian tambahan di peta yang kutunjukkan sebelumnya, tapi aku belum mengeceknya."


"Kalau begitu tunggu apa lagi? Ayo cek sekarang juga. Aku jadi ikut penasaran." tanya Huo Bing yang turut merasakan kebahagiaan yang dipancarkan Xika.


Xika mengangguk. Ia mengambil kartu ayahnya dari balik saku kemudian membuka kotaknya yang mendapat tatapan bingung oleh Huo Bing dan melemparnya seperti sebelumnya agar menjadi layar raksasa. Huo Bing menatap layar itu beberapa saat.


Xika menggeleng. Ia juga bingung karena tidak menemukan perbedaan di peta itu. Tapi tidak dengan Heiliao. Serigala hitam itu memicingkan matanya kemudian menunjuk satu titik dengan cakarnya.


"Coba besarkan area ini."


Xika menyentuh titik yang disebut Heiliao dan seketika itu juga gambar berubah. Titik itu menunjukkan beberapa celah. Dan salah satunya berwarna biru.


"Tunggu! Kenapa ada warna biru? Sebelumnya tak ada. Apa bedanya celah yang ini dengan yang lain?"


Kemudian Xika mencari di bagian lain dan menemukan beberapa celah yang berwarna biru juga. Ia menatap Huo Bing dan Heiliao yang hanya menggeleng. Ia berpikir sebentar sebelum memutuskan untuk bertanya pada Paman Kong Yan. Ia sudah memperbolehkan Xika menanyakan apa yang tidak dimengerti.


"Ehh.......Paman Kong Yan? Kau bilang boleh bertanya kalau ada yang tidak kumengerti bukan? Tanda biru disini itu maksudnya apa?"


"Itu adalah celah yang mengarah ke tempat yang pernah dikunjungi orangtuamu. Beberapa mungkin memiliki petunjuk ke mana mereka."


Sesosok bayangan muncul di belakang Xika dan mengejutkan Heiliao dan Huo Bing. Sebenarnya Xika juga cukup terkejut dengan penampilan tiba-tiba Paman Kong Yan, tapi perasaan bahagia ketika tahu tempat yang pernah dikunjungi orangtuanya menutupi keterkejutannya itu.


Sekali lagi, Xika menyunggingkan senyum lebar yang sangat tulus dan dipenuhi kerinduan. Ia berbalik dan memeluk bayangan setengah transparan itu.


"Terima kasih, Paman Kong Yan."

__ADS_1


Kong Yan tak bergerak untuk sesaat, kaget karena Xika memeluknya tiba-tiba. Kemudian ia juga memberikan senyuman tulus dan membalas pelukan Xika.


Huo Bing dan Heiliao diam karena tidak mau mengganggu suasana. Kelihatannya bayangan itu sangat senang dengan pelukan Xika. Mereka tidak mau dan tidak berani mengganggunya. Kini, setelah Kong Yanmenampakkan dirinya, Heiliao merasakan tekanan yang lebih besar dibanding sebelumnya. Ia berusaha keras untuk menahannya.


Xika berbalik dan melihat sosok Heiliao yang gemetar hebat. Kemudian ia teringat akan perkataan Heiliao sebelumnya yang menyebutkan Paman Kong Yu mengeluarkan aura yang menekannya.


"Eh, Paman? Bisa kau kurangi auramu? Heiliao, saudaraku, kesulitan menahannya."


Kong Yu menoleh menatap Heiliao sejenak kemudian berkata,


"Ah, ya."


Setelah itu Heiliao merasakan tekanan sebelumnya menghilang tak bersisa. Ia menghirup nafas dalam-dalam untuk menstabilkan tubuhnya yang masih gemetar. Kemudian ia menoleh pada Kong Yu dan berkata,


"Terima kasih, Senior."


Kong Yu hanya mengangguk sedikit pada Heiliao kemudian ia kembali menoleh pada Xika. Ia mengajak anak itu membicarakan berbagai hal. Huo Bing sesekali ikut menimpali. Respon yang diberikan tidak terlalu ramah, tapi juga tidak terlalu dingin. Seperti bicara pada orang asing. Heiliao juga ikut bergabung setelah beberapa saat.


Mereka mengobrol selama beberapa jam. Kong Yu sudah mengenal Huo Bing dan Heiliao lebih baik, dan ia memberikan respon yang lebih ramah. Mereka juga bermain kartu beberapa kali. Tentu saja Huo Bing dan Heiliao tidak pernah menang, mereka berdua bergantian menempati posisi paling bawah sementara Xika dan Kong Yu bergantian menempati posisi paling atas.


Mereka masih berniat bicara lebih lama lagi, tapi Xika teringat dengan pesta para serigala.


"Ah, Paman! Sayang sekali kami harus kembali. Ada pesta yang harus kami datangi."


Raut wajah Kong Yu menjadi sedih tapi ia segera menggantinya dengan senyum.


"Ah, ya. Tak apa, pergilah. Jangan lupa aku selalu disini."


Sayangnya, Xika menangkap raut sedih yang ditunjukkan Kong Yu meskipun hanya sesaat.


"Bagaimana kalau paman ikut dengan kami? Sepertinya para serigala tidak akan menyadari keberadaan Paman hehe....."


Kong Yu memberikan senyum kecil sambil menggeleng.


"Tak apa, pergilah. Aku tidak bisa meninggalkan tempat ini. Kembalilah kalau kau tidak sibuk."


Meskipun Kong Yu tidak membuat wajah sedih lagi, Xika masih menangkap kesedihan dalam nada bicaranya.


"Ah, benar juga. Paman! Bagaimana kalau aku lupa letak celah ini? Atau kalau celah ini berpindah?"


"Tenanglah. Kartumu akan membuka tempat ke sini kapanpun kau mau. Aku akan membiarkan celah yang ini tetap terbuka agar para serigala bisa mengambil batu-batu spasial."


Xika mengangguk. Kemudian ia mengucapkan selamat tinggal dan kembali ke hutan para serigala. Sepertinya Kong Yu sudah menyelaraskan waktunya, jadi ketika Xika kembali, pesta sudah mau dimulai. Ia segera bergabung dengan para serigala yang sedang membakar daging.


Ia membantu mereka bersama Huo Bing, sementara Heiliao berjalan ke arah lain. Sosoknya yang hitam dan besar itu memancarkan kesedihan dan kesepian. Ia berjalan sambil melihat langit senja yang sebentar lagi akan diisi ribuan bintang. Ia tiba di tebing pribadi milik Xuehao, kemudian melompat ke bawah tebing itu.

__ADS_1


Dan ada seekor serigala yang sudah menunggunya di bawah sana.


__ADS_2