
Huo Bing tersenyum senang sekalipun dirinya terbaring dengan penuh luka dan mencoreng harga dirinya. Kalau ia tidak salah tebak, Arctic Blaze Mooflower ini adalah tanaman spiritual yang palilng berharga yang ada di taman ini. Sebelumnya, ia beranggapan bahwa tanaman spiritual yang mengandung elemen es lebih langka karena sulit dicari, tapi Acrctic Blaze Mooflower ini berkali lipat lebih langka.
Tanaman spiritual yang mengandung dua elemen sangatlah jarang ditemui, apalagi elemen yang sangat bertentangan seperti ini.
Dengan qi-nya yang tersisa, Huo Bing mengambil bunga itu dan menyimpannya baik-baik. Ia menoleh ke kanan-kiri untuk memastikan tak ada yang melihat. Semua Spirit Beast yang ada masih sibuk bertarung memperebutkan Blizzard Peach yang Huo Bing jatuhkan sebelumnya.
Setelah memastikan Arctic Blaze Moonflower tersimpan dengan baik, Huo Bing menatap tajam kumpulan Spirit Beast itu. Harta paling berharga memang telah jatuh ke tangannya, tapi ia tak akan membiarkan penghinaan ini begitu saja. Terutama kura-kura itu. Huo Bing pasti akan membuat bajingan sialan itu membayarnya.
Huo Bing mencoba berdiri. Tak ada yang menghentikannya. Ia melihat Blizzard Peach yang tengah diperebutkan. Sempat terlintas di kepalanya untuk mengambil Blizzard Peach itu lalu kabur. Sayangnya Burning Tortoise telah menaruh matanya pada Huo Bing.
Pesannya jelas. Ia tak akan menghentikan Huo Bing untuk berdiri, atau kabur. Tapi ia tak akan membiarkan Huo Bing mendapatkan Blizzard Peach.
Dengan berat hati, Huo Bing meninggalkan tempat itu. Tentu saja setelah memberikan tatapan tajam pada Burning Tortoise itu. Ia juga melirik kembali para Spirit Beast itu, dan tampaknya pertarungan itu tak akan selesai dalam waktu dekat. Kalau ada waktu, ia akan menghabisi mereka satu-persatu. Tapi tentu saja, Burning Tortoise akan jadi yang pertama.
Tak ada yang menghentikan Huo Bing, tentu saja. Perginya Huo Bing berarti berkurangnya satu pesaing tangguh. Ia melangkah pergi sambil terseok-seok. Di belakang, Burning Tortoise memperhatikannya dengan puas.
Huo Bing terus berjalan sekalipun ia tak tahu arah. Ia membiarkan kakinya membawanya kemana saja. Akhirnya ia berhenti di suatu tempat yang cukup terpencil dan tertutupi pepohonan lebat. Ia kembali memastikan bahwa tak ada yang memperhatikan dirinya sebelum akhirnya terduduk.
Ia memejamkan matanya dan berfokus untuk memulihkan dirinya. Tak lama kemudian, api menyala dan membakar seluruh tubuhnya. Selain itu, angin dingin mulai terbentuk dan perlahan mengelilingi dirinya dan membentuk patung es dengan api yang membara di dalamnya.
Kondisi itu terus berlanjut selama beberapa hari. Ketika membuka matanya, api telah padam dan es yang menyelimuti dirinya telah pecah berkeping-keping. Huo Bing membakar keping es itu agar tak meninggalkan jejak. Ia menggerakkan tubuhnya beberapa kali.
Kini ia merasa baikan. Tentu saja, belum pulih seratus persen. Tapi ini sudah jauh lebih baik. Sayangnya, bagian luar tubuhnya masih sama dengan beberapa hari yang lalu. Jadi kalau ada orang yang melihatnya, mereka pasti akan mengira Huo Bing menderita luka parah.
Dan begitulah yang terjadi. Qing Hu datang beberapa saat setelah Huo Bing membuka matanya. Entah apa yang gadis itu lakukan selama beberapa hari ini dan bagaimana ia melarikan diri dari pertarungan para Spirit Beast itu, tapi yang pasti gadis itu masih hidup dan kini ia berdiri di depan Huo Bing sambil membawa sekeranjang tanaman spiritual. Entah dari mana ia mendapatkan keranjang itu.
"Heh. Akhirnya aku menemukanmu. Bagaimana kabarmu? Babak belur karena tidak ditemani diriku?" tanya Qing Hu sambil tersenyum menggoda. Huo Bing mengabaikannya, tapi Qing Hu menyangka Huo Bing masih pingsan jadi gadis itu bergegas dan memeriksa keadaan Huo Bing.
"Astaga. Apa yang sebenarnya terjadi?"
Qing Hu mengalirkan qi nya pada Huo Bing untuk mengobati burung itu. Ia memegang dahi Huo Bing dan seketika juga terkejut dengan panasnya tubuh Huo Bing. Sebenarnya itu efek samping sebagai keturunan Phoenix. Kadang tubuh Huo Bing terasa dingin, kadangkala terasa panas. Tapi tentu saja Qing Hu tidak mengetahuinya.
"Dasar! Beberapa hari tidak bertemu dan kau kembali menyusahkanku. Bagaimana kalau aku tidak menemukanmu? Kau pasti akan dimakan hewan buas yang kelaparan." ucapnya sambil mengomel. Tapi meskipun begitu, Qing Hu berusaha merawat Huo Bing dengan baik.
Tampaknya gadis itu tahu sedikit mengenai obat-obatan. Ia mengambil satu buah berwarna hijau, lalu memerasnya hingga keluar airnya. Airnya ia gunakan untuk membasuh wajah dan luka-luka Huo Bing.
Setelah itu Qing Hu berdiri dan pergi. Huo Bing tak membuka matanya karena takut ketahuan, tapi ia bisa merasakan Qing Hu tidak pergi jauh. Apa yang gadis itu lakukan? Apa ia malu ketahuan telah merawat Huo Bing? Yah, meskipun Huo Bing tidak membutuhkan bantuannya, tapi ia menghargainya.
Tak lama kemudian Qing Hu kembali. Ia mengambil air dari sungai terdekat lalu menggunakannya untuk membersihkan luka Huo Bing. Air sungai telah menghapus cairan hijau yang ia tempelkan sebelumnya. Setelah itu, ia menempelkan dedaunan pada luka Huo Bing agar mempercepat pemulihan burung itu.
Qing Hu beristirahat sebentar. Jarak sungai ke tempat Huo Bing berada lumayan jauh bagi gadis yang selalu mengeluh dan tidak mau melakukan apapun seperti Qing Hu. Tapi ia melakukannya untuk Huo Bing. Sambil duduk, gadis itu memikirkan apa lagi yang dibutuhkan mereka saat ini.
Kemudian ia teringat hal paling penting, yaitu makanan. Qing Hu menoleh ke kanan kemari dengan cemas. Berjalan mengambil air saja sudah cukup berisiko dengan banyak Spirit Beast yang menghuni hutan ini. Tapi ia harus mendapatkan makanan dan satu-satunya cara adalah memburu Spirit Beast.
Akhirnya ia berdiri dan kembali berjalan pergi. Kira-kira hari sedang sore saat itu. Ia berharap dapat kembali sebelum malam. Meskipun sebagian besar Spirit Beast masih bertarung di kedua taman itu, tapi hutan di malam hari tetaplah berbahaya.
Huo Bing masih tetap tak mau membuka matanya. Qing Hu masih berada di sekitarnya. Entah kenapa, pergerakan gadis itu aneh. Ia kesana-kemari seolah sedang mengejar sesuatu. Akhirnya gadis itu berhenti. Mungkin sekitar dua tiga menit gadis itu diam di tempat. Kemudian kembali bergerak.
__ADS_1
Akhirnya Huo Bing sadar bahwa Qing Hu sedang berburu. Karena tak bisa berburu hewan buas, maka tentu saja gadis itu berburu hewan kecil herbivora seperti kelinci atau rusa. Sayangnya, hewan herbivora memiliki insting yang kuat dan kaki yang lincah yang membuat Qing Hu pontang-panting berlarian mengejar mereka.
Jujur, Huo Bing tak menduga Qing Hu akan melakukan ini. Merawatnya, berjalan jauh untuk mengambil air, membawakan tanaman spiritual untuknya, dan berburu untuk makan malam. Qing Hu yang ia tahu tak akan melakukan ini.
Kejadian ini membuatnya teringat akan sebuah kenangan. Kenangan yang indah antara dirinya dengan Gu Xun. Mereka berburu bersama, saling merawat satu sama lain, dan menghabiskan malam dengan berselimutkan langit. Mungkin bukan kenangan romantis yang dimiliki oleh banyak kekasih, tapi baginya itu sudah cukup. Asalkan ia bersama Gu Xun, itu sudah cukup.
Kemudian Huo Bing tertawa kecil. Apa yang ia pikirkan? Gu Xun tidak mungkin hidup kembali. Dan Qing Hu bukanlah Gu Xun. Lagipula, tidak peduli apapun yang Qing Hu lakukan, hatinya hanyalah untuk Gu Xun. Ia merasakan Qing Hu mendekat, lantas berpura-pura tidur kembali.
Tampaknya usaha Qing Hu tidak terlalu berhasil. Ia hanya berhasil menangkap dua ekor Swift-Green Rabbit. Tapi tentu saja itu usaha yang cukup bagus bagi Qing Hu yang tak pernah berburu. Lagipula, ia berhasil kembali dengan selamat juga sudah lumayan.
Karena dirasa momennya tidak pas, maka Huo Bing tidak membuka mata sama sekali. Ia berniat bangun besok. Tapi masakan Qing Hu luar biasa mengerikan. Ingin rasanya Huo Bing membuka mata dan mengomeli gadis itu. Jika Xika tahu hal ini, maka kesannya terhadap Empat Gadis Tercantik pasti akan semakin turun.
Butuh usaha keras untuk tetap pura-pura tidur selagi Qing Hu menyuapinya sup kelinci setengah matang. Gadis itu bahkan tidak menguliti kelincinya dan langsung membakarnya begitu saja. Setelah itu, daging kelinci tersebut dimasukkan ke dalam sisa air sungai yang dibawanya tadi. Itulah yang Qing Hu sebut sup kelinci.
Huo Bing merasa sang kelinci sendiri pasti akan sakit hati kalau tahu dirinya dimasak seperti itu.
Selesai makan malam yang mengerikan, Qing Hu kembali mengganti tanaman yang membalut luka Huo Bing dengan tanaman yang baru. Setelah itu, barulah Qing Hu tidur. Tentu saja, gadis itu membangun tenda setengah jadi untuknya tidur. Dan seperti sebelumnya, tenda itu runtuh di tengah tidur Qing Hu.
Malam itu, tidur Huo Bing diisi dengan kenangan-kenangan indah tentang Gu Xun. Cocok untuk membuatnya tidur nyenyak. Sayangnya, ia bangun di pagi hari dengan sedih menyadari semua itu hanyalah mimpi. Ia menggelengkan kepalanya beberapa kali, kemudian berdiri untuk membangunkan Qing Hu.
Di luar dugaan, ternyata itu tidak perlu.
Qing Hu keluar dari gundukan tendanya (yang runtuh kemarin malam) dan berniat untuk memeriksa keadaan Huo Bing. Tapi ternyata burung itu sudah bangun dan berdiri di depan tendanya.
"Oh? Kau sudah bangun? Bagaimana perasaanmu? Merindukanku?"
Seulas senyum kecil muncul di wajah Huo Bing. "Tak apa. Aku sudah baikan."
"Aku sudah baikan. Biar aku saja yang mencari makan."
"Tidak! Kau baru bangun. Kau harus beristirahat. Nanti kalau sudah sembuh baru kau carikan aku makanan. Aku hanya akan menerima makanan enak, loh! Sebaiknya kau bersiap-siap."
Huo Bing jadi ragu. Kenapa Qing Hu mendadak berubah? Apa kepalanya habis diserang Spirit Beast kemarin?Atau.....tidak. Itu tidak mungkin.
"Sudahlah. Lagipula kita tidak mendapatkan apa-apa bukan? Hewan-hewan itu memonopoli semua isi taman es dan api itu. Daripada menghabiskan waktu disini sebaiknya kita kembali saja."
"Eits! Siapa bilang kita tidak mendapatkan apa-apa?" sergah Qing Hu. Gadis itu mengambil keranjangnya lalu menyodorkannya pada Huo Bing.
"Hehehe.....aku mendapatkan ini. Bagaimana? Aku hebat kan?"
Terlihat jelas bahwa Qing Hu tidak tahu apa yang dia ambil. Ia hanya mengambil apa yang ia bisa, tak peduli apakah benda itu berguna atau tidak. Tapi yah, sepertinya itu lebih baik daripada tidak sama sekali.
Tunggu dulu. Mendadak Huo Bing jadi curiga. Karena ia yakin Qing Hu tidak tahu apa yang diambilnya, lalu cairan hijau yang kemarin itu apa? Ia merinding memikirkan kemarin malam. Ia berusaha berpikir positif. Kemudian pandangannya tertuju pada sesuatu di dasar keranjang.
Zestfull Guava.
Kenapa buah itu ada di sini? Melihat penampilan polos Qing Hu, Huo Bing semakin yakin bahwa gadis itu tidak tahu apa yang diambilnya.
__ADS_1
"Apa kau tahu tanaman apa saja yang kau ambil?" tanya Huo Bing.
"T-tentu saja aku tahu......mana mungkin aku tidak tahu apa yang kuambil? Hahaha......." Qing Hu tertawa kering. Ia tidak berani menatap mata Huo Bing.
Sambil mengambil salah satu buah dari keranjang Qing Hu, Huo Bing bertanya, "Kalau begitu coba sebutkan buah apa ini."
"I-itu.....a-anu......ehhh......"
"Kau tidak tahu kan?"
"Huh!" Qing Hu menghentakkan kakinya. "Iya, iya aku tidak tahu. Aku kan hanya mengambil apa yang bisa diambil. Itu lebih baik daripada pulang dengan tangan kosong, kan? Lagipula di mana terimakasihku? Aku sudah merawatmu, membasuh wajahmu, mencuci lukamu, membuatkan makanan dan menyuapimu, dan tidak ada terima kasih sama sekali? Huh!"
Huo Bing tersenyum. Ini baru Qing Hu yang ia tahu. "Terima kasih."
Mata Qing Hu melebar tak menyangka akan mendengar ucapan itu dari Huo Bing. Bahkan ekspresi kebahagiaan dapat terlihat samar di wajahnya.
"Tapi, untuk apa kau melakukan ini untukku? Kau bisa lari dan kembali ke Akademi. Itu lebih aman untukmu." Memang seharusnya Huo Bing tak berkata begitu pada gadis yang baru saja menolongnya, tapi ia perlu memastikan dugaannya.
"Huh! Memangnya aku harus memiliki alasan untuk berbuat baik? Lagipula aku yang mengajakmu kemari, sudah seharusnya aku membawamu kembali."
Ekspresi Huo Bing menggelap. Wajahnya menjadi tegas. Nampaknya dugaannya benar. Qing Hu menaruh hati padanya. Mungkin itu akan menjadi impian bagi sekian banyak pria di Ibukota untuk disukai Qing Hu. Entah berapa banyak pria yang berharap Rubah satu ini menaruh hati pada mereka. Sayangnya, Huo Bing tidak termasuk salah satunya. Ia sudah menegaskan bahwa hatinya hanyalah untuk Gu Xun. Dan Gu Xun sudah mati. Itu artinya, hatinya juga sudah mati.
"Aku berterima kasih atas niat baikmu. Tapi kalau kau punya maksud lain atau berharap aku melakukan hal lain untuk membalasmu, kau sebaiknya melupakan hal itu. Dan aku tak tertarik dengan hubungan asmara."
Seketika itu juga, ekspresi bahagia di wajah Qing Hu berganti menjadi ekspresi kesedihan, dan itu terlihat jelas dari wajahnya. Memang seharusnya Huo Bing tak mengatakannya terang-terangan. Tapi hatinya hanyalah untuk Gu Xun. Ia tak akan berpaling. Jadi daripada membuang waktu dan tenaga, lebih baik menyudahinya dari awal.
Cepat-cepat Qing Hu membuang air matanya dan mengubahnya menjadi ekspresi pura-pura kesal. Tapi sudut matanya yang basah masih terlihat.
"Huh! Makan ini hubungan asmara!" ucap Qing Hu sambil mengambil acak buah dari keranjangnya dan memasukannya bulat-bulat ke dalam mulut Huo Bing. Ia juga ikut mengambil buah lain dan memakannya bulat-bulat.
Sialnya, buah yang diambil Qing Hu adalah buah petaka yang diwaspadai Huo Bing sebelumnya. Zestfull Guava. Dan lagi, kenapa buah itu ada dua? Dan mereka memakannya pada saat bersamaan, ini benar-benar buruk.
Zestfull Guava. Buah terlarang yang dapat membangkitkan gairah seseorang dari dirinya yang terdalam. Normalnya buah itu tak mudah ditemukan. Bagaimana Qing Hu bisa menemukannya? Ia tak begitu yakin berapa lama efek Zestfull Guava akan berlangsung, tapi akan menjadi gawat bila ia tak berhasil mengendalikan dirinya selama efek buah itu berlangsung.
Huo Bing ingin meludahkan buah itu keluar, tapi Qing Hu memasukan buah itu dalam-dalam sehingga ia tak punya pilihan lain selain menelannya.
"Loh? Kenapa mendadak terasa panas ya?" ucap Qing Hu. Tubuhnya mulai berkeringat sehingga menampilkan lekuk tubuhnya dengan jelas. Sepertinya efek buah itu sudah dimulai.
Normalnya, Huo Bing tak akan tergoda sekalipun ada seratus Qing Hu yang menggodanya. Tapi Zestfull Guava ini membuatnya aneh. Entah kenapa Qing Hu jadi tampak menarik. Ia jadi ingin......tidak, tidak. Sadarlah Huo Bing. Ia harus mempertahankan kesadarannya.
Ia adalah Cygnix. Keturunan Phoenix agung yang membara........ah, memikirkan kata membara kenapa ia jadi semakin bersemangat ya?
Tidak! Ia harus memikirkan hal lain! Hal yang dingin. Es. Ia bisa mengendalikan dirinya. Ia tak mungkin hilang akal hanya karena buah sialan. Ia pasti bisa. Ia harus bisa.
"Hei."
Qing Hu bergelayut di sekitar leher Huo Bing membuat insting burung itu semakin menggila.
__ADS_1
"Apa kau tak bisa membuka hatimu sedikit? Selama ini selalu aku yang menolak pria. Sejak kapan menjadi aku yang ditolak? Apa kau yakin bisa menemukan wanita yang lebih baik dariku?" ucapnya sambil memeluk Huo Bing semakin erat.
Alhasil, Huo Bing hampir gila.