Card Cultivation System

Card Cultivation System
CCS-23


__ADS_3

Xika tertidur sampai hari cukup gelap.


Huo Bing sengaja tidak membangunkannya, karena penyebab Xika tertidur adalah dirinya yang menanyakan tentang masa lalu Xika dan membuatnya tertekan.


Ketika Xika bangun, mereka tidak membahas masa lalu Xika, bersikap seolah tidak terjadi apa-apa.


"Baiklah, satu binatang lagi dan hutangmu lunas. "


Xika mengerutkan kening sebentar kemudian ia mengingat janjinya kepada Huo Bing dan segera mengangguk.


Xika berjalan lagi beberapa ratus meter sampai ia akhirnya menemukan sekelompok Spirit Beast.


Spirit Beast itu adalah Flame Monkey. Spirit Beast yang sama yang Xika temui ketika ia ditugaskan Huo Bing untuk mencari bumbu.


Flame Monkey itu rata-rata memiliki tingkat kultivasi White 4 yang setara dengan Qi Gathering 9.


"Hei Huo Bing, kalau seperti ini masih diterima bukan? Meskipun mereka tingkat White 4 tapi jumlah mereka lebih dari 15."


"Tidak apa. Lagipula kelompok Flame Monkey ini memiliki seekor Monkey King."


"Apa? Kenapa aku tidak merasakannya?"


Xika langsung naik ke pohon terdekat untuk menyembunyikan dirinya.


"Justru aneh kalau kau bisa merasakannya. Monkey King ini adalah salah satu binatang yang pandai menyembunyikan hawa keberadaanya sendiri. Orang awam yang tak mengerti apa-apa akan mengira ini hanya sekelompok Flame Monkey."


"Berapa tingkat kultivasinya?"


"Hmmmm..... Sepertinya di tingkat Red 2."


"Sial."


Monkey King itu di tingkat Red 2 yang setara dengan kultivator tahap Forming Qi 5. Melawan tingkat Red 1 saja sudah sulit, sekarang ia harus melawan Spirit Beast tingkat Red 4, ditambah sekumpulan Flame Monkey yang berjumlah kira-kira 20 ekor.


"Bagaimana kalau kita mencari hewan lain? Aku akan membayar 2 kali lipat"


"Kau tidak diizinkan mundur. Hanya seekor Monkey King ditemani beberapa Flame Monkey saja kau sudah takut. Lagipula kalau kau ingin mencari hewan lain kau harus membayar setidaknya 10 kali lipat"


"Sialan"


Xika menarik nafas panjang. Setelah itu ia melemparkan sebuah batu.


Batu itu tidak cukup untuk melukai para Flame Monkey itu, tapi cukup untuk menarik perhatian mereka.


Kelompok Flame Monkey itu mulai mendekat menuju pohon tempat Xika berada.


Mereka mengendus-endus mencari tahu darimana batu itu berasal.


Sementara Xika masih di atas pohon, mencari keberadaan Monkey King.


Akhirnya ia menemukannya.


Di tengah Flame Monkey yang sedang berkumpul, terlihat seekor monyet yang memiliki tubuh yang lebih besar dari monyet di sekitarnya. Monyet itu memiliki semacam mahkota di kepalanya yang menambah kemegahannya.


Xika melihat isi kantung yang ada di pinggangnya.


'Hanya cukup untuk 5 menit'


Xika menarik nafas sekali lagi kemudian melempar semua isi kantung di pinggangnya itu.


Isi dari kantung yang berupa bubuk itu mengenai hampir seluruh Flame Monkey yang ada.


"KIKKKK!!!"


"KIKIKKK!!"


Para Flame Monkey itu berteriak ketika merasakan sesuatu memasuki hidung mereka dan tubuh mereka tidak bisa digerakkan.

__ADS_1


Xika melompat sambil menendang dari pohon tempat ia berada sebelumnya.


Tendangannya sukses menjatuhkan 2 Flame Monkey.


Flame Monkey lainnya berteriak kaget ketika melihat seorang manusia tiba-tiba muncul dan menjatuhkan kawan mereka. Tapi mereka tak bisa bergerak karena bubuk yang Xika taburkan jadi yang bisa mereka lakukan hanyalah berteriak.


Xika memukul beberapa Flame Monkey yang disekitarnya sampai ia mendengar suara geraman yang cukup menakutkan.


Xika berbalik dan melihat seekor Monkey King menatapnya dengan amarah.


Ia bersiap untuk bertarung.


Meskipun Monkey King kuat, tapi seharusnya bubuk racun yang ia tebarkan tadi masih memiliki pengaruh terhadap Monkey King itu. Setidaknya bubuk itu membuat Monkey King merasa berat untuk menggerakan tubuhnya. Tapi bubuk itu hanya bekerja 5 menit karena terbatasnya jumlah.


Jadi Xika harus membunuh Monkey King dan kabur dari kelompok Flame Monkey dalam waktu 5 menit. Mungkin tidak terlalu sulit kabur dari sekelompok Flame Monkey, namun yang sulit adalah membunuh Monkey King dalam waktu 5 menit.


Monkey King itu melompat dan mengarahkan pukulannya menuju kepala Xika.


Xika menepis pukulan Monkey King itu dan balas memukul perutnya.


DUAKK!!


Xika berhasil memukul Monkey King itu, namun tangannya memerah. Sedangkan Monkey King itu hanya mundur dua langkah.


"Sial, tubuhnya panas sekali."


Meskipun Xika sudah menguasai elemen api dan memiliki kekebalan tertentu terhadap api, tapi api di tubuh Monkey King bukanlah hal yang bisa ia tahan.


"Tentu saja bodoh. Dia itu raja dari Flame Monkey. Kalau tidak panas maka dia tidak akan menjadi raja Flame Monkey."


"Tapi tetap saja....."


"Makanya gunakan elemenmu"


Sebenarnya Xika tidak ingin menggunakan elemennya untuk berjaga-jaga bila ia tidak berhasil membunuh Monkey King dalam 5 menit sehingga ia masih bisa lari. Tapi sepertinya ia tidak punya pilihan lain. Ia harus membunuh Monkey King secepat mungkin.


Simbol air menyala di mata kanan Xika.


Ia melemparkan beberapa bola air yang dengan mudahnya dihindari Monkey King itu.


Tidak menunggu Monkey King selesai menghindar, Xika langsung maju dan menendang Monkey King dengan kaki yang berlapisi air.


Monkey King itu menghindari tendangannya. Ia memukul Xika yang ditahan dengan kedua tangannya.


Xika mundur sejauh 3 meter akibat menahan pukulan Monkey King.


Monkey King tidak memberikan Xika waktu untuk bernafas. Ia langsung maju memberikan Xika pukulan beruntun.


Xika menahannya dengan susah payah, dan setiap kali ia menahan pukulan Monkey King tangannya bertambah merah meskipun sudah dilapisi dengan air.


Xika melemparkan bola air yang cukup besar menggunakan kakinya karena tangannya sibuk menahan pukulan  Monkey King.


Monkey King itu mundur untuk menghindari serangan Xika. Sementara Xika berdiri dengan nafas yang mulai tidak beraturan. Serangan barusan menghabiskan setengah qi nya. Ditambah dengan qi yang dia gunakan untuk melapisi dirinya dengan air, kini qinya tinggal seperempat.


Monkey King itu membentuk bola api di tangannya kemudian melemparkannya menuju Xika.


Xika menghindari bola api itu dengan mundur ke belakang.


"Sial, tubuhnya lebih kuat dariku, sedangkan serangan jarak jauh tidak berhasil dan hanya menguras energiku."


"Benarkah?"


"Apa?"


"Benarkah monyet itu memiliki tubuh yang lebih kuat daripada tubuhmu?"


Xika terdiam sebentar.

__ADS_1


Sebenarnya Monkey King tidak memiliki tubuh yang lebih kuat daripada tubuh Xika. Mungkin sama atau bahkan lebih lemah. Hanya saja Xika berpikir bahwa tubuh Monkey King lebih kuat daripada tubuhnya karena setiap kali dia menyerang maupun bertahan dari Monkey King, tangannya kesakitan.


Ia lupa bahwa Monkey King juga melapisi tangan maupun kakinya dengan qi untuk membentuk api. Harusnya  Monkey King itu memiliki qi yang kurang lebih sama dengan Xika.


Monkey King itu kembali maju. Kali ini ia mengayunkan ekornya.


Xika menunduk kemudian balas menendang dengan kaki yang dilapisi elemen tanah.


Selain mengurangi rasa panas yang ia terima juga memperkuat tendangannya.


Monkey King itu menahan tendangan Xika dengan kedua tangannya, namun ia masih terpukul mundur beberapa meter.


Tepat ketika situasi mulai menguntungkan untuk Xika, Flame Monkey di sekitarnya kembali bisa bergerak. Tanpa ia sadari 5 menit telah berlalu dan ia gagal membunuh Monkey King.


Kini ia dikepung oleh Flame Monkey dengan Monkey King berada tepat didepannya.


Xika berusaha mengurangi jumlah Flame Monkey disekitarnya, namun Monkey King tidak membiarkannya melakukan itu.


Saat ini kondisi Xika hampir sama dengan Monkey King, mereka berdua sama-sama kelelahan dan kehabisan qi. Monkey King tidak akan membiarkan Xika mengurangi jumlah Flame Monkey yang akan membuat situasi berbalik.


Meskipun ia bisa menggunakan para Flame Monkey untuk menghabiskan energi Xika dan disaat yang bersamaan memulihkan energinya, ia tidak mau melakukan itu, karena pasti akan menghabisi nyawa Flame Monkey yang tidak sedikit. Meskipun ia bisa menang, tapi ia tidak ingin mengorbankan kaumnya.


Kini Xika diserang oleh Monkey King serta Flame Monkey lainnya.


Perlahan-lahan, Xika semakin terdesak dan akhirnya sebuah pukulan mengenai dadanya.


Xika terlempar beberapa meter.


"Uhuk..."


Belum sempat Xika berdiri, pukulan lain datang yang kini menuju perutnya.


Segera Xika dipukuli secara bersamaan oleh para Flame Monkey serta Monkey King.


Huo Bing hendak membentuk tubuhnya mengingat kondisi Xika yang kini cukup buruk, namun tiba-tiba sebuah cahaya bersinar dari dada Xika.


Lebih tepatnya dari balik jubah Xika.


Xika mengeluarkan benda tersebut dan ia terkejut melihat benda yang ia keluarkan adalah dek kartu pemberian ayahnya.


Dek kartu itu mengeluarkan sinar yang cukup terang untuk membuat kelompok Flame Monkey itu mundur.


Xika masih terdiam melihat dek kartu pemberian ayahnya bersinar.


Ia tidak tahu apa-apa selama ini tentang dek kartu itu.


Mendadak sebuah teknik muncul di kepalanya.


"Capsah technique.....?"


Xika mengambil kartu teratas dari tumpukan kartu itu dan melakukan gerakan menebas menggunakan kartu itu.


"First Way : Single"


Tercipta sebuah gelombang tebasan yang berasal dari Xika. Tebasan itu membunuh hampir semua Flame Monkey, sedangkan Monkey King terlukan cukup parah.


Sebuah luka tebasan muncul di perut Monkey King dan darah menetes cukup banyak.


Xika tidak tahu apa yang terjadi tapi ia segera bergerak membunuh Monkey King dan Flame Monkey yang masih hidup.


Kemudian dek kartu itu redup dan kembali terlihat seperti dek kartu biasa.


Namun teknik yang muncul di kepala Xika tidak hilang. Ia tetap mengingat teknik itu.


Huo Bing segera membentuk tubuhnya dan melihat pemandangan sekitar, memastikan bahwa hal yang dirasakannya tidak salah.


"Xika? Apa yang terjadi?"

__ADS_1


"Entahlah.... aku tidak tahu, aku hanya ingat......"


Xika jatuh tertidur. Tubuhnya telah mengeluarkan terlalu banyak energi hari ini, terutama untuk teknik yang terakhir.


__ADS_2