
Setelah berpencar, Xika pergi ke gang terpencil dan meminta Huo Bing memperkuat Space Shifter dengan bagian tubuh Spirit Beast yang dia miliki.
"Ah, Xika. Aku harus menyegel dantianmu lagi. Kau baru naik tingkat kan?"
"Apa? Kenapa?"
"............"
"Baiklah-baiklah."
Kemudian Huo Bing menyentuh beberapa titik di tubuh Xika dengan sayapnya, namun kegiatannya itu berhenti karena pertanyaan mendadak Xika.
"Kira-kira berapa lama sampai dantianku sebesar orang biasa?"
"Entahlah......sampai dantianmu penuh saja. Mungkin 6 bulan? Itu juga sudah termasuk cepat. Sepertinya akan lebih lama dari itu. Mungkin bisa sampai setahun atau lebih."
"......................kenapa bisa selama itu?"
"Yah..........semakin tinggi tingkat kultivasimu semakin lama kau naik tingkat."
"Kenapa? Bukannya dantianku sama saja seperti sebelumnya? Beda dengan kultivator lain yang dantiannya semakin membesar."
Huo Bing berpikir sebentar kemudian menjawab,
"Hm.......benar juga........kenapa ya? Ah sudahlah. Itu kan tubuhmu-hm? Tunggu dulu.............."
Mendadak Huo Bing menghentikkan ucapannya dan diam.
Xika menunggu selama beberapa saat sebelum akhirnya Huo Bing kembali bicara. Ekspresi Huo Bing cukup serius kali ini.
"Xika.........sepertinya ada kesalahan dalam teknik kultivasimu."
"Apa? Bagaimana mungkin? Bukankah kau yang mengatakan bahwa Ultimate Deck adalah teknik kultivasi yang paling cocok denganku?"
"Bukan itu maksudku. Sepertinya aku salah memahami Ultimate Deck."
Xika hanya diam mendengarkan.
"Pemahaman sebelumnya mengenai kau mengisi dantian kesatu saat Qi Gathering kemudian dantian kedua Forming Qi dan seterusnya salah."
"Lalu?"
"Sepertinya........kau harus mengisi keempat dantian itu secara bersamaan......."
"Apa? Tunggu-tunggu.......aku tidak terlalu mengerti. Coba jelaskan lebih rinci padaku."
"Seperti yang kubilang, pemahaman sebelumnya itu salah. Memiliki empat dantian berarti kau lebih kuat empat kali dari kultivator biasa, tapi juga berarti bahwa kau harus bekerja keras empat kali lipat lebih banyak dibanding kultivator lain."
".........."
"Jadi sepertinya kau masih belum bisa dianggap Forming Qi. Saat keempat dantianmu sudah mencapai tahap Qi Gathering 9 dan menembus tingkat berikutnya, barulah kau bisa dianggap mecapai tingkat Forming Qi. Untuk tingkat berikutnya juga seperti itu."
"................tunggu dulu. Bukankah sebelumnya aku telah menembus sampai tingkat Forming Qi 2?"
"Sepertinya itu salah. Mungkin bukan dantian pertamamu yang naik tingkat. Coba saja kau periksa."
Xika mengikuti araha Huo Bing dan memeriksa semua dantiannya.
Ia memejamkan matanya selama beberapa saat kemudian kembali membukanya.
"Sepertinya kau benar.........dantian keduaku sudah terisi qi. Itu sudah di tingkat Qi Gathering 3."
"..............."
"..............."
Xika dan Huo Bing sama-sama diam.
Mereka tidak tahu harus senang atau sedih. Terutama Xika. Ia cukup senang ketika tahu bahwa dirinya akan lebih kuat empat kali lipat dibanding orang lain, tapi ia juga cukup terkejut ketika tahu bahwa ia harus berusaha empat kali lebih banyak dibanding orang lain.
Bukannya ia tidak mau atau tidak siap harus berusaha empat kali lipat dibanding orang lain, hanya saja itu begitu mengejutkan dan ia tidak yakin apakah bisa membantu dalam makam nanti. Di makam itu pasti akan banyak kultivator lain yang lebih kuat daripada mereka berempat. Ditambah dia yang masih di tahap Qi Gathering, bisa-bisa dia hanya akan menjadi beban.
"Tapi aku tetap harus menyegel dantianmu yang kedua.
Meskipun ada empat dantian, tapi ukurannya baru setara dengan satu dantian normal bila keempatnya digabungkan."
__ADS_1
Xika mengangguk, kemudian Huo Bing kembali menyegel dantian kedua Xika.
Setelah selesai menyegel dantiannya, Xika memutuskan untuk pergi ke toko ramuan dan membeli beberapa pil yang dapat mempercepat kultivasinya.
Setelah itu ia pergi ke gerbang kota dan menunggu yang lain datang.
Ia hendak memberi tahu tentang dantiannya dan bertanya apakah mereka keberatan bila ia ikut dengan kultivasinya saat ini.
Xika duduk menunggu sambil berkultivasi. Tapi ia belum menggunakan pil yang baru ia beli.
Beberapa jam berlalu dan tibalah ketiga orang tersebut.
"Jadi? Apa semua orang sudah siap?" tanya Qin Mo semangat.
"Anu....Kak Qin? Ada sesuatu yang harus kubicarakan dengan kalian."
Melihat tatapan serius di mata Xika, ketiga orang itu memutuskan untuk berbicara di tempat sepi.
"Ada apa?"
"Anu........karena satu dan lain hal, aku..............memiliki empat dantian."
Xika berhenti untuk melihat ekspresi mereka, dan menemukan mata ketiga orang itu melebar. Tapi tidak ada yang bertanya dan mengganggu ceritanya.
"Aku harus berkultivasi empat kali lebih banyak daripada orang lain, yah di satu sisi itu membuatku lebih kuat empat kali lipat tapi disisi lain aku lebih lambat empat kali lipat dibanding orang lain.
Jadi apakah kalian keberatan bila aku ikut ke makam? Aku baru mencapai Qi Gathering 9 ternyata. Ucapanku sebelumnya salah."
DUAKKK!!!
Dan kali ini ketiga orang itu memukul kepala Xika secara bersamaan.
"Apa kepalamu bermasalah? Atau pendengaranmu yang bermasalah? Atau keduanya?
Bukankah sudah kubilang sebelumnya bahwa kita adalah Stellar Joker?"
"Benar. Kau adalah bagian dari Stellar Joker. Suka ataupun tidak. Lemah ataupun kuat. Kau tidak diizinkan menolak atau keluar."
"Jadi tidak peduli apapun yang terjadi denganmu, kita akan hadapi bersama."
"Dengan kemampuan tempurmu? Dengan keempat elemen milikmu? Dengan bakat untuk menjadi pemain drama?"
"Aku yakin tidak ada seorangpun yang akan menganggapmu lemah. Bahkan bisa-bisa, kau lebih dianggap mengancam dibanding kita bertiga." kata Lin Zhu dengan muka yang dibuat agar terlihat seperti sakit hati.
"Yah......kalau kalian berpendapat seperti itu......."
"Omong-omong, bagaimana kau bisa memiliki empat dantian?" tanya Lin Zhu mendadak.
Xika terdiam mendengar pertanyaan Lin Zhu.
"A-ah, kalau tidak mau dijawab, tidak perlu dijawab. Si Konyol ini memang suka bertanya hal yang tidak perlu." kata Qin Mo sambil memukul kepala Lin Zhu setelah melihat ekspresi Xika yang cukup banyak berubah.
"Tidak apa............Waktu aku kecil, dantianku pecah menjadi empat bagian besar dan sisa bagian kecilnya tersebar di seluruh tubuhku........"
Ketiga orang lain yang mendengarkan masa lalu Xika terdiam.
Cukup lama mereka terdiam, namun yang pertama bicara adalah Lin Zhu.
"Yah......karena kau sudah berbagi kisah, maka aku juga harus membagi kisah bukan?"
Ia berhenti sebentar kemudian bicara.
"Beberapa tahun yang lalu, ketika aku masih seumuran dengan Xika atau lebih muda sedikit, kekasihku mati di depan mataku dan tak ada yang bisa kulakukan. Kejadian itu masih terulang terus dikepalaku. Aku masih mengingatnya seperti baru kemarin terjadi.
Mungkin itulah alasan aku tidak keberatan merampok hingga berjudi. Aku mengusahakan segala cara untuk bertambah kuat agar kejadian seperti itu tidak lagi terulang."
Qin Mo dan Lian Minjie cukup terkejut Lin Zhu bisa memiliki kekasih dan ingin mengejeknya. Namun ini bukanlah saat yang tepat.
Huo Bing membentuk wujud fisiknya dan menemani Lin Zhu yang kini duduk bersandar tembok kumuh.
"Aku mengalami nasib yang sama denganmu kawan."
Lin Zhu menatap Huo Bing sambil membuka mulutnya, tapi tidak mengatakan apa-apa.
Huo Bing hanya tersenyum kecil yang kemudian diikuti oleh Lin Zhu, namun mata mereka berdua memancarkan kesedihan yang teramat sangat.
__ADS_1
Lian Minjie duduk di sebelah Huo Bing kemudian ikut bercerita.
"Aku tidak pernah mengenal orangtuaku.
Mereka mati di tangan kelompok perampok yang membantai desaku. Entah kenapa aku masih selamat.
Beberapa hari kemudian aku ditemukan dan diasuh oleh seorang pertapa yang tinggal di gunung. Ia mengajariku berbagai hal, terutama senjata dan penempaan. Ia juga mengajarkanku sedikit tentang kultivasi.
Beberapa tahun berlalu dan ketika kami turun ke desa, kelompok yang sama datang dan membantai desa lagi. Dan aku melakukan hal terkejam yang pernah aku lakukan sepanjang hidupku.
Aku lari meninggalkan pertapa yang telah membesarkanku. Ia berteriak meminta tolong, namun aku mengabaikannya. Aku berlari dan menemukan tempat bersembunyi. Dari situ aku mengintip, dan pemandangan yang kulihat adalah kepala pertapa yang meminta tolong padaku sebelumnya, kini tergeletak tidak jauh dari tempatku bersembunyi.
Alasanku tidak keberatan merampok karena aku ingin bertemu kelompok perampok itu lagi. Mungkin bila aku sudah cukup sering merampok dan namaku terdengar luas mungkin aku akan bertemu dengan mereka..........."
Tatapan Lian Minjie memang memancarkan kesedihan yang sama dengan Huo Bing dan Lin Zhu. Tapi ada tatapan lain di matanya. Tatapan amarah yang penuh dengan dendam.
Qin Mo juga duduk di sebelah Lin Zhu.
"Aku lahir dari keluarga yang cukup kaya.
Qin Clan-ku cukup terkenal karena menghasilkan berbagai kultivator yang berbakat.
Tapi kelahiranku adalah aib bagi keluargaku. Aku tidak cukup berbakat sehingga aku tidak cukup layak untuk menjadi bagian dari Qin Clan.
Aku hanya diasuh sampai umur lima tahun karena saat itu aku sudah dianggap bisa mengurus diriku sendiri. Aku dikeluarkan dari klan dan hidup di jalanan.
Hanya pelayanku yang ikut bersamaku. Ia tetap setia meskipun aku bukan bagian dari Qin Clan yang terkenal lagi.
Sejak saat itu aku hidup sesukaku. Aku tidak terlalu memikikan peraturan.
Berbeda dengan Lin Konyol dan Lian Aneh, aku tidak memiliki alasan khusus untuk merampok.
Aku hanya melakukannya begitu saja."
Setelah masing-masing menceritakkan kisah mereka, tidak ada lagi yang berbicara dan terjadi keheningan yang cukup panjang.
Dan kali ini, Xika yang pertama memecah keheningan.
"Tapi kita bersama sekarang.
Kita adalah Stellar Joker.
Kita tidak akan membiarkan satu sama lain menderita lagi.
Kita tidak akan membiarkan nasib kita terulang lagi.
Karena itu, marilah kita hadapi masalah bersama.
Sebagai bagian dari Stellar Joker."
Kemudian mereka berempat berdiri dan saling beradu tinju satu sama lain.
Lin Zhu juga meninju Huo Bing pelan.
"Kau juga bagian dari kami." katanya sambil tersenyum.
Huo Bing tidak mengatakan apa-apa, tapi ia juga ikut tersenyum.
Xika menatap Heiliao yang daritadi hanya diam mendengarkan di pundaknya.
"Apa kau tidak mau mengatakan apa-apa?"
Serigala itu menutup matanya selama beberapa saat kemudian membukanya.
"Tidak ada yang perlu kukatakan."
Mulutnya memang mengatakan hal yang terdengar teguh, tapi matanya memancarkan kesedihan yang sama dengan lima mahkluk lainnya.
Setelah itu mereka pergi menuju penginapan yang paling dekat denga gerbang kota agar lebih mudah bila terjadi sesuatu, tapi penginapan itu sudah penuh karena banyak yang berpikiran sama.
Jadi mereka mencari penginapan lain dan menyewa kamar yang terletak agak jauh dari gerbang kota.
Hari itu, Stellar Joker semakin menguatkan fondasinya setelah mengetahui masa lalu masing-masing. Kedepannya, tidak akan ada lagi keraguan dalam bertindak, atau tindakan yang merubah setia.
Karena mereka sama-sama saling memiliki masa lalu yang pilu, dan merasakan rasa senasib yang sangat kuat.
__ADS_1
Kelak, di masa depan nanti, Stellar Joker akan menjadi kelompok kuat yang akan mendukung masing-masing anggotanya.